Liputan6.com, Jakarta - Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, informasi mengenai Jadwal Imsakiyah Ramadan Kota Surabaya 18 Maret 2026 menjadi sangat krusial bagi umat Islam. Jadwal ini tidak hanya memuat waktu Imsak sebagai penanda dimulainya puasa, tetapi juga seluruh waktu salat fardu yang harus dipatuhi untuk menjaga keabsahan ibadah. Dengan mengetahui jadwal yang akurat, umat Islam di Surabaya dapat mempersiapkan sahur, berbuka puasa, serta menunaikan salat tepat waktu.
Tanggal 18 Maret 2026 sendiri bertepatan dengan 28 Ramadan 1447 Hijriah, menandakan bahwa umat Muslim telah berada di penghujung bulan penuh berkah ini. Jadwal Imsakiyah dan waktu salat yang telah dirilis secara resmi menjadi pedoman utama dalam menjalankan rangkaian ibadah harian. Keakuratan jadwal ini sangat penting untuk memastikan setiap ibadah puasa dan salat dapat dilaksanakan sesuai syariat.
Jadwal lengkap ini diterbitkan oleh lembaga keagamaan resmi, seperti Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), setelah melalui perhitungan astronomis yang cermat. Lantas bagaimana jadwal Imsakiyah Ramadan Kota Surabaya 18 maret 2026 disertai waktu salat lengkap? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (17/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
Pengertian Imsakiyah dan Komponen Waktu Salat Lengkap
Jadwal Imsakiyah adalah tabel waktu yang berisi informasi mengenai waktu-waktu penting selama bulan Ramadan, khususnya yang berkaitan dengan ibadah puasa dan salat. Komponen utama dalam jadwal Imsakiyah meliputi waktu Imsak, Subuh, Terbit (Syuruq), Duha, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Setiap komponen memiliki makna dan fungsi penting dalam rangkaian ibadah harian umat Muslim.
Imsak merupakan waktu kehati-hatian untuk menghentikan sahur, yang biasanya ditetapkan sekitar 10 menit sebelum masuk waktu Subuh. Ini berfungsi sebagai batas aman agar umat Muslim tidak makan atau minum melewati batas fajar shadiq, yang menandai dimulainya puasa. Waktu salat Subuh sendiri menandai dimulainya puasa, sedangkan waktu Terbit (Syuruq) adalah saat matahari terbit, menandai berakhirnya waktu salat Subuh.
Waktu Duha adalah permulaan waktu salat sunah Duha, sekitar 15-20 menit setelah Terbit. Kemudian, waktu Zuhur adalah ketika matahari berada di titik tertinggi dan mulai condong ke barat. Asar tiba ketika panjang bayangan suatu benda lebih panjang dari bendanya sendiri. Magrib adalah waktu matahari terbenam sepenuhnya, yang sekaligus menjadi penanda waktu berbuka puasa. Terakhir, Isya adalah waktu salat terakhir setelah mega merah di ufuk barat telah hilang. Waktu salat ditentukan berdasarkan posisi matahari relatif terhadap bumi, yang berubah setiap hari dan bergantung pada lokasi geografis.
Metode Perhitungan Jadwal Imsakiyah dan Waktu Salat
Perhitungan jadwal Imsakiyah dan waktu salat didasarkan pada ilmu falak atau astronomi Islam, sebuah disiplin ilmu yang mempelajari posisi benda-benda langit untuk menentukan waktu ibadah. Di Indonesia, metode perhitungan yang paling umum dan diakui adalah yang digunakan oleh Kemenag RI. Kemenag RI menggunakan metode hisab hakiki dengan kriteria yang telah ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah dan penelitian para ahli falak.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi perhitungan ini meliputi lintang dan bujur geografis suatu lokasi, ketinggian di atas permukaan laut, deklinasi matahari, dan persamaan waktu. Lintang dan bujur geografis sangat menentukan kapan matahari terbit, terbenam, dan mencapai posisi tertentu di setiap lokasi. Kota Surabaya, misalnya, memiliki koordinat geografis spesifik yang menjadi dasar perhitungan jadwalnya.
Selain itu, sudut depresi matahari juga menjadi penentu krusial, terutama untuk waktu Subuh dan Isya. Kriteria yang digunakan untuk menentukan waktu Subuh dan Isya dapat bervariasi antar lembaga, misalnya menggunakan sudut depresi matahari -20 derajat atau -18 derajat di bawah ufuk. Untuk Imsak, biasanya dihitung 10 menit sebelum waktu Subuh tiba, sebagai waktu kehati-hatian untuk menghentikan makan dan minum sahur.
Jadwal Imsakiyah Kota Surabaya 11-20 Maret 2026
Untuk memudahkan umat Muslim di Kota Surabaya dalam menjalankan ibadah puasa dan salat, berikut adalah jadwal Imsakiyah lengkap untuk periode 11 hingga 20 Maret 2026. Jadwal ini mencakup waktu Imsak, Subuh, Terbit, Dhuha, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya, yang sangat penting sebagai panduan harian.
Pada tanggal 18 Maret 2026, yang bertepatan dengan 28 Ramadan 1447 Hijriah, jadwalnya adalah sebagai berikut:
- Imsak: 04:09 WIB
- Subuh: 04:19 WIB
- Terbit: 05:30 WIB
- Dhuha: 05:57 WIB
- Dzuhur: 11:41 WIB
- Ashar: 14:51 WIB
- Maghrib: 17:44 WIB
- Isya: 18:53 WIB
Dengan adanya jadwal ini, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk sahur, menunaikan salat tepat waktu, dan berbuka puasa sesuai dengan ketentuan syariat, sehingga ibadah Ramadan dapat berjalan lancar dan penuh berkah.
Doa Khusus Ramadan Hari ke-28 yang Penuh Berkah
Memasuki hari ke-28 Ramadan, suasana spiritual semakin terasa mendalam. Umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba memaksimalkan ibadah di sisa waktu yang ada, mengingat bulan suci ini akan segera berakhir. Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak amalan, baik yang wajib maupun sunnah, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Di fase akhir Ramadan ini, doa menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Selain sebagai bentuk penghambaan, doa juga menjadi sarana untuk memohon ampunan, keberkahan, dan harapan agar seluruh ibadah yang telah dilakukan dapat diterima. Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah doa khusus Ramadan hari ke-28 yang sarat makna dan penuh harapan akan kebaikan.
اللَّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّي فِيهِ مِنَ النَّوَافِلِ، وَأَكْرِمْنِي فِيهِ بِإِحْضَارِ الْمَسَائِلِ، وَقَرِّبْ فِيهِ وَسِيلَتِي إِلَيْكَ مِنْ بَيْنِ الْوَسَائِلِ، يَا مَنْ لَا يَشْغَلُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّينَ
Allahumma waffir hazzhi fihi minan nawafil, wa akrimni fihi bi ihdharil masa'il, wa qarrib fihi wasilati ilaika min bainil wasail, ya man la yashghaluhu ilhahul mulihhin.
Artinya: “Ya Allah, perbanyaklah bagiku di bulan ini bagian dari amalan sunnah, muliakanlah aku di dalamnya dengan menghadirkan berbagai permohonan (yang Engkau kabulkan), dekatkanlah wasilahku kepada-Mu di antara segala wasilah, wahai Dzat yang tidak disibukkan oleh permintaan orang-orang yang meminta.”
Doa ini mengandung harapan agar kita semakin giat dalam menjalankan amalan sunnah sebagai penyempurna ibadah wajib. Di penghujung Ramadan, setiap tambahan ibadah memiliki nilai yang sangat besar dalam menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu, doa ini juga menekankan pentingnya ketulusan dalam memohon kepada Allah. Seorang hamba diajarkan untuk terus berharap agar segala doa dikabulkan dan diberikan jalan terbaik dalam mendekatkan diri kepada-Nya, tanpa merasa lelah atau putus asa.
Amalan Utama di Ramadan Hari ke-28 bagi Umat Muslim
Memasuki hari ke-28 Ramadan, umat Muslim berada di fase akhir bulan suci yang penuh keberkahan. Waktu yang tersisa menjadi sangat berharga karena menjadi kesempatan terakhir untuk memaksimalkan ibadah sebelum Ramadan berakhir. Di momen ini, semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah seharusnya semakin kuat, bukan justru menurun.
Hari-hari terakhir Ramadan juga identik dengan pencarian malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan, baik yang bersifat wajib maupun sunnah, agar bisa meraih pahala yang berlipat ganda dan keberkahan yang maksimal. Berikut beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan:
1. Memperbanyak Salat Sunnah
Selain menjaga salat wajib, umat Muslim dianjurkan memperbanyak salat sunnah seperti tahajud, witir, dan salat dhuha. Amalan ini dapat membantu meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT, terutama di malam-malam terakhir Ramadan.
2. Memperbanyak Doa dan Istighfar
Hari ke-28 menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan. Perbanyak istighfar atas segala dosa dan kesalahan, serta panjatkan doa-doa terbaik untuk diri sendiri dan keluarga.
3. Membaca dan Tadabbur Al-Qur’an
Mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an dan memahami maknanya (tadabbur) sangat dianjurkan. Ini menjadi salah satu cara untuk menenangkan hati sekaligus meningkatkan keimanan.
4. Mencari Malam Lailatul Qadar
Di sepuluh malam terakhir, peluang mendapatkan Lailatul Qadar semakin besar. Oleh karena itu, perbanyak ibadah di malam hari seperti i’tikaf, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.
5. Bersedekah dan Berbagi Kebaikan
Sedekah di akhir Ramadan memiliki keutamaan yang besar. Memberikan bantuan kepada sesama, baik dalam bentuk materi maupun makanan berbuka, menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan.
6. Menjaga Niat dan Keikhlasan
Setiap amalan yang dilakukan hendaknya dilandasi dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Keikhlasan menjadi kunci diterimanya ibadah yang dilakukan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Berapa waktu Imsak dan Magrib di Surabaya pada 18 Maret 2026?
Jawaban: Pada 18 Maret 2026, waktu Imsak di Kota Surabaya adalah pukul 04:09 WIB, sedangkan waktu Magrib (berbuka puasa) adalah pukul 17:44 WIB.
2. Siapa yang menerbitkan jadwal Imsakiyah resmi di Indonesia?
Jawaban: Jadwal Imsakiyah resmi di Indonesia diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam).
3. Mengapa akurasi jadwal Imsakiyah sangat penting?
Jawaban: Akurasi jadwal Imsakiyah sangat penting karena menentukan sah atau tidaknya ibadah puasa dan salat. Kesalahan waktu dapat membatalkan puasa atau membuat salat tidak sah.
4. Bagaimana jadwal Imsakiyah ditentukan?
Jawaban: Jadwal Imsakiyah ditentukan berdasarkan ilmu falak atau astronomi Islam, menggunakan metode hisab hakiki dengan mempertimbangkan lintang, bujur, ketinggian lokasi, deklinasi matahari, dan sudut depresi matahari.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517007/original/005810100_1772375913-Gemini_Generated_Image_d9ed13d9ed13d9ed.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3124329/original/061392200_1589171569-383585-PBYIZ7-451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529017/original/068243500_1773303581-009713000_1736851480-15113950775a160f05254e2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532692/original/081390000_1773667794-IMG-20260315-WA0020-scaled-800x533.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533330/original/048691000_1773732465-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503768/original/028075100_1771211648-jam_weker__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5530669/original/021800200_1773469397-ginjal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791022/original/069901600_1711975621-24438246_6949552.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4793461/original/008972800_1712150830-Ilustrasi_Idulfitri__Idul_Fitri__Lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532810/original/009796500_1773700730-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532801/original/050637200_1773700007-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532774/original/080349200_1773682287-ITSEC.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532795/original/069260500_1773695283-nina_zatulini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983388/original/074926000_1648974831-000_327H9HJ.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)



