Pemerintah Pantau WNI di Libanon di Tengah Konflik Israel

3 hours ago 10

KEMENTERIAN Luar Negeri menyatakan, pemerintah terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Libanon. Pemantauan dilakukan di tengah konflik yang memanas antara Israel dan kelompok Hizbullah.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah melaporkan saat ini terdapat  934 WNI yang tinggal di Libanon. Dari jumlah itu, sebanyak 756 orang merupakan personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Sementara 178 lainnya merupakan warga sipil yang terdiri dari pelajar, pekerja migran, hingga WNI yang menikah dengan warga setempat.

Menurut Heni, laporan terbaru dari perwakilan RI di Libanon menyatakan, kondisi WNI di Libanon masih aman. "Sampai saat ini dapat dikonfirmasi bahwa seluruh WNI yang berada di Libanon dalam keadaan aman," kata Heni dalam konferensi pers Kemlu yang disiarkan di Youtube pada Kamis, 16 April 2026. Dia menegaskan, tentunya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terus memantau apabila sewaktu-waktu kondisi semakin memburuk. 

Heni memastikan KBRI Beirut di Libanon terus memantau keberadaan kondisi WNI. KBRI juga menyiapkan rencana darurat (contingency plan) apabila situasi keamanan di Libanon semakin memburuk. “Contingency plan (rencana evakuasi) tetap disiapkan," tuturnya. 

Sebelumnya, konflik antara Israel dan Hizbullah–kelompok bersenjata di Libanon–semakin memanas seiring dengan meningkatnya eskalasi perang antara Iran dan Amerika Serikat yang bersekutu dengan Israel. Saling serang antara Israel dan Hizbullah memuncak setelah kelompok ini menyatakan dukungannya terhadap Teheran. 

Melansir laporan Aljazeera, lebih dari 2.000 orang telah tewas, termasuk anak-anak, dan 1 juta orang mengungsi akibat serangan Israel di Libanon sejak 2 Maret. Selain itu, pada 28 Maret lalu, Israel melancarkan serangan ke markas pasukan perdamaian PBB yang berada di Libanon Selatan. Rentetan serangan itu mengakibatkan 3 prajurit TNI gugur dan 8 lainnya luka-luka. 

Dalam konflik terbaru, militer Israel bertekad untuk menginvasi seluruh wilayah dari perbatasan Libanon hingga Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan selatan Libanon dengan Israel.

Pertempuran antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah terus berlanjut meski Israel dan Libanon mengadakan pembicaraan langsung di Washington yang bertujuan untuk meredakan konflik pada Selasa, 14 April 2026. 

Sita Planasari berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 

Pilihan Editor:  Mengapa Indonesia Tak Menyebut Israel Pelaku Serangan UNIFIL

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |