Liputan6.com, Jakarta - Fenomena daun tidak bergerak saat sholat ied sering menjadi perbincangan masyarakat, terutama setelah banyak video yang beredar di media sosial. Dalam beberapa rekaman, terlihat pepohonan dan dedaunan seolah diam tanpa hembusan angin saat umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri di lapangan terbuka.
Bagi sebagian orang, kejadian tersebut dianggap sebagai tanda kebesaran Allah SWT. Mereka meyakini bahwa alam semesta ikut merayakan hari kemenangan umat Islam dengan cara bertasbih dan memuji Sang Pencipta.
Namun di sisi lain, ada pula yang mencoba menjelaskan fenomena ini melalui pendekatan ilmiah. Kondisi cuaca pagi hari saat pelaksanaan salat Idul Fitri memang sering kali sangat tenang, sehingga daun tampak tidak bergerak. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (18/3/2026).
Fenomena Daun Tidak Bergerak Saat Sholat Ied yang Viral di Media Sosial
Belakangan ini fenomena daun tidak bergerak saat sholat ied kembali viral di berbagai platform media sosial, khususnya TikTok. Beberapa pengguna membagikan pengalaman mereka yang memperhatikan kondisi pepohonan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.
Salah satu unggahan menyebutkan bahwa sebelum salat Ied dimulai, pepohonan dan daun terlihat diam seolah tidak bergerak sama sekali. Video tersebut bahkan memperlihatkan dedaunan yang tampak sangat tenang meskipun biasanya mudah bergoyang oleh angin.
Unggahan tersebut memicu berbagai komentar dari netizen. Ada yang meyakini bahwa fenomena itu merupakan tanda bahwa alam semesta turut memuji Allah SWT pada momen sakral tersebut. Sebagian lainnya menganggap bahwa peristiwa tersebut hanyalah fenomena alam yang memang sering terjadi pada pagi hari.
Terlepas dari perdebatan yang muncul, fenomena ini membuat banyak orang kembali merenungkan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Penjelasan Fenomena Menurut Perspektif Islam
Dalam ajaran Islam, seluruh makhluk ciptaan Allah diyakini senantiasa bertasbih kepada-Nya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an pada Surah Al-Isra ayat 44:
“Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.”(Q.S. Al-Isra’: 44)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa seluruh makhluk di alam semesta, termasuk tumbuhan, pepohonan, dan dedaunan, memiliki cara masing-masing untuk memuji dan mengagungkan Allah SWT.
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa kata “syai’un” dalam ayat tersebut merupakan bentuk isim nakirah yang mencakup segala sesuatu tanpa terkecuali. Artinya, tidak ada satu pun makhluk yang tidak bertasbih kepada Allah.
Dalam tafsirnya, ulama seperti Ibnu Katsir menjelaskan bahwa setiap makhluk di alam semesta merupakan tanda kekuasaan Allah yang menunjukkan keesaan-Nya. Namun manusia tidak mampu memahami bagaimana cara makhluk lain tersebut bertasbih.
Karena itu, ketika muncul anggapan bahwa daun tidak bergerak saat sholat ied karena sedang bertasbih kepada Allah, sebenarnya hal tersebut tidak dapat dipastikan secara mutlak. Al-Qur’an sendiri telah menjelaskan bahwa manusia tidak mengetahui bentuk tasbih makhluk lain.
Makhluk Hidup Juga Bertasbih kepada Allah
Dalam beberapa riwayat hadis juga dijelaskan bahwa makhluk lain selain manusia turut bertasbih kepada Allah SWT.
Salah satu contohnya adalah larangan Nabi Muhammad SAW untuk membunuh katak. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suara katak dianggap sebagai bentuk tasbih kepada Allah.
Hal ini menunjukkan bahwa makhluk hidup memiliki cara tersendiri dalam memuji dan mengagungkan Sang Pencipta. Bahkan suara, gerakan, atau keberadaan mereka bisa menjadi bentuk ibadah kepada Allah.
Karena itu, sebagian orang memaknai fenomena alam seperti ketenangan pepohonan sebagai simbol bahwa alam ikut memuliakan momen ibadah umat manusia.
Namun para ulama juga mengingatkan agar tidak terlalu cepat menyimpulkan suatu fenomena sebagai tanda khusus tanpa dasar yang jelas.
Penjelasan Ilmiah Fenomena Daun yang Tampak Diam
Selain dari sudut pandang agama, fenomena daun tidak bergerak saat sholat ied juga bisa dijelaskan melalui pendekatan ilmiah.
Para ahli meteorologi menjelaskan bahwa kondisi atmosfer pada pagi hari biasanya masih sangat stabil. Salat Idul Fitri umumnya dilaksanakan setelah matahari terbit, ketika perbedaan suhu antara daratan dan lapisan udara belum terlalu besar.
Akibatnya, angin yang biasanya terbentuk karena perbedaan tekanan udara belum muncul secara signifikan. Kondisi ini membuat udara terasa sangat tenang sehingga daun tampak tidak bergerak.
Selain itu, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi pergerakan daun dan pepohonan.
1. Suhu Udara yang Stabil
Pada pagi hari, suhu udara biasanya masih relatif stabil. Perbedaan suhu antara tanah dan atmosfer belum cukup besar untuk menciptakan arus angin yang kuat.
Karena itu, daun dan ranting pohon tampak lebih diam dibandingkan pada siang atau sore hari.
2. Kelembaban Udara
Kelembaban udara yang tinggi pada pagi hari juga dapat membuat lingkungan terasa lebih tenang. Kondisi ini mengurangi aktivitas angin sehingga dedaunan terlihat lebih stabil.
3. Persepsi dan Efek Psikologis
Suasana Idul Fitri yang penuh ketenangan dan kekhusyukan juga dapat memengaruhi cara manusia memperhatikan lingkungan sekitarnya.
Saat seseorang fokus pada ibadah dan merasakan suasana yang sakral, mereka mungkin lebih peka terhadap kondisi sekitar. Hal ini membuat ketenangan alam terasa lebih kuat dibandingkan biasanya.
4. Karakteristik Pohon dan Daun
Tidak semua pohon memiliki tingkat fleksibilitas yang sama. Beberapa faktor internal tanaman juga memengaruhi pergerakan daun, seperti:
- Jenis kayu dan kekuatan batang: Pohon dengan batang keras dan tebal lebih stabil sehingga tidak mudah bergoyang.
- Sistem perakaran: Pohon dengan akar kuat dan dalam lebih tahan terhadap hembusan angin.
- Ukuran dan bentuk daun: Daun kecil dan kaku biasanya lebih sulit bergerak dibandingkan daun besar seperti daun pisang.
Karena berbagai faktor tersebut, pepohonan di sekitar lokasi salat Idul Fitri kadang terlihat sangat tenang.
Hikmah di Balik Fenomena Ini
Terlepas dari apakah fenomena daun tidak bergerak saat sholat ied disebabkan oleh faktor alam atau memiliki makna simbolis tertentu, kejadian ini tetap memberikan pelajaran bagi umat manusia.
Fenomena tersebut mengingatkan bahwa alam semesta adalah bagian dari ciptaan Allah yang sangat luas dan penuh misteri.
Dalam Islam, manusia diajarkan untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat di alam. Baik melalui fenomena alam, perubahan cuaca, maupun keindahan ciptaan-Nya.
Ketenangan pepohonan saat pagi hari Idul Fitri juga dapat menjadi simbol kedamaian dan kesucian hati setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Pada akhirnya, baik sains maupun agama dapat berjalan berdampingan dalam memahami fenomena yang terjadi di sekitar kita.
FAQ Seputar Idul Fitri
1. Mengapa salat Idul Fitri dilakukan di lapangan terbuka?
Salat Idul Fitri dianjurkan dilakukan di lapangan agar lebih banyak umat Islam dapat berkumpul dan merasakan kebersamaan dalam merayakan hari kemenangan.
2. Apa hukum makan sebelum salat Idul Fitri?
Disunnahkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Idul Fitri sebagai tanda berakhirnya ibadah puasa Ramadan.
3. Mengapa umat Islam bertakbir saat Idul Fitri?
Takbir merupakan bentuk pengagungan kepada Allah SWT dan ungkapan rasa syukur atas selesainya ibadah puasa selama satu bulan.
4. Apa makna silaturahmi saat Idul Fitri?
Silaturahmi menjadi sarana mempererat hubungan keluarga dan saling memaafkan setelah menjalani bulan Ramadan.
5. Mengapa Idul Fitri disebut hari kemenangan?
Karena umat Islam telah berhasil menahan hawa nafsu, meningkatkan ibadah, serta menyucikan diri selama bulan Ramadan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791021/original/098218800_1711975620-25634556_7101052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376252/original/044955500_1759997272-Pemandangan_Monas_di_Waktu_Malam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533457/original/048571400_1773737346-01-Creative-Studio-di-Galaxy-S26-Series-1000px.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5145757/original/060582900_1740732778-muslim-praying-sujud-posture_53876-25222.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528247/original/054988400_1773268701-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528449/original/084151400_1773285346-lebaran_bahagia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437364/original/025119000_1765250413-Muslimah_bersedekah__Pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526377/original/052775600_1773118866-unnamed_-_2026-03-10T115904.629.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519277/original/015825500_1772542233-Khusyuk_di_Salat_Id_Berjamaah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476427/original/007188300_1768749384-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_22.12.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534003/original/000782500_1773803600-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_10.00.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533897/original/011316600_1773794593-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528228/original/088334900_1773264319-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533911/original/014121800_1773796232-1.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)


