Liputan6.com, Jakarta - Doa agar hati tidak menyimpang setelah mendapat petunjuk merupakan permohonan yang sangat penting bagi setiap Muslim yang mendambakan keimanan yang kokoh hingga akhir hayat. Sebab hati manusia mudah berubah dan terombang-ambing oleh berbagai godaan dunia.
Rasulullah SAW bersabda bahwa semua hati anak Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Ar-Rahman, dan Allah membolak-balikkannya sekehendak-Nya (HR. Muslim). Karena ini Nabi SAW mengajarkan berbagai doa untuk memohon keteguhan hati, yang di dalamnya terkandung permohonan agar Allah menetapkan hati di atas agama-Nya.
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah menegaskan bahwa doa adalah sarana paling ampuh untuk menjaga keistiqamahan seseorang. Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Koleksi Doa dan Zikir menyebutkan sejumlah doa untuk keistiqamahan dalam ketaatan sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, diajarkan Nabi SAW dan ulama.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah bacaan doa agar hati tidak menyimpang setelah mendapat petunjuk.
Doa agar Hati Tidak Menyimpang setelah Memperoleh Hidayah
1. Doa Rabbanā Lā Tuzigh Qulūbanā
Arab: رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةًۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
Latin: Rabbanā lā tuzigh qulūbanā ba‘da idz hadaitanā wa hab lanā mil ladungka raḫmah, innaka antal-wahhāb
Arti: "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." (QS. Ali Imran: 8)
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ke-8 dari Surat Ali Imran adalah ayat yang Nabi jadikan doa agar hati senantiasa beriman. Ibnu Katsir menyebutkan bahwa makna lā tuzigh qulūbanā adalah janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau meluruskannya pada jalan hidayah.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa doa ini mengandung permohonan: "Janganlah Engkau simpangkan kalbu kami dari kebenaran karena kebodohan dan penentangan kami." Beliau menegaskan bahwa seorang hamba bila berpaling dari Tuhannya dan mencintai musuhnya, sebetulnya ia mengetahui kebenaran, namun hatinya telah menyimpang.
Imam Thabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa tersebut mengandung permohonan agar Allah melindungi hati kita agar tidak condong kepada pemahaman yang sesat dan salah justru setelah diberi petunjuk masuk agama Islam. Dalam Tafsir Al-Misbah, Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa ayat ini merupakan doa yang mencerminkan ketakwaan hamba-hamba Allah serta rasa takut mereka terhadap godaan dan rayuan yang dapat menyesatkan hati.
2. Doa Ya Muqallibal Qulub Tsabbit Qalbi 'Ala Dinik
Tulisan Arab: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Tulisan Latin: Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik
Arti: "Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. At-Tirmidzi no. 3522, Imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525)
Aisyah RA menyatakan bahwa salah satu doa yang paling sering diucapkan oleh Nabi SAW adalah doa ini. Dalam kitab Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, disebutkan bahwa doa ini merupakan permohonan kepada Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, agar diberikan keteguhan iman.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa hati manusia sangat mudah berubah dan terombang-ambing, sehingga kita memohon kepada Allah agar selalu membimbing dan menjaga hati kita agar tidak condong kepada kesesatan.
3. Doa Allahumma Musharrifal Qulub
Tulisan Arab: اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
Tulisan Latin: Allaahumma Mushorrifal Quluub, Shorrif Quluubanaa 'Alaa Tho'atika
Arti: "Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepada-Mu." (HR. Muslim no. 2654)
Dikutip dari buku Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik oleh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, Abdullah bin Amru bin al-Ash radhiyallahu 'anhu pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya kalbu seluruh manusia berada di antara dua jari dari jari-jemari Allah Yang Maha Pengasih, bagaikan satu kalbu, Allah merubah-rubah keadaannya sesuai kehendak-Nya." Kemudian Rasulullah pun berdoa dengan doa ini.
Makna Mendalam Doa agar Hati Tidak Menyimpang
Doa ini mengandung beberapa elemen mendalam yang menjadi fondasi spiritual seorang mukmin.
1. Pengakuan bahwa hidayah adalah anugerah Allah yang harus dijaga
Kalimat ba‘da idz hadaitanā menunjukkan bahwa seorang hamba menyadari bahwa petunjuk yang ia terima bukanlah hasil usahanya semata, melainkan karunia dari Allah yang harus disyukuri dan dijaga dengan terus berdoa.
2. Pengakuan akan kelemahan diri
Dengan memohon agar hati tidak disimpangkan, seorang hamba mengakui bahwa dirinya sangat rentan terhadap godaan dan kesesatan. Dalam Tafsir As-Sa'di, dijelaskan bahwa seorang hamba yang berpaling dari Tuhannya sebenarnya mengetahui kebenaran, namun hatinya telah dikuasai oleh hawa nafsu dan kecintaan kepada musuh-musuh Allah.
3. Permohonan Rahmat yang Mencakup Segala Kebaikan
Kalimat wa hab lanā mil ladungka raḫmah merupakan permohonan agar Allah menganugerahkan rahmat yang mencakup segala jenis dan macamnya, antara lain berupa kemantapan iman, ketenangan batin, kemudahan dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Rahmat itu bersumber langsung dari sisi Allah dan turun secara berkesinambungan tanpa mengharap imbalan apa pun.
4. Pengakuan Bahwa Allah adalah Al-Wahhāb (Maha Pemberi)
Ujung ayat ini memakai salah satu dari nama Allah yang mulia, yaitu Wahhāb, yaitu Dzat yang memberi tanpa diminta dan tanpa mengharap imbalan, baik di dunia maupun di akhirat. Mengutip Imam Al-Ghazali, Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa pada hakikatnya tidak ada yang mampu memberi dengan sifat seperti itu kecuali Allah semata.
Hikmah Doa agar Hati Tidak Menyimpang
1. Menjaga Hidayah agar Tetap Bersinar
Hikmah pertama adalah terjaganya hidayah yang telah Allah anugerahkan. Doa ini mengajarkan bahwa hidayah bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh, melainkan harus terus dipelihara dengan doa dan amal saleh. Dalam Tafsir As-Sa'di, dijelaskan bahwa doa ini merupakan bentuk kesadaran bahwa kehilangan hidayah adalah sesuatu yang sangat dikhawatirkan.
2. Memperkuat Iman dan Tauhid
Hikmah kedua adalah penguatan iman dan tauhid. Dengan membaca doa ini, seorang hamba mengakui bahwa hanya Allah yang berkuasa menjaga hati dari kesesatan. Ini merupakan bentuk tauhid yang sempurna, di mana seorang hamba menyerahkan sepenuhnya pengarahan hatinya kepada Allah SWT.
3. Mendapatkan Rahmat yang Meliputi Segala Kebaikan
Hikmah ketiga adalah diperolehnya rahmat Allah yang mencakup segala kebaikan. Dalam Tafsir Al-Misbah, dijelaskan bahwa rahmat yang dimohonkan dalam doa ini mencakup kemantapan iman, ketenangan batin, kemudahan dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan.
4. Meneladani Doa Para Ulama yang Mendalam Ilmunya
Hikmah keempat adalah meneladani doa para ulama. Dalam Al-Qur'an, doa ini diucapkan oleh rāsikhūna fil 'ilm (orang-orang yang mendalam ilmunya), yang selalu berdoa agar hati mereka tidak condong kepada kesesatan sebagaimana halnya mereka yang mencari-cari takwil ayat-ayat mutasyabih untuk menimbulkan keraguan.
5. Meraih Husnul Khatimah dan Keselamatan Abadi
Hikmah kelima adalah meraih husnul khatimah. Dalam kitab Seuntai Wasiat untuk Penuntut Ilmu, dijelaskan bahwa doa ini sepatutnya dibaca oleh setiap pengikut para nabi dan rasul agar meminta kepada Allah dengan tulus, bisa meninggal dalam agama Islam dan selamat dari berbagai godaan dan ujian.
Pertanyaan Seputar Doa Hati Tenang
1. Apa arti Rabbanā lā tuzigh qulūbanā ba‘da idz hadaitanā?
Artinya: "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." (QS. Ali Imran: 8)
2. Kapan waktu terbaik membaca doa agar hati tidak menyimpang?
Doa ini dapat dibaca kapan saja, terutama setelah salat fardhu, antara adzan dan iqamah, sepertiga malam terakhir, ketika sujud dalam salat, dan pada hari Jumat. Waktu-waktu tersebut merupakan waktu mustajab untuk berdoa.
3. Mengapa hati manusia mudah menyimpang?
Karena hati manusia berada di antara dua jari dari jari-jemari Allah Yang Maha Pengasih. Bila Dia berkehendak, Dia akan menyimpangkannya; dan bila Dia berkehendak, Dia akan meluruskannya.
4. Apa perbedaan Rabbanā lā tuzigh qulūbanā dengan Ya Muqallibal Qulub?
Rabbanā lā tuzigh qulūbanā adalah doa yang dikutip dari Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 8, sedangkan Ya Muqallibal Qulub adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW dalam hadis. Keduanya memiliki makna yang sama, yaitu memohon keteguhan hati di atas agama Allah.
5. Apakah doa ini bisa dibaca untuk orang lain?
Ya, doa ini bisa dibaca untuk diri sendiri maupun orang lain. Bahkan dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah mendoakan Sa'ad bin Abi Waqqas dengan doa Allahumma isyfi Sa'dan (Ya Allah, sembuhkanlah Sa'ad). Membaca doa ini untuk orang lain adalah bentuk kebaikan dan kepedulian sesama Muslim.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507305/original/081482200_1771489245-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4919191/original/040795900_1723718109-Ilustrasi_pasrah__berserah__berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102744/original/034549900_1737446919-1737445609592_tata-cara-sholat-tahajud-2-rakaat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990587/original/078337000_1730716394-cara-sholat-tahajud.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7617354/original/030596700_1780403789-cek_fakta_-_bulog.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336374/original/082096200_1534823979-Salat-Idul-Adha-1439-H5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493867/original/025420800_1779351314-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3444300/original/037742600_1619765801-20210430-Suasana_Sholat_Jumat_Minggu_Ketiga_Ramadhan_di_Masjid_Istiqlal-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398477/original/084799400_1761886002-WhatsApp_Image_2025-10-30_at_23.11.40.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547119/original/085428000_1775445943-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-06T101438.375.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470151/original/005986700_1779331713-20151013211910-berdoa-bersama-menyambut-tahun-baru-1437-hijriah-007-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546690/original/011878700_1775361202-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-05T105210.824.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864911/original/016662100_1718506973-sholat_Idul_Adha_di_Masjid_Agung_Al-Azhar-HERMAN_13.jpg)

