Jadwal Imsakiyah Ramadan Kota Surabaya 19 Maret 2026

5 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Ramadan 1447 H memasuki fase akhir yang penuh keutamaan bagi umat Muslim, termasuk di Kota Surabaya. Masyarakat semakin memperhatikan jadwal imsakiyah agar tidak melewatkan waktu sahur maupun berbuka puasa. Ketepatan waktu menjadi hal penting demi menjaga kesempurnaan ibadah.

Jadwal imsakiyah pada 19 dan 20 Maret 2026 di Surabaya tidak mengalami perubahan. Hal ini menimbulkan perhatian tersendiri karena biasanya terdapat pergeseran waktu meskipun hanya beberapa menit. Kondisi ini tentu berdampak pada pola ibadah harian selama Ramadan.

Jadwal Imsakiyah Surabaya 19 Maret 2026

Memasuki 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026, umat Muslim di Surabaya perlu menjadikan jadwal imsakiyah sebagai pedoman utama. Waktu imsak menjadi batas akhir makan sahur sebelum memasuki Subuh. Sementara itu, waktu Maghrib menjadi momen yang paling dinantikan untuk berbuka puasa.

Berikut rincian jadwal imsakiyah Surabaya pada 19 Maret 2026:

  • Imsak: 04:32 WIB
  • Subuh: 04:42 WIB
  • Terbit: 05:54 WIB
  • Dhuha: 06:21 WIB
  • Dzuhur: 12:04 WIB
  • Ashar: 15:13 WIB
  • Maghrib: 18:07 WIB

Jadwal Imsakiyah Surabaya 20 Maret 2026

Pada 30 Ramadan 1447 H atau 20 Maret 2026, jadwal imsakiyah di Surabaya tercatat identik dengan hari sebelumnya. Kesamaan waktu ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah. Mereka tidak perlu menyesuaikan ulang jadwal sahur maupun berbuka. 

Berikut jadwal imsakiyah Surabaya pada 20 Maret 2026:

  • Imsak: 04:32 WIB
  • Subuh: 04:42 WIB
  • Terbit: 05:54 WIB
  • Dhuha: 06:21 WIB
  • Dzuhur: 12:04 WIB
  • Ashar: 15:13 WIB
  • Maghrib: 18:07 WIB

Amalan Malam Terakhir Ramadan Berdasarkan Hadits Nabi

Malam-malam terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada periode ini, terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW memberikan teladan dengan meningkatkan ibadah di sepuluh malam terakhir. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya ibadah wajib, tetapi juga ibadah sunnah sangat dianjurkan.

Berikut salah satu hadits yang menjadi dasar anjuran tersebut:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ

‘An ‘Āisyata raḍiyallāhu ‘anhā qālat: kāna an-nabiyyu ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam idzā dakhala al-‘asyru al-awākhir aḥyā al-layla wa aiqaẓa ahlahu wa syadda mi’zarah.

Dari Aisyah RA berkata: “Apabila memasuki sepuluh malam terakhir, Nabi SAW menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah di akhir Ramadan. Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdoa. Momentum ini tidak boleh disia-siakan karena pahala yang dijanjikan sangat besar.

Tips Mengatur Waktu Sahur agar Tidak Terlewat Imsak

Bangun sahur tepat waktu menjadi tantangan bagi sebagian orang selama Ramadan. Banyak yang terbangun terlalu dekat dengan waktu imsak sehingga terburu-buru. Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya melewatkan sahur sama sekali. Untuk mengatasi hal ini, penting memasang alarm lebih dari satu. Mengandalkan satu alarm sering kali tidak cukup, terutama bagi yang memiliki pola tidur tidak teratur. Selain itu, bantuan dari anggota keluarga juga bisa menjadi solusi efektif.

Menyiapkan makanan sahur sejak malam hari juga sangat membantu. Dengan persiapan yang matang, waktu sahur bisa digunakan secara efisien tanpa tergesa-gesa. Hal ini juga membantu menjaga kualitas asupan makanan sebelum berpuasa. Selain itu, tidur lebih awal menjadi langkah penting agar tubuh tetap bugar. Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi dan stamina selama berpuasa. Dengan manajemen waktu yang baik, sahur bisa dilakukan dengan lebih optimal.

Menjaga Konsistensi Ibadah di Penghujung Ramadan

Menjelang akhir Ramadan, banyak orang mulai mengalami penurunan semangat ibadah. Aktivitas yang meningkat menjelang Lebaran sering kali menjadi alasan utama. Padahal, fase ini justru menjadi waktu paling berharga untuk meraih pahala. Menjaga konsistensi ibadah bisa dimulai dari hal sederhana seperti mengikuti jadwal imsakiyah dengan disiplin. Waktu yang teratur membantu menjaga ritme ibadah harian. Hal ini juga berdampak pada kualitas spiritual seseorang.

Membuat target ibadah harian juga bisa menjadi solusi efektif. Misalnya dengan menentukan jumlah bacaan Al-Qur’an atau waktu khusus untuk berdoa. Dengan adanya target, seseorang akan lebih termotivasi untuk tetap konsisten. Selain itu, lingkungan juga berpengaruh besar terhadap semangat ibadah. Berada di lingkungan yang mendukung akan membantu menjaga motivasi. Oleh karena itu, penting memilih aktivitas dan pergaulan yang positif selama Ramadan.

Pertanyaan Seputar Jadwal Imsakiyah 

1. Apakah imsak berarti sudah tidak boleh makan?

Imsak adalah waktu peringatan, makan masih boleh hingga Subuh tetapi sebaiknya dihentikan.

2. Kenapa jadwal imsakiyah bisa sama dua hari?

Karena pergerakan matahari tidak selalu berubah signifikan setiap hari.

3. Apa keutamaan 10 malam terakhir Ramadan?

Terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

4. Bolehkah tidak sahur saat puasa?

Boleh, puasa tetap sah, namun sahur sangat dianjurkan.

5. Kapan waktu terbaik untuk berdoa di Ramadan?

Sepertiga malam terakhir dan menjelang berbuka puasa.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |