BRIN Kembangkan Sistem Monitoring Kualitas Air Waduk Cirata

3 hours ago 11

PUSAT Riset Elektronika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan purwarupa Water Quality Monitoring System (WQMS), sebuah sistem pemantauan kualitas air berbasis sensor dan Internet of Things (IoT) yang mampu mendeteksi pencemaran secara dini dan real-time di wilayah Waduk Cirata, Jawa Barat.

Profesor Riset Bidang Elektronika BRIN, Goib, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk memantau berbagai parameter penting kualitas air, seperti pH, suhu, konduktivitas, serta kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) secara otomatis dan berkelanjutan. Data yang dihasilkan akan dikirimkan langsung ke server berbasis cloud, sehingga dapat diakses secara jarak jauh melalui komputer maupun perangkat mobile.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Dengan sistem ini, kondisi kualitas air dapat diketahui secara cepat, akurat, dan berkelanjutan. Ini menjadi solusi atas keterbatasan metode konvensional yang masih manual dan tidak real-time,” ujar Goib melalui keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2026. 

Ia menambahkan, latar belakang riset ini berangkat dari meningkatnya pencemaran air sungai di Indonesia akibat aktivitas industri, domestik, dan perubahan lingkungan. Tanpa pengendalian yang tepat, sumber air yang vital berpotensi berubah menjadi ancaman bagi ekosistem dan kehidupan masyarakat.

Dalam pengembangannya, sistem WQMS dilengkapi dengan sensor multi-parameter, data logger, sistem catu daya berbasis panel surya, serta perangkat komunikasi untuk transmisi data. Tahapan riset mencakup integrasi sistem di laboratorium hingga uji lapangan di sejumlah titik strategis, baik di daerah aliran sungai (DAS) maupun di kawasan Waduk Cirata.

Hasil survei lapangan menunjukkan bahwa area waduk memiliki tingkat kelayakan lebih tinggi dibandingkan sungai, terutama karena kondisi perairan yang lebih stabil serta dukungan infrastruktur listrik dan jaringan komunikasi. Berdasarkan evaluasi tersebut, Dermaga Leuwi Orok ditetapkan sebagai lokasi utama pemasangan sistem, dengan beberapa titik pendukung seperti Dermaga Ciputri, Dermaga Coklat, dan Gudang Maleber.

Pendekatan ini memungkinkan pemantauan kualitas air secara komprehensif, mulai dari hulu hingga area waduk. Dengan demikian, potensi pencemaran dapat terdeteksi lebih dini, sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data oleh para pemangku kepentingan.

“Kami merekomendasikan satu titik utama di Dermaga Leuwi Orok, didukung beberapa titik di area waduk, serta tambahan titik di sungai sebagai pemantauan dari hulu. Pendekatan ini memungkinkan pemantauan kualitas air secara lebih komprehensif,” ujar Goib.

Ke depan, tim peneliti akan melanjutkan tahap koordinasi dengan pemerintah daerah dan pengelola Waduk Cirata untuk perizinan, dilanjutkan dengan perancangan teknis, implementasi, serta uji coba sistem sebelum dioperasikan secara penuh.

“Pengembangan sistem monitoring ini menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan kualitas air berbasis data. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi berbasis riset dan inovasi dalam mendukung pengelolaan kualitas air serta mitigasi risiko pencemaran lingkungan secara berkelanjutan,” kata dia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |