Urutan Ibadah Haji, Ini Panduannya Supaya Tidak Bingung saat Pelaksanaan

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Urutan ibadah haji perlu dipahami sebagai bagian dari rangkaian amalan yang dilaksanakan ketika jemaah berada di Tanah Suci dalam bulan Dzulhijjah. Saat itu, terdapat sejumlah kegiatan ibadah meliputi ihram dari miqat, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, lempar jumrah di Mina, serta tawaf, sa’i, dan tahallul di Masjidil Haram. Terkadang, cara pelaksanaan di tiap bagian membuat jemaah bingung, sehingga perlu memahami alurnya sejak awal agar pelaksanaan tetap sesuai ketentuan.

Agar tidak terjadi kesalahan, jemaah perlu berpegang pada pedoman resmi yang menjelaskan detail setiap tahapan tersebut. Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia memuat penjelasan lengkap mengenai waktu pelaksanaan, lokasi, hingga tata cara ibadah yang harus diikuti selama di Tanah Suci.

Bagi yang saat ini hendak melaksanakan ibadah haji, berikut Liputan6 hadirkan panduan rangkaian ibadah haji berdasarkan sumber resmi yang dikeluarkan pemerintah. Simak selengkapnya, kami rangkum untuk Anda sebagai panduan yang mudah diikuti, Rabu (6/5).

1. Niat Ihram dari Miqat

Dalam buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan Kemenag RI, tahapan pertama dalam ibadah haji dimulai dengan niat ihram yang dilakukan dari miqat sesuai jalur kedatangan jemaah ke tanah suci. Miqat merupakan batas tempat yang telah ditentukan sebagai lokasi untuk memulai niat ibadah haji. Pada tahap ini, jemaah mempersiapkan diri dengan mandi, mengenakan pakaian ihram, serta melaksanakan salat sunah sebelum mengucapkan niat dengan kesadaran penuh.

Setelah niat diucapkan, jemaah memasuki kondisi ihram yang mengharuskan menjaga berbagai larangan yang telah ditetapkan. Larangan tersebut mencakup tindakan tertentu yang tidak diperbolehkan selama masa ihram berlangsung hingga tahallul dilakukan.

Tahapan ini menjadi awal dari seluruh rangkaian ibadah haji karena niat ihram menandai dimulainya pelaksanaan ibadah secara resmi.

2. Masuk Makkah dan Persiapan Tawaf

Setelah berihram, jemaah melanjutkan perjalanan menuju Makkah dan memasuki Masjidil Haram sebagai pusat pelaksanaan ibadah. Setibanya di area masjid, jemaah membaca doa masuk serta menjaga ketertiban selama berada di lingkungan yang dipadati oleh jemaah dari berbagai negara.

Ketika pertama kali melihat Ka’bah, jemaah diarahkan untuk tetap fokus dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan tawaf. Posisi dan jalur pergerakan harus diperhatikan agar tidak mengganggu alur jemaah lain yang sedang beribadah.

Pada tahap ini, penyesuaian terhadap kondisi lingkungan menjadi penting agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar. Jemaah diharapkan memahami arah pergerakan sebelum memulai tawaf sehingga tidak mengalami kesulitan saat pelaksanaan.

3. Pelaksanaan Tawaf Mengelilingi Ka’bah

Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri. Pelaksanaan dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri di titik yang sama setelah menyelesaikan putaran terakhir. Setiap putaran dilakukan secara berurutan dan dihitung dengan cermat oleh jemaah.

Selama tawaf, jemaah membaca doa atau zikir sesuai kemampuan tanpa ketentuan bacaan khusus. Hal ini memberikan keleluasaan bagi jemaah untuk menyesuaikan dengan hafalan yang dimiliki selama ibadah berlangsung.

Setelah menyelesaikan tujuh putaran, jemaah melaksanakan salat dua rakaat di sekitar Maqam Ibrahim atau di lokasi lain yang memungkinkan. Tahapan ini menjadi bagian penting sebelum melanjutkan ke sa’i.

4. Sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah

Sa’i dilakukan dengan berjalan antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan yang dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah. Setiap perjalanan dihitung satu kali sehingga jumlah keseluruhan mencapai tujuh kali secara berurutan.

Selama pelaksanaan sa’i, jemaah membaca doa dan zikir. Pada bagian tertentu, jemaah laki-laki melakukan lari kecil sesuai ketentuan yang telah diajarkan dalam manasik haji.

Tahapan ini menjadi bagian dari rangkaian ibadah yang harus diselesaikan setelah tawaf. Jemaah diharapkan menjaga urutan perjalanan agar tidak terjadi kekeliruan dalam perhitungan jumlah putaran selama pelaksanaan berlangsung di area yang telah disediakan.

5. Tahallul Setelah Sa’i

Setelah menyelesaikan sa’i, jemaah melakukan tahallul dengan memotong sebagian rambut sebagai tanda keluar dari kondisi ihram. Bagi laki-laki, pemotongan dilakukan dengan mencukur atau memotong rambut, sedangkan perempuan cukup memotong sebagian kecil rambut.

Tahallul ini menandai berakhirnya sebagian larangan ihram yang sebelumnya harus dijaga oleh jemaah sejak niat pertama dilakukan di miqat. Dengan tahapan ini, jemaah dapat kembali melakukan aktivitas yang sebelumnya dibatasi.

Tahapan ini menjadi penutup rangkaian umrah dalam haji tamattu. Setelah itu, jemaah menunggu waktu pelaksanaan ibadah haji berikutnya sesuai jadwal yang telah ditentukan dalam kalender haji.

6. Ihram Kembali pada 8 Zulhijah

Pada tanggal 8 Zulhijah, jemaah kembali melaksanakan ihram dari tempat tinggal di Makkah untuk memulai rangkaian ibadah haji. Niat diucapkan sebagai tanda dimulainya tahapan baru setelah sebelumnya menyelesaikan umrah.

Setelah berihram, jemaah kembali menjaga larangan yang berlaku selama masa ihram berlangsung. Hal ini dilakukan hingga tahallul berikutnya dilakukan pada tahapan selanjutnya.

Setelah itu, jemaah bersiap untuk berangkat menuju Mina sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji. Perjalanan dilakukan sesuai pengaturan yang telah ditentukan agar seluruh jemaah dapat bergerak secara tertib menuju lokasi yang menjadi tujuan berikutnya.

7. Wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah

Wukuf di Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah dan menjadi inti dari ibadah haji. Jemaah berada di wilayah Arafah sejak tergelincir matahari hingga matahari terbenam sesuai ketentuan waktu yang telah ditetapkan.

Selama wukuf, jemaah memperbanyak doa dan zikir tanpa adanya gerakan khusus selain berada di lokasi tersebut. Kehadiran di Arafah dalam waktu yang ditentukan menjadi syarat sah pelaksanaan ibadah haji.

Tahapan ini memiliki peran penting dalam keseluruhan rangkaian ibadah karena menjadi penentu sah atau tidaknya haji. Oleh karena itu, setiap jemaah harus memastikan kehadiran di Arafah sesuai waktu yang telah ditentukan.

8. Mabit di Muzdalifah

Setelah wukuf selesai, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit atau bermalam. Di lokasi ini, jemaah mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melontar jumrah pada tahap berikutnya.

Mabit dilakukan hingga waktu tertentu sesuai kondisi dan pengaturan yang berlaku. Jemaah tetap menjaga ketertiban serta mengikuti arahan petugas selama berada di area Muzdalifah.

Pengumpulan batu kerikil menjadi bagian penting dalam persiapan melontar jumrah. Oleh karena itu, jemaah memastikan jumlah batu yang diambil sesuai kebutuhan agar tidak mengalami kendala saat pelaksanaan di Mina.

9. Melontar Jumrah dan Tahallul Awal

Pada tanggal 10 Zulhijah, jemaah melaksanakan lontar jumrah Aqabah dengan tujuh batu kerikil yang telah dikumpulkan sebelumnya. Pelaksanaan dilakukan secara berurutan sesuai ketentuan yang berlaku di area Mina.

Setelah melontar, jemaah melaksanakan penyembelihan hewan kurban bagi yang memiliki kewajiban. Tahapan ini menjadi bagian dari rangkaian ibadah yang harus dilakukan setelah wukuf dan mabit.

Selanjutnya, jemaah melakukan tahallul awal dengan memotong rambut. Tahallul ini membuat sebagian larangan ihram tidak berlaku lagi, sehingga jemaah dapat melanjutkan tahapan berikutnya dengan kondisi yang berbeda dari sebelumnya.

10. Tawaf Ifadah dan Penutup Ibadah

Setelah tahallul awal, jemaah kembali ke Makkah untuk melaksanakan tawaf ifadah yang menjadi bagian dari rukun haji. Tawaf dilakukan dengan cara yang sama seperti sebelumnya dengan jumlah tujuh putaran.

Setelah itu, jemaah melaksanakan sa’i jika belum dilakukan dalam rangkaian sebelumnya. Tahapan ini menjadi pelengkap dari rangkaian ibadah haji yang wajib diselesaikan oleh setiap jemaah.

Setelah seluruh tahapan selesai, jemaah melakukan tahallul akhir yang menandai berakhirnya seluruh larangan ihram. Sebelum meninggalkan Makkah, jemaah melaksanakan tawaf wada sebagai penutup rangkaian ibadah haji secara keseluruhan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa urutan ibadah haji yang benar?

Dimulai dari ihram, tawaf, sa’i, tahallul, wukuf, mabit, lontar jumrah, tawaf ifadah, dan tawaf wada.

2. Apa itu wukuf di Arafah?

Wukuf adalah berada di Arafah pada waktu tertentu sebagai syarat sah haji.

3. Kapan tahallul dilakukan?

Dilakukan setelah sa’i dan setelah melontar jumrah pada tanggal 10 Zulhijah.

4. Berapa jumlah lontar jumrah?

Dilakukan tujuh kali untuk setiap jumrah sesuai hari pelaksanaan.

5. Apa tujuan tawaf wada?

Sebagai penutup sebelum meninggalkan Makkah setelah ibadah selesai.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |