Surat Ad-Duha Ayat 4-5 Lengkap Arti dan Tafsirnya, Kabar Gembira untuk Rasulullah

7 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Surat Ad-Duha ayat 4-5 merupakan dua ayat yang menjadi inti penghiburan Allah kepada Nabi Muhammad SAW di tengah kesedihan akibat terhentinya wahyu. Dua ayat ini menegaskan bahwa akhirat lebih baik daripada dunia dan Allah menjanjikan karunia yang akan membuat Nabi merasa puas.

KH. Moechjar Dahri dalam Tafsir Juz Amma menjelaskan bahwa surat ini turun untuk menghibur hati Nabi yang sempat bersedih karena terhentinya wahyu. Ayat 4-5 ini menjadi fondasi spiritual yang menegaskan hubungan kasih sayang Allah dengan hamba-Nya yang sabar dan tabah.

Muhammad 'Abduh dalam Tafsir al-Qur'an al-Karim menegaskan bahwa bersambungnya wahyu menjadikan agama Islam sempurna dan nikmat Tuhan bagi orang-orang yang memeluk Islam menjadi lengkap.

Ayat ini adalah kabar gembira bahwa keadaan Nabi di akhirat lebih baik daripada di dunia. Rasulullah memiliki kedudukan utama di antara para nabi dan kemampuan memberi syafaat bagi orang-orang mukmin.

Ayat 4:

Arab: وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰى

Latin: Wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ūlā

Artinya: "Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia)."

Ayat 5:

Arab: وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰى

Latin: Wa lasaufa yu'ṭīka rabbuka fa tarḍā

Artinya: "Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida."

Ayat 4 menegaskan bahwa kehidupan akhirat lebih baik daripada kehidupan dunia. Zamakhshari dalam al-Kashshaf menjelaskan bahwa Allah terus memberikan wahyu kepada Nabi dan memberi kabar gembira bahwa keadaan Nabi di akhirat lebih baik daripada di dunia.

Nabi Muhammad memiliki kedudukan utama dan terkemuka di antara para nabi dan rasul, serta kemampuan mengangkat derajat orang-orang mukmin dengan syafaatnya. 'Abduh menafsirkan ayat ini sebagai akhir risalah Nabi yang lebih baik daripada awalnya, bahwa bersambungnya wahyu menjadikan agama Islam sempurna dan nikmat Tuhan bagi orang-orang yang memeluk Islam menjadi lengkap.

Bint al-Shati' menyimpulkan bahwa masa akhir Nabi Muhammad lebih baik baginya daripada masa awalnya. Dalam Tafsir Jalalain disebutkan bahwa manusia terlalu sibuk dengan dunianya, padahal akhirat lebih baik dan kekal.

Ayat 5 merupakan janji Allah bahwa Dia akan memberikan karunia-Nya kepada Nabi sehingga Nabi merasa puas. Dalam Tafsir Al-Muyassar dijelaskan bahwa Allah akan memberikan kepada Muhammad di akhirat berbagai nikmat, lantas beliau akan rida dengan yang demikian.

Zamakhshari menggambarkan ayat ini sebagai isyarat janji Tuhan untuk memberikan kesuksesan dan kemenangan atas musuh, orang-orang akan berbondong-bondong masuk agama Allah, dan di surga Nabi akan menerima banyak hadiah dari Tuhan.

Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim menyebutkan bahwa di negeri akhirat Allah memberi Muhammad karunia sampai ia rida pada umatnya, termasuk sungai al-Kautsar dan istana-istana di surga. KH. Moechjar Dahri menegaskan bahwa nikmat yang Allah beri kepada Nabi bukanlah nikmat duniawi, melainkan nikmat ukhrawi seperti iman, makrifat, dan petunjuk.

Kandungan Surat Ad-Duha Ayat 4-5

1. Keutamaan Akhirat Atas Dunia

Ayat 4 menegaskan bahwa kehidupan akhirat lebih baik dan kekal dibandingkan kehidupan dunia yang sementara. Nilai pendidikan ini mengajak manusia untuk tidak larut dalam urusan duniawi karena urusan duniawi bisa menipu.

2. Janji Pemberian yang Memuaskan

Ayat 5 menegaskan bahwa Allah akan memberikan karunia-Nya kepada orang-orang yang sabar dan beriman, sehingga pada akhirnya mereka akan merasa puas dan bahagia.

4. Penghiburan bagi Jiwa Yang Gelisah

Dua ayat ini turun untuk menghibur Nabi yang tengah bersedih, sekaligus menjadi obat bagi setiap mukmin yang dilanda kegelisahan.

5. Pentingnya Bersyukur dan Tidak Menyekutukan Allah

KH. Moechjar Dahri menekankan bahwa nikmat Allah harus selalu diingat dan disyukuri, bukan disekutukan dengan selain Allah.

6. Kebaikan Akhirat Lebih Utama daripada Urusan Dunia

Ari Abi Aufa menyimpulkan bahwa nilai pendidikan yang dapat diambil adalah jangan sampai tersesat dalam kehidupan dunia yang sementara.

Asbabun nuzul atau sebab turunnya surat Ad-Duha ayat 4-5 berkaitan erat dengan peristiwa terhentinya wahyu selama beberapa hari. Imam Ath-Thabrani meriwayatkan dalam kitab al-Ausath dari Ibnu Abbas yang berkata: "Rasulullah bersabda, 'Telah diperlihatkan kepadaku daerah-daerah yang nantinya akan diraih oleh umat Islam sepeninggalku kelak. Hal itu membuat aku gembira.' Allah lalu menurunkan ayat ini".

Imam Al-Hakim, Al-Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail, dan Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata: "Telah diperlihatkan kepada Rasulullah tempat-tempat yang nantinya akan ditaklukkan oleh umat beliau, negeri per negeri. Hal itu membuat Rasulullah gembira".

Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam at-Tafsirul Munir menyebutkan riwayat serupa dari Ibnu Abbas bahwa Nabi diperlihatkan sesuatu yang terbuka untuk umatnya, desa demi desa, dan hal itu membahagiakan Nabi kemudian Allah menurunkan ayat ini.

Pertama, menumbuhkan optimisme dalam menghadapi ujian hidup. Ayat 4 mengajarkan bahwa akhirat lebih baik daripada dunia. Dalam Tafsir Jalalain disebutkan bahwa manusia terlalu sibuk dengan dunianya, padahal Allah selalu bersama orang-orang yang beriman. Nilai pendidikan ini mengajak manusia untuk selalu berprasangka baik kepada Allah.

Kedua, mengutamakan akhirat daripada dunia. Ayat 4 menegaskan bahwa akhirat lebih baik daripada dunia. Ari Abi Aufa menyimpulkan bahwa nilai pendidikan yang dapat diambil adalah jangan sampai tersesat dalam kehidupan dunia yang sementara. Nilai ini mengajak manusia untuk mempersiapkan bekal akhirat dan tidak terlena oleh kesenangan dunia yang menipu.

Ketiga, menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah. Ayat 5 menegaskan bahwa Allah akan memberikan karunia-Nya. Syaikh As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa bentuk karunia kepada Nabi Muhammad SAW adalah syafaat dan kenikmatan di akhirat. KH. Moechjar Dahri menekankan bahwa nikmat Allah harus selalu diingat dan disyukuri.

Keempat, sabar dan tawakal dalam menghadapi cobaan. Terhentinya wahyu adalah ujian bagi Nabi. Dengan memahami ayat ini, seorang mukmin belajar untuk tetap sabar dan bertawakal kepada Allah. Bint al-Shati' dalam tafsirnya menyimpulkan bahwa misi pembaharuan dan pemberian petunjuk adalah inti dari surat ini.

Kelima, meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Ayat-ayat ini menggambarkan kepribadian Nabi yang sabar, tabah, dan selalu berprasangka baik kepada Allah. 'Abduh menegaskan bahwa terputusnya wahyu bukanlah tanda kemarahan Allah, melainkan untuk menguatkan hati Nabi dalam melaksanakan misinya.

1. Apa arti surat Ad-Duha ayat 4?

Surat Ad-Duha ayat 4 berarti "Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia)." Ayat ini menegaskan bahwa kehidupan akhirat lebih baik dan kekal dibandingkan kehidupan dunia.

2. Apa isi kandungan surat Ad-Duha ayat 5?

Surat Ad-Duha ayat 5 mengandung janji Allah bahwa Dia akan memberikan karunia-Nya kepada Nabi Muhammad SAW sehingga Nabi merasa puas. Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa karunia tersebut meliputi kenikmatan di surga berupa istana-istana dan sungai al-Kautsar.

3. Mengapa surat Ad-Duha ayat 4-5 diturunkan?

Surat Ad-Duha ayat 4-5 diturunkan sebagai kabar gembira bagi Nabi Muhammad SAW yang tengah bersedih akibat terhentinya wahyu. Allah memperlihatkan kepadanya daerah-daerah yang akan diraih umat Islam, sehingga Nabi merasa gembira.

4. Apa janji Allah dalam surat Ad-Duha ayat 5?

Allah menjanjikan bahwa Dia akan memberikan karunia-Nya kepada Nabi Muhammad SAW sehingga Nabi merasa puas. Dalam Tafsir Al-Muyassar dijelaskan bahwa Allah akan memberikan berbagai nikmat di akhirat sehingga Nabi benar-benar rida.

5. Apa nilai pendidikan yang terkandung dalam surat Ad-Duha ayat 4-5?

Nilai pendidikan yang terkandung antara lain: keutamaan akhirat atas dunia, janji pemberian yang memuaskan, penghiburan bagi jiwa yang gelisah, pentingnya bersyukur, serta kebaikan akhirat yang lebih utama daripada urusan dunia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |