10 Amalan Sunnah Malam Jumat untuk Calon Jamaah Haji, Persiapan Batin di Sayyidul Ayyam

1 day ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Panggilan ibadah haji adalah anugerah dan amanah besar yang datang dari Allah SWT. Sebagai sebuah perjalanan spiritual terpenting, umat Islam perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Di antaranya dengan melakukan amalan sunnah malam Jumat untuk calon jamaah haji.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad dan Tirmidzi, dari Abu Hurairah RA Nabi SAW bersabda, sesungguhnya hari yang paling utama di sisi Allah adalah hari Jumat. Pada hari itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba Muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah kecuali akan diberikan kepadanya.

Hadis ini menjadi landasan bahwa di antara waktu yang paling utama untuk mempersiapkan hati, membangun konsistensi spiritual, dan menanamkan niat yang lurus adalah malam Jumat. Untuk seorang calon jemaah haji, amalan malam Jumat adalah bentuk tadharru' dan persiapan hati agar ketika tiba di Tanah Suci, ia benar-benar siap lahir dan batin. Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah amalan sunnah malam Jumat untuk calon jemaah haji.

1. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Bagi calon jemaah haji, membaca shalawat pada malam Jumat bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan jembatan batin yang menghubungkan kerinduan mereka dengan Kota Madinah dan sosok Rasulullah SAW.

Dalam Buku Manasik Haji dan Umroh Rasulullah, Imam Ghazali Said menekankan bahwa ibadah haji sangat lekat dengan napak tilas sejarah Nabi (Sirah Nabawiyah). Memperbanyak shalawat pada malam Jumat akan melembutkan hati jemaah, sehingga kelak ketika berziarah ke Makam Rasulullah dan Raudhah di Masjid Nabawi, air mata kerinduan dan kekhusyukan dapat mengalir secara alami.

Rasulullah SAW bersabda, "Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Baihaqi).

2. Membaca Surah Al-Kahfi untuk Menjaga Kemurnian Niat

Tantangan terbesar sebelum berangkat haji sering kali berupa godaan duniawi, rasa pamer (riya), atau kecemasan berlebih. Membaca Surah Al-Kahfi adalah tameng spiritual dari segala bentuk fitnah tersebut.

Ulama tafsir dan tasawuf menguraikan bahwa Surah Al-Kahfi berisi kisah-kisah keteguhan iman (Ashabul Kahfi) dan kesabaran menuntut ilmu (Nabi Musa dan Khidir). Bagi calon jemaah, membaca surah ini di malam Jumat berfungsi meneguhkan niat agar ibadah hajinya kelak murni karena Allah, bukan untuk mencari status sosial.

"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, maka ia akan disinari oleh cahaya antara dirinya dan Baitul Atiq (Ka'bah)." (HR. Ad-Darimi). Hadits ini secara eksplisit mengaitkan cahaya Al-Kahfi dengan Ka'bah, menjadikannya amalan yang sangat relevan bagi calon jemaah haji.

3. Menghidupkan Sepertiga Malam dengan Qiyamul Lail dan Taubat Nasuha

Berangkat haji dengan membawa tumpukan dosa bagaikan berjalan membawa beban berat. Malam Jumat adalah waktu yang sangat mustajab untuk membersihkan Hablum Minallah melalui shalat Tahajjud dan Taubat.

Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenag secara tegas memasukkan "Bertaubat Nasuha" sebagai checklist pertama persiapan batin jemaah. Menghidupkan sepertiga akhir di malam Jumat diisi dengan penyesalan, memperbanyak istighfar, dan memohon agar tubuh dan harta yang akan dibawa ke Tanah Suci benar-benar bersih dari perkara syubhat.

"Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya... Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya." (HR. Bukhari dan Muslim). Keutamaan ini menjadi berlipat ganda ketika terjadi pada malam Jumat.

4. Memanjatkan Doa Titipan Keselamatan Keluarga

Salah satu beban pikiran terberat calon jemaah haji adalah meninggalkan keluarga di Tanah Air. Malam Jumat adalah waktu turunnya rahmat yang tepat untuk memanjatkan doa penitipan keluarga.

Membaca doa khusus musafir untuk keluarganya. Ulama mengajarkan bahwa menyerahkan penjagaan keluarga sepenuhnya kepada Allah di waktu-waktu mustajab (seperti malam Jumat) akan melepaskan belenggu kekhawatiran, sehingga jemaah bisa lebih fokus mempersiapkan keberangkatan.

Terdapat waktu mustajab pada hari/malam Jumat di mana doa tidak akan ditolak. Jemaah dianjurkan membaca doa yang diajarkan Nabi: "Astaudi'ullaha diinakum wa amaanatakum wa khowaatiima a'maalikum" (Aku titipkan kepada Allah agama kalian, amanah kalian, dan akhir dari amal kalian) (HR. Tirmidzi).

5. Membersihkan Diri (Fitrah) Menyambut Pagi Jumat

Meskipun ibadah haji (khususnya Ihram) memiliki larangan memotong kuku dan rambut, masa sebelum keberangkatan justru merupakan waktu untuk membersihkan diri sebaik-baiknya.

Sebelum memakai kain ihram di miqat, jemaah disunnahkan untuk mandi, memotong kuku, dan merapikan rambut. Membiasakan amalan sunnah fitrah ini pada setiap malam atau pagi Jumat di Tanah Air merupakan simulasi kebersihan fisik yang akan menyempurnakan kebersihan batin.

"Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan minyak wangi... maka diampuni dosanya antara Jumat itu dan Jumat berikutnya." (HR. Bukhari).

6. Memperbanyak Sedekah (Jumat Berkah) sebagai Penolak Bala

Berangkat haji membutuhkan keamanan dan kelancaran dari segala macam rintangan fisik maupun non-fisik. Bersedekah di malam dan hari Jumat memiliki keutamaan berlipat ganda untuk menolak musibah.

Membersihkan harta adalah kewajiban mutlak sebelum safar. Ulama terkemuka seperti Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menyebutkan bahwa sedekah pada hari Jumat dibandingkan dengan hari lainnya adalah ibarat sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan biasa.

Bagi calon jemaah, menyisihkan harta untuk yatim piatu atau membagikan makanan (Jumat Berkah) berfungsi sebagai tameng dari bala dan penyakit menjelang keberangkatan.

"Bersegeralah kalian untuk mengeluarkan sedekah, karena sungguh bencana tak dapat melewati sedekah." (HR. Thabrani).

7. Mengkaji Ulang Ilmu Manasik (Tafaqquh Fiddin)

Malam Jumat yang tenang adalah waktu yang ideal untuk mengkaji kembali literatur fikih haji dan sejarah kenabian.

Terdapat fenomena jemaah yang berangkat tanpa pemahaman sirah (sejarah) yang memadai, sehingga ibadahnya terasa kering. Menjadikan malam Jumat sebagai waktu khusus untuk membaca buku-buku manasik, menghafal doa-doa Tawaf dan Sa'i, atau menonton kajian manasik akan membentuk kesiapan intelektual dan spiritual yang matang.

"Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim).

8. Memperbanyak Dzikir Mengingat Kematian (Dzikrul Maut)

Ibadah haji sering disebut sebagai miniatur hari kiamat dan latihan menuju kematian. Kain ihram yang putih polos melambangkan kain kafan.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya 'Ulumuddin, menjelaskan bahwa safar haji harus dimulai dengan kesadaran penuh bahwa manusia akan kembali kepada Sang Pencipta. Menghabiskan malam Jumat dengan berdzikir dan merenungi kematian (dzikrul maut) akan membunuh sifat sombong dan takabur. Calon jemaah yang hatinya diliputi kesadaran ini tidak akan mudah mengeluh saat berdesakan di Makkah kelak.

"Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian)." (HR. Tirmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah).

9. Melatih Ciri Haji Mabrur: Berbagi Makanan dan Menebar Kedamaian

Predikat mabrur tidak hanya diraih setelah pulang dari Tanah Suci, melainkan harus dilatih sejak di Tanah Air. Malam dan hari Jumat adalah waktu terbaik untuk melatih kebiasaan ini.

Ketika menafsirkan hadits tentang haji mabrur, ulama menjelaskan bahwa pilar utamanya adalah ith'am as-tha'am (memberi makan) dan thibus salam (menebarkan salam/kedamaian). Calon jemaah sangat dianjurkan untuk menjadikan malam Jumat sebagai momentum silaturahmi, berbagi makanan dengan tetangga, dan menjauhi perdebatan yang tidak perlu demi melatih lisan dan akhlak.

Rasulullah SAW ditanya mengenai apa itu haji mabrur, beliau menjawab: "Memberi makan dan menebarkan salam." (HR. Ahmad).

10. Memperbanyak Doa di Waktu Mustajab (Saa'atul Ijabah)

Rangkaian ibadah malam Jumat akan berujung pada hari Jumat, di mana terdapat satu waktu rahasia yang sangat mustajab untuk berdoa.

Calon jemaah tidak putus asa dalam berdoa memohon kemudahan segala urusan administrasi, kesehatan fisik, hingga kelancaran visa. Mayoritas ulama berpendapat bahwa saa'atul ijabah (waktu terkabulnya doa) di hari Jumat jatuh pada rentang waktu setelah shalat Ashar hingga tenggelamnya matahari menjelang Maghrib. Jemaah dapat memulai niat dan zikir sejak malam Jumat untuk menyambut waktu ini.

"Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta." (HR. Bukhari dan Muslim).

Pertanyaan Seputar Amalan Sunnah Malam Jumat

Memakai wangi wangian sebelum berangkat shalat Jumat hukumnya?

Pertama, termasuk Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam adalah memakai parfum sebelum berangkat menuju sholat Jumat. Kedua, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dikaruniai rasa cinta terhadap wangi-wangian (parfum). Demikianlah dua keutamaan memakai parfum.

Amalan malam Jumat apa saja?

Amalan Hari Jumat yang DianjurkanMandi Sunnah Jumat Sebelum Shalat Jumat. ...Membaca Surah Al-Kahfi. ...Memperbanyak Doa dan Shalawat kepada Nabi Muhammad. ...4. Bersedekah pada Hari Jumat. ...Datang Lebih Awal ke Masjid untuk Shalat Jumat. ...6. Memperbanyak Zikir dan Istighfar.

Sunah Rosul di malam Jumat apa saja?

5 Amalan Sunah Malam Jumat:

Membaca Surat Al Kahfi. Surat Al Kahfi bisa dikerjakan pada malam Jumat atau di hari Jumat. ...Membaca Surat Yasin. Sunah malam Jumat berikutnya yakni membaca Surat Yasin. ...Salat Tahajud. ...Membaca Selawat. ...Berhubungan Suami Istri.

Ngaji malam Jumat apa saja?

Salah satu amalan malam Jumat yang sesuai sunah Rasulullah SAW adalah membaca Al-Qur'an. Bacaan Al-Qur'an yang utama dibaca pada malam jumat yaitu surat Yasin dan Al-Kahfi. Sebuah hadis menjelaskan bahwa umat Muslim yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, ia akan dinanugi cahaya di antara dua Jumat.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |