Kisah Nabi Musa Selamat di Hari Asyura dan Hikmahnya bagi Muslim

6 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram merupakan salah satu momentum paling bersejarah dalam lintasan peradaban agama-agama samawi. Di antaranya adalah Nabi Musa AS. Untuk itu penting bagi kita untuk mengetahui kisah Nabi Musa selamat di hari Asyura dan hikmahnya bagi muslim.

Jejak keagungan tauhid berupa diselamatkannya Nabi Musa AS beserta Bani Israil dari kezaliman Fir'aun dan balatentaranya lantas melahirnya landasan syariat puasa Asyura, yang dipraktikkan umat Islam dan umat terdahulu. Fadhilah puasa ini begitu besar, yakni menghapus dosa setahun lalu.

Tak hanya itu, kisah heroik ini mengandung filosofi dan hikmah mendalam yang terus relevan bagi umat Islam, hingga hari ini. Melalui telaah dari berbagai literatur yang kredibel, berikut adalah rekam jejak peristiwa selamatnya Nabi Musa pada 10 Muharram dan hikmah spiritualnya bagi muslim.

Kisah Nabi Musa Selamat dari Fir'aun

Hari Asyura merupakan momen agung ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa 'alaihissalam beserta kaumnya, Bani Israil, dari ancaman musuh . Pada peristiwa bersejarah di hari tersebut, Allah menenggelamkan Fir'aun beserta bala tentaranya.

Al-Qur’an mengabadikan peristiwa penyelamatan Nabi Musa dan penenggelaman Fir‘aun dalam beberapa ayat, di antaranya:

“Dan Kami selamatkan Bani Israil dari siksa yang menghinakan, (yaitu) dari Fir‘aun. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Ad-Dukhan: 30-31)

“Maka Kami wahyukan kepada Musa: ‘Pukullah lautan itu dengan tongkatmu!’ Maka terbelahlah lautan itu, dan masing-masing belahan adalah seperti gunung yang besar.” (QS. Asy-Syu‘ara’: 63).

Nabi Musa yang dikenal sebagai rasul dengan kedudukan terhormat di sisi Allah, kemudian merespons nikmat keselamatan tersebut dengan melaksanakan puasa.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan bahwa hari diselamatkannya Musa AS dan kaumnya adalah hari ‘Asyura. Penjelasan ini diperkuat oleh riwayat dari Ibnu Abbas RA yang menjadi rujukan utama dalam memahami kaitan antara Asyura dan peristiwa tersebut.

Tindakan puasa yang dilakukan oleh utusan Allah tersebut pada hakikatnya merupakan wujud rasa syukur yang mendalam kepada-Nya . Praktik puasa di hari Asyura ini bahkan sudah dikenal dan dijalankan semenjak zaman Jahiliyah.

Disyariatkannya Puasa Asyura

Saat tiba di kota Madinah, Nabi Muhammad SAW mendapati orang-orang Yahudi sedang menjalankan puasa di hari Asyura. Ketika ditanya alasan di balik tradisi puasa tersebut, mereka menjawab, "Hari ini adalah hari yang baik, hari dimana Allâh telah menyelamatkan Bani Isra'îl dari musuh-musuhnya sehingga Mûsâ pun berpuasa karenanya.".

Nabi Musa sendiri merupakan sosok rasul yang mulia dengan rekam jejak ketaatan yang istimewa. Kedudukan beliau diakui secara langsung oleh Allah melalui Al-Qur'an surah Al-Ahzab ayat 69: "...dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.".

Mendengar penjelasan kaum Yahudi terkait rutinitas puasa mereka, Nabi SAW merespons dengan penuh keyakinan dan menegaskan posisi umat Islam: "Kalau begitu kami lebih berhak terhadap Mûsâ daripada kalian.".

Berangkat dari prinsip inilah, beliau berpuasa di hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk turut mengamalkan puasa pada hari tersebut. Hal ini dijalankan oleh umat Islam secara khusus sebagai wujud pengagungan terhadap hari ditolongnya Nabi Musa.

Keutamaan Agung Puasa Asyura

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa keutamaan puasa Asyura adalah menghapus dosa-dosa kecil, bukan dosa besar. Beliau juga menegaskan bahwa puasa ini disyariatkan sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang telah menyelamatkan Nabi Musa AS.

Menjadikan hari Asyura sebagai momen ibadah memiliki keutamaan luar biasa, yang intinya berpulang pada kemurahan serta kebaikan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Ganjaran yang disiapkan bagi umat Islam yang mengamalkannya adalah sebagai berikut:

  • Berpuasa pada hari Asyura memiliki keistimewaan luar biasa yakni dapat menggugurkan dosa-dosa kecil yang dilakukan selama setahun yang lalu.
  • Apabila seorang muslim mendapati dirinya memiliki dosa besar namun tanpa disertai dosa kecil, pelaksanaan puasa Asyura ini diharapkan dapat menjadi wasilah untuk meringankan dosa besar tersebut.
  • Jika seseorang yang berpuasa kebetulan tidak memiliki catatan dosa kecil apalagi dosa besar, maka amalan ini akan dihitung sebagai tambahan kebaikan baginya dan dapat mengangkat derajatnya di sisi Allah.

Hikmah Kisah Nabi Musa di Hari Asyura bagi Umat Islam

Kisah penyelamatan Nabi Musa AS pada Hari Asyura menyimpan hikmah yang sangat dalam dan relevan bagi kehidupan setiap muslim.

1. Puasa sebagai Ekspresi Syukur yang Tulus

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid menjelaskan bahwa hikmah dianjurkannya puasa pada hari tersebut, selain ganjaran pahalanya yang besar, adalah untuk memuliakan hari itu sebagai tanda syukur kepada Allah SWT karena telah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil serta menenggelamkan Fir‘aun.

2. Keteladanan dalam Mengikuti Jejak Para Nabi

Seorang muslim yang berpuasa Asyura tidak hanya menjalankan sunnah Rasulullah, tetapi juga menyambung rantai ketaatan yang telah dirintis oleh Nabi Musa AS ribuan tahun sebelumnya.

3. Kemenangan Kebenaran atas Kebatilan adalah Pasti

Peristiwa tenggelamnya Fir‘aun dan keselamatan Musa AS mengajarkan bahwa kebenaran pasti menang dan kebatilan pasti hancur, meskipun terkadang membutuhkan waktu. Fir‘aun adalah simbol kezaliman yang paling ekstrem, namun Allah tetap menenggelamkannya. Ini menjadi penguat iman bagi setiap muslim yang tertindas: jangan pernah putus asa dari pertolongan Allah.

4. Momentum Taubat dan Pengampunan Dosa

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Ini adalah rahmat Allah yang sangat besar bagi umat Islam. Hari Asyura menjadi momen untuk membersihkan diri dari dosa-dosa kecil dan memulai lembaran baru yang lebih baik.

5. Solidaritas dengan Para Nabi dan Orang-Orang Saleh

Dengan berpuasa Asyura, seorang muslim menyatakan kecintaannya kepada para nabi dan rasa bahagianya atas kemenangan yang mereka raih. Sebagian ulama mengatakan: “Barangsiapa yang berbahagia atas terselamatkannya Nabi Musa dari musuh-musuhnya, maka dia adalah orang yang benar. Karena para Nabi dan Rasul diberi keselamatan pada hari tersebut.”

Pertanyaan Seputar Kisah Nabi Musa Selamat di Hari Asyura

Apa pertanyaan Nabi Musa kepada Allah?

Nabi Musa AS terkenal dengan julukan Kalimullah (orang yang diajak bicara oleh Allah). Dalam berbagai riwayat, beliau sering berdialog langsung dengan Allah SWT dan mengajukan banyak pertanyaan.

Hari apa yang diyakini sebagai hari suci oleh umat Nabi Musa AS?

Hari Asyura memiliki tempat khusus dalam sejarah Islam karena dikaitkan dengan berbagai peristiwa penting. Salah satu peristiwa yang paling dikenal adalah keselamatan Nabi Musa AS dan umatnya dari kejaran Firaun di Laut Merah.

Hikmah apa yang kalian peroleh ketika meneladani sifat Nabi Musa?

Keteladanan Nabi Musa sarat dengan nilai-nilai kepemimpinan, keberanian membela kebenaran, dan kerendahan hati dalam menuntut ilmu. Kisah beliau mengajarkan pentingnya kesabaran menghadapi ujian dan keyakinan mutlak bahwa pertolongan Allah selalu ada dalam setiap kesulitan.

Apa saja perilaku yang dapat kalian teladani dari kisah Nabi Musa?

Kisah Nabi Musa mengajarkan nilai-nilai luhur seperti keberanian membela kebenaran, kesabaran dalam menghadapi cobaan, ketekunan dalam menuntut ilmu, dan sikap gemar menolong orang yang lemah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |