Ide Cerita Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

4 hours ago 1

FILM Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan karya sutradara Kuntz Agus berangkat dari keresahan tentang keluarga, terutama ketakutan akan penuaan, penyakit, dan kehilangan. Ide ini kemudian dikembangkan menjadi kisah tentang ibu sebagai “penjaga memori”.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kalau sosok yang selama ini menyimpan semua ingatan dalam keluarga tiba-tiba kehilangan memorinya, apa yang akan terjadi? Pasti chaos," kata produser Sunil Samtani saat konferensi pers perilisan trailer dan poster film di Jakarta pada Senin, 13 April 2026.

Kuntz Agus mengatakan proyek produksi Rapi Films ini ingin mengajak penonton memahami arti kenangan dalam keluarga. “Di saat memori terancam pudar, kita akan melihat bagaimana keluarga berusaha menjaga kepingan-kepingan itu tetap hidup,” ujarnya.

Hubungan Ibu dan Anak

Film ini mengikuti Kesha, yang diperankan Yasmin Napper, seorang mahasiswi film yang tengah berada di fase menuju kemandirian. Ia ingin mengejar mimpi dan hidup terpisah dari keluarga, namun situasi berubah ketika ibunya, Yuke Yolanda (Lulu Tobing), mulai kehilangan ingatan akibat penyakit yang dideritanya.

“Setiap orang pasti akan sampai di titik sadar kalau momen bersama keluarga itu tidak abadi,” kata Yasmin. “Film ini mengingatkan aku bahwa sesibuk apa pun kita mengejar mimpi, jangan sampai kehilangan kehadiran seorang ibu.”

Di dalam keluarga tersebut, Kesha juga berhadapan dengan dinamika saudara. Kenya (Shofia Shireen) digambarkan sebagai anak tengah yang berprestasi, sementara Karlo (Jordan Omar) merupakan anak bungsu yang membutuhkan perhatian lebih karena kondisi kesehatannya.

Ibnu Jamil yang memerankan Aldo, sang ayah, mengatakan karakter yang ia bawakan adalah sosok yang cenderung tenang dalam menghadapi masalah keluarga. “Setiap ayah punya cara sendiri. Di film ini, ayah berusaha hadir tanpa harus selalu meluapkan emosi,” ujarnya

Lulu Tobing mengaku perannya sebagai ibu dengan gangguan memori menjadi tantangan tersendiri. Ia harus melakukan riset mendalam untuk memahami kondisi karakter yang jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. “Begitu baca ceritanya, saya sampai beberapa kali menangis,” katanya.

Realitas Generasi Muda

Penulis skenario Alim Sudio menyebut cerita ini dekat dengan realitas generasi muda, khususnya mereka yang berada di usia kuliah. Menurut dia, fase tersebut sering kali dipenuhi ambisi hingga dinamika keluarga terasa terpinggirkan.

“Lewat Kesha, kita melihat bagaimana hubungan dengan keluarga menjadi titik balik. Pada akhirnya, keluarga adalah satu-satunya hal yang akan tetap tinggal dalam ingatan,” ujarnya.

Selain cerita yang emosional, proses produksi film ini juga membangun kedekatan para pemain. Mereka bahkan menyebut diri sebagai “keluarga Papaya”, merujuk pada lokasi utama syuting yang dilakukan di satu rumah. Interaksi intens selama proses reading hingga syuting membuat hubungan antarpemain terasa natural di layar.

Film ini ingin membawa pesan bahwa dalam hidup, banyak hal bisa hilang kesempatan, nilai, bahkan mimpi namun kehadiran dalam ingatan orang yang dicintai adalah hal yang tidak boleh tergantikan.

Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Mei 2026.

GHAEIZA KAY RASUFFI

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |