Masalah Kesehatan yang Berawal dari Gusi

3 hours ago 2

GUSI sering kali menjadi bagian yang terlupakan dalam perawatan kesehatan mulut. Padahal, berbagai masalah gigi yang muncul di kemudian hari dapat berawal dari kondisi gusi yang tidak sehat dan tidak terdeteksi sejak dini.

Dokter Gigi Spesialis Ines Augustina Sumbayak mengatakan, penyakit gusi umumnya berkembang secara perlahan sehingga banyak orang tidak menyadari gejala awalnya. Salah satu tanda yang paling sering muncul adalah gusi berdarah saat menyikat gigi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Gejala paling awal biasanya berupa gusi berdarah saat menyikat gigi. Banyak orang menganggap kondisi itu normal, padahal sebenarnya tidak,” ujar Ines dalam acara konferensi pers Pepsodent Gum ExpertLab di Central Park Mall, Jakarta, Jumat 5 Juni 2026.

Menurut Ines, kondisi tersebut dapat menjadi tanda gingivitis atau peradangan gusi tahap awal. Kalau tidak ditangani, peradangan dapat berkembang menjadi periodontitis yang menyerang jaringan penyangga gigi dan tulang di sekitarnya.

Dampak Gusi Bermasalah

Pada tahap yang lebih lanjut, penyakit gusi dapat menyebabkan gigi sensitif, gigi goyang, muncul celah di antara gigi, hingga kehilangan gigi. “Ketika seseorang mengalami gigi goyang atau gigi tanggal, biasanya itu bukan terjadi secara tiba-tiba. Ada proses penyakit gusi yang sudah berlangsung sebelumnya,” kata dokter yang praktik di Audy Dental. 

Ines menjelaskan, gusi yang sehat umumnya berwarna merah muda atau pink coral, tidak bengkak, dan tidak mudah berdarah. Sebaliknya, gusi yang meradang cenderung tampak kemerahan, membengkak, serta terasa tidak nyaman.

Masalah gusi juga tidak hanya berdampak pada kesehatan mulut. Menurut Ines, infeksi kronis pada gusi dapat memicu peradangan yang berhubungan dengan berbagai kondisi kesehatan lain, seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan pernapasan, hingga penyakit autoimun.

“Masalah gusi bukan penyebab utama penyakit lain, tetapi dapat memperburuk kondisi tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan pernapasan, maupun penyakit autoimun,” ujarnya.

(Ki-ka) ka Lestari – Senior Brand and Marketing Manager Guardian Indonesia, Dion Wiyoko – Selebriti, drg. Usman Sumantri, – Ketua Pengurus Besar PDGI, Cacih Rusmiyany – Senior Brand Manager Pepsodent dan drg. Ines Augustina Sumbayak– Dokter Gigi Spesialis Periodonsia dari Audy Dental Clinic saat jumpa pers Pepsodent Gumexpert Lab, di Jakarta, 5 Juni 2026. Tempo/Ghaeiza Kay Rasuffi

Pada penderita diabetes, hubungan antara penyakit gusi dan kadar gula darah bahkan bersifat dua arah. Ketika infeksi pada gusi berhasil dikendalikan, kondisi diabetes dapat membaik. Sebaliknya, diabetes yang tidak terkontrol juga dapat memperparah penyakit gusi.

Karena itu, Ines menekankan pentingnya menjaga kesehatan gusi melalui kebiasaan sederhana sehari-hari, seperti menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar, menggunakan benang gigi bila diperlukan, serta melakukan pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali. “Yang paling penting bukan hanya frekuensinya, tetapi teknik menyikat giginya juga harus benar. Jangan menyikat terlalu keras karena justru bisa melukai jaringan gusi,” katanya.

Kesehatan Gusi Investasi Jangka Panjang 

Aktor Dion Wiyoko mengaku baru menyadari pentingnya kesehatan gusi setelah mengalami gangguan hingga harus menjalani perawatan khusus. Selama bertahun-tahun, ia lebih banyak fokus pada kesehatan gigi tanpa memahami peran gusi sebagai fondasi kesehatan mulut.

“Saya dulu termasuk orang yang tidak terlalu memahami pentingnya kesehatan gusi. Sampai akhirnya dokter gigi mengingatkan bahwa kesehatan gusi sama pentingnya dengan kesehatan gigi,” ujar aktor film Sore: Istri dari Masa Depan itu.

Pengalaman mengalami gusi berdarah dan peradangan membuatnya mulai lebih memperhatikan cara menyikat gigi dan kesehatan mulut secara menyeluruh. Menurut Dion, menjaga kesehatan gigi dan gusi merupakan bagian dari investasi kesehatan jangka panjang, terutama seiring bertambahnya usia.

“Kalau bicara aging gracefully, bukan hanya tubuh yang harus dijaga, tetapi juga kesehatan mulut, gigi, dan gusi. Karena ketika kondisi gusi sudah parah, perawatannya bisa jauh lebih besar dan lebih kompleks,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Senior Brand Manager Pepsodent, Cacih Rusmiany, mengatakan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan gigi dan mulut sebenarnya menunjukkan tren yang semakin baik. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan peningkatan jumlah masyarakat yang menyikat gigi pada waktu yang tepat.

Namun, menurut dia, perhatian masyarakat masih lebih banyak tertuju pada kesehatan gigi dibandingkan kesehatan gusi. “Selama ini perhatian masyarakat lebih banyak tertuju pada gigi. Padahal gusi adalah fondasi yang sangat penting bagi kesehatan gigi secara keseluruhan,” kata Cacih.

Ghaeiza Kay Rasuffi berkontribusi dalam penulisan artikel ini 

Pilihan editor: 12 Strategi Cegah Karies Gigi Anak Usia Dini Menurut Guru Besar UI

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |