40 Hadits tentang Puasa Ramadhan, Ibadah di Bulan Suci yang Penuh Keistimewaan

12 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Ramadhan bukan sekadar ibadah dengan menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum spiritual yang sarat pahala dan pengampunan. Sebagaimana yang telah banyak diketahui, puasa di bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. 40 hadits tentang puasa Ramadhan akan menjelaskannya.

Pasalnya, ibadah di bulan ini akan mendapatkan balasan berlipat ganda.  Maka tak heran jika umat muslim di seluruh dunia dianjurkan untuk  berlomba-lomba untuk menebarkan kebajikan dan amal shaleh lainnya.

Selain Al-Qur’an, hadist tentang puasa Ramadhan menjadi rujukan penting bagi umat Islam dalam memahami keutamaan, hukum, serta keistimewaan ibadah di bulan suci.  Di bawah ini akan dipaparkan 40 hadist tentang puasa Ramadhan, shahih, sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (27/2/2026).

Hadits tentang Keutamaan Puasa Ramadhan

1. “Jika datang bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah…” (HR. Ahmad)

3. “Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka.” (HR. Baihaqi)

4. “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. “Barang siapa mendirikan Ramadhan (shalat malam), diampuni dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. “Barang siapa menghidupkan Lailatul Qadar, diampuni dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. “Di surga ada pintu bernama Ar-Rayyan bagi orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari)

8. "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

9. "Setiap amalan anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

10. “"Ada tiga doa yang tidak akan ditolak: doa orang yang berpuasa, doa orang tua untuk anaknya, dan doa musafir." (HR. Baihaqi)

11.   “Dari Abū Hurairah r.a. [dilaporkan bahwa] ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Allah Ta‘ala berfirman: Setiap amal anak Adam (manusia) adalah untuk dirinya, dan ganjaran kebaikan itu dilipatkan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa. Dia adalah untuk-Ku dan Aku yang membalasnya (dengan tanpa batasan). Orang yang berpuasa itu meninggalkan makanan dan syahwatnya demi Aku, dan meninggalkan minuman dan syahwatnya demi Aku. Maka puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku membalasnya.” [HR adDārimī].

Hadits tentang Kewajiban dan Aturan Puasa

12.   "Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma misk." (HR. Bukhari dan Muslim)

13. “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta, Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

14. “Bersahurlah, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

15. “Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka,” (HR Ahmad).

16.  "Puasa adalah perisai, maka apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, janganlah ia berkata kotor dan jangan berteriak-teriak." (HR. Bukhari dan Muslim)

17.   "Ia telah terjaga pada malam hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya, maka puasa dan al-Quran memberi syafaat kepadanya.” ( HR. Ahmad)

18.  “Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW berkata, “Puasa adalah tameng, apabila salah seorang diantara kalian berpuasa maka janganlah ia berkata kotor, dan melakukan perbuatan bodoh. Apabila terdapat seseorang memusuhinya atau mencelanya maka hendaknya dia mengatakan, “Aku sedang berpuasa.” (HR. Abu Dawud).

19.  Ia telah terjaga pada malam hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya, maka puasa dan al-Quran memberi syafaat kepadanya.” ( HR. Ahmad)

20. “Siapa pun yang berbuka (tidak berpuasa) satu hari di bulan Ramadan tanpa uzur (alasan yang dibenarkan), maka puasanya sepanjang masa tidak akan mencukupinya hingga ia bertemu dengan Allah ‘Azza wa Jalla. Jika Allah menghendaki, Dia akan mengampuninya, dan jika Dia menghendaki, Dia akan mengazabnya.” (HR Al-Baihaqi).

21. “Siapa saja yang tidak memalamkan (niat) puasa sebelum fajar, maka tak ada puasa baginya,” (HR Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

22. "Sesungguhnya Allah telah meringankan dari seorang musafir setengah dari solatnya, serta meringankan pula kewajipan puasa dari seorang musafir, wanita menyusui dan wanita hamil." (HR Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah. Dishahihkan al-Albani dan dihasankan al-Wadi'i).

23.   Abdullah bin Umar berkata: "Ketika menyebut Ramadhan, Rasulullah bersabda: 'Jangan puasa sampai kalian melihat hilal (bulan sabit) dan jangan berhari raya sampai melihat hilal, jika (hilal) tertutup oleh awan, maka sempurnakanlah (bilangan bulan menjadi 30 hari)." (HR Bukhari).

Hadits tentang Amal di Bulan Ramadhan

24.  Jarak antara shalat lima waktu, shalat Jumat dengan Jumat berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar (HR Muslim).

25.   Jarak antara shalat lima waktu, shalat Jumat dengan Jumat berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar (HR Muslim).

26. “Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan sama dengan pahala haji (HR Bukhari).

27. “Barang siapa memberi makan orang berbuka, ia mendapat pahala seperti orang tersebut.” (HR. Tirmidzi)

28. Rasulullah saw pernah ditanya, “Sedekah apakah yang paling mulia?” Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan” (HR Tirmidzi).

29. “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia lemah atau letih, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa” (HR. Muslim).

30. Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim).

31.   “Sesungguhnya Allah memiliki pada setiap berbuka orang-orang yang dimerdekakan (dari api neraka) dan itu di setiap malam.” (HR. Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah, 2/59).

32. Rasulullah saw pernah ditanya, “Sedekah apakah yang paling mulia?” Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan” (HR Tirmidzi).

33. “Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi, Hasan, lihat Al-Misykat no. 1960)

Hadits tentang Ganjaran dan Hikmah Puasa

34. “Apabila kalian berpuasa, bersiwaklah di pagi hari, dan jangan bersiwak di waktu sore. Karena siapa pun yang berpuasa, sementara dua bibirnya kering, maka di hari kiamat keduanya akan bersinar di antara dua matanya.” (HR al-Baihaqi).

35. "Ketika Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu." (HR. Bukhari dan Muslim).

36.   "Barangsiapa yang mendirikan shalat pada malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

37.   “Setiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku.” (HR Muslim).

38. Artinya: “Berperanglah kalian, maka akan mendapatkan harta rampasan perang (ghanimah). Berpuasalah kalian, maka akan sehat. Dan bepergianlah kalian, maka akan tercukupi.” (HR At-Thabarani).

39. “Dari Abū Sa’id al-Khudrī (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadan dan mengetahui batasnya- batasnya serta memelihara diri dari apa yang seharusnya dia memelihara diri dan menjauhi dosa-dosa besar, niscaya Allah menghapus dosa-dosanya yang terdahulu.” [HR Muslim].

40. “Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka, dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya dengan membawa pahala puasanya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Pahala tanpa batas dan ampunan dosa.

2. Mengapa sahur dianjurkan?

Karena terdapat keberkahan di dalamnya.

3. Apa ganjaran memberi makan orang berbuka?

Mendapat pahala seperti orang yang berpuasa.

4. Mengapa puasa disebut ibadah istimewa?

Karena Allah sendiri yang langsung membalas pahalanya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |