Cara Menjaga Adab di Dalam Masjid serta Bacaan Doanya, Meraih Limpahan Berkah

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Masjid bukan sekadar bangunan fisik tempat menunaikan ibadah sholat. Masjid adalah Baitullah (Rumah Allah) yang memiliki kedudukan istimewa dalam syariat Islam. Oleh sebab itu, cara menjaga adab di dalam masjid menjadi cara untuk memuliakannya.

Seorang hamba mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui salat, zikir, tadarus Al-Qur'an, dan berbagai amal saleh lainnya di dalam masjid. Menjaga adab di dalam masjid adalah keharusan bagi setiap Muslim yang menginginkan ibadahnya diterima dan penuh keberkahan.

Allah SWT berfirman, yang artinya: "Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. At-Taubah [9]: 18)

Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa memakmurkan masjid tidak cukup hanya dengan membangunnya, tetapi juga dengan menjaganya sebagai pusat keimanan dan ketaatan, yang salah satu manifestasinya adalah menerapkan adab secara konsisten.

Cara Menjaga Adab di Dalam Masjid

Berikut adab-adab di dalam masjid, merujuk Ebook Adab di Dalam Masjid, karya Majid bin Su'ud al-Usyan dan Ebook Adab Islami, Tanpa Pengarang (Rangkuman Hisnul Muslim, Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Tarbiyatul Athfal ala Manhajin Nabawi, dll), serta sumber relevan lainnya.

Adab Sebelum Memasuki Masjid:

1. Memperbarui Niat dan Menyucikan Diri

Seorang Muslim hendaknya berniat ikhlas karena Allah ketika hendak pergi ke masjid. Sebelum berangkat, pastikan tubuh, pakaian, dan tempat dalam keadaan suci dari najis. Dalam Ebook Adab Islami disebutkan bahwa kesucian pakaian dan badan merupakan syarat dasar untuk memasuki masjid.

Allah berfirman: "Dan pakaianmu bersihkanlah." (QS. Al-Muddatstsir [74]: 4)

Hadis dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu juga menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian berwudhu dengan sempurna, kemudian ia pergi ke masjid—tidak ada yang mendorongnya kecuali shalat—maka tidaklah ia melangkahkan kaki melainkan Allah akan mengangkat satu derajat karenanya dan menghapus satu dosa darinya." (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)

2. Memakai Pakaian yang Indah, Bersih, dan Sopan

Masjid adalah tempat mulia, maka seorang Muslim hendaknya memakai pakaian terbaiknya ketika hendak menuju masjid. Dalam Ebook Adab Islami disebutkan: "Disunnatkan memakai pakaian baru, bagus dan bersih. Rasulullah n telah bersabda kepada salah seorang shahabatnya ketika beliau melihatnya mengenakan pakaian jelek, 'Apabila Allah mengaruniakan kepadamu harta, maka tampakkanlah bekas nikmat dan kemurahan-Nya itu pada dirimu.'" (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Allah berfirman: "Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid." (QS. Al-A'raf [7]: 31)

Untuk laki-laki, pakaian tidak boleh melebihi kedua mata kaki dan tidak memakai emas serta sutera (kecuali terpaksa), berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan dinilai shahih oleh Al-Albani. Sementara untuk perempuan, pakaian harus menutup seluruh badan dengan longgar dan tidak transparan.

3. Berdoa Ketika Berangkat ke Masjid

Sebelum melangkahkan kaki meninggalkan rumah, seorang Muslim dianjurkan membaca doa. Mengutip buku Pintar Shalat karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, adab di masjid yang dianjurkan dalam Islam pertama adalah membaca doa ketika menuju masjid.

Bacaan doanya adalah:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُوْرًا وَاجْعَلْ فِي لِسَانِي نُوْرًا وَاجْعَلْ فِي سَمْعِيْ نُوْرًا وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُوْرًا وَاجْعَلْ خَلْفِي نُوْرًا وَأَمَامِي نُوْرًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا وَمِنْ تَحْتِي نُوْرًا اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُوْرًا

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya pada lisanku, cahaya pada pendengaranku, cahaya pada penglihatanku, cahaya di belakangku, cahaya di hadapanku, cahaya di atasku, dan cahaya di bawahku. Ya Allah, anugerahkanlah cahaya kepadaku." (HR. Muslim no. 763)

Dalam Ebook Adab di Dalam Masjid karya Majid bin Su'ud al-Usyan, doa yang sama juga disebutkan sebagai amalan yang dianjurkan ketika berjalan menuju masjid.

4. Berjalan dengan Tenang, Tidak Tergesa-gesa

Seorang Muslim yang hendak pergi ke masjid hendaknya berjalan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Sikap ini mencerminkan ketundukan dan ketenangan hati dalam menghadap Allah.

Rasulullah SAW bersabda: "Apabila shalat telah diiqamatkan, maka janganlah kamu datang kepadanya dengan berlari, tetapi datanglah kepadanya dengan berjalan dan memperhatikan ketenangan." (Muttafaq 'alaih).

Adab Memasuki Masjid

1. Mendahulukan Kaki Kanan dan Membaca Doa Masuk Masjid

Saat hendak memasuki masjid, seorang Muslim disunnahkan mendahulukan kaki kanan. Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menjelaskan bahwa ketika seseorang hendak memasuki masjid, dianjurkan untuk masuk dengan melangkahkan kaki kanan terlebih dulu dan membaca doa masuk masjid.

Bacaan doa masuk masjid:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Artinya: "Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu." (HR. Muslim)

2. Mengucapkan Salam (Jika Tidak Mengganggu)

Disunnahkan mengucapkan salam ketika masuk ke dalam masjid jika orang-orang tidak sedang shalat atau membaca Al-Qur'an atau berzikir. Jika tidak ada orang di masjid, tetap dianjurkan mengucapkan salam karena malaikat senantiasa hadir.

3. Melaksanakan Shalat Tahiyyatul Masjid

Salah satu adab agung yang diajarkan oleh syariat adalah shalat Tahiyyatul Masjid, yaitu shalat dua rakaat ringan sebagai bentuk penghormatan kepada rumah Allah sebelum seseorang duduk.

Lakukan shalat sunnah tahiyatul masjid. Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia duduk sebelum melaksanakan dua rakaat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam kitab Fathul Mu'in dijelaskan, disunnahkan dua rakaat Tahiyyatul Masjid bagi setiap orang yang masuk masjid, meskipun masuknya berulang-ulang atau ia tidak bermaksud untuk duduk.

Adab di Dalam Masjid

1. Menjaga Kebersihan, Kesucian, dan Kesegaran

Masjid harus senantiasa dalam keadaan bersih dan harum. Pakailah harum-haruman. Jangan masuk masjid sehabis makan bawang putih, bawang merah atau orang yang badannya sedang berbau tidak sedap.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang makan bawang putih atau bawang merah, maka hendaklah menjauhi kami"—atau beliau bersabda—"Maka hendaklah dia menjauhi masjid kami dan hendaklah dia duduk di rumahnya." (HR. Bukhari)

Dalam Ebook Adab di Dalam Masjid karya Majid bin Su'ud al-Usyan juga ditegaskan bahwa segala sesuatu yang berbau busuk yang bisa menyakiti orang yang shalat harus dihindari. Namun, jika seseorang memakai sesuatu yang bisa mencegah bau tidak sedap tersebut (seperti pasta gigi), maka tidak ada larangan baginya setelah itu untuk menghadiri masjid.

2. Menjaga Ketenangan dan Kekhusyukan

Masjid adalah tempat ibadah, bukan tempat bersenda gurau atau berbicara urusan duniawi. Dalam Ebook Adab Islami disebutkan: "Jangan menyaringkan suara di dalam masjid dan jangan mengganggu orang-orang yang sedang shalat. Matikan handphone, jangan pula menyanyi.".

Rasulullah SAW melarang orang-orang yang melingkar dalam berkumpul untuk membuat kelompok di dalam masjid. Dari Jabir bin Samurah, ia berkata: Rasulullah SAW memasuki masjid pada saat adanya kelompok-kelompok sedang berkumpul di dalam masjid, lalu Rasulullah SAW menegur mereka: "Kenapa saya melihat kalian berkelompok-kelompok?"(Ebook Adab di Dalam Masjid, h. 10)

Selain itu, dilarang menjadikan masjid sebagai jalan untuk lewat, kecuali untuk berzikir dan shalat. Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah engkau menjadikan masjid sebagai jalan untuk lewat kecuali untuk berdzikir dan menunaikan shalat."(Ebook Adab di Dalam Masjid, h. 10).

Allah SWT berfirman dalam surah Al-A'raf ayat 204:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Dan apabila Al-Qur'an dibacakan, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-A'raf [7]: 204).

3. Tidak Berjual-Beli dan Tidak Mengumumkan Barang Hilang

Di antara adab ketika di masjid adalah tidak melakukan jual-beli di dalamnya. Jangan berjual-beli dan mengumumkan barang hilang di dalam masjid.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Apabila kamu melihat orang yang menjual atau membeli sesuatu di dalam masjid, maka do'akanlah, "Semoga Allah tidak memberi keuntungan bagimu." Dan apabila kamu melihat orang yang mengumumkan barang hilang, maka do'akanlah, "Semoga Allah tidak mengembalikan barangmu yang hilang."'" (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum jual-beli di masjid antara haram dan makruh. Asy-Syaukani RA menjelaskan bahwa jumhur ulama berpendapat larangan tersebut dimaknai makruh. Namun, ditegaskan pula bahwa akad jual-beli yang sudah terjadi di masjid tidak boleh dibatalkan menurut kesepakatan ulama (ijma').

4. Tidak Meludah di Masjid

Meludah di masjid adalah perbuatan yang sangat dilarang. Dalam Ebook Adab Islami dijelaskan: "Jagalah kebersihan, jangan meludah di masjid, bila terpaksa gunakan tisu atau sapu tangan dsb; ke sebelah kiri." (Ebook Adab Islami, h. 37)

Rasulullah SAW bersabda: "Meludah di masjid adalah kesalahan dan penghapusnya adalah dengan cara menimbunnya (membersihkannya).

Hadis lain juga menyebutkan bahwa pahala membuang kotoran dari masjid akan diperlihatkan kepada Rasulullah SAW.

5. Tidak Melewati Depan Orang yang Sedang Shalat

Jangan lewat di depan orang yang sedang shalat, dan orang yang shalat disunnahkan menaruh batas di depannya. Rasulullah n bersabda, 'Kalau sekiranya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat itu mengetahui dosa perbuatannya, niscaya ia berdiri selama empat puluh tahun itu lebih baik baginya daripada lewat di depannya.'" (Muttafaq 'alaih).

Tiang yang ada di masjid dapat dijadikan sebagai sutrah (pembatas) sebagaimana ditunjukkan dalam riwayat. Rasulullah SAW juga bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian shalat maka hendaklah melaksanakannya di hadapan sutrah dan mendekatlah dengannya.".

Adab Khusus bagi Wanita di Masjid

1. Tidak Memakai Minyak Wangi atau Berhias

Wanita yang hendak pergi ke masjid dilarang memakai minyak wangi. Dari Zainab Ats-Tsaqafiyyah radhiyallahu 'anha, Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian kaum wanita hendak menghadiri shalat di masjid, maka janganlah kalian memakai wangi-wangian." (HR. Muslim no. 443)

Dalam Ebook Adab Islami disebutkan: "Wanita jangan memakai parfum atau berhias bila pergi ke masjid. Rasulullah n bersabda, 'Apabila salah seorang di antara kamu (kaum wanita) ingin shalat di masjid, maka janganlah menggunakan parfum.'" (HR. Muslim).

Minyak wangi adalah di antara sebab fitnah karena bisa membangkitkan syahwat para lelaki. Seorang wanita yang ingin pergi ke masjid hendaklah berada dalam kondisi menutupi diri sebaik-baiknya dan menjauhkan diri dari segala sesuatu yang bisa membangkitkan fitnah.

2. Menundukkan Pandangan

Wanita hendaknya menundukkan pandangannya dari laki-laki ajnabi (laki-laki asing/non-mahram). Allah Ta'ala berfirman: "Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya.'" (QS. An-Nuur [24]: 31)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Maksudnya, dari melihat yang haram, yaitu selain suami mereka." (Tafsir Ibnu Katsir, 6: 46)

3. Memakai Hijab Syar'i

Syarat berikutnya adalah memakai hijab syar'i yang menutupi seluruh badan. Tidaklah halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir pergi ke masjid dalam kondisi tidak memakai hijab syar'i.

4. Wanita Haid dan Nifas Tidak Boleh Masuk Masjid

Dalam Ebook Adab Islami disebutkan: "Orang junub, wanita haid atau nifas tidak boleh masuk masjid. Allah berfirman, 'Dan jangan pula menghampiri masjid, sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.'" (QS. An-Nisa [4]: 43) (Ebook Adab Islami, h. 36)

Dalam Ebook Adab di Dalam Masjid juga ditegaskan bahwa wanita yang sedang haid dan nifas tidak diperbolehkan tinggal di masjid. Adapun wanita yang istihadhah (mengalami pendarahan di luar masa haid) diperbolehkan memasuki masjid.

Adab Keluar dari Masjid

1. Mendahulukan Kaki Kiri dan Membaca Doa Keluar Masjid

Saat keluar dari masjid, seorang Muslim disunnahkan mendahulukan kaki kiri. Imam Al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah menjelaskan bahwa ketika keluar dari masjid, dianjurkan keluar dengan mendahulukan kaki kiri terlebih dulu.

Bacaan doa keluar masjid:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Artinya: "Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Ya Allah, limpahkanlah karunia-Mu kepadaku." (Ebook Adab di Dalam Masjid, h. 5)

Bila keluar dahulukan kaki kiri, lalu shalawatlah kepada Nabi dan kemudian berdoa, 'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon bagian dari karunia-Mu.'" (HR. Muslim).

2. Membaca Doa Kaffaratul Majlis Sebelum Meninggalkan Masjid

Sebelum meninggalkan masjid, disunnahkan membaca doa kaffaratul majlis (penebus dosa majelis) jika selama di masjid terjadi pembicaraan atau kegaduhan yang kurang bermanfaat. Dalam Ebook Adab Islami disebutkan:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Artinya: "Maha Suci Engkau ya Allah, dengan segala puji bagi-Mu; aku bersaksi bahwasanya tiada yang berhak disembah selain Engkau; aku memohon ampunan-Mu dan aku bertobat kepada-Mu."

Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa membaca doa ini sebelum bubar dari majelis, maka Allah mengampuni apa yang terjadi di majelis itu baginya (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani).

People also Ask:

Bagaimana adabnya masuk masjid?

Masuk dengan Kaki Kanan

Adab memasuki masjid juga mencakup masuk dengan kaki kanan terlebih dahulu. Ini adalah sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Memasuki dengan kaki kanan menunjukkan sikap hormat dan baik.

Apa saja tata tertib di dalam masjid?

13 Adab di Dalam MasjidMendahulukan Kaki Kiri ketika Membuka Alas Kaki.Masuk Masjid Mendahulukan Kaki Kanan.Membaca Do'a Masuk Masjid.Shalat Tahiyatul Masjid Jika Memungkinkan dan Shalat Sunnah atau Fardhu Bisa Mewakilinya.Memanfaatkan Waktu Antara Adzan dan Iqamah untuk Memperbanyak Do'a.Menjaga Kebersihan Masjid.

Bagaimana sikap kita saat berada di dalam masjid?

Berperilaku Sopan dan Santun

Adab saat berada di masjid tidak hanya tampak dari pakaian dan kebersihan, tetapi juga dari sikap dan tutur kata. Bersikap ramah, saling memberi salam, tidak berbicara kasar, serta menghormati jamaah lain adalah cerminan akhlak seorang Muslim.

Sebutkan 5 contoh adab kepada Allah?

ADAB KEPADA ALLAH SWT.Selalu berdzikir kepada-Nya.Selalu merasa dilihat oleh Allah.Berusaha istiqomah dalam menjalankan perintah-Nya.Bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.Takut terhadap siksa-Nya.Ikhlas dalam beribadah dan tidak menyekutukan Allah.Beriman dan tidak kufur.Berdoa dengan penuh harap dan rendah hati.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |