- Bagaimana durasi khutbah Jumat bulan Ramadhan yang baik?
- Siapa yang berhak menyusun teks khutbah Jumat bulan Ramadhan?
- Mengapa khutbah Jumat bulan Ramadhan penting bagi jamaah?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat Muslim di dunia. Di dalamnya terkandung keberkahan, ampunan, dan kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas diri serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu sarana penting dalam menjaga semangat ibadah ini adalah melalui penyampaian khutbah singkat bulan Ramadhan yang inspiratif dan relevan.
Bagi para khatib, baik yang berpengalaman maupun pemula, menyusun teks khutbah singkat bulan Ramadhan yang padat makna, berdalil, dan mampu menyentuh hati jamaah seringkali menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan waktu menuntut penyampaian pesan yang efektif tanpa mengurangi esensi ajaran Islam. Oleh karena itu, persiapan materi yang matang sangatlah krusial.
Artikel ini hadir untuk memberikan contoh teks khutbah singkat bulan Ramadhan. Diharapkan kumpulan materi ini dapat menjadi rujukan berharga bagi para khatib dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan, membangkitkan semangat ibadah, dan membawa perubahan positif bagi setiap Muslim. Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (25/2/2026).
1. Tema Meraih Takwa di Bulan Penuh Berkah
Khutbah 1:
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah menganugerahkan kepada kita nikmat iman dan Islam, serta mempertemukan kita kembali dengan bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Isi Khutbah:
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa, di mana Allah SWT mewajibkan kita berpuasa. Tujuan utama dari ibadah puasa ini adalah agar kita mencapai derajat takwa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183:
"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ"
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Ayat ini menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah spiritual yang melatih kita untuk mengendalikan hawa nafsu, melatih kesabaran, dan meningkatkan empati terhadap sesama. Dengan berpuasa, kita membersihkan hati dan jiwa dari dosa-dosa, serta meningkatkan kualitas amal ibadah kita.
Khutbah 2:
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Di bulan Ramadhan ini pula, Allah SWT melipatgandakan pahala setiap amal kebaikan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca dan mentadabburi Al-Qur'an, karena Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka baginya mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan tersebut dilipatgandakan menjadi sepuluh kalinya."
Maka, mari kita manfaatkan kesempatan emas ini untuk memperbanyak tilawah, tadabbur, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an, agar ia menjadi syafaat bagi kita di hari kiamat.
Doa Penutup:
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita dalam setiap langkah kita.
Rabbana âtinâ fid-dunyâ hasanah, wa fil-âkhirati hasanah, wa qinâ ‘adzâban nâr.
Allâhumma barik lanâ fî amwâlinâ, waj‘alnâ min ‘ibâdikal mutashaddiqîn.
Amin yâ Rabbal ‘âlamîn.
2. Tema Meraih Ampunan di Malam Lailatul Qadar
Khutbah 1:
Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Segala puji bagi Allah Swt. yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam, serta kesempatan untuk kembali menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw., suri teladan terbaik dalam menjaga lisan, akhlak, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Ketakwaan tidak hanya tampak dalam ibadah ritual, tetapi juga tercermin dalam akhlak kita di hadapan manusia dan di hadapan Allah.
Isi Khutbah:
Hadirin yang dimuliakan Allah, Sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa. Pada malam-malam inilah terdapat satu malam yang sangat mulia, yaitu malam Lailatul Qadar. Malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Allah Swt. berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3).
Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk mencari Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan ibadah kita, perbanyak doa, dzikir, dan sedekah, terutama di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Ini adalah kesempatan emas untuk meraih pahala berlipat ganda, dan khutbah ini mengingatkan kita untuk tidak menyia-nyiakannya.
Jamaah sekalian, Lailatul Qadar adalah malam pengampunan dosa. Barang siapa yang menghidupkannya dengan iman dan penuh harap kepada Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Karena itu, jangan sia-siakan malam-malam berharga ini dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Khutbah 2:
Alhamdulillâh, segala puji bagi Allah Swt. yang membuka pintu ampunan-Nya seluas-luasnya di bulan Ramadhan.
Jamaah yang dirahmati Allah, Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah Saw. mencontohkan kepada kita untuk lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah. Beliau mengencangkan ikat pinggang, memperbanyak ibadah, dan membangunkan keluarganya. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah i‘tikaf di masjid, agar hati lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Terakhir, marilah kita berdoa kepada Allah SWT agar segala amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima, dosa-dosa kita diampuni, dan kita semua digolongkan sebagai hamba-Nya yang bertakwa. Semoga teks khutbah singkat bulan Ramadhan ini menjadi pendorong semangat bagi kita semua.
Doa Penutup:
Allahumma ashlih lanâ dînanalladzî huwa ‘ishmatu amrinâ, wa ashlih lanâ dunyânallatî fîhâ ma‘âsyunâ, wa ashlih lanâ âkhiratanallatî ilaihâ ma‘âdunâ.
Allâhumma ihdinâ li ahsânil akhlâq, lâ yahdî li ahsânihâ illâ anta.
Amin yâ Rabbal ‘âlamîn.
3. Tema: Zakat Fitrah,Penyempurna Puasa
Khutbah 1:
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَتَمَسَّكُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا.
Hadirin jamaah Jumat yang berbahagia, Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kita kesempatan untuk merasakan indahnya bulan Ramadhan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya. Marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Di penghujung Ramadhan ini, ada satu kewajiban yang harus kita tunaikan sebagai penyempurna ibadah puasa kita."
Isi:
Kewajiban tersebut adalah zakat fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, besar maupun kecil, merdeka maupun budak, pada akhir bulan Ramadhan. Tujuan zakat fitrah adalah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor, serta untuk memberi makan orang-orang miskin. Rasulullah SAW bersabda: 'Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk shalat Id.' (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan betapa pentingnya zakat fitrah sebagai penutup dan penyempurna ibadah puasa kita, sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama yang membutuhkan."
Khutbah 2:
"Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Mari kita tunaikan zakat fitrah kita dengan penuh keikhlasan dan tepat waktu, sebelum shalat Idul Fitri. Pastikan zakat kita disalurkan kepada yang berhak melalui lembaga-lembaga amil zakat yang terpercaya. Dengan menunaikan zakat fitrah, semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT, dosa-dosa kita diampuni, dan kita dapat merayakan Idul Fitri dengan hati yang bersih dan penuh kemenangan."
Doa Penutup
Allahummaghfir lil muslimîna wal muslimât, wal mu’minîna wal mu’minât, al-ahya’i minhum wal amwât. Allâhumma taqabbal shiyâmanâ wa qiyâmanâ, waj‘alnâ min ‘ibâdikal muttaqîn. Rabbana âtinâ fid-dunyâ hasanah wa fil-âkhirati hasanah wa qinâ ‘adzâban nâr.
Amin ya Rabbal ‘alamin.
4. Tema Sedekah: Melipatgandakan Kebaikan di Bulan Ramadhan
Khutbah 1:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, serta kesempatan menjalani Ramadhan hingga pekan ini. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah.
Hadirin yang dimuliakan Allah, bulan Ramadhan adalah bulan di mana pahala dilipatgandakan, termasuk pahala sedekah. Rasulullah SAW adalah pribadi yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi saat Ramadhan. Sedekah di bulan puasa memiliki nilai berlipat dibanding bulan lainnya, membersihkan harta, dan melembutkan hati.
Isi:
Dalam sebuah hadits disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
“Rasulullah Saw. adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).
Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak sedekah. Sedekah tidak harus menunggu kaya. Sedekah bisa berupa uang, makanan untuk berbuka, bantuan kepada tetangga, atau sekadar senyuman dan pertolongan yang tulus.
Sedekah tidak akan mengurangi harta. Justru sedekah membersihkan harta, menenangkan hati, dan mendatangkan keberkahan. Dengan sedekah, kita belajar bahwa rezeki yang kita miliki bukan hanya hak kita, tetapi juga ada hak orang lain di dalamnya.
Khutbah Kedua:
Alhamdulillâh, segala puji bagi Allah Swt. yang telah memberikan kita kesempatan untuk meraih pahala besar di bulan Ramadhan.
Jamaah yang dirahmati Allah, Selain sedekah sunnah, di bulan Ramadhan kita juga diwajibkan untuk menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat harta bagi yang mampu. Zakat adalah kewajiban yang menyempurnakan ibadah puasa kita. Zakat membersihkan jiwa dari sifat kikir dan membersihkan harta dari hak orang lain.
Marilah kita tunaikan zakat tepat waktu dan sesuai ketentuan. Semoga zakat dan sedekah yang kita keluarkan menjadi sebab diterimanya puasa dan diampuninya dosa-dosa kita.
Doa Penutup:
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘annâ. Allâhumma taqabbal shiyâmanâ wa qiyâmanâ, waghfir lanâ dzunûbanâ, waj‘alnâ min ‘itqâika minan nâr.
Rabbana âtinâ fid-dunyâ hasanah, wa fil-âkhirati hasanah, wa qinâ ‘adzâban nâr.
Amin yâ Rabbal ‘âlamîn.
5. Tema: Puasa Sebagai Perisai Diri
Khutbah 1:
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa adalah bekal terbaik kita untuk menghadapi kehidupan dunia dan akhirat. Terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk meraih derajat takwa."
Isi:
Bulan Ramadhan adalah bulan yang agung, bulan di mana Allah SWT mewajibkan kita untuk berpuasa. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala hawa nafsu dan perbuatan dosa. Rasulullah SAW bersabda: 'Puasa adalah perisai, maka apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan janganlah berbuat bodoh. Apabila ada seseorang yang mencaci atau memeranginya, hendaklah ia berkata: Sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku sedang berpuasa.' (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa puasa memiliki fungsi sebagai perisai yang melindungi kita dari perbuatan maksiat dan perkataan sia-sia. Dengan puasa, kita dilatih untuk mengendalikan diri, menahan amarah, dan menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat. Ini adalah kesempatan emas untuk membersihkan hati dan jiwa kita."
Khutbah 2:
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Di khutbah kedua ini, marilah kita merenungkan kembali betapa besar nikmat Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan. Bulan yang penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan. Mari kita jadikan puasa kita sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya, membersihkan dosa-dosa, dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Jangan sampai Ramadhan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas kebaikan dalam diri kita. Ingatlah bahwa setiap amal kebaikan di bulan ini dilipatgandakan pahalanya."
Doa Penutup:
Allahummarhamnâ bil-Qur’ân, waj‘alhu lanâ imâman wa nûran wa hudan wa rahmah. Allâhumma ‘allimnâ minhu mâ jahilnâ, wadzakkirnâ minhu mâ nusînâ, warzuqnâ tilâwatahu ânâ’al-laili wa athrâfan-nahâr.
Amin yâ Rabbal ‘âlamîn.
6. Tema: Istiqamah Setelah Ramadhan
Khutbah 1:
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya. Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Setelah sebulan penuh kita beribadah di bulan Ramadhan, kini kita dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan kebaikan-kebaikan tersebut."
Isi:
Bulan Ramadhan telah mendidik kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih peduli. Kita telah terbiasa shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan menahan diri dari maksiat. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah kebiasaan baik ini akan terus berlanjut setelah Ramadhan berlalu? Inilah yang disebut dengan istiqamah, yaitu konsisten dalam menjalankan kebaikan.
Allah SWT berfirman: 'Sesungguhnya orang-orang yang berkata: 'Tuhan kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata): 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu'.' (QS. Fussilat: 30).
Ayat ini menunjukkan betapa mulianya orang-orang yang istiqamah. Istiqamah adalah kunci keberhasilan dalam menjaga nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari."
Khutbah 2:
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Janganlah kita menjadi hamba Ramadhan, tetapi jadilah hamba Allah yang senantiasa taat di setiap waktu dan keadaan. Mari kita pertahankan shalat berjamaah, tadarus Al-Qur'an, sedekah, dan akhlak mulia yang telah kita bangun selama Ramadhan. Ingatlah bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang sama di bulan Ramadhan maupun di bulan-bulan lainnya. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan keistiqamahan untuk terus beribadah dan berbuat kebaikan hingga akhir hayat kita."
Doa Penutup
Allâhumma waffiqnâ li thâ‘atika, wa atmim taqshîranâ, wa taqabbal minnâ, innaka antas samî‘ul ‘alîm. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muḫammadin wa ‘âlihî wa shaḫbihî wa sallam. Walḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
“Ya Allah, bimbinglah kami untuk melakukan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Sungguh, Kau maha mendengar lagi mengetahui. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya. Segala puji milik Allah pemelihara alam semesta.”
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Khutbah Singkat Bulan Ramadhan
1. Bagaimana durasi khutbah Jumat bulan Ramadhan yang baik?
Sesuai sunnah, khutbah sebaiknya singkat namun padat, sekitar 10-15 menit, agar tidak memberatkan jamaah yang sedang berpuasa dan menahan dahaga.
2. Siapa yang berhak menyusun teks khutbah Jumat bulan Ramadhan?
Teks dapat disusun oleh khatib sendiri, mengutip dari kitab ulama, atau menggunakan naskah resmi dari lembaga keagamaan seperti Kemenag, MUI, atau organisasi Islam lainnya.
3. Mengapa khutbah Jumat bulan Ramadhan penting bagi jamaah?
Khutbah tersebut berfungsi sebagai pengingat mingguan yang menjaga momentum semangat ibadah (iman booster) agar tidak kendor di tengah bulan Ramadhan.
4. Apa saja rukun khutbah Jumat yang harus dipenuhi?
Rukun khutbah Jumat meliputi memuji Allah SWT (hamdalah), membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, wasiat takwa, membaca ayat Al-Qur'an pada salah satu khutbah, dan mendoakan kaum muslimin pada khutbah kedua.
5. Bolehkah tema khutbah jumat bulan ramadhan tidak membahas puasa?
Boleh saja, namun sangat dianjurkan mengangkat tema yang relevan dengan momentum Ramadhan agar jamaah mendapatkan bimbingan praktis dalam memaksimalkan ibadah di bulan tersebut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512358/original/092272800_1771952631-IOH_X_BERSATHU__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512578/original/046889200_1771986799-back-view-islamic-couple-spending-time-together.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240997/original/070157500_1528277766-arches-architecture-building-460680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5173662/original/088061800_1742877277-ffe04964-bda0-4750-9af9-a24faa0bfd00.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510650/original/063148100_1771834275-56861723552201870649PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512478/original/063950100_1771980762-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4262146/original/085381500_1671090332-pexels-alena-darmel-8164382.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4322695/original/099919600_1676291689-lie-fake-cheat-word-concept_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501001/original/044213200_1770884331-dessert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2380125/original/048137900_1539175643-Zaskia_Adya_Mecca__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121929/original/073265500_1738729838-1738723828659_muhasabah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1599347/original/097753800_1495184116-berpuasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472772/original/074949300_1768375494-Screenshot_2026-01-14_142116.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484179/original/058629900_1769415652-pexels-karola-g-5241044.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1633384/original/012126300_1498313569-Masjid_Raya_Al_Mashun.jpg)

















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4688353/original/005421400_1702706741-pertengkarabn_suami_istri_telisik.com_.jpg)




