Liputan6.com, Jakarta - Bulan suci Ramadhan bukan sekadar momen menahan lapar dan dahaga, melainkan madrasah spiritual untuk melatih kemurnian hati. Kumpulan kata-kata mutiara Ramadhan tentang keikhlasan puasa hadir sebagai pengingat bahwa inti dari ibadah ini adalah ketulusan semata-mata karena Allah SWT. Tanpa keikhlasan, ibadah bersifat rahasia ini berisiko kehilangan makna dan hanya menyisakan kelelahan fisik semata.
Hal ini selaras dengan pesan agung dalam sebuah hadis qudsi riwayat Bukhari dan Muslim, di mana Allah SWT berfirman, "Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya." Dalil ini secara tegas menempatkan puasa sebagai ibadah istimewa yang menuntut kebersihan niat secara mutlak dari segala bentuk riya (pamer) ataupun pamrih duniawi.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya 'Ulumuddin merumuskan tingkatan puasa. Puasa tertinggi (shaum khushush al-khushush) adalah berpuasanya hati dari niat-niat yang hina dan pikiran duniawi, serta memusatkan hati sepenuhnya hanya kepada Allah. Berikut ini 100 kata mutiara Ramadhan tentang keikhlasan puasa, terinspirasi dari ayat Al-Qur'an, hadis, serta nasihat para sahabat dan ulama.
Kata Mutiara Ramadhan Tema 1: Niat Murni Hanya untuk Allah
1. Berpuasalah dengan niat murni tanpa secercah pun harapan akan pujian manusia. Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di relung dadamu.
2. Jadikan setiap detik menahan lapar sebagai wujud cinta kepada Sang Khaliq. Keikhlasan adalah ruh yang menghidupkan raga puasamu.
3. Niatkan puasamu semata-mata karena perintah Allah agar menjadi ladang pahala. Jangan biarkan riya merusak ibadah yang sangat mulia ini.
4. Puasa adalah ujian kejujuran batin yang tak terlihat oleh mata dunia. Cukup Allah yang menjadi saksi atas kepatuhan dan kesabaranmu.
5. Ikhlaskan hatimu sebelum fajar terbit agar puasamu bernilai di sisi-Nya. Amal tanpa keikhlasan ibarat debu yang diterbangkan angin.
6. Jangan hitung berapa lama kamu menahan dahaga hari ini. Hitunglah seberapa ikhlas hatimu berserah diri kepada ketetapan-Nya.
7. Kemurnian niat adalah kunci pembuka pintu surga Ar-Rayyan. Jaga niat itu dari awal Ramadhan hingga hari kemenangan tiba.
8. Saat perut meronta, ingatkan hatimu bahwa ini adalah jalan menuju takwa. Keikhlasan akan mengubah rasa lapar menjadi ketenangan jiwa.
9. Hanya kepada Allah kita mempersembahkan ibadah puasa ini. Hilangkan segala motif duniawi yang mengotori kesucian amalmu.
10. Biarkan puasamu menjadi ibadah sunyi yang gemerlap di langit. Keikhlasanmu akan mendatangkan rahmat yang tak terhingga dari-Nya.
Tema 2: Rahasia Antara Hamba dan Tuhannya
11. Puasa adalah rahasia terindah antara seorang hamba dan Tuhannya. Tidak ada yang tahu engkau benar-benar berpuasa kecuali Allah.
12. Sembunyikanlah puasamu sebagaimana engkau menyembunyikan dosa-dosamu. Biarkan Allah sendiri yang membalas kebaikan rahasiamu ini.
13. Ibadah puasa adalah amanah yang langsung diserahkan kepada Allah. Jadilah penjaga amanah yang setia dengan penuh keikhlasan.
14. Di saat sendirian, keimananmu benar-benar diuji oleh godaan lapar dan haus. Keikhlasanlah yang menahan tanganmu dari mengambil makanan yang ada.
15. Allah berfirman bahwa puasa adalah untuk-Nya dan Dia yang akan membalasnya. Jangan rusak janji agung ini dengan pamer kepada sesama manusia.
16. Kesunyian puasamu adalah suara paling keras yang didengar oleh penduduk langit. Ikhlaskan ia agar menjadi syafaat di hari kiamat kelak.
17. Jadikan puasamu sebagai percakapan rahasia dengan Yang Maha Kuasa. Setiap rasa lapar adalah doa yang tak terucap dari hati yang ikhlas.
18. Tidak perlu ada yang tahu betapa lelahnya dirimu berpuasa hari ini. Simpanlah kelelahan itu sebagai tabungan rahasia di akhirat.
19. Puasa mengajarkan kita bahwa ibadah terbaik adalah yang tak terlihat. Keikhlasan menjaga kemurnian amal dari godaan tepuk tangan dunia.
20. Jadikan Ramadhan ini sebagai panggung di mana hanya Allah penonton utamanya. Tampilkan ketaatan terbaikmu dengan sepenuh hati dan keikhlasan.
Tema 3: Menjaga Lisan dan Perilaku
21. Puasa bukan sekadar menahan makan, tetapi memenjarakan lisan dari perkataan dusta. Ikhlaskan hatimu untuk diam jika tidak ada kebaikan yang bisa diucapkan.
22. Saat amarah memuncak, katakan pada dirimu sendiri bahwa engkau sedang berpuasa. Keikhlasan akan meredam api emosi yang hendak membakar pahalamu.
23. Jagalah mata dan telingamu sebagaimana engkau menjaga perutmu hari ini. Puasa yang ikhlas melibatkan seluruh anggota tubuh dalam ketaatan.
24. Jangan biarkan ghibah membatalkan nilai puasamu di mata Allah. Menjaga lisan adalah wujud keikhlasan sejati dalam beribadah.
25. Senyumlah saat ada yang memancing amarahmu di siang bulan Ramadhan. Itu adalah bukti bahwa puasamu didasari oleh keikhlasan, bukan paksaan.
26. Puasa yang ikhlas akan melunakkan hati yang keras dan menundukkan ego. Jadikan bulan ini sebagai madrasah untuk memperbaiki akhlakmu.
27. Jika engkau dicela, balaslah dengan kesabaran orang yang berpuasa. Keikhlasan akan melindungimu dari perdebatan yang sia-sia.
28. Hindari dusta agar puasamu tidak hanya menyisakan lapar dan dahaga. Ikhlas berpuasa berarti jujur pada diri sendiri dan Tuhan.
29. Kendalikan hawa nafsu yang seringkali merusak keindahan ibadahmu. Puasa yang ikhlas adalah rem pakem bagi segala perbuatan tercela.
30. Jadikan lisanmu selalu basah dengan zikir selama berpuasa. Keikhlasan hati akan memantulkan kata-kata yang menyejukkan jiwa.
Tema 4: Teladan Ulama dan Sahabat Nabi
31. Teladanilah para sahabat yang menangis menyambut hari-hari puasa mereka. Mereka ikhlas menahan lapar karena rindu akan perjumpaan dengan Rabb-nya.
32. Berpuasalah seperti para ulama yang meninggalkan perdebatan demi menjaga hati. Keikhlasan mereka membuat puasa terasa seperti taman surga di dunia.
33. Umar bin Khattab merindukan malam Ramadhan untuk shalat dan siangnya untuk puasa. Tanamkan keikhlasan yang sama agar engkau mencintai bulan suci ini.
34. Hasan Al-Bashri berkata bahwa puasa adalah ujian kejujuran seorang hamba. Hadapi ujian ini dengan keikhlasan agar engkau lulus dengan mulia.
35. Para salafus shalih menyembunyikan tangis mereka saat beribadah puasa. Begitulah keikhlasan sejati yang tidak butuh validasi dari manusia.
36. Ibnu Rajab mengingatkan bahwa lapar karena Allah adalah nikmat yang tak tertandingi. Rasakan nikmat itu dengan hati yang sepenuhnya ikhlas berserah diri.
37. Jangan puas hanya dengan puasa awam yang sebatas menahan perut. Tingkatkan menjadi puasa khusus yang mengikhlaskan seluruh hati dari selain Allah.
38. Ali bin Abi Thalib mengajarkan agar wajah kita tetap berseri saat berpuasa. Sembunyikan kelelahanmu sebagai bentuk keikhlasan yang sempurna.
39. Puasa para wali Allah adalah berpuasa dari mengingat selain Penciptanya. Jadikan keikhlasan tingkat tinggi ini sebagai puncak tujuan puasamu.
40. Imam Al-Ghazali berpesan agar kita mempuasakan hati dari niat yang buruk. Inilah pondasi utama keikhlasan yang akan menyelamatkan amalmu.
Tema 5: Mengharap Balasan Akhirat, Bukan Dunia
41. Jangan berharap tubuh ideal sebagai tujuan utama puasamu. Ikhlaskan ibadah ini demi meraih ridha dan surga Allah semata.
42. Dunia terlalu fana untuk dijadikan alasan menahan lapar seharian. Gantungkan harapanmu pada balasan abadi di hari akhir kelak.
43. Keikhlasan dalam berpuasa akan mengantarkanmu melewati titian sirath dengan cepat. Pahala yang tak terhingga telah menanti hati yang tulus.
44. Tukarkan rasa hausmu hari ini dengan tegukan telaga Kautsar di akhirat. Syaratnya hanyalah keikhlasan yang tertanam kuat di dalam dada.
45. Allah menyiapkan pintu Ar-Rayyan khusus bagi hamba-Nya yang ikhlas berpuasa. Melangkahlah menuju pintu itu dengan niat yang bersih setiap harinya.
46. Jangan biarkan pujian di dunia menukar pahala puasamu di akhirat. Keikhlasan adalah penjaga amal dari pencuri yang bernama riya.
47. Rasa lapar di dunia ini sangat sebentar dan pasti akan berakhir saat maghrib. Namun keikhlasan puasamu akan berbuah kebahagiaan yang tak pernah putus.
48. Berinvestasilah untuk kehidupan setelah mati melalui puasa Ramadhanmu. Modal utamanya adalah keikhlasan yang tak pernah kenal kata menyerah.
49. Setiap kebaikan saat berpuasa akan dilipatgandakan balasannya oleh Allah. Ikhlaskan hatimu agar engkau layak menerima kelipatan pahala tersebut.
50. Jadikan puasamu sebagai pelindung dari panasnya api neraka. Keikhlasan adalah bahan penyejuk yang memadamkan api azab tersebut.
Tema 6: Meraih Derajat Takwa
51. Tujuan utama diwajibkannya puasa adalah agar engkau menjadi insan yang bertakwa. Keikhlasan adalah jalan pintas tercepat untuk mencapai derajat mulia itu.
52. Takwa tidak akan tumbuh di dalam hati yang dipenuhi rasa pamer. Bersihkan hatimu dan ikhlaskan puasamu agar benih takwa bisa bersemi.
53. Puasa melatih kita merasa diawasi oleh Allah setiap saat. Perasaan diawasi inilah puncak keikhlasan yang melahirkan ketakwaan sejati.
54. Orang yang bertakwa menjadikan puasa sebagai kebutuhan, bukan beban. Keikhlasannya membuat ibadah terasa ringan dan menyenangkan.
55. Puasa yang ikhlas akan membekas pada akhlakmu setelah Ramadhan berlalu. Itulah tanda bahwa puasamu benar-benar membuahkan ketakwaan.
56. Jadikan bulan suci ini sebagai kawah candradimuka untuk membentuk karakter muttaqin. Ikhlaslah dalam menjalani setiap tempaan ujian selama berpuasa.
57. Ketakwaan adalah pakaian terindah yang ditenun dari keikhlasan berpuasa. Kenakan pakaian itu dengan bangga di hadapan Allah kelak.
58. Puasa yang ikhlas menyadarkan kita akan kelemahan diri di hadapan Sang Pencipta. Kesadaran inilah yang menuntun manusia menuju puncak ketakwaan.
59. Jangan biarkan Ramadhan pergi tanpa meninggalkan jejak takwa di hatimu. Genggam keikhlasan erat-erat di setiap hari puasamu.
60. Takwa adalah ketika engkau meninggalkan kemaksiatan karena cinta, bukan takut. Keikhlasan puasamu akan menumbuhkan cinta yang mendalam kepada Allah.
Tema 7: Sabar dan Syukur Sepanjang Hari
61. Puasa adalah setengah dari kesabaran, dan sabar adalah setengah dari keimanan. Ikhlaskan hatimu untuk bersabar menahan segala godaan hawa nafsu.
62. Rasa lapar mengingatkan kita pada penderitaan fakir miskin di luar sana. Keikhlasan berpuasa akan melahirkan rasa syukur atas segala nikmat-Nya.
63. Bersabarlah saat waktu berbuka terasa begitu lama merayap. Keikhlasan akan membuat penantianmu bernilai ibadah yang tiada tara.
64. Puasa mengajarkan kita untuk mensyukuri setetes air dan sebiji kurma. Ikhlas berpuasa berarti menyadari betapa mahalnya rezeki dari Allah.
65. Kesabaran dalam puasa yang ikhlas tak akan pernah mengkhianati hasil. Pahala tanpa batas adalah janji pasti bagi mereka yang bersabar.
66. Hadapi rasa haus dengan senyuman syukur karena engkau terpilih untuk beribadah. Keikhlasan mengubah penderitaan fisik menjadi kenikmatan batin.
67. Saat tubuh melemah karena puasa, biarkan imanmu yang mengambil alih kekuatan. Ikhlaskan kelemahanmu sebagai bentuk kepasrahan total kepada Allah.
68. Syukuri kesempatan bertemu Ramadhan tahun ini dengan puasa yang terbaik. Keikhlasan adalah bentuk syukur tertinggi atas umur yang diberikan.
69. Bersabarlah atas cobaan yang datang saat engkau sedang berpuasa. Keikhlasan hati akan menjadi tameng penahan segala keluh kesah.
70. Puasa menyatukan sabar menahan maksiat dan syukur atas ketaatan. Lakukan keduanya dengan penuh keikhlasan hanya mengharap ridha-Nya.
Tema 8: Evaluasi Diri dan Pembersihan Hati
71. Ramadhan adalah bulan mencuci hati dari segala kotoran dosa masa lalu. Gunakan niat yang ikhlas agar puasamu mampu membersihkan jiwamu secara tuntas.
72. Jadikan puasamu sebagai momen untuk bermuhasabah dan mengoreksi diri. Keikhlasan akan membuka matamu untuk melihat aib sendiri, bukan aib orang lain.
73. Lapar puasa seharusnya mematikan selera nafsu hewani dalam dirimu. Ikhlaskan proses ini agar engkau terlahir kembali sebagai insan yang suci.
74. Puasa adalah cermin raksasa yang menampakkan seberapa kuat imanmu. Keikhlasan berpuasa akan memancarkan bayangan jiwa yang indah dan tenang.
75. Manfaatkan puasa untuk detoksifikasi rohani dari penyakit hasad dan dengki. Keikhlasan adalah obat penawar paling ampuh untuk menyembuhkan hatimu.
76. Evaluasi niatmu setiap hari agar puasamu tidak menyimpang dari jalurnya. Ikhlas berpuasa berarti terus-menerus meluruskan niat hanya untuk Allah.
77. Biarkan air mata penyesalan menetes bersamaan dengan perut yang keroncongan. Keikhlasan bertaubat di bulan puasa akan menghapus dosa sebanyak buih di lautan.
78. Puasa yang ikhlas melepaskan keterikatan hatimu dari godaan materialisme duniawi. Jadikan bulan ini sebagai kemerdekaan sejati dari penjajahan hawa nafsu.
79. Bersihkan niatmu sebelum imsak dan perbarui rasa syukurmu saat berbuka. Rantai keikhlasan ini akan menjaga kebersihan rohanimu sepanjang hari.
80. Ramadhan adalah bengkel hati tempat kita memperbaiki mesin keimanan yang rusak. Keikhlasan berpuasa adalah pelumas yang membuat ibadah berjalan sempurna.
Tema 9: Keikhlasan Menyambut Waktu Mustajab Berdoa
81. Doa orang yang ikhlas berpuasa tak akan pernah tertolak di sisi Allah. Manfaatkan waktu berhargamu untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat.
82. Saat menjelang berbuka adalah detik-detik emas di mana langit rahmat terbuka lebar. Ikhlaskan hatimu dan panjatkan doa terbaikmu kepada Yang Maha Mendengar.
83. Jangan sibukkan dirimu hanya dengan hidangan makanan menjelang azan maghrib. Duduklah sejenak dengan penuh keikhlasan untuk memohon ampunan-Nya.
84. Keikhlasan menahan lapar seharian adalah tiket agar doamu diijabah. Mintalah surga Firdaus dengan penuh keyakinan di sela-sela puasamu.
85. Allah sangat dekat dengan hamba-Nya yang sedang berpuasa dan berdoa. Hadirkan keikhlasan yang utuh saat engkau mengangkat kedua tanganmu.
86. Puasa membersihkan saluran komunikasimu dengan Sang Pencipta alam semesta. Ikhlas beribadah membuat setiap permohonanmu langsung menembus arsy-Nya.
87. Sisipkan doa untuk sesama muslim dalam munajat puasamu hari ini. Mendoakan orang lain dengan ikhlas akan memantulkan kebaikan untuk dirimu sendiri.
88. Jangan lupa meminta keistiqamahan setelah Ramadhan dalam doamu. Keikhlasan puasa hari ini adalah penentu kualitas ibadah di bulan-bulan berikutnya.
89. Berdoalah agar Allah menerima puasa dan segala amal ibadahmu. Keikhlasan mengajarkan kita untuk tidak pernah merasa sombong atas amal yang dilakukan.
90. Air mata saat berdoa di waktu berbuka adalah saksi kemurnian hatimu. Ikhlaskan tangisan itu sebagai bentuk ketidakberdayaanmu di hadapan-Nya.
Tema 10: Dua Kebahagiaan Orang Berpuasa
91. Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan sejati yang tak ternilai harganya. Kebahagiaan pertama diraih saat berbuka dengan penuh keikhlasan menyambut berkah.
92. Kebahagiaan kedua adalah saat kelak berjumpa dengan Rabb-nya berbekal puasa. Keikhlasan ibadah inilah yang akan menerangi wajahmu di hari pertemuan itu.
93. Tidak ada kebahagiaan yang menyamai rasa lega menuntaskan ketaatan seharian. Ikhlaskan senyummu saat berbuka sebagai tanda syukur atas pertolongan-Nya.
94. Puasa yang dilandasi keikhlasan tidak akan menyisakan rasa sesal di akhir hari. Justru ia mendatangkan kedamaian batin yang tak bisa dibeli dengan harta.
95. Rayakan kemenangan kecilmu setiap maghrib dengan pujian tulus kepada Allah. Keikhlasan mengubah rutinitas harian menjadi perayaan keimanan yang membahagiakan.
96. Kebahagiaan puasa bukan terletak pada lezatnya hidangan berbuka di atas meja. Kebahagiaan itu ada pada hati yang ikhlas karena telah menunaikan kewajiban.
97. Biarkan malaikat mencatat kebahagiaanmu berpuasa sebagai amal yang menerangi kuburmu. Keikhlasan adalah sumber cahaya yang membuat ibadahmu bersinar abadi.
98. Tersenyumlah di penghujung Ramadhan jika engkau telah berpuasa dengan setulus hati. Keikhlasan memastikan engkau kembali fitri ibarat bayi yang baru lahir.
99. Puasa adalah perjalanan panjang menuju pelukan rahmat Allah yang maha luas. Ikhlas berpuasa menjamin akhir perjalananmu dipenuhi dengan kebahagiaan tanpa batas.
100. Nikmati manisnya iman melalui keikhlasan dalam setiap detik puasamu. Itulah kebahagiaan sejati yang menjadi bekal terbaik untuk kehidupan abadimu.
People also Ask:
Apa ucapan yang tepat untuk menyambut bulan Ramadan?
Berikut berbagai ucapan menyambut Ramadhan yang bisa jadi referensi untuk kamu: “Selamat datang, bulan penuh berkah! Semoga Ramadhan ini membawa kedamaian, keberkahan, dan kebahagiaan dalam hidup kita. Mari sambut dengan hati yang penuh kesabaran dan iman.”
Mengejar berkah Ramadhan?
Beberapa ibadah yang dapat dilakukan selama bulan Ramadan untuk memperoleh berkah dan pahala yang melimpah, antara lain:Puasa Ramadan. ...Salat Tarawih. ...Tadarus Alquran. ...Bersedekah di Bulan Ramadan. ...Mengerjakan I'tikaf. ...Perbanyak Dzikir dan Doa. ...Berbuat Kebaikan kepada Sesama. ...Ibadah Malam (Qiyamul Lail)
Apa harapanmu untuk bulan Ramadan?
Semoga Ramadan Anda penuh kedamaian dan berkah . Semoga rahmat Allah menyertai Anda. Saat Anda menjalankan puasa dan shalat, semoga Ramadan ini menjadi waktu kesehatan dan kebahagiaan bagi Anda. Semoga Ramadan ini membawa serta limpahan berkah ilahi dan pertumbuhan spiritual.
Apa filosofi puasa?
Filosofi puasa adalah ibadah mendalam yang melatih pengendalian diri, kesabaran, dan ketakwaan, melampaui sekadar menahan lapar dan haus untuk mencapai kesucian jiwa, membersihkan hati, serta meningkatkan kesadaran spiritual dan empati sosial, dengan tujuan utama mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini adalah proses transformasi diri menjadi insan yang lebih disiplin, bersyukur, dan peduli terhadap sesama, menjadikannya sarana untuk melebur dosa dan meraih rahmat-Nya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3490889/original/048747700_1624437205-000_1D01N7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517650/original/034626900_1772435467-Foto_3_Lazada_3.3_Ramadan_Mega_Sale.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2950406/original/037744200_1572086341-Tugu_Pahlawan_Merah_Putih_2_ok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506017/original/024091800_1771403594-Banner_Infografis_Imsakiyah_H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2249518/original/029795300_1528876812-clouds-mosque-muslim-87500.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5482844/original/056409400_1769260756-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517126/original/074355400_1772409241-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506338/original/077229600_1771429831-anak_ayah_ke_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411946/original/031228600_1763026620-Berpidato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429232/original/047319400_1618459145-pexels-mentatdgt-1071979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240997/original/070157500_1528277766-arches-architecture-building-460680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4371735/original/047176900_1679802472-abderrahmane-meftah-YwA3x6uRuGw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373358/original/092242900_1679920556-mosque-g714a26948_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448556/original/050012100_1620195400-20210505-Ramadhan-Bekasi-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2248311/original/090358200_1528800308-20180612-Berkah-Ramadan-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)