6 Amalan Ringan setelah Sholat Fardhu untuk Calon Tamu Allah

23 hours ago 9
  • Amalan apa agar cepat naik haji?
  • Amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji apabila ditinggalkan tetap sah tetapi wajib membayar dam disebut?
  • Pahala badal haji untuk siapa?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Dalam ajaran Islam, setiap aktivitas seorang muslim, diajarkan untuk diawali dan diakhiri dengan doa serta dilandasi adab-adab mulia. Terlebih bagi seorang calon jemaah haji. Terdapat berbagai amalan ringan setelah sholat fardhu untuk calon tamu Allah.

Melatih adab setelah sholat di Baitullah sejak di rumah sendiri menjadi bekal berharga untuk lebih khusyuk saat kelak menjejakkan kaki di Tanah Suci. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu wasilah meraih derajat mabrur.

Dalam Al-Qur'an disebutkan, "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain" (QS. Asy-Syarh [94]: 7–8). Ayat ini menjadi fondasi utama dari ajaran Rasulullah ﷺ untuk tidak segera beranjak setelah menunaikan sholat fardhu, melainkan mengisinya dengan zikir dan doa.

Merujuk Ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah, Kemenag, Buku Manasik Haji dan Umroh Rasulullah, Imam Ghazali Said, Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Kemenag, serta sumber relevan lainnya, berikut ini adalah amalan ringan setelah sholat fardhu untuk calon jemaah haji.

1. Duduk Berdzikir Hingga Terbit Matahari, lalu Sholat Dhuha

Selesai sholat Subuh berjamaah, jangan terburu-buru pulang. Tetaplah duduk di tempat yang sama (atau bergeser sedikit) sambil memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, atau mendengarkan kajian. Lakukan ini hingga matahari terbit dan naik setinggi tombak (sekitar 15–20 menit setelah terbit).

Kemudian, lanjutkan dengan sholat sunnah Isyrāq (atau Dhuha) dua rakaat. Bagi calon jamaah haji, kebiasaan bangun pagi di rumah akan melatih mereka untuk tidak menyia-nyiakan waktu di waktu subuh saat berada di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Orang yang konsisten mengamalkan rutinitas ini akan mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna – sebagaimana penegasan Rasulullah ﷺ yang mengulang kata "tāmmah" tiga kali.

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa Shalat Subuh berjamaah lalu duduk berdzikir (mengingat) Allah sampai terbit matahari kemudian shalat 2 raka'at, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna." (Hasan: Shahih At-Tirmidzi, no. 480; dishahihkan oleh Al-Albani) .

Waktu subuh hingga terbit matahari adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa dan introspeksi diri. Imam al-Ghazali sendiri, dalam karyanya, menganjurkan empat aktivitas utama setelah sholat subuh: Memperbanyak berdoa, memperbanyak zikir, memperbanyak membaca Alquran, dan memperbanyak bertafakur.

Ali Mula Al-Qari dalam Mirqatul Mafatih menjelaskan, yang dimaksud dzikir dalam hadis ini tidak sebatas melafalkan kalimat dzikir, tetapi juga termasuk majelis ilmu dan agama.

2. Membaca Zikir Tasbih, Tahmid

Setelah setiap sholat fardhu (setelah salam), bacalah:

  • Subhanallah (سبحان الله) 33 kali
  • Alhamdulillah (الحمد لله) 33 kali
  • Allahu Akbar (الله أكبر) 33 kali.
  • Kemudian genapkan menjadi 100 kali dengan membaca Lā ilāha illallāh wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr (لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ).

Amalan yang sangat ringan ini jika dikerjakan secara konsisten, dijanjikan pengampunan dosa meskipun sebanyak buih di lautan .

Dalam Ihya’ Ulumiddin, Imam al-Ghazali memasukkan bahasan khusus tentang doa dan zikir, di mana beliau menyebut zikir ini sebagai salah satu zikir yang sangat dianjurkan. Salah satu alasannya adalah karena banyak kalangan ulama yang telah menerangkan bahwa zikir ini dapat menggantikan amalan haji bagi mereka yang tidak mampu secara fisik dan finansial, karena esensi pahalanya yang begitu besar .

Imam al-Ghazali juga menambahkan bahwa wirid setelah sholat fardhu adalah ibadah yang mudah dan ringan namun ganjarannya sangat besar (dikutip Nu online dari Ihya Ulumuddin), sehingga sangat disayangkan jika ditinggalkan hanya karena godaan-godaan kecil, termasuk godaan handphone.

3. Memperbanyak Istighfar

Setelah salam, bacalah istighfar tiga kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullāhal-‘azhīm alladzī lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūmu wa atūbu ilaih

Istighfar adalah kunci pintu ampunan atas dosa-dosa, yang merupakan syarat penting untuk meraih predikat haji mabrur. Untuk seorang calon haji, istighfar yang konsisten juga membersihkan hati, sehingga saat tiba di Tanah Suci, tidak ada "beban dosa" yang mengganggu konsentrasi beribadah.

Menurut Imam Ghazali, tidak ada perjalanan spiritual yang sah tanpa dimulai dengan taubat nasuha, dan istighfar adalah langkah paginya. Haji yang mabrur tidak akan tercapai tanpa pembersihan hati terlebih dahulu melalui istighfar yang terus menerus.

Istighfar juga berfungsi sebagai pembersih dari dosa-dosa yang mungkin tidak disadari oleh seorang calon tamu Allah.

Al-Adzkar al-Nawawiyyah juga mencantumkan istighfar sebagai amalan pertama setelah sholat sebelum melanjutkan zikir yang lain.

4. Memperbanyak Shalawat Setelah Sholat

Setelah sholat fardhu, bacalah shalawat sebanyak 200 kali. Bisa dibaca dengan lafaz minimal,  اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ (Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad) atau yang lebih lengkap.

Shalawat adalah amalan yang sangat ringan di lisan tetapi sangat berat di timbangan. Selain mendapatkan syafaat Nabi, membaca shalawat ini dengan niat yang tulus dipercaya dapat mengabulkan segala hajat, mengampuni dosa, memudahkan segala urusan, termasuk urusan untuk bisa berangkat haji (sebagai doa agar Allah memudahkan datangnya panggilan).

Amalan ini jangan sampai ditinggalkan setelah melaksanakan shalat fardhu karena keutamaannya luar biasa. Sholawat tersebut diniatkan agar hajat terkabul, persoalan, masalah, dan utang selesai, bisa haji dan umroh, ingin mendapatkan keturunan, sembuh dari penyakit, maka InsyaAllah akan menjadi obat untuk hal-hal tersebut dan masih banyak lagi lainnya.

5. Memperbanyak Doa

Setelah menyelesaikan zikir, luangkan waktu sejenak untuk memanjatkan doa-doa spesifik dalam sujud atau dengan mengangkat tangan. Gunakan waktu ini untuk memohon kepada Allah agar dipertemukan dengan haji yang mabrur. Doa yang diajarkan Rasulullah dan para sahabat (Ibnu Mas'ud, Ibnu Umar):

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

Latin: Allāhumma ij’al hajjan mabrūran, wa sa’yan masykūran, wa dzanban maghfūran

Artinya: "Semoga Allah menganugerahkan haji yang mabrur, usaha yang disyukuri, dan dosa yang diampuni."

Doa ini bisa dipanjatkan untuk diri sendiri serta keluarga dan teman-teman yang sedang atau akan berangkat haji.

Ulama menganjurkan jemaah haji memperbanyak doa dan zikir di waktu-waktu mustajab, termasuk setelah sholat fardhu, sebagai bekal spiritual untuk menghadapi rangkaian ibadah haji yang panjang. Buku ini juga mencantumkan aneka doa pilihan yang bisa dibaca di sela-sela dzikir.

6. Menjaga Sholat Sunnah Rawatib

Kerjakan 12 rakaat sholat sunnah rawatib setiap hari, yang terdiri dari

  • 2 rakaat sebelum Subuh (qabliyah)
  • 4 rakaat sebelum Zuhur (qabliyah)
  • 2 rakaat setelah Zuhur (ba'diyah)
  • 2 rakaat setelah Maghrib (ba'diyah), dan
  • 2 rakaat setelah Isya (ba'diyah).

Konsisten menjaga sholat sunnah rawatib akan membuatkan bangunan rumah di surga bagi pelakunya. Bagi calon jemaah haji, sholat rawatib ini juga berfungsi sebagai latihan disiplin waktu yang sangat berguna, karena di Tanah Suci nanti, jadwal ibadah yang padat menuntut pengaturan waktu yang baik.

Shalat sunnah rawatib adalah amalan sebagai penyempurna shalat fardhu. Jika shalat wajib kurang sempurna, shalat rawatib berfungsi menambal kekurangan tersebut. Inilah pentingnya bagi calon tamu Allah yang ingin ibadahnya diterima dengan sempurna.

Hikmah Melakukan Amalan Ringan Setelah Sholat Fardhu untuk Calon Tamu Allah

1. Melatih Disiplin dan Kekhusyukan, Fondasi Mental Calon Haji

Amalan ringan setelah sholat fardhu seperti duduk berdzikir membutuhkan disiplin waktu. Ini adalah latihan ideal untuk membentuk jadwal harian yang teratur. Jika seorang calon jamaah haji sudah terbiasa dengan rutinitas ini, dia akan lebih mudah beradaptasi dengan jadwal ibadah yang padat dan waktu-waktu sunnah di Tanah Suci. Kekhusyukan yang dilatih setiap hari akan membuat ibadah haji terasa lebih ringan dan penuh kesadaran.

2. Menghapus Dosa-Dosa Kecil sebagai "Persiapan Hati" yang Suci

Seseorang yang memiliki dosa (meskipun kecil) akan merasakan berat dalam menjalankan ketaatan. Dengan memperbanyak istighfar dan bacaan tasbih yang menghapus dosa-dosa, hati menjadi lebih ringan dan bersih. Hati yang bersih ini adalah syarat utama untuk menjadi tamu yang layak di rumah Allah SWT saat haji nanti.

3. Mendapatkan Pahala Setara Haji dan Umrah Setiap Hari, Meningkatkan Semangat Beribadah

Bagi sebagian orang yang belum mendapatkan porsi haji, amalan seperti langkah ke masjid, dzikir subuh, atau sholat rawatib adalah jalan untuk tetap meraih "pahala spiritual haji" setiap hari. Ini akan memupuk kerinduan dan semangat dalam diri, karena setiap hari dia merasa telah "berhaji". Para ulama salaf menyebutnya sebagai "haji orang fakir".

4. Memperkuat Tawakal dan Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Doa yang dipanjatkan setiap selesai sholat adalah bentuk pasrah dan pengakuan bahwa hanya Allah yang bisa memudahkan segala urusan (QS. Al-Ghafir: 60). Membiasakan doa seperti "Allāhumma ij’al hajjan mabrūran..." akan menanamkan keyakinan dalam hati bahwa apapun yang terjadi, Allah-lah yang menentukan, sehingga calon jamaah tidak perlu cemas berlebihan akan berbagai kemungkinan risiko di perjalanan.

5. Mendekatkan Diri pada Sunnah Rasulullah ﷺ dan Meningkatkan Derajat

Mengerjakan amalan-amalan ini berarti secara sadar meneladani akhlak dan kebiasaan Rasulullah ﷺ setiap hari. Ini akan meningkatkan kedudukan seorang Muslim di sisi Allah. Sebagaimana sabda Rasul: "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari). Begitu pula dengan sunnah-sunnah ini, mempelajari dan mengamalkannya setiap hari membawa keberkahan yang besar.

Pertanyaan Seputar Topik

Amalan apa agar cepat naik haji?

Amalan Agar Cepat Naik Haji dan ke Tanah SuciMendirikan Shalat Tahajud dan Dhuha. Waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu di mana doa-doa diijabah oleh Allah SWT. ...Memperbanyak Sedekah dan Berbagi. ...3. Berbakti kepada Orang Tua (Birrul Walidain) ...Membuka Tabungan Haji dan Merencanakan Keuangan.

Amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji apabila ditinggalkan tetap sah tetapi wajib membayar dam disebut?

Wajib haji adalah rangkaian amalan yang harus dilaksanakan, namun jika ada yang terlewat, ibadah haji tetap sah dengan konsekuensi membayar dam.

Pahala badal haji untuk siapa?

Agama Islam memberikan kemudahan bagi orang-orang yang sakit dan telah meninggal dunia untuk dapat menunaikan ibadah haji dengan badal haji. Dalam pengertiannya, badal haji adalah pelaksanaan ibadah haji untuk orang yang meninggal dalam keadaan belum haji.

Lebih baik sedekah atau haji?

Seandainya uang yang dipakai untuk haji kedua atau ketiga kali tersebut disedekahkan, pasti akan banyak yang menerima manfaatnya. Maka jika harus dijawab mana yang lebih utama antara sedekah atau haji berkali-kali, jelas jawabannya adalah sedekah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |