8 Keutamaan Sedekah dan Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Hapus Dosa hingga Lancarkan Rezeki

16 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Pada bulan Ramadhan umat Islam melipatgandakan amal ibadah. Salah satunya dengan cara sederhana, yaitu berbagi takjil. Berbagai keutamaan sedekah dan berbagi takjil di bulan Ramadhan menjadi motivasi terbesar.

Keutamaan ini terekam dari hadis dari Anas RA, ia berkata: "Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?" Beliau menjawab: "Sedekah di bulan Ramadhan") [HR. At-Tirmidzi].

Imam Al-Mawardi dalam kitabnya Al-Hawi fi Fiqh al-Syafi'i (juz III, halaman 479) umat Islam dianjurkan memperbanyak kedermawanan dan memberi kebaikan di bulan Ramadhan, karena meneladani Rasulullah SAW dan para salaf saleh setelahnya, dan karena bulan Ramadhan merupakan bulan mulia di mana orang-orang sibuk dengan puasa sehingga meninggalkan pekerjaan mereka.

Merujuk Studi Living Hadis terhadap Tradisi Sedekah Berbagi Takjil di Masjid As-Shiddiq Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjung Morawa, oleh Nurul Citra, tradisi baik ini berkembang masif di berbagai wilayah Indonesia. Hal itu adalah manifestasi nyata dari nilai-nilai hadis tentang kedermawanan di bulan Ramadhan.

Berikut ini adalah keutamaan-keutamaan sedekah dan berbagi takjil di bulan Ramadhan.

1. Pahala Setara dengan Orang Berpuasa

Keutamaan paling fundamental dalam tradisi berbagi takjil adalah janji pahala yang setara dengan pahala orang berpuasa. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Zayd bin Khalid al-Juhani RA:

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Barangsiapa memberi makan orang yang berbuka puasa, maka baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun." (HR. Al-Tirmidzi No. 807, ia berkata: hadis hasan sahih) 

Imam al-Mubarakfuri dalam Tuhfat al-Ahwadzi bi Syarh Jami' al-Tirmidzi (juz 3, hlm. 478) menjelaskan bahwa frasa "kāna lahu miṡlu ajrih" menunjukkan anugerah pahala yang diberikan kepada orang yang memberi makan setara dengan pahala orang yang melaksanakan puasa secara penuh.

Penegasan "ghaira annahu lā yanqushu" menjamin bahwa amal sosial tidak memotong pahala amal ritual, menunjukkan integrasi sempurna antara dimensi spiritual dan sosial dalam Islam.

Imam al-Nawawi dalam al-Minhaj Syarh Sahih Muslim menegaskan bahwa pahala tersebut berlaku meskipun makanan yang diberikan tergolong sederhana. Bahkan jika pemberian itu berupa sebiji kurma, seteguk air, atau susu, tetap tercakup dalam anjuran hadis. Hal ini menunjukkan keluasan rahmat dan kemurahan ajaran Islam .

Imam al-Sindi dalam Kifayat al-Hajah Syarh Sunan Ibn Majah menambahkan bahwa lafaz "ajrihim" (pahala mereka) menggunakan bentuk jamak yang menunjukkan makna umum bagi semua orang yang berpuasa, baik puasa wajib, sunah, maupun qada'.

2. Sedekah Paling Utama di Bulan Ramadhan

Keistimewaan bersedekah di bulan Ramadhan ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Anas bin Malik RA:

عَنْ أَنَسٍ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ

"Dari Anas RA, ditanyakan: 'Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?' Beliau menjawab: 'Sedekah di bulan Ramadhan.'" (HR. Al-Tirmidzi No. 663) 

Imam al-Mawardi dalam kitabnya Al-Hawi fi Fiqh al-Syafi'i (juz III, hlm. 479) menjelaskan, diharapkan bagi manusia untuk memperbanyak kedermawanan dan memberi kebaikan di bulan Ramadhan, karena meneladani Rasulullah SAW dan para salaf saleh setelahnya, dan karena bulan Ramadhan adalah bulan mulia di mana orang-orang sibuk dengan puasa sehingga meninggalkan pekerjaan mereka.

3. Pahala Berlipat Ganda

Bulan Ramadhan adalah musim panen pahala. Setiap kebaikan dilipatgandakan berkali-kali lipat. Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ

"Setiap amal anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat." (HR. Muslim No. 1151) 

Syekh Ibrahim al-Bajuri dalam Hasyiyah al-Bajuri menjelaskan:

وبالجملة فيُكثر فيه من أعمال الخير لأن العمل يضاعف فيه على العمل في غيره من بقية الشهور

"Kesimpulannya, hendaknya seseorang memperbanyak amal kebaikan di bulan Ramadhan karena pahala amal kebaikan dilipatgandakan dibandingkan ganjaran di luar Ramadhan."

4. Menghapus Dosa dan Kesalahan

Sedekah memiliki fungsi spiritual membersihkan diri dari dosa-dosa. Rasulullah SAW bersabda:

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

"Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Al-Tirmidzi No. 2616) 

Penjelasan Ulama:

Al-Munawi dalam Fayd al-Qadir (juz 4, hlm. 357) menjelaskan bahwa sedekah memadamkan dosa karena ia adalah amal baik yang menghapus amal buruk, sebagaimana firman Allah dalam Surah Hud ayat 114: "Sesungguhnya kebaikan itu menghapus keburukan."

5. Memperkuat Ukhuwah Islamiyah

Tradisi berbagi takjil memiliki dimensi sosial yang kuat dalam membangun solidaritas dan persaudaraan sesama muslim. Penelitian di Masjid As-Shiddiq menunjukkan bahwa kegiatan ini mempertemukan warga dari berbagai kelompok usia dan latar belakang dalam suasana kekeluargaan, memperkuat jaringan sosial, dan membentuk kebersamaan .

Sayyid Qutb dalam tafsir Fi Zilal al-Qur'an menekankan bahwa ukhuwah dalam Islam memiliki dimensi praktis yang harus diwujudkan melalui tindakan konkret yang mempererat persatuan umat. Imam al-Ghazali dalam Ihya' 'Ulum al-Din menyatakan bahwa kepedulian terhadap kebutuhan orang lain merupakan cermin keimanan yang sempurna .

6. Meneladani Akhlak Nabi

Tradisi berbagi takjil adalah bentuk konkret meneladani kedermawanan Rasulullah SAW yang meningkat di bulan Ramadhan. Imam Ibn Hajar al-'Asqalani dalam Fath al-Bari (juz 1, hlm. 31) menjelaskan bahwa kedermawanan Nabi di bulan Ramadhan mencakup seluruh bentuk kebaikan dan pemberian, baik berupa materi, ilmu, maupun bantuan tenaga .

7. Membuka Pintu Rezeki

Allah SWT menjanjikan balasan berlipat bagi orang yang bersedekah, sebagaimana firman-Nya:

مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak." (QS. Al-Baqarah: 245) 

Dalam Surah Al-Hadid ayat 18, Allah berfirman:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia." 

8. Keberkahan dalam Kehidupan Sosial

Penelitian living hadis di Masjid As-Shiddiq menemukan bahwa tradisi berbagi takjil membawa transformasi sosial yang signifikan. Data lapangan menunjukkan partisipasi pemuda meningkat, solidaritas antarwarga menguat, dan masjid berperan aktif sebagai pusat pemberdayaan sosial-keagamaan .

Wahbah al-Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh (juz 3, hlm. 1692) menegaskan bahwa konsep memberi makan berbuka bukan sekadar anjuran personal, melainkan bagian dari syiar Islam yang harus dibudayakan. Ia menyarankan agar masjid, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial menjadikan Ramadhan sebagai momentum membangun solidaritas .

People Also Ask:

Apakah memberi takjil termasuk sedekah?

Sedekah di bulan Ramadan memiliki pahala yang berlipat ganda. Berbagi takjil adalah salah satu bentuk sedekah yang mudah dilakukan. Bersedekah dapat mendatangkan keberkahan bagi harta kita.

Hadits sedekah makanan?

Hadits tentang berbagi makanan menekankan keutamaan luar biasa, seperti menjadi sedekah terbaik, membuka pintu surga khusus, melipatgandakan pahala, dan menghapus dosa, dengan contoh dari Rasulullah SAW seperti "Sesungguhnya sedekah paling utama adalah sedekah makanan" dan janji pahala besar bagi yang memberi makan hingga kenyang, serta perintah makan bersama untuk keberkahan.

Hadits barang siapa yang memberi makan orang berpuasa?

Artinya: Dari Zaid bin Khalid Al Juhani bahwa Rasulullah saw bersabda, ' Barang siapa memberi makan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa maka ia mendapat seperti pahala orang-orang yang puasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun."

Apa makna berbagi takjil?

Tradisi berbagi takjil mengajarkan masyarakat untuk saling tolong-menolong, yang merupakan bagian dari budaya gotong royong dan semangat filantropi dalam Islam. Berbagi takjil membantu meringankan beban sebagian orang, sehingga mereka bisa berbuka tepat waktu, tanpa harus mengkhawatirkan makanan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |