3 Doa agar Hati Terhindar dari Sifat Pamer dalam Ibadah, Simak Pengamalan dan Adabnya

23 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Sifat pamer dalam ibadah, atau yang dalam istilah agama dikenal dengan riya', adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Riya' berarti melakukan suatu amalan dengan tujuan dilihat, dipuji, atau dinilai baik oleh manusia lain, bukan semata-mata karena Allah SWT. Maka itu, agar terhindar dari riya, umat Islam perlu memperbanyak doa agar hati terhindar dari sifat pamer dalam ibadah.

Riya' dikategorikan sebagai asy-syirk al-ashghar (syirik kecil) karena ia adalah bentuk mempersekutukan Allah dengan tujuan makhluk dalam beribadah. Penyakit ini sangat samar dan seringkali tidak disadari. Rasulullah SAW diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Al-Adab al-Mufrad bersabda:

"Wahai manusia, takutlah kalian pada syirik ini karena ia lebih samar dari pergerakan semut."Para sahabat pun bertanya, “Bagaimana cara kami terhindar darinya sementara ia lebih samar dari pergerakan semut, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah...”.

Merangkum buku Koleksi Doa & Zikir oleh Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dan Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kemenag, berikut adalah kumpulan doa harian yang dapat diamalkan:

1. Doa Utama Berlindung dari Syirik dan Riya' (Doa dari Sahih Al-Bukhari)

Doa ini adalah doa utama yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Doa ini dibaca untuk memohon perlindungan dari segala bentuk kesyirikan, baik yang disadari maupun yang tidak disadari, termasuk di dalamnya adalah riya’.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ

Latin: Allahumma inni a'udzu bika an usyrika bika wa ana a'lamu, wa astaghfiruka limaa laa a'lamu

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik kepada-Mu dalam keadaan aku mengetahuinya, dan aku memohon ampunan kepada-Mu dari apa yang tidak aku ketahui”.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Al-Adab al-Mufrad dan dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah.

Cara Mengamalkan:

  • Para ulama menganjurkan agar doa ini dibaca sebanyak tiga kali setiap hari.
  • Waktu yang paling dianjurkan untuk membaca doa ini adalah pada waktu pagi (selepas Subuh) dan petang (selepas Ashar/Maghrib) untuk memohon perlindungan Allah sepanjang hari.
  • Jika pada suatu saat hati terdetik ingin dipuji atau merasa bangga dengan amal ibadah, segeralah membaca doa ini sebagai benteng darurat.

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad, dalam kitab Qathfut Tsamar fi Bayani Ahammi Adab Ad-Du'a, menjelaskan bahwa "syirik yang lebih tersembunyi dari langkah semut" dalam hadis ini adalah syirik kecil (asy-syirk al-ashghar) seperti riya', sum'ah, dan 'ujub. Doa ini adalah penawarnya yang paling mujarab.

2. Doa Rajanya Istighfar (Sayyidul Istighfar)

Kadang, kita terlanjur melakukan ibadah yang tercampur riya'. Doa Sayyidul Istighfar ini sangat dianjurkan untuk membersihkan hati dari segala noda dosa termasuk riya'.

ُاللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

Latin: Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana 'abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'udzu bika min syarri ma shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbi faghfirli, fa innahu la-yaghfirudz-dzunuba illa anta

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu dan aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari (no. 6306) dan merupakan sebaik-baik bacaan istighfar.

Cara Mengamalkan: Dibaca pada pagi dan petang hari serta dibaca setiap selesai melaksanakan shalat wajib untuk membersihkan diri dari segala dosa dan noda keikhlasan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Al-Istiqamah menyebutkan bahwa mengakui dosa (i'tiraf bi adz-dzanb) dalam doa ini adalah bentuk penolakan terhadap riya', karena seseorang yang riya' pada hakikatnya tidak mengakui bahwa amalnya tercampur niat buruk. Dengan membaca doa ini, seorang hamba telah mengakui kelemahannya di hadapan Allah.

Dalam buku Koleksi Doa & Zikir oleh Ustaz Salehuddin bin Abu Samah, doa ini menjadi salah satu amalan pagi dan petang yang utama untuk menjaga kesucian hati.

3. Doa Keberangkatan Ibadah

Terdapat doa yang sangat spesifik untuk diamalkan saat akan keluar rumah untuk beribadah (seperti pergi haji, umrah, atau kegiatan keagamaan lainnya). Doa ini secara eksplisit memohon agar dijauhkan dari riya' sejak langkah pertama.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ خَرَجْتُ لَيْسَ لِلْبَطَرِ وَلَا لِلْعُجْبِ وَلَا لِلرِّيَاءِ وَلَا لِلسُّمْعَةِ، وَلَكِنْ خَرَجْتُ فِرَارًا مِنْ سَخَطِكَ وَابْتِغَاءَ رِضْوَانِكَ، وَأَدَاءً لِمَا افْتَرَضْتَ عَلَيَّ، وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ وَشَوْقًا إِلَى لِقَائِكَ

Latin: Allahumma inni kharajtu laisa lil-bathari wa la lil-'ujbi wa la lir-riyaa'i wa la lis-sum'ati, wa lakin kharajtu firaaran min sakhathika wabtighaa'a ridhwaanika, wa adaa'an limaa iftaradhta 'alayya, wattibaa'an lisunnati nabiyyika wa syauqan ilaa liqa'ika

Artinya: “Ya Allah, aku keluar bukan karena kesombongan, bukan pula karena keangkuhan, bukan karena riya', dan bukan pula karena ingin didengar orang. Akan tetapi, aku keluar karena lari dari kemurkaan-Mu dan mengharapkan keridhaan-Mu, untuk menunaikan apa yang Engkau wajibkan atasku, mengikuti sunnah Nabi-Mu, dan karena rindu untuk bertemu dengan-Mu”.

Doa ini sebagaimana dikutip dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kemenag Jatim menegaskan pentingnya membersihkan niat sebelum memulai suatu perjalanan ibadah.

Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya' 'Ulumuddin menegaskan bahwa menjaga niat merupakan separuh dari agama. Doa ini adalah bentuk "pengamanan dini" (al-hishn al-muqaddim) dari serangan riya' yang bisa merusak pahala ibadah dari awal hingga akhir.

Membaca doa ini setiap kali hendak keluar rumah (khususnya untuk urusan ibadah) akan membuat seseorang lebih fokus (khusyuk) terhadap Allah dan tidak mudah tergoda dengan pandangan serta penilaian manusia.

Hikmah Berdoa Menjaga Hati dari Riya'

Berdoa kepada Allah agar terhindar dari riya' bukan hanya sekadar ritual, tetapi memiliki hikmah mendalam bagi kehidupan seorang Muslim:

1. Meluluhkan Hati dari Kesombongan (Tazkiyatun Nafs)

Doa ini mengingatkan kita bahwa kita adalah hamba yang lemah. Membaca doa setiap hari melatih hati untuk tidak merasa hebat atau hebat atas amal yang dilakukan. Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Madarijus Salikin menyatakan bahwa ketundukan dalam berdoa adalah penawar utama penyakit 'ujub (bangga diri) yang merupakan akar dari riya'.

2. Meningkatkan Kesadaran akan Pengawasan Allah (Muraqabah)

Dengan rutin berdoa, seorang Muslim akan selalu hidup dalam kesadaran bahwa Allah Maha Melihat. Syekh Abdul Qadir al-Jilani dalam Al-Ghunyah mengatakan bahwa muraqabah adalah tingkatan tertinggi seorang hamba. Doa perlindungan dari riya' akan menumbuhkan rasa malu kepada Allah untuk menampakkan amal yang tidak ikhlas.

3. Memperkuat Ibadah yang Tersembunyi (Sirr al-'Amal)

Doa ini akan mendorong seseorang untuk memperbanyak amalan yang tidak diketahui orang lain seperti shalat malam, sedekah sembunyi-sembunyi, dan dzikir dalam hati. Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Ebook Koleksi Doa & Zikir menekankan bahwa doa adalah kunci untuk mengamalkan ajaran Rasulullah agar lebih mementingkan hubungan dengan Allah daripada pujian manusia.

4. Menjadi Muslim yang Istiqamah (Tsabat 'ala ath-Tha'ah)

Riya' sering membuat seseorang beribadah hanya di depan umum atau rajin hanya ketika ada yang melihat. Sebaliknya, orang yang berdoa memohon keikhlasan akan terus berbuat baik dalam keadaan sendiri maupun ramai. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Kahfi (110): "Barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya."

5. Melembutkan Sikap Sosial (Tawadhu')

Hati yang bersih dari riya' melahirkan sikap rendah hati. Buya Yahya menjelaskan, "Orang yang ikhlas itu tidak peduli dipuji atau dihina, yang dipedulikan hanya Allah". Hati yang tidak terikat oleh penilaian publik akan mudah memaafkan, tidak mudah tersinggung, dan lebih fokus pada kualitas hubungan dengan Allah daripada gengsi di mata manusia.

Pertanyaan Seputar Topik

Apa doa meminta perlindungan dari Allah?

Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba'dal-maut.

Kalo pamer ibadah namanya apa?

Riya adalah memamerkan amal, ibadah atau prestasi kita kepada orang lain dengan tujuan mendapat pujian dan penghargaan darinya. Riya ini adalah perbuatan hati yang tercela, bahkan riya itu dianggap sebagai asy-syirk al-ashgar (syirik kecil).

Bagaimana cara agar kita terhindar dari sifat riya saat melakukan ibadah di depan orang lain?

Untuk itu, pengingat agar terhindar dari riya adalah dengan menanamkan dalam diri bahwa orang lain tidak suka dengan amal ibadah yang kita lakukan. Dalam waktu yang sama, tujuan amal ibadah karena Allah bisa mulai tumbuh secara perlahan. Sebab Allah tidak akan pernah merasa keberatan dengan amal ibadah hamba-Nya.

Doa apa supaya hati dan pikiran tenang?

Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan, wa a'udzu bika minal 'ajzi wal kasal, wa a'udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a'udzu bika min ghalabatid-dayni wa qahrir-rijal.

Apa doa agar aib kita ditutupi Allah?

“Ya Allah, tutupilah aibku dan amankanlah rasa takutku.” Doa ini menjadi pelindung harian yang ringan diamalkan namun memiliki makna perlindungan yang sangat luas. Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah dan rahmatilah, Engkau sebaik-baik Yang Maha Penyayang.”

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |