Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kebersihan dan kerapian tubuh merupakan wujud nyata keimanan, termasuk rutinitas potong kuku dan rambut. Urutan memotong kuku menurut sunnah dan adab Islam penting diketahui muslim. Sebab, memotong kuku bukan sekadar rutinitas sehari-hari, tapi bernilai ibadah.
Rasulullah SAW menetapkan pemeliharaan kuku sebagai bagian dari fitrah manusia. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, terdapat lima perkara fitrah, salah satunya memotong kuku. Tujuannya adalah agar kebersihan dan kesucian jasmani senantiasa terjaga sepanjang waktu.
Dalam tataran praktis ibadah, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW mengungkapkan, kuku panjang dapat menghalangi kesempurnaan wudhu. Kuku yang kotor juga rentan menjadi sarang kuman pembawa penyakit atau najis yang memengaruhi keabsahan ibadah.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah urutan memotong kuku menurut sunnah dan adab Islam, termasuk waktu terbaik dan batasannya.
Sunnah Urutan Memotong Kuku
Para ulama memiliki dua versi utama dalam urutan memotong kuku, namun keduanya sama-sama baik untuk diamalkan secara bergantian.
Menurut Imam Nawawi dan Imam Syafi'i memotong kuku dimulai dari tangan kanan: Jari telunjuk kanan, kemudian berturut-turut jari tengah, jari manis, jari kelingking, dan diakhiri dengan ibu jari. Untuk tangan kiri, urutannya adalah dimulai dari jari kelingking kiri, lalu jari manis, jari tengah, jari telunjuk, dan terakhir ibu jari.
Ulama lainnya juga menganjurkan untuk tangan kanan, dimulai dari jari telunjuk, lalu jari tengah, jari manis, jari kelingking, dan diakhiri ibu jari. Sementara itu, untuk tangan kiri, sebagian ulama seperti Syekh Imad Zaki Al-Barudi merincikan urutan yang sedikit berbeda yaitu dimulai dari jari kelingking, kemudian jari manis, jari tengah, jari telunjuk, dan diakhiri dengan ibu jari.
Setelah menyelesaikan kedua tangan, dilanjutkan dengan memotong kuku kaki. Urutannya adalah dimulai dari kaki kanan (diawali dari jari kelingking hingga jempol), lalu kaki kiri (juga dari kelingking hingga jempol). Prinsip utama yang mendasari semua urutan ini adalah kaidah umum dalam Islam untuk mendahulukan anggota kanan dalam perkara yang baik.
Adab-Adab Memotong Kuku
1. Mendahulukan Anggota Tubuh Bagian Kanan (Tayamun)
Sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang menyukai mendahulukan bagian kanan dalam urusan kebaikan dan bersuci, memotong kuku disunnahkan dimulai dari tangan kanan terlebih dahulu, baru kemudian berpindah ke tangan kiri. Hal yang sama juga berlaku saat memotong kuku kaki.
2. Mengikuti Urutan Jari yang Dianjurkan Ulama
Meskipun tidak ada hadis sahih yang membatasi urutan jari secara kaku, para ulama seperti Imam An-Nawawi memberikan panduan etika terbaik. Untuk tangan kanan, pemotongan dimulai dari jari telunjuk, jari tengah, jari manis, kelingking, lalu berpindah ke tangan kiri dari kelingking berurutan hingga ibu jari, dan diakhiri pada ibu jari tangan kanan.
3. Menggunakan Alat yang Bersih dan Tajam
Memotong kuku sebaiknya menggunakan alat khusus yang tajam. Hal ini bertujuan agar hasil potongan kuku rapi, tidak menimbulkan luka pada bantalan jari, serta mencegah kulit di sekitar kuku rusak yang bisa memicu infeksi bakteri.
4. Membersihkan Kotoran di Bawah Kuku
Setelah kuku dipotong, pastikan untuk membersihkan sela-sela kulit dan bagian bawah kuku (ghaslul barajim). Kebersihan ini sangat krusial agar air wudhu dapat menyentuh permukaan kulit di ujung jari secara sempurna tanpa terhalang oleh daki atau kotoran yang tersisa.
5. Mengubur Potongan Kuku
Sebagian ulama menganjurkan agar sisa-sisa potongan kuku dikubur di dalam tanah. Adab ini merupakan bentuk penghormatan (takrim) terhadap bagian tubuh manusia, sekaligus menjaga agar potongan kuku tersebut tidak terbuang di tempat yang kotor atau bercampur dengan najis.
Doa dan Adab Memotong Kuku
Sebelum memulai, disunnahkan untuk berniat mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ. Kemudian, bacalah doa berikut sebagai bentuk permohonan berkah:
Doa saat Memotong Kuku:
Teks Arab: بِسْمِ اللهِ وَ بِاللهِ، وَ عَلَى سُنَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin: Bismillaahi wa billaahi, wa 'alaa sunnati sayyidinaa Muhammad wa aali sayyidinaa Muhammad
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah dan dengan pertolongan Allah, serta mengikuti jejak junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya".
Waktu paling utama untuk memotong kuku adalah hari Jumat sebelum berangkat shalat Jumat, sebagai bagian dari persiapan menyambut hari raya mingguan umat Islam. Selain itu, hari Kamis dan Senin juga dianjurkan.
Adab-Adab Memotong Kuku dalam Islam
1. Mendahulukan Anggota Tubuh Bagian Kanan (Tayamun)
Sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang menyukai mendahulukan bagian kanan dalam urusan kebaikan dan bersuci, memotong kuku disunnahkan dimulai dari tangan kanan terlebih dahulu, baru kemudian berpindah ke tangan kiri. Hal yang sama juga berlaku saat memotong kuku kaki.
2. Mengikuti Urutan Jari yang Dianjurkan Ulama
Meskipun tidak ada hadis sahih yang membatasi urutan jari secara kaku, para ulama seperti Imam An-Nawawi memberikan panduan etika terbaik. Untuk tangan kanan, pemotongan dimulai dari jari telunjuk, jari tengah, jari manis, kelingking, lalu berpindah ke tangan kiri dari kelingking berurutan hingga ibu jari, dan diakhiri pada ibu jari tangan kanan.
3. Menggunakan Alat yang Bersih dan Tajam
Memotong kuku sebaiknya menggunakan alat khusus yang tajam. Hal ini bertujuan agar hasil potongan kuku rapi, tidak menimbulkan luka pada bantalan jari, serta mencegah kulit di sekitar kuku rusak yang bisa memicu infeksi bakteri.
4. Membersihkan Kotoran di Bawah Kuku
Setelah kuku dipotong, pastikan untuk membersihkan sela-sela kulit dan bagian bawah kuku (ghaslul barajim). Kebersihan ini sangat krusial agar air wudhu dapat menyentuh permukaan kulit di ujung jari secara sempurna tanpa terhalang oleh daki atau kotoran yang tersisa.
5. Mengubur Potongan Kuku
Sebagian ulama menganjurkan agar sisa-sisa potongan kuku dikubur di dalam tanah. Adab ini merupakan bentuk penghormatan (takrim) terhadap bagian tubuh manusia, sekaligus menjaga agar potongan kuku tersebut tidak terbuang di tempat yang kotor atau bercampur dengan najis.
Waktu Terbaik Memotong Kuku
Umat Islam dianjurkan memotong kuku secara berkala dan rutin. Berikut ini adalah penjelasan mengenai waktu terbaik:
1. Hari Jumat
Hari Jumat merupakan waktu yang paling utama dan sangat dianjurkan untuk memotong kuku. Mengondisikan diri dalam keadaan bersih dengan memotong kuku dan mencukur kumis sebelum berangkat melaksanakan shalat Jumat adalah bagian dari amalan sunnah guna mengagungkan hari raya pekanan umat Islam.
Selain Jumat pagi, memotong kuku juga diperbolehkan pada hari Kamis sore sebagai bentuk persiapan menyambut hari Jumat. Dalam kalender Hijriah (Qamariah), Kamis petang sudah masuk hari Jumat.
2. Hari Senin dan Kamis
Para ulama berpendapat, Senin dan Kamis adalah waktu amalan manusia dilaporkan kepada Allah SWT. Di momen ini, lebih baik umat Islam berada dalam kondisi terbaik, termasuk kebersihan dan kerapian diri.
3. Secara Berkala dan Tidak Melebihi 40 Hari
Secara umum, kuku sebaiknya dipotong secara berkala (misalnya seminggu atau dua minggu sekali) bergantung pada kecepatan tumbuhnya kuku masing-masing orang. Namun, batas waktu maksimal yang ditetapkan oleh syariat adalah tidak membiarkan kuku tidak dipotong lebih dari 40 malam.
Membiarkan kuku tumbuh panjang melebihi batas tersebut dihukumi makruh karena menyelisihi fitrah kesucian harian seorang Muslim.
Hikmah Sunnah Memotong Kuku
Meneladani Rasulullah SAW dalam memotong kuku membawa banyak manfaat, antara lain:
- Kesempurnaan Ibadah: Kuku yang pendek memastikan air wudhu dan mandi wajib mengenai seluruh bagian anggota tubuh yang diwajibkan, sehingga ibadah menjadi sah dan sempurna.
- Kesehatan Jasmani: Memotong kuku secara teratur mencegah penumpukan kotoran dan kuman yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi jamur atau kuku cantengan.
- Penampilan yang Rapi: Kuku yang bersih dan terawat adalah cerminan dari pribadi muslim yang mencintai kebersihan dan keindahan, yang merupakan bagian dari iman.
- Membedakan dengan Musuh Islam: Memanjangkan kuku menyerupai kebiasaan orang-orang yang jauh dari petunjuk Islam. Dengan memotongnya, seorang muslim telah menunjukkan identitas dan kepatuhannya.
Pertanyaan Seputar Urutan Memotong Kuku Menurut Sunnah
Urutan Potong kuku Sesuai sunnah?
Memotong kuku dalam Islam merupakan bagian dari ajaran fitrah yang dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan kerapian. Secara umum, tidak ada hadis sahih yang secara spesifik mengatur urutannya, namun para ulama (seperti Imam an-Nawawi) menyarankan tata cara memotong kuku agar lebih terarah dan tidak terlewat.
Ibu hamil boleh gunting kuku?
Ibu hamil sangat diperbolehkan menggunting kuku dan justru dianjurkan untuk menjaga kebersihan. Larangan menggunting kuku saat hamil hanyalah mitos atau pamali yang tidak memiliki dasar medis.
Potong kuku sesuai sunnah hari apa saja?
Dalam Islam, tidak ada hadis sahih yang secara spesifik menetapkan hari tertentu untuk memotong kuku
Apakah boleh memotong kuku saat cantengan?
Memotong kuku yang cantengan sangat tidak disarankan untuk dilakukan sendiri, terutama jika sudah bengkak, bernanah, atau terasa nyeri. Salah memotong justru bisa membuat kuku menusuk lebih dalam dan memicu infeksi yang lebih parah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3428658/original/001946500_1618390460-WhatsApp_Image_2021-04-14_at_10.58.41_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3444300/original/037742600_1619765801-20210430-Suasana_Sholat_Jumat_Minggu_Ketiga_Ramadhan_di_Masjid_Istiqlal-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508639/original/064303600_1771581286-woman-taking-care-her-nails.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6487584/original/069959700_1779346241-20151107185803-tari-dewi-songgo-langit-dan-kuda-lumping-ramaikan-grebeg-suro-kediri-002-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803721/original/093651700_1557725240-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470539/original/060510100_1779332011-20151014164955-kirab-pusaka-meriahkan-penyambutan-1-suro-di-kediri-007-iqbal-nugroho.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470090/original/081962400_1779331661-ribuan-umat-islam-di-kediri-berdoa-bersama-sambut-1-muharram.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430345/original/058586700_1764661122-ilustrasi_ulama.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4749999/original/079429500_1708587393-masjid-pogung-raya-owQ3N7FZgIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470151/original/005986700_1779331713-20151013211910-berdoa-bersama-menyambut-tahun-baru-1437-hijriah-007-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3545940/original/072552600_1629436124-pexels-mentatdgt-1071979__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415138/original/047923100_1763361872-Gemini_Generated_Image_4jbcgr4jbcgr4jbc.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3080217/original/090585300_1584550865-PEMAKAMAN_SUMARTININGSIH-ridlo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499571/original/089965800_1770789860-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T123240.788.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)


