Gokuniku Rilis Menu Baru, Spicy Tomato Sukiyaki dengan Sensasi Cabai Rawit

1 hour ago 3

CANTIKA.COMJakarta - Kawasan Senopati, Jakarta Selatan, kembali diramaikan pilihan restoran Jepang. Kali ini, Gokuniku hadir membawa konsep yang memadukan shabu-shabu dan sukiyaki dengan cita rasa yang telah disesuaikan dengan selera konsumen Indonesia.

Salah satu menu yang menjadi identitas restoran adalah spicy tomato sukiyaki. Berbeda dari sukiyaki pada umumnya yang cenderung memiliki rasa manis dan gurih, sajian ini menawarkan sentuhan asam segar dari tomat sekaligus sensasi cabai rawit.

Menurut Michael, CEO Gokuniku, menu tersebut menjadi pembeda utama restoran di tengah banyaknya pilihan kuliner Jepang di kawasan Senopati. “Yang bikin beda itu spicy tomato sukiyaki-nya kita. Itu signature product-nya kita,” ujar Michael melalui siaran pers, 24 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, ide spicy tomato sukiyaki berawal dari pengalamannya mencicipi sajian serupa di Singapura. Salah satu restoran yang menjadi referensinya adalah Kuroya.

Meski mendapat inspirasi dari pengalaman tersebut, Gokuniku kemudian mengembangkan racikan sendiri dan menyesuaikan profil rasanya dengan lidah masyarakat Indonesia. “Kalau tomato spicy ini, dia ada essence asam, asam segarnya. Ada cabai rawit juga. Itu yang bikin beda,” tuturnya.

Menurut Michael, sajian tomato spicy serupa juga bukan merupakan menu yang umum ditemukan di Jepang. Karena itu, Gokuniku melihatnya sebagai peluang untuk menghadirkan pengalaman sukiyaki yang berbeda.

Pilihan Daging Jepang hingga Black Angus

Restoran Jepang Gokuniku resmi hadir di Senopati, padukan menu baru Spicy Tomato Sukiyaki dengan konsep private room pada Senin, 24 Agustus 2026/Foto: Doc. Gokuniku

Sesuai dengan namanya, “Goku” yang bermakna ultimate dan “niku” yang berarti daging dalam bahasa Jepang, pilihan daging menjadi bagian penting dari pengalaman bersantap di Gokuniku. Restoran ini menyediakan sejumlah pilihan masakan Jepang berupa daging untuk shabu-shabu maupun sukiyaki, mulai dari Togarashi, Kata Rosu, hingga Ribeye.

Togarashi, misalnya, ditawarkan bagi konsumen yang tidak terlalu menyukai daging dengan kandungan lemak tinggi. Sementara pilihan Ribeye premium menggunakan daging impor dari Jepang, termasuk dari wilayah Miyazaki, Kagoshima, dan Hida. “Kalau itu yang fat-nya, yang sudah marbling-nya mungkin sudah tahu lah ya, yang cantik banget,” ujar Michael.

Bagi konsumen yang ingin mencoba menu Gokuniku dengan harga lebih terjangkau, tersedia pula pilihan lunch package menggunakan daging Australia Black Angus. Harga lunch package tersebut mulai dari Rp188 ribu, belum termasuk pajak.

Sementara untuk set menu, harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp368 ribu hingga Rp388 ribu, tergantung pilihan daging. Dalam satu set, konsumen mendapatkan sekitar 120 gram daging, sayuran, nasi, serta sejumlah pendamping. Untuk pilihan premium, harga satu set dapat mencapai sekitar Rp1 juta.

Tak Hanya Mengandalkan Rasa

Selain signature menu, Gokuniku menawarkan pengalaman bersantap yang lebih privat melalui sejumlah VIP room. Konsep tersebut menjadi bagian penting dari restoran yang mengusung interior modern Japanese. Total terdapat sembilan VIP room dan satu ruangan berukuran besar di lantai empat yang dapat menampung sekitar 30 orang. Menariknya, setiap ruang privat juga dilengkapi fasilitas karaoke.

Michael mengatakan, konsep private room dipilih karena semakin banyak konsumen Indonesia yang mencari pengalaman bersantap secara lebih personal, baik bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja. “Kita punya konsep lebih pengin VIP banyak, bisa karaoke. Terus di lantai empat juga ada ruangan besar untuk corporate meeting segala macam,” katanya.

Untuk menggunakan ruang privat, Gokuniku menerapkan minimum charge. Salah satu VIP room memiliki minimum charge sekitar Rp2 juta, sedangkan ruangan besar di lantai empat memiliki minimum charge sekitar Rp10 juta.

Kehadiran ruangan tersebut membuat Gokuniku tidak hanya menyasar konsumen yang ingin menikmati makan malam bersama keluarga atau teman, tetapi juga kebutuhan pertemuan perusahaan.

Meski baru menggelar grand opening, Gokuniku sebenarnya telah mulai beroperasi sejak Lebaran. Selama periode tersebut, restoran menggunakan respons konsumen sebagai salah satu pertimbangan untuk mengembangkan konsepnya.

Restoran Jepang Gokuniku resmi hadir di Senopati, padukan menu baru Spicy Tomato Sukiyaki dengan konsep private room pada Senin, 24 Agustus 2026/Foto: Doc. Gokuniku

Menurut Michael, respons awal yang diterima cukup positif. Salah satu indikatornya terlihat dari konsumen yang kembali datang dan mengajak teman maupun keluarga. “Kalau sudah biasanya makan sekali, biasa ngajak lagi temannya atau kerabatnya. Kita pelanggan tetap juga banyak di sini,” ujarnya.

VIP room menjadi salah satu fasilitas yang paling banyak diminati pengunjung. Pada akhir pekan, konsumen yang datang lebih banyak merupakan keluarga, sementara hari kerja cenderung didominasi pekerja kantoran. Dalam rangka grand opening, restoran juga menawarkan promo diskon 15 persen yang berlaku pada 25 Agustus hingga 6 September.

Di tengah ketatnya persaingan restoran Jepang di Jakarta, Gokuniku tidak ingin terburu-buru mengejar ekspansi. Michael mengatakan, untuk saat ini fokusnya adalah memastikan outlet pertama dapat berkembang dengan sehat.

Ia bahkan mengaku tidak menetapkan target omzet bulanan secara agresif. “Yang penting orang mau datang coba dulu, nanti dari mulut ke mulut pelan-pelan,” katanya.

Menurutnya, bisnis restoran tidak selalu harus tumbuh dengan cepat. Ia lebih memilih membangun basis pelanggan terlebih dahulu dan memastikan konsumen mendapatkan pengalaman yang membuat mereka ingin kembali. “Yang penting orang cobain dulu, suka dulu. Mending saya jalan, jalan di tempat tapi bertumbuh daripada lari tapi anjlok,” ujarnya.

Bagi restoran yang namanya berasal dari “Goku” dan “Niku” yang secara sederhana dapat dimaknai sebagai ultimate meat pengalaman konsumen menjadi bagian penting dari identitas yang ingin dibangun. “Ultimate Meat Experience. Jadi kita pengin kasih experience yang terbaik,” kata Michael.

Di tengah pilihan restoran Jepang yang semakin beragam di Jakarta, Gokuniku mencoba mengambil jalur sendiri: menghadirkan hidangan shabu-shabu dan sukiyaki dengan sentuhan rasa lokal, pilihan daging premium, sekaligus ruang privat yang memungkinkan konsumen menikmati waktu makan dengan cara yang lebih personal.

Pilihan Editor: Annisa Pohan Ungkap Kebiasaan Makan Suami: Ngedeprok dan Wajib Ada Cabai Rawit

ECKA PRAMITA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |