Khutbah Jumat 28 Agustus 2026 Tema Maulid Nabi, Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

1 day ago 19

Naskah khutbah ini disusun secara menyeluruh dengan menggabungkan empat sisi penting dari peringatan Maulid Nabi, yaitu sejarah kelahiran Rasulullah SAW, akhlak mulia yang beliau contohkan, sifat-sifat wajib sebagai seorang rasul, hingga keutamaan bersalawat kepadanya. Pendekatan ini dipilih agar jemaah mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang sosok Nabi Muhammad SAW, tidak hanya mengenal sejarah kelahirannya, tetapi juga terdorong untuk menghidupkan akhlak dan sunahnya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut naskah lengkapnya.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jemaah Jumat rahimakumullah, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita, terutama nikmat iman dan Islam yang hingga hari ini masih Allah jaga dalam diri kita. Selawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, hingga kita selaku umatnya yang senantiasa berharap syafaatnya di hari akhir kelak.

Jemaah yang dirahmati Allah, pada bulan Rabiul Awal, umat Islam di seluruh dunia memperingati momen bersejarah, yaitu kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini bukan sekadar catatan sejarah, melainkan awal mula tersebarnya cahaya petunjuk bagi seluruh alam. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 107:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Wa mâ arsalnâka illâ raḫmatal lil-‘âlamîn.

Artinya, "Allah tidak mengutus Nabi Muhammad SAW melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam." (QS Al-Anbiya ayat 107).

Sebelum kelahiran Rasulullah SAW, jazirah Arab dikenal sebagai masa jahiliah, yakni masa kebodohan yang dipenuhi penyembahan berhala, perpecahan antarsuku, hingga ketidakadilan terhadap kaum lemah dan perempuan. Kehadiran Nabi Muhammad SAW kemudian membawa perubahan besar, menuntun manusia dari kegelapan menuju cahaya tauhid. Beliau lahir dalam keadaan yatim, kemudian tumbuh menjadi pribadi yang dikenal jujur dan dipercaya oleh masyarakat Makkah, jauh sebelum diangkat menjadi rasul.

Jemaah yang berbahagia,

Allah SWT juga menggambarkan besarnya kasih sayang Rasulullah kepada umatnya dalam surat At-Taubah ayat 128:

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Laqad jâ'akum rasûlum min anfusikum ‘azîzun ‘alaihi mâ ‘anittum ḫarîshun ‘alaikum bil-mu'minîna ra'ûfur raḫîm.

Artinya, "telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan keimanan bagi kalian, dan penuh kasih sayang kepada orang-orang mukmin (QS.  At-Taubah ayat 128).

Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah, selain menelusuri sejarah kelahirannya, momentum Maulid Nabi juga sepatutnya menjadi kesempatan untuk merenungkan akhlak mulia yang beliau contohkan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا

Laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḫasanatul limang kâna yarjûllâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ.

"Artinya, pada diri Rasulullah terdapat teladan terbaik bagi siapa saja yang mengharap rahmat Allah, hari akhir, dan senantiasa mengingat-Nya." (QS. Al-Ahzab ayat 21).

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW merupakan sosok yang paling baik akhlaknya di antara manusia. Beliau tidak pernah berkata kasar, tidak pula membalas keburukan dengan keburukan, melainkan senantiasa memilih untuk memaafkan. Dalam surat Al-Qalam ayat 4, Allah SWT bahkan menegaskan:

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

Wa innaka la‘alâ khuluqin ‘azhîm.

Artinya, "sesungguhnya Rasulullah berada di atas akhlak yang agung." (QS. Al-Qalam ayat 4).

Jemaah yang dirahmati Allah,

Sebagai rasul pilihan Allah, Nabi Muhammad SAW juga memiliki empat sifat wajib yang menjadi bukti kesempurnaan risalahnya, yaitu shidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Keempat sifat ini bukan sekadar teori keimanan, melainkan pedoman praktis yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 45-46:

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۙ وَّدَاعِيًا اِلَى اللّٰهِ بِاِذْنِهٖ وَسِرَاجًا مُّنِيْرًا

Yâ ayyuhan-nabiyyu innâ arsalnâka syâhidaw wa mubasysyiraw wa nadzîrâ, wa dâ‘iyan ilallâhi bi'idznihî wa sirâjam munîrâ.

Artinya, "wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, pembawa berita gembira, pemberi peringatan, penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya, dan sebagai cahaya yang menerangi."(QS. Al-Ahzab ayat 45-46).

Sifat shidiq tampak dari kejujuran Rasulullah dalam berdagang maupun menyampaikan wahyu, sehingga beliau dijuluki Al-Amin atau yang dapat dipercaya sejak sebelum diangkat menjadi rasul. Sifat amanah tecermin dari tanggung jawabnya menjaga titipan dan menjalankan tugas kenabian tanpa mengurangi sedikit pun. Sifat tabligh terlihat dari keberaniannya menyampaikan seluruh wahyu Allah tanpa ada yang disembunyikan, sementara sifat fathanah tampak dari kecerdasannya dalam menyelesaikan berbagai persoalan umat pada masanya.

Jemaah Jumat yang berbahagia,

Di antara bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW yang paling utama dan paling mudah diamalkan adalah dengan memperbanyak selawat kepadanya. Allah SWT sendiri, bersama para malaikat-Nya, senantiasa bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Ahzab ayat 56:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Innallâha wa malâ'ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ.

Artinya, "sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab ayat 56).

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW juga bersabda bahwa barang siapa bersalawat kepadanya satu kali, maka Allah akan bersalawat kepadanya sepuluh kali. Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan yang Allah janjikan bagi siapa saja yang gemar bersalawat, sekaligus menjadi sarana mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW meski kita tidak hidup sezaman dengannya.

Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah, melalui khutbah Jumat 28 Agustus 2026 ini, marilah kita jadikan momentum Maulid Nabi bukan hanya sebagai seremoni tahunan, melainkan sebagai titik balik untuk kembali mengenal sejarah kelahiran Rasulullah, meneladani akhlak dan sifat-sifat mulianya, serta membiasakan lisan kita basah dengan selawat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dengan begitu, kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada ucapan, tetapi benar-benar terwujud dalam sikap dan amal perbuatan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَاۤئِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتَمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعْمَةِ الْإِسْلَامِ وَنِعْمَةِ بَعْثَةِ رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا حُبَّ نَبِيِّكَ وَاتِّبَاعَ سُنَّتِهِ حَتّٰى نَلْقَاكَ، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يُكْثِرُ الصَّلَاةَ عَلَيْهِ فِيْ كُلِّ حِيْنٍ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهٖ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |