11 Ibadah Tambahan Selain Wajib saat Haji agar Pahala Maksimal, Lengkap Dalil dan Penjelasannya

8 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Menunaikan haji adalah perjalanan ibadah sekali seumur hidup bagi mayoritas muslim. Mengingat besarnya pengorbanan waktu, harta, dan tenaga, sangat disayangkan jika jemaah hanya mencukupkan diri pada rukun dan wajib haji saja. Untuk mencapai derajat haji mabrur dan memanen pahala yang berlipat ganda, diperlukan pemahaman mendalam ibadah tambahan selain wajib saat haji agar pahala maksimal.

Ibadah tambahan atau amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW dan para ulama akan membuat ibadah haji lebih bermakna, dan berpotensi lebih besar memperoleh derajat mabrur. Inilah impian seluruh muslim.

Merujuk buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenag, ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji, serta ulasan spiritual dalam buku Manasik Haji dan Umroh Rasulullah karya Imam Ghazali Said, berikut adalah panduan ibadah tambahan untuk memaksimalkan pahala selama di Tanah Suci.

1. Memperbanyak Tawaf Sunnah

Tawaf sunnah adalah ibadah paling utama bagi jemaah selama berada di Makkah. Berbeda dengan shalat sunnah Tahiyatul Masjid yang berlaku di masjid lain, penghormatan terhadap Masjidil Haram dilakukan dengan tawaf.

Dalam Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah (Kemenag), dijelaskan bahwa tawaf sunnah dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu mengenakan pakaian ihram dan tidak diikuti dengan sa’i.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa melakukan tawaf di Baitullah sebanyak tujuh kali putaran dan shalat dua rakaat, maka pahalanya seperti memerdekakan seorang budak" (HR. Ibnu Majah).

Imam Ghazali Said dalam bukunya menekankan bahwa setiap putaran tawaf adalah momen kedekatan hamba dengan Arsy Allah.

2. Shalat di Hijr Ismail dan Belakang Maqam Ibrahim

Hijr Ismail adalah area di samping Kaabah yang secara hukum termasuk dalam bagian dalam Kaabah. Melakukan shalat sunnah di sini setara dengan shalat di dalam Kaabah.

Mengacu pada buku Manasik Haji dan Umroh Rasulullah (Imam Ghazali Said), jemaah disunnahkan shalat di area ini jika memungkinkan tanpa menyakiti orang lain. Begitu pula dengan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim setelah tawaf.

Hal ini berlandaskan hadits saat Siti Aisyah ingin shalat di dalam Kaabah, lalu Rasulullah SAW bersabda: "Shalatlah di Hijr Ismail jika engkau ingin masuk ke dalam Kaabah, karena itu adalah bagian dari Kaabah" (HR. Abu Dawud).

3. Berdoa di Tempat-Tempat Mustajab (Multazam & Rukun Yamani)

Tanah Suci memiliki titik-titik khusus di mana doa hampir dipastikan tidak akan tertolak.

Ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji (Kemenag) memberikan tuntunan doa spesifik saat berada di Multazam (ruang antara Hajar Aswad dan pintu Kaabah). Jemaah disunnahkan menempelkan dada dan pipi (jika memungkinkan) sambil memohon ampunan.

Diriwayatkan bahwa Multazam adalah tempat di mana tidak seorang pun memohon sesuatu kepada Allah kecuali dikabulkan. Imam Al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumuddin menyebutkan bahwa berdoa di Multazam ibarat seorang hamba yang memeluk pintu rumah Tuhannya demi mendapatkan rahmat.

4. Memperbanyak Sedekah dan Melayani Sesama Jemaah

Pahala amal kebaikan di Tanah Suci dilipatgandakan hingga 100.000 kali lipat dibandingkan tempat lainnya.

Ibadah sosial (khidmah) seperti membantu jemaah lansia, berbagi air minum, atau sedekah uang kepada mereka yang membutuhkan di Makkah dan Madinah sangat ditekankan dalam Buku Tuntunan Manasik Haji (Kemenag).

Rasulullah SAW bersabda bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada muslim lainnya. Ulama menekankan bahwa "Haji Mabrur" dicirikan dengan ith’amuth-tha’am (memberi makan) dan thibus-salam (menebarkan salam/kedamaian).

5. Mengoptimalkan Wukuf dengan Zikir dan Tadarus Al-Quran

Wukuf di Arafah adalah inti dari haji, namun banyak jemaah yang menghabiskannya hanya dengan berbincang atau tidur setelah prosesi khutbah.

Jemaah disarankan untuk terus melafalkan Talbiyah, Tahlil, dan doa secara terus-menerus hingga matahari terbenam.

Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah" (HR. Tirmidzi). Dalam buku Imam Ghazali Said, dijelaskan bahwa saat wukuf, Allah membanggakan jemaah haji di hadapan para malaikat-Nya. Oleh karena itu, mengisi waktu dengan tilawah Al-Quran sangat dianjurkan.

6. Shalat Arba’in dan Ziarah di Madinah

Bagi jemaah yang mengambil gelombang di Madinah, ibadah di Masjid Nabawi memiliki nilai yang sangat istimewa.

Sunnah melaksanakan shalat 40 waktu (Arba’in) di Masjid Nabawi tanpa terputus secara berjamaah, serta berziarah ke Makam Rasulullah dan Raudhah.

"Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama dari 1.000 shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram" (HR. Bukhari & Muslim). Bahwa ziarah ini harus dilakukan dengan adab dan ketenangan untuk mendapatkan syafaat Nabi SAW.

7. Melaksanakan Sunnah Tarwiyah (Mabit di Mina pada 8 Dzulhijjah)

Hari Tarwiyah yang jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah adalah momen di mana Rasulullah SAW berangkat dari Makkah menuju Mina, bermalam di sana, dan mendirikan shalat lima waktu (Dzhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh) sebelum bertolak ke Arafah pada pagi 9 Dzulhijjah.

Dalam Buku Manasik Haji dan Umroh Rasulullah, Imam Ghazali Said merincikan bahwa menginap di Mina pada hari Tarwiyah adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan) dalam rangkaian sirah haji Nabi.

Namun, dalam konteks jemaah haji Indonesia masa kini, pemerintah lazimnya memberangkatkan jemaah langsung ke Arafah demi keamanan dan kelancaran logistik massal. Bagi yang memiliki kemampuan dan akses khusus untuk melaksanakan Tarwiyah, hal ini merupakan keutamaan besar.

Dari Jabir bin Abdullah RA mengenai sifat haji Nabi SAW: "Maka tatkala datang hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah), mereka menuju Mina... dan Rasulullah SAW menunggangi untanya, lalu beliau shalat Dzhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh di sana." (HR. Muslim).

8. Meminum Air Zamzam Sesuai Adab dan Berdoa

Air Zamzam adalah sebaik-baik air di muka bumi yang memiliki keutamaan penyembuhan dan pengabulan doa. Meminumnya bukan sekadar untuk menghilangkan dahaga fisik, melainkan sebuah ritual ibadah jika dilakukan dengan adab yang benar.

Disunnahkan meminum air Zamzam setelah selesai melaksanakan Tawaf (baik Tawaf rukun, wajib, maupun sunnah). Jemaah dituntunkan untuk menghadap kiblat, membaca bismillah, bernapas tiga kali di luar bejana, minum hingga kenyang, dan membaca doa khusus.

Rasulullah SAW bersabda, "Air Zamzam itu sesuai dengan niat orang yang meminumnya." (HR. Ibnu Majah). Adapun doa yang tertulis dalam Ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji saat meminumnya adalah: "Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan waasi’an wa syifaa-an min kulli daa-in" (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala macam penyakit).

9. Mengusap Rukun Yamani dan Melakukan Istilam (Memberi Isyarat)

Saat melaksanakan Tawaf, ada dua sudut Kaabah yang memiliki keutamaan khusus, yakni Hajar Aswad dan Rukun Yamani.

Menyentuh atau mencium Hajar Aswad adalah sunnah, namun jika membahayakan diri sendiri atau menyakiti orang lain karena berdesakan, hukumnya bisa menjadi haram. Solusinya adalah istilam (memberikan isyarat dengan mengangkat tangan/mencium tangan sendiri). Sementara itu, untuk Rukun Yamani, disunnahkan hanya mengusapnya tanpa menciumnya.

"Sesungguhnya mengusap keduanya (Hajar Aswad dan Rukun Yamani) dapat menghapus dosa-dosa." (HR. Ahmad, An-Nasa'i, dan Tirmidzi). Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan terus membaca doa sapu jagat: "Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar."

10. Mengkhatamkan Al-Quran di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Berada di dua tanah haram merupakan waktu luang yang sangat berharga. Memanfaatkan jeda antar waktu shalat wajib untuk tilawah adalah langkah paling efektif untuk mendulang pahala.

Literatur tasawuf seperti Ihya 'Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali sangat menekankan manajemen waktu selama di Tanah Suci. Ulama menganjurkan jemaah untuk membuat target penyelesaian (khatam) bacaan Al-Quran minimal satu kali selama durasi tinggal di Makkah dan Madinah, mengingat pahala satu kebaikan dilipatgandakan menjadi 100.000 kali di Masjidil Haram dan 1.000 kali di Masjid Nabawi.

"Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan semisal..." (HR. Tirmidzi). Kalikan hadits ini dengan keutamaan tempat (fadhailul makan), maka pahalanya menjadi tidak terhingga.

11. Menghidupkan Malam dengan Qiyamul Lail (Tahajjud)

Meski kelelahan fisik kerap melanda, bangun di sepertiga malam terakhir saat berada di Makkah dan Madinah memiliki atmosfer spiritual yang sangat kuat.

Jemaah dianjurkan datang lebih awal sebelum waktu Subuh ke masjid. Waktu ini idealnya digunakan untuk mendirikan shalat sunnah Tahajjud, shalat Taubat, dan shalat Hajat.

Firman Allah SWT: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra': 79). Doa yang dipanjatkan di sepertiga malam di area Masjidil Haram diyakini menembus langit tanpa penghalang.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |