Waktu Terbaik Memperbanyak Tahmid saat Hari Tasyrik, Ragam Bacaan dan Tata Caranya

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah.Di antara amalan yang dianjurkan adalah dzikir, termasuk di dalamnya adalah tahmid. Untuk itu, umat Islam perlu memahami waktu terbaik memperbanyak tahmid saat Hari Tasyrik.

Rasulullah SAW  bersabda: "Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah." (HR. Muslim). Di antara bentuk dzikir yang paling dianjurkan pada hari-hari mulia ini adalah tasbih, tahmid, tahlil , dan takbir.

Dari keempat bacaan dzikir tersebut, tahmid (alhamdulillah) memiliki keistimewaan tersendiri, karena mengandung makna pujian, syukur, dan pengakuan atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 203: "Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang." Mayoritas ulama, termasuk Ibnu 'Umar RA, menafsirkan "hari-hari yang terbilang" (al-ayyam al-ma'dudat) dalam ayat ini sebagai tiga hari Tasyrik.

Merangkum berbagai sumber, mari simak ulasan waktu terbaik memperbanyak tahmid di Hari Tasyrik, ragam bacaan dan tata caranya.

Waktu Terbaik Memperbanyak Tahmid di Hari Tasyrik

Memperbanyak tahmid di hari Tasyrik tidak terbatas pada satu waktu tertentu, namun dilakukan secara kontinu selama tiga hari (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Para ulama membagi waktu dzikir menjadi dua kategori:

1. Tahmid dalam Takbir dan Dzikir Mutlak

Dzikir mutlak adalah dzikir yang tidak terikat dengan waktu atau tempat tertentu. Jenis dzikir ini dianjurkan untuk diperbanyak kapan saja dan di mana saja selama tiga hari Tasyrik. Sebagaimana dijelaskan dalam Islam QA bahwa disunnahkan takbir mutlak pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan seluruh hari-hari Tasyrik, dimulai dari sejak masuknya bulan Dzulhijjah (setelah terbenam matahari di akhir bulan Dzulqa'dah) hingga akhir hari Tasyrik (matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah).

Dengan kata lain, memperbanyak tahmid dapat dilakukan:

  • Setelah shalat fardhu (bersamaan dengan dzikir ba'da shalat)
  • Di sela-sela aktivitas sehari-hari, baik di rumah, di pasar, di kendaraan, maupun di tempat kerja
  • Pada pagi dan sore hari (waktu-waktu utama berdzikir)

2. Tahmid dalam Takbir Muqayyad

Selain dzikir mutlak, terdapat juga dzikir yang terikat dengan waktu, yaitu takbir muqayyad yang dibaca setiap selesai shalat fardhu berjamaah. Takbir muqayyad ini dimulai dari waktu Subuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga waktu Ashar pada hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah).

Meskipun istilah yang digunakan adalah "takbir muqayyad", praktiknya mencakup seluruh rangkaian dzikir yang dibaca setelah shalat, termasuk tasbih (33x), tahmid (33x), dan takbir (33x atau 34x), kemudian ditutup dengan Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lahu....

3. Setelah Shalat Fardhu

Dari kedua kategori di atas, waktu yang paling dianjurkan untuk memperbanyak tahmid adalah setelah menunaikan shalat fardhu lima waktu. Pada momen ini, seorang muslim menggabungkan dua keutamaan sekaligus: keutamaan dzikir ba'da shalat dan keutamaan memperbanyak dzikir di hari Tasyrik.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari mengutip riwayat yang menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak tahlil, tahmid, dan takbir pada Hari Tasyrik. Anjuran ini bersifat umum, namun pelaksanaannya yang paling masyhur dan terstruktur adalah setelah shalat fardhu.

Bacaan Tahmid dan Dzikir Lengkap di Hari Tasyrik

Berikut adalah bacaan dzikir lengkap yang dianjurkan untuk diperbanyak pada hari Tasyrik:

1. Bacaan Dzikir Setelah Shalat Fardhu (Tasbih, Tahmid, Takbir)

Berdasarkan hadits riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ mengajarkan bacaan dzikir setelah shalat sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللَّهِ (33x)

الْحَمْدُ لِلَّهِ (33x)

اللَّهُ أَكْبَرُ (33x)

Kemudian ditutup dengan:

Artinya: لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nalah segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

2. Lafaz Takbir Hari Raya yang Dianjurkan

Selain dzikir di atas, dianjurkan pula membaca lafaz takbir khusus untuk hari raya, yang di dalamnya terkandung tahmid:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah."

Kalimat ولله الحمد (wa lillahil hamd) di akhir lafaz ini adalah bentuk tahmid yang mengukuhkan bahwa segala pujian hanya milik Allah semata.

3. Bacaan Tahlil, Tahmid, dan Takbir secara Mutlak

Di luar waktu setelah shalat, seorang muslim dapat memperbanyak bacaan:

Tasbih: سُبْحَانَ اللَّهِ (Maha Suci Allah)

Tahmid: الْحَمْدُ لِلَّهِ (Segala puji bagi Allah)

Tahlil: لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ (Tidak ada tuhan selain Allah)

Takbir: اللَّهُ أَكْبَرُ (Allah Maha Besar)

Para ulama menganjurkan untuk membaca keempat bacaan ini secara bergantian dan kontinu sepanjang hari Tasyrik, baik dalam jumlah tertentu maupun tanpa hitungan.

Memahami Makna Tahmid

Setelah membahas waktu terbaik memperbanyak tahmid dan ragam bacaannya, penting untuk memahami makna dari bacaan ini. Tahmid adalah bacaan:

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Latin: Alhamdulillah

Artinya: "Segala puji bagi Allah."

Kalimat ini mengandung makna yang sangat dalam. Al-Hamdu (pujian) berbeda dengan asy-Syukr (syukur). Al-Hamdu adalah pujian yang diberikan karena keindahan, kebaikan, dan kesempurnaan sifat yang dimiliki oleh yang dipuji, tanpa harus ada hubungan timbal balik. Sedangkan asy-Syukr adalah rasa terima kasih yang muncul karena adanya nikmat yang diterima.

Dengan membaca Alhamdulillah, seorang hamba memuji Allah atas kesempurnaan zat, sifat, dan perbuatan-Nya, serta bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan.

Hikmah Memperbanyak Tahmid di Hari Tasyrik

Memperbanyak tahmid di hari Tasyrik mengandung berbagai hikmah dan keutamaan yang sangat besar:

1. Mewujudkan Rasa Syukur atas Nikmat Kurban

Hari Tasyrik identik dengan melimpahnya daging kurban. Dengan memperbanyak Alhamdulillah, seorang muslim mengakui bahwa segala nikmat, termasuk nikmat makanan dan minuman yang dinikmati pada hari-hari ini, berasal dari Allah SWT semata.

2. Menggantikan Larangan Puasa dengan Ibadah Aktif

Meskipun umat Islam dilarang berpuasa pada hari Tasyrik, larangan ini bukan berarti libur dari ibadah. Sebaliknya, hari Tasyrik adalah hari untuk memperbanyak dzikir, termasuk tahmid, sebagai bentuk pengagungan kepada Allah. Dengan demikian, seorang muslim tetap produktif secara ibadah meskipun tidak berpuasa.

3. Mengamalkan Perintah Langsung dari Al-Qur'an

Allah SWT secara langsung memerintahkan hamba-Nya untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari yang terbilang (QS. Al-Baqarah: 203). Dengan membaca tahmid, seorang muslim telah menaati perintah ini dan meraih keutamaan yang dijanjikan.

4. Memperkuat Hubungan dengan Allah di Tengah Kegembiraan

Hari Tasyrik adalah hari bersuka cita, makan, dan minum. Di tengah kegembiraan tersebut, memperbanyak tahmid menjadi pengingat bahwa kebahagiaan yang dirasakan adalah karunia dari Allah, sehingga seorang muslim tidak terlena dan tetap dalam koridor ketaatan.

5. Pahala yang Berlipat Ganda

Tidak ada amalan yang lebih utama daripada amalan yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah — termasuk hari Tasyrik. Para ulama menjelaskan bahwa dzikir takbir pada hari Tasyrik lebih utama daripada shalat sunnah. Dengan demikian, setiap bacaan tahmid yang dilafalkan pada hari-hari ini akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dibandingkan hari-hari biasa.

6. Meneladani Para Sahabat

Para sahabat seperti Ibnu 'Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma biasa keluar ke pasar pada hari-hari Tasyrik, lalu mereka bertakbir, dan manusia pun ikut bertakbir. Ini menunjukkan bahwa memperbanyak dzikir pada hari Tasyrik adalah praktik yang telah dicontohkan oleh generasi terbaik umat Islam.

Pertanyaan Seputar Topik

Kapan takbir disunnahkan di bulan Dzulhijjah?

Salah satu amalan yang disunnahkan memperbanyak takbir dan dzikir di 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah.

Takbir Hari Tasyrik sampai kapan?

Kumandang takbir pada hari Tasyrik berakhir pada tanggal 13 Dzulhijjah tepat setelah waktu sholat Ashar. Secara keseluruhan, takbir ini dikumandangkan dari subuh Hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga akhir hari Tasyrik (13 Dzulhijjah), dan ada juga yang melaksanakannya secara mutlak sejak awal bulan Dzulhijjah.

Ibadah apa saja yang dilakukan selama Hari Tasyrik?

Praktik-praktik di Hari Tasyrik meliputi: Meningkatkan zikir, khususnya takbir setelah shalat fardhu, yang dikenal sebagai Takbir Muqayyad. Menikmati makanan dan minuman sebagai bagian dari ibadah . Hal ini karena pada hari-hari ini, Allah melarang hamba-Nya berpuasa dan sebaliknya memerintahkan mereka untuk bersukacita.

Membaca takbir pada Hari Raya Idul Adha disunnahkan mulai?

Takbir mutlak menjelang idul Adha dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah sampai waktu asar pada tanggal 13 Dzulhijjah. Selama tanggal 1 – 13 Dzulhijjah, kaum muslimin disyariatkan.

Kapan waktu yang tepat untuk membaca takbir di bulan Dzulhijjah?

Doa ini dibaca kapan saja, siang maupun malam, mulai dari awal bulan Dzul Hijjah hingga matahari terbenam pada tanggal 13 Dzul Hijjah . Disunnahkan untuk membacanya setiap saat, pagi dan sore, dan Anda dapat membacanya di rumah, di masjid, saat berjalan atau bekerja – kapan pun Anda ingat untuk memuji Allah (SWT).

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |