Liputan6.com, Jakarta - Amalan dzikir pagi untuk mempersiapkan hati menuju Baitullah penting dilakukan jemaah sejak di Tanah Air sebagai bagian dari ikhtiar penguat spiritual. Sebab, perjalanan ibadah ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik melintasi benua, melainkan sebuah pengembaraan ruhani yang menuntut kesiapan batin.
Namun, seringkali calon jemaah terjebak dalam persiapan logistik dan kesehatan fisik. Sedangkan batin terlupakan. Padahal, ruh dari ibadah haji dan umrah adalah kedekatan hati kepada Sang Pencipta. Harapannya, saat tiba di Tanah Suci, jemaah siap lahir batin penuh keikhlasan demi memenuhi panggilan-Nya.
Merujuk pada Ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah (Kemenag), Buku Manasik Haji dan Umroh Rasulullah karya Imam Ghazali Said, serta Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah (Kemenag), dan sumber relevan lainnya, berikut ini adalah rangkaian dzikir dan doa pagi untuk mengasah keikhlasan dan kerinduan hati menuju Tanah Suci.
1. Istighfar: Membersihkan Cermin Hati
Langkah pertama sebelum menghadap Allah di rumah-Nya adalah membersihkan diri dari noda dosa. Istighfar berfungsi sebagai penghapus "karat" yang menutupi kejernihan niat.
Lafaz Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullahal 'adzhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."
Dalam Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah (Kemenag), taubat nasuha diletakkan sebagai syarat awal kesiapan batin. Imam Ghazali Said dalam bukunya menekankan bahwa Hajj adalah "miniatur kiamat"; maka seseorang tidak layak menghadap-Nya kecuali dalam keadaan suci dari kezaliman.
Dalilnya adalah QS. At-Tahrim ayat 8: "Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah dengan taubat nasuha."
2. Sayyidul Istighfar: Puncak Ketundukan
Membaca pemimpin istighfar di pagi hari memberikan jaminan perlindungan dan keteguhan iman bagi calon jemaah.
Lafaz Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fa-innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."
Dzikir ini sebagai wirid penguat tauhid. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Bukhari: "Siapa yang membacanya di pagi hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal di hari itu, maka ia termasuk penghuni surga."
3. Shalawat Ibrahimiyah: Menghubungkan Ruh dengan Sang Pembawa Risalah
Haji adalah syariat yang diajarkan Nabi Ibrahim AS dan disempurnakan Nabi Muhammad SAW. Shalawat ini menanamkan cinta kepada kedua nabi agung tersebut.
Lafaz Arab: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin: Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa muhammad, kamaa shallaita 'alaa sayyidinaa ibraahiima wa 'alaa aali sayyidinaa ibraahiim. Wa baarik 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa muhammad, kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa ibraahiima wa 'alaa aali sayyidinaa ibraahiima fil 'aalamiina innaka hamiidun majiid.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya..."
Imam Ghazali Said dalam Manasik Haji Rasulullah menjelaskan bahwa shalawat adalah kunci diterimanya doa. Tanpa shalawat, kerinduan ke Baitullah akan terasa hambar. Dalilnya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi..." (QS. Al-Ahzab: 56).
4. Kalimat Thayyibah: Mengukuhkan Kalimat Tauhid
Membiasakan lisan dengan Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir merupakan bekal utama sebelum melantunkan Talbiyah di Miqat.
Lafaz Arab: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhaanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
Dzikir ini disebut sebagai Al-Baqiyatus Shalihah (amal saleh yang abadi). Rasulullah SAW bersabda: "Dzikir yang paling dicintai Allah ada empat: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah, dan Allahu Akbar." (HR. Muslim).
5. Doa Khusus Memohon Kemudahan ke Baitullah
Doa ini dipanjatkan untuk memupuk ghirah (semangat) dan memohon agar segala hambatan menuju Tanah Suci diangkat oleh Allah.
Lafaz Arab: اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا زِيَارَةَ بَيْتِكَ الْمُعَظَّمِ وَرَسُولِكَ الْمُكَرَّمِ فِي هَذَا الْعَامِ وَفِي كُلِّ عَامٍ بِأَحْسَنِ الْحَالِ
Latin: Allahummarzuqnaa ziyaarata baitikal mu'adzh-dzham wa rasuulikal mukarram fii haadzal 'aam wa fii kulli 'aam bi-ahsanil haal.
Artinya: "Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kesempatan berziarah ke rumah-Mu yang agung dan Rasul-Mu yang mulia, di tahun ini dan setiap tahun, dengan keadaan yang terbaik."
Doa ini sering ditemukan dalam kumpulan doa manasik Kemenag sebagai wujud tawakkal. Ulama menyebutkan bahwa keinginan kuat yang dibarengi doa konsisten di waktu pagi (saat pintu langit terbuka) adalah tanda bahwa seseorang telah "diundang" secara ruhani oleh Allah SWT sebelum fisiknya sampai di sana.
6. Ayat Kursi: Perlindungan Mutlak bagi Diri dan Keluarga
Meninggalkan Tanah Air berbulan-bulan sering kali memicu kecemasan atas keselamatan harta dan keluarga. Membaca Ayat Kursi di pagi hari adalah tameng perlindungan tertinggi.
Lafaz Arab: اَللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin: Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum, laa ta'khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi-idznih. Ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bisyai-im min 'ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi'a kursiyyuhus-samaawaati wal ardh, wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa, wahuwal 'aliyyul 'azhiim.
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar."
Ulama mengajarkan bahwa membaca Ayat Kursi di waktu pagi akan mendatangkan penjagaan Allah hingga petang. Dalam konteks haji, Ebook Doa dan Dzikir Kemenag menempatkan ayat ini sebagai pilar penyerahan diri. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi di pagi hari, maka ia akan dilindungi (oleh Allah) dari (gangguan) jin hingga petang." (HR. Al-Hakim).
7. Doa Memohon Kesehatan Raga dan Indera
Ibadah haji menuntut kemampuan fisik (istitha'ah badaniyah). Memohon kesehatan di pagi hari adalah ikhtiar spiritual untuk menopang ikhtiar medis.
Lafaz Arab: اَللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma 'aafinii fii badanii, Allahumma 'aafinii fii sam'ii, Allahumma 'aafinii fii basharii, laa ilaaha illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, sehatkanlah badanku, Ya Allah sehatkanlah pendengaranku, Ya Allah sehatkanlah penglihatanku. Tiada Tuhan selain Engkau." (Dibaca 3 kali).
Imam Ghazali Said dalam kajian sirahnya mencatat betapa pentingnya menjaga ketahanan fisik saat melaksanakan rukun seperti Tawaf dan Sa'i. Doa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud ini dibaca tiga kali setiap pagi dan petang, bertindak sebagai afirmasi dan permohonan agar organ tubuh dihindarkan dari penyakit menjelang keberangkatan.
8. Doa Memohon Ilmu Manasik dan Amal yang Mabrur
Tanpa ilmu manasik yang benar, haji bisa terjebak pada ritual kosong. Calon jemaah disunnahkan memohon kepahaman agama di awal hari.
Lafaz Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Latin: Allahumma innii as-aluka 'ilman naafi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima."
Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah sangat menekankan urgensi tafaqquh fiddin (memperdalam ilmu agama). Doa yang dibaca setiap selesai shalat Subuh atau dzikir pagi ini (HR. Ibnu Majah) merupakan harapan agar ilmu yang dipelajari selama bimbingan manasik menjadi panduan yang lurus, serta amal yang dilakukan berbuah kemabruran.
9. Doa Penyerahan Diri dan Perlindungan dari Bahaya
Dalam perjalanan jauh, risiko kecelakaan, penyakit menular, atau musibah selalu mengintai. Doa ini adalah benteng yang tidak bisa ditembus oleh marabahaya.
Lafaz Arab: بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillahilladzii laa yadhurru ma'asmihii syai-un fil ardhi wa laa fis-samaa-i wa huwas-samii'ul 'aliim.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi maupun di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Dibaca 3 kali).
Lafaz ini sebagai doa perlindungan utama. Rasulullah SAW memberikan jaminan: "Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada sesuatu pun yang membahayakannya." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
10. Doa Keteguhan Hati Menjaga Niat Lurus
Hati manusia mudah berbolak-balik. Niat yang awalnya murni karena Allah bisa tergelincir menjadi riya (ingin dipuji) atau sum'ah (ingin didengar orang) seiring mendekatnya waktu keberangkatan.
Lafaz Arab: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Latin: Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinik.
Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu."
Dalam kitab tasawuf yang banyak merujuk pada pemikiran Al-Ghazali, menjaga niat adalah perang batin yang paling berat dalam ibadah haji. Doa ini adalah doa yang paling sering diucapkan oleh Rasulullah SAW (HR. Tirmidzi).
Merutinkannya di pagi hari akan mengunci hati calon jemaah agar senantiasa tawadhu dan ikhlas hingga kembali ke Tanah Air.
11. 4 Dzikir Utama (Al-Baqiyatus Shalihah) untuk Kesiapan Batin Calon Jemaah Haji
Secara utuh, keempat dzikir ini sering dirangkai dalam satu kalimat:
Lafaz Arab: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhaanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
Untuk mendapatkan kekhusyukan maksimal, ulama mengajarkan agar calon jemaah haji meresapi maknanya satu per satu saat membacanya di pagi hari (biasanya dibaca 33 kali hingga 100 kali):
1. Tasbih: Menyucikan Allah dan Menanggalkan Kesombongan
Dzikir ini adalah langkah awal pembersihan jiwa. Saat melafalkannya, calon jemaah menyucikan Allah dari segala kekurangan, sekaligus menyadari betapa penuh kurangnya diri mereka sebagai hamba.
Lafaz Arab: سُبْحَانَ اللهِ
Latin: Subhaanallah
Artinya: "Maha Suci Allah."
2. Tahmid: Merawat Syukur atas Nikmat "Panggilan"
Berangkat haji adalah hak prerogatif (undangan) dari Allah. Membaca Tahmid di pagi hari adalah pengakuan bahwa kesehatan, rezeki, dan kesempatan berangkat semata-mata adalah karunia-Nya, bukan sekadar hasil kerja keras jemaah.
Lafaz Arab: الْحَمْدُ للهِ
Latin: Alhamdulillah
Artinya: "Segala puji bagi Allah."
3. Tahlil: Memurnikan Tauhid dan Menjaga Niat
Tahlil adalah inti dari ajaran Islam dan fondasi utama ibadah haji. Kalimat ini mengingatkan jemaah bahwa tujuan akhir perjalanan ini hanyalah Allah, bukan untuk mencari gelar "Haji" atau pujian manusia.
Lafaz Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Latin: Laa ilaaha illallah
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."
4. Takbir, Mengagungkan Kebesaran Allah
Dalam proses persiapan haji, jemaah sering kali dihadapkan pada masalah pelik (dokumen, urusan pekerjaan yang ditinggalkan, atau masalah keluarga). Melafalkan Takbir menanamkan doktrin bahwa Allah lebih besar dari semua masalah tersebut.
Lafaz Arab: اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Allahu akbar
Artinya: "Allah Maha Besar."
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Zikir apa yang paling dahsyat?
Zikir apa yang paling dahsyat? Namun, beberapa dzikir yang sering disebut memiliki keutamaan khusus antara lain: dzikir Laa ilaaha illallah, Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar, serta dzikir Istighfar (meminta ampunan).
Doa supaya bisa ke Mekkah Madinah Arab?
Allahumma inni la ahraja syirron, wa la bathuran, wa la riya'an, wa la masa'ah bal harajtu ittiqo'i sakhothuka, wa ibtighoi mardlotika, wa qodloi fardlotika, wa ittiba'i sunnati nabiyyuka, wa syauqon ila liqoika.
Amalan apa saja saat umroh?
Amalan Umroh yang Wajib DiketahuiIhram (Niat Umroh) Memakai pakaian ihram dan berniat memulai ibadah umroh di miqat dengan membaca Niat Ihram "Labbayka 'umrah" (Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu untuk umroh). ...2. Tawaf. Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran. ...3. Sa'i Umroh. ...4. Tahallul. ...Tertib.
Apakah zikir melembutkan hati?
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada sesuatu pun yang lebih baik yang dapat dilakukan seseorang untuk menyelamatkan dirinya dari azab Allah selain mengingat-Nya" (Bayhaqi). Dzikir membersihkan dan memurnikan hati. Ia melembutkan hati dan membuatnya rendah hati.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3161656/original/025764700_1593013512-20200624-Menengok-Suasana-Makkah-Jelang-Ibadah-Haji-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3283640/original/066176300_1604212715-20201101-Hari-Ini_-Jemaah-Umrah-Indonesia-Bertolak-ke-Mekah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5933770/original/078360100_1778831227-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081754/original/022995900_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4083449/original/086153800_1657339571-Wukuf-Haji-Arafah-AP-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482256/original/047264300_1687826755-20230627-Haji_Mina-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415967/original/010208000_1763436950-jamaah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397210/original/034811800_1681628824-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437364/original/025119000_1765250413-Muslimah_bersedekah__Pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5122106/original/013813800_1738730856-1738725871402_riya-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725886/original/008571900_1706156981-madrosah-sunnah-XvJYidRmpUE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575202/original/003079900_1778040737-WhatsApp_Image_2026-05-06_at_10.48.40_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2876075/original/030089700_1565230144-20190807-Masjidil-Haram-Dipadati-Jemaah-Jelang-Puncak-Haji-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5300160/original/022808400_1753862331-pexels-christina99999-28430652.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4083445/original/054251000_1657339567-Wukuf-Haji-Arafah-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864490/original/019606900_1718432505-Khusyuk_Wukuf_Jemaah_Haji_di_Padang_Arafah-AP__6_.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158657/original/067229400_1741665557-kata-mutiara-pagi-hari-islami.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3997589/original/057397300_1650185585-20220417-Masjid-Agung-Demak-1.jpg)