- Apa yang harus dilakukan sebelum berangkat haji?
- Amalan apa biar cepat naik haji?
- Syukuran sebelum berangkat haji namanya apa?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan spiritual menuju Baitullah merupakan kerinduan setiap insan beriman. Namun, persiapan logistik dan fisik semata nyatanya belum memadai. Calon jemaah mutlak memerlukan checklist sunnah sebelum berangkat haji agar lebih khusyuk.
Hakikat ibadah haji bukan sekadar perpindahan raga menyeberangi benua menuju Tanah Suci, melainkan prosesi penyucian jiwa. Kualitas kemabruran haji seseorang sangat ditentukan oleh fondasi spiritual yang dibangun sejak sebelum masa keberangkatan.
Firman Allah SWT, "Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa" (QS. Al-Baqarah: 197).
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya 'Ulumuddin mengingatkan bahwa safar haji adalah miniatur perjalanan menuju akhirat. Membersihkan diri dari kezaliman dan segala beban duniawi adalah prasyarat utama demi kelancaran ibadah.
Merangkum Ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah, Kemenag, Buku Manasik Haji dan Umroh Rasulullah, Imam Ghazali Said, Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Kemenag, serta sumber relevan lainnya, artikel ini akan mengulas langkah-langkah batiniah agar perjalanan ibadah haji semakin bermakna.
1. Bertaubat Nasuha dan Menyelesaikan Hak Adami
Langkah pertama sebelum bertamu ke Baitullah adalah melepaskan diri dari dosa kepada Allah (Hablum Minallah) dan kezaliman terhadap sesama manusia (Hablum Minannas). Jemaah dituntunkan untuk melunasi utang, mengembalikan barang titipan, dan menunaikan kewajiban yang masih tertunda.
Dalam literatur klasik seperti Ihya 'Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali—yang filosofinya banyak mewarnai kajian manasik spiritual di Indonesia—disebutkan bahwa haji adalah miniatur perjalanan menuju akhirat. Karenanya, memutuskan ikatan kezaliman di dunia adalah prasyarat mutlak sebelum berihram.
Dalilnya adalah, "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa..." (QS. At-Tahrim: 8).
2. Memastikan Kebersihan Harta dan Bekal yang Halal
Ibadah haji menuntut totalitas kesucian, dan hal ini tidak akan terwujud jika fondasi materi yang digunakan bercampur dengan harta yang syubhat, apalagi haram.
Dalam Buku Manasik Haji dan Umroh Rasulullah, Imam Ghazali Said secara implisit mengajak jemaah untuk menghayati sirah Nabi SAW, di mana ibadah haji beliau sangat bersahaja namun ditopang oleh kehalalan rezeki yang mutlak. Harta yang tidak halal diyakini para ulama akan menjadi "hijab" atau penghalang dikabulkannya doa saat wukuf di Arafah.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah itu Maha Baik, dan tidak menerima kecuali yang baik." (HR. Muslim).
3. Berpamitan, Meminta Maaf, dan Saling Mendoakan
Tradisi "walimatussafar" atau sekadar berpamitan kepada keluarga, tetangga, dan kerabat bukan sekadar adat, melainkan anjuran agama untuk memohon kerelaan dan doa restu agar perjalanan dimudahkan dan dijaga dari keburukan.
Panduan dari Kemenag merincikan pentingnya silaturahmi sebelum safar untuk membersihkan hati. Saat berpisah, disunnahkan bagi yang berangkat dan yang ditinggalkan untuk saling mendoakan keselamatan agama dan amanah masing-masing.
Sesuai panduan Ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji, jemaah disunnahkan mendoakan keluarga yang ditinggalkan dengan lafaz: "Astaudi'ullaha diinakum wa amaanatakum wa khowaatiima a'maalikum" (Aku titipkan kepada Allah agama kalian, amanah kalian, dan akhir dari amal kalian) (HR. Tirmidzi).
4. Melaksanakan Shalat Sunnah Safar Dua Rakaat
Momentum pelepasan terbaik dari kediaman adalah dengan bersujud kepada Allah SWT sesaat sebelum melangkah pergi.
Baik dalam buku Tuntunan maupun Ebook Kemenag, sangat ditekankan agar jemaah melaksanakan shalat sunnah safar dua rakaat. Ulama menuntunkan untuk membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan doa memohon kebaikan dan perlindungan selama perjalanan.
"Tidak ada sesuatu yang lebih utama yang ditinggalkan seorang hamba bagi keluarganya selain shalat dua rakaat di sisi mereka ketika hendak bepergian." (HR. Al-Muqaddasi).
5. Membaca Doa Keluar Rumah dan Doa Berkendaraan
Sikap tawakkal (berserah diri) penuh kepada Allah harus dikukuhkan sejak langkah pertama melewati ambang pintu rumah hingga menempati kursi kendaraan atau pesawat.
Ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji secara spesifik menyusun urutan doa safar. Dengan melafazkan doa keluar rumah, ulama meyakini Allah SWT akan menugaskan malaikat untuk menuntun, melindungi jemaah dari gangguan setan, dan menjaga properti beserta keluarga yang ditinggalkan.
Doa keluar rumah: "Bismillahi tawakkaltu 'alallah la haula wa la quwwata illa billah." (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah) (HR. Abu Dawud).
Dilanjutkan dengan doa menaiki kendaraan: "Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniin..." yang bersumber dari Al-Quran Surah Az-Zukhruf ayat 13-14.
Mengingat ibadah haji adalah perjalanan panjang yang sarat dengan risiko fisik dan spiritual, syariat Islam sangat menganjurkan calon jemaah untuk menuliskan wasiat sebelum meninggalkan kediaman. Wasiat ini mencakup pesan moral kepada keluarga, rincian utang piutang yang belum terselesaikan, hingga amanah terkait harta benda.
Dalam Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenag, anjuran menulis wasiat ditempatkan sebagai bagian dari kesiapan mental menghadapi segala ketetapan Allah SWT. Hal ini juga selaras dengan pandangan Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab, yang menyebutkan bahwa musafir yang menempuh jarak jauh sunnah muakkad baginya untuk meninggalkan wasiat tertulis agar tidak membebani ahli waris kelak.
Rasulullah SAW bersabda: "Tidak hak bagi seorang muslim yang memiliki sesuatu yang ingin ia wasiatkan untuk tidur selama dua malam, melainkan wasiatnya itu telah tertulis di sisinya." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar RA).
7. Memilih Teman Seperjalanan yang Shalih (Rafiq as-Salih)
Kondisi psikologis dan tingkat kekhusyukan selama di Tanah Suci sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial terdekat, yakni teman satu rombongan atau teman sekamar.
Literatur klasik seperti Ihya 'Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali—yang nilai-nilainya diserap dalam berbagai modul bimbingan haji Kemenag—menekankan pentingnya mencari Rafiq as-Salih. Teman yang baik akan saling mengingatkan saat lalai, menolong saat lemah, dan mencegah dari perdebatan (jidal) atau perkataan kotor (rafats) selama berihram.
"Seseorang itu tergantung pada agama teman dekatnya, maka perhatikanlah olehmu siapa yang dijadikan teman dekatnya." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
8. Memperdalam Ilmu Manasik dan Makna Spiritualnya (Tafaqquh Fiddin)
Berangkat haji tanpa pemahaman manasik yang memadai berisiko membuat ibadah terjebak pada mekanisasi ritual tanpa jiwa. Jemaah dituntut untuk menuntaskan kajian fikih haji sebelum keberangkatan.
Dalam Buku Manasik Haji dan Umroh Rasulullah, Imam Ghazali Said menyoroti urgensi memahami sirah (sejarah) di balik setiap rukun dan wajib haji. Misalnya, memahami sejarah Sai antara Shafa dan Marwah bukan sekadar lari-lari kecil, melainkan menghayati perjuangan dan tawakkal Ibunda Hajar. Pengetahuan ini yang akan melahirkan kekhusyukan yang autentik, bukan sekadar ikut-ikutan rombongan.
"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memahamkannya dalam urusan agama." (HR. Bukhari dan Muslim).
9. Menunjuk Pemimpin Rombongan (Amir as-Safar)
Dalam manajemen perjalanan Islam, keteraturan adalah bagian dari adab. Calon jemaah disunnahkan untuk bersepakat mengangkat satu orang pemimpin di antara mereka (dalam konteks modern bisa berupa Ketua Regu atau Ketua Rombongan) yang ditaati selama tidak memerintahkan maksiat.
Ulama fikih sepakat bahwa mengangkat Amir as-Safar bertujuan untuk meminimalisasi perselisihan (pertengkaran/ jidal) selama perjalanan, menyatukan keputusan saat menghadapi kendala logistik, dan mengoordinasikan waktu ibadah. Hal ini sangat ditekankan dalam panduan manasik Kemenag untuk menjaga ketertiban jemaah haji Indonesia yang jumlahnya sangat masif.
Rasulullah SAW bersabda: "Jika tiga orang keluar untuk bepergian, maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang dari mereka sebagai pemimpin." (HR. Abu Dawud).
10. Memperbanyak Sedekah Penolak Bala Sebelum Berangkat
Selain menyiapkan dana pelunasan dan biaya hidup (living cost), menyisihkan harta untuk disedekahkan kepada fakir miskin atau anak yatim sebelum safar merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Secara kultural dan spiritual, ulama Nusantara sering kali menyisipkan anjuran sedekah ini dalam momen walimatussafar. Sedekah diyakini sebagai medium penolak bala dan pelindung gaib yang menolak musibah selama perjalanan udara maupun saat berdesakan di Masjidil Haram dan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).
"Bersegeralah kalian untuk mengeluarkan sedekah, karena sungguh bencana tak dapat melewati sedekah." (HR. Thabrani).
People also Ask:
Apa yang harus dilakukan sebelum berangkat haji?
Melansir dari CNN Indonesia, berikut adalah daftar dokumen yang harus disiapkan sebelum berangkat Haji.Paspor. ...Visa haji. ...Buku kesehatan jamaah haji (Kartu Kuning). ...Kartu identitas jamaah haji (ID Card). ...Tiket pesawat pulang-pergi. ...Buku manasik haji. ...Salinan dokumen pribadi. ...Surat mahram.
Amalan apa biar cepat naik haji?
Amalan agar Segera Berangkat Haji dan UmrahBersedekah. ...Berbakti kepada Orang Tua. ...Menjaga Silaturahmi. ...Mempersiapkan Diri dengan Belajar Ilmu Haji. ...Memperbanyak Bacaan Talbiyah.
Syukuran sebelum berangkat haji namanya apa?
Walimatus Safar Haji adalah sebuah acara syukuran atau doa bersama yang diselenggarakan oleh calon jemaah haji sebelum mereka resmi berangkat menuju Tanah Suci.
Apakah bisa mempercepat keberangkatan haji?
Sejauh pemberitaan yang telah beredar, bahwa Kemenag RI telah mengeluarkan kebijakan terkhusus Haji Reguler, dalam peraturan terbaru tidak memperbolehkan adanya percepatan perjalanan ibadah haji untuk “Haji Reguler”.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5001890/original/093250500_1731385093-pakaian-ihram-bagi-laki-laki-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4780649/original/094862900_1711077046-masjid-pogung-raya-9nkMRXMvZiI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4480657/original/067372600_1687701903-person-ready-eat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3137814/original/077843300_1590576336-sim-card-4475643.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4861241/original/046142300_1718179339-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824122/original/040369300_1715055236-ekrem-osmanoglu-WRbNWOMA-Xk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417163/original/082965300_1763523452-Ilustrasi_Haji.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863721/original/068009200_1718356035-20240614-Jamaah_Haji_di_Mina-AP_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403225/original/009668300_1762321820-Hajar_Aswad.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4481407/original/082543500_1687764700-_Jemaah_Haji_Hadapi_Cuaca_Panas_yang_Menyengat_di_Tanah_Suci-AFP__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/2796590/original/052296600_1557042788-20190505_144552.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4437264/original/001657600_1684817338-izuddin-helmi-adnan-JFirQekVo3U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4841759/original/035167100_1716551777-538281-17165404037598-berita.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2876075/original/030089700_1565230144-20190807-Masjidil-Haram-Dipadati-Jemaah-Jelang-Puncak-Haji-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1632447/original/056755900_1498200692-20170623-Salat-Jumat-Terakhir-Ramadan-Afandi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5163744/original/091320600_1742047214-pexels-rdne-7249191.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)