Bacaan Rabbana Atina Fid Dunya Hasanah Wa Fil Akhirati Hasanah Beserta Artinya

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Dalam khazanah doa Islam, terdapat satu doa yang sangat istimewa karena mencakup seluruh kebaikan dunia dan akhirat dalam satu kalimat yang ringkas. Doa ini dikenal sebagai doa sapu jagat, sebuah istilah yang menggambarkan betapa luasnya cakupan permohonan yang terkandung di dalamnya.

Lafal doa dikutip langsung dari Al-Qur'an, tepatnya Surat Al-Baqarah ayat 201. Doa ini mengandung banyak keutamaan karena besarnya cakupan permohonan kebaikan yang mencakup dunia dan akhirat.

Anas bin Malik RA meriwayatkan bahwa doa Allahumma Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannar adalah yang paling sering dipanjatkan Nabi SAW. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa ini merupakan doa yang paling sering diucapkan oleh Nabi SAW, yang menunjukkan kedudukannya yang agung dalam Islam.

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah menegaskan bahwa doa ini disyariatkan untuk dibaca di segala kondisi, dan terdapat kondisi-kondisi tertentu di mana doa ini sangat dianjurkan, seperti ketika thawaf, setelah menunaikan ibadah haji, dan ketika ditimpa musibah.

Berikut ini ulasan lengkap bacaan rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah beserta artinya.

Bacaan Lengkap Rabbana Atina Fid Dunya Hasanah Wa Fil Akhirati Hasanah Beserta Artinya

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā 'adzāban-nār

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)

Doa ini merupakan petikan Surat Al-Baqarah ayat 201, yang artinya: "Dan di antara mereka ada yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.'"

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, "Kebanyakan doa yang dibaca Rasulullah SAW adalah 'Allāhumma, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā 'adzāban nār.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa doa ini mengandung semua tindakan yang membawa kebaikan dan terhindar dari semua keburukan. Kebaikan di dunia mencakup kesehatan, rezeki yang halal dan berkah, ilmu yang bermanfaat, umur yang panjang, dan hidup yang bermakna untuk menopang pengamalan agama.

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa doa ini merupakan doa yang paling sering diucapkan oleh Nabi SAW, yang menunjukkan kedudukannya yang agung dalam Islam.

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini diturunkan sebagai jawaban atas orang-orang yang hanya meminta kebaikan dunia saja atau hanya meminta kebaikan akhirat saja. Islam mengajarkan keseimbangan: seorang Muslim harus memohon kebaikan di dunia sebagai sarana untuk meraih kebaikan di akhirat.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menegaskan bahwa doa ini mencakup seluruh kebaikan dunia dan akhirat secara menyeluruh, karena kata hasanah dalam konteks doa mengandung makna yang sangat luas.

Makna Mendalam Rabbana Atina Fid Dunya Hasanah Wa Fil Akhirati Hasanah

1. Rabbanā: Pengakuan akan Rububiyah Allah

Kata Rabbanā merupakan seruan yang mengandung pengakuan dari hamba bahwa Allah adalah Rabb (Tuhan yang menciptakan, memelihara, dan mengatur segala urusan). Dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa dengan menyeru Allah sebagai Rabb, seorang hamba mengakui bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan hanya kepada-Nya segala urusan diserahkan.

2. Ātinā: Permohonan Pemberian yang Sempurna

Kata ātinā berarti "berilah kami." Dalam Tafsir As-Sa'di, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di menjelaskan bahwa kata ini mencakup permohonan agar Allah memberikan segala sesuatu yang bermanfaat dan menjauhkan segala sesuatu yang berbahaya.

3. Fid-Dun-yā Hasanah: Kebaikan Dunia yang Menyeluruh

Menurut para ulama tafsir, yang dimaksud dengan kebaikan di dunia mencakup kesehatan, rezeki yang halal dan berkah, ilmu yang bermanfaat, umur yang panjang, dan hidup yang bermakna untuk menopang pengamalan agama. Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa hasanah dalam konteks ini adalah nakirah (kata umum) dalam susunan doa, sehingga mencakup setiap kebaikan yang mungkin diperoleh hamba.

4. Wa Fil-Ākhirati Hasanah: Kebaikan Akhirat yang Abadi

Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kebaikan akhirat adalah surga dengan segala kenikmatannya. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di menambahkan bahwa kebaikan akhirat mencakup ampunan dosa, keselamatan dari siksa, dan memperoleh keridhaan Allah.

5. Wa Qinā 'Adzāban-Nār: Perlindungan dari Azab Neraka

Bagian ini merupakan permohonan perlindungan dari siksa neraka. Dalam Tafsir As-Sa'di, dijelaskan bahwa seorang hamba tidak cukup hanya memohon kebaikan, tetapi juga harus memohon perlindungan dari keburukan. Ini menunjukkan kesempurnaan doa yang mencakup jalb al-mashālih (mendatangkan kebaikan) dan dar' al-mafāsid (menolak keburukan).

Kandungan Doa Rabbana Atina Fid Dunya Hasanah Wa Fil Akhirati Hasanah

1. Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Doa ini mengajarkan keseimbangan dalam hidup. Seorang Muslim tidak boleh hanya berorientasi pada dunia saja atau akhirat saja, melainkan harus memohon kebaikan keduanya. Dalam Kumpulan Doa Sehari-Hari yang dipublikasikan Kementerian Agama RI, dijelaskan bahwa untuk mencapai hidup bahagia di dunia harus melalui sabar dalam berusaha, patuh kepada peraturan, dan disiplin; sedangkan untuk mencapai hidup bahagia di akhirat harus memiliki iman yang murni dan kuat serta mengerjakan amal saleh.

2. Cakupan Kebaikan yang Luas

Kata hasanah yang berbentuk nakirah dalam konteks doa mengandung makna yang sangat luas. Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa kata tersebut mencakup setiap kebaikan yang mungkin diperoleh hamba, baik di dunia maupun di akhirat. Ini menunjukkan bahwa doa ini adalah doa yang paling komprehensif dalam memohon kebaikan.

3. Tauhid dan Pengakuan akan Keesaan Allah

Doa ini dimulai dengan seruan Rabbanā yang mengandung pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb. Ini merupakan bentuk tauhid dalam berdoa, di mana seorang hamba hanya memohon kepada Allah dan tidak kepada selain-Nya.

4. Permohonan Perlindungan dari Azab

Bagian wa qinā 'adzāban-nār menunjukkan bahwa doa ini tidak hanya memohon kebaikan, tetapi juga memohon perlindungan dari keburukan yang paling besar, yaitu azab neraka. Ini mengajarkan bahwa seorang Muslim harus selalu memohon perlindungan Allah dari segala bentuk keburukan.

Hikmah Rabbana Atina Fid Dunya Hasanah Wa Fil Akhirati Hasanah

1. Mendapatkan Kebaikan Dunia dan Akhirat Secara Bersamaan

Hikmah pertama adalah bahwa doa ini memohon kebaikan dunia dan akhirat secara bersamaan. Dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa doa ini mengandung semua tindakan yang membawa kebaikan dan terhindar dari semua keburukan. Dengan membaca doa ini, seorang Muslim memohon agar Allah memberikan kesehatan, rezeki yang halal, ilmu yang bermanfaat, dan surga di akhirat.

2. Terhindar dari Siksa Neraka

Hikmah kedua adalah perlindungan dari azab neraka. Bagian wa qinā 'adzāban-nār merupakan permohonan perlindungan dari siksa neraka. Dalam hadis riwayat Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda bahwa doa ini adalah doa yang paling sering beliau baca, yang menunjukkan betapa pentingnya permohonan perlindungan dari azab neraka.

3. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW

Hikmah ketiga adalah meneladani sunnah. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam berdoa, dan doa ini adalah doa yang paling sering beliau ucapkan. Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menekankan bahwa mengamalkan doa-doa yang diajarkan Nabi SAW merupakan bentuk cinta kepada beliau dan sunnahnya.

4. Doa yang Disyariatkan di Segala Kondisi

Hikmah keempat adalah fleksibilitas doa ini. Dalam Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr menjelaskan bahwa doa ini disyariatkan untuk dibaca di segala kondisi, termasuk ketika thawaf, setelah menunaikan ibadah haji, dan ketika ditimpa musibah.

5. Mendapatkan Ketenangan Jiwa dan Optimisme

Hikmah kelima adalah ketenangan jiwa. Dengan membaca doa ini, seorang Muslim menyerahkan segala urusannya kepada Allah dan memohon kebaikan di dunia dan akhirat. Ini memberikan ketenangan dan optimisme bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |