7 Rekomendasi Film Indonesia untuk Menemani Hari Libur Bersama Keluarga

3 hours ago 2

CANTIKA.COM, Jakarta - Hari libur tidak selalu harus diisi dengan bepergian. Sesekali, menghabiskan waktu di rumah sambil menonton film bersama keluarga juga bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. Apalagi, ada banyak film Indonesia dengan cerita yang ringan, hangat, sekaligus menyimpan pesan yang bisa dinikmati penonton dari berbagai usia.

Dari film animasi hingga drama keluarga, berikut sejumlah film Indonesia di Netflix yang bisa masuk ke daftar tontonan saat hari libur.

Na Willa

Buat yang ingin menikmati cerita tentang masa kecil dengan nuansa hangat, "Na Willa" bisa menjadi pilihan. Diangkat dari buku populer karya Reda Gaudiamo, film ini mengikuti Willa, seorang gadis ceria yang menjalani kehidupan di sebuah gang kecil di Surabaya pada era 1960-an.

Kehidupan Willa mulai berubah ketika ia memasuki dunia sekolah. Kehadiran teman-teman baru dan guru yang tegas membuatnya berhadapan dengan berbagai pengalaman yang belum pernah ia temui sebelumnya. Dari sana, Willa perlahan belajar memahami keberagaman, perubahan zaman, sekaligus berbagai hal kecil yang membentuk dirinya.

Film ini ditulis oleh Ryan Adriandhy bersama Reda Gaudiamo, dengan Ryan juga bertindak sebagai sutradara. Sejak tayang di bioskop pada Maret 2026, "Na Willa" telah disaksikan lebih dari 1,4 juta penonton.

Jumbo

Kalau mencari film yang bisa dinikmati bersama keluarga sekaligus membawa penonton masuk ke dunia penuh imajinasi, "Jumbo" layak masuk daftar. Film animasi garapan Ryan Adriandhy ini mengisahkan Don, seorang anak laki-laki yang ingin mementaskan pertunjukan berdasarkan buku kenang-kenangan milik orang tuanya.

Dalam perjalanan mewujudkan pertunjukan tersebut, Don menghadapi berbagai tantangan bersama teman-temannya. Ia juga bertemu dengan seorang bidadari cilik misterius yang meminta bantuannya untuk menemukan orang tuanya. Petualangan itu kemudian membawa Don dan kawan-kawan memahami arti pertemanan, keberanian, serta pentingnya menepati janji.

Tayang perdana di bioskop pada Maret 2025, "Jumbo" menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan lebih dari 10,2 juta penonton. Film ini juga meraih penghargaan Film Animasi Panjang Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2025.

Aku Sebelum Aku

Tidak semua film keluarga harus selalu ringan dan penuh tawa. Film "Aku Sebelum Aku" menawarkan cerita yang lebih reflektif tentang hubungan orang tua dan anak, tekanan untuk berprestasi, serta proses menemukan jati diri.

Film karya penulis dan sutradara Gina S. Noer ini mengikuti seorang remaja berprestasi yang berhasil memenangkan kompetisi sekolah bergengsi. Namun, pencapaian tersebut justru diikuti serangan panik. Di tengah tekanan yang semakin besar, ia harus berusaha menemukan kembali dirinya sebelum ambisi sang ayah semakin menjauhkan hubungan mereka.

Melalui kisah tersebut, "Aku Sebelum Aku" mengajak penonton melihat bagaimana keluarga dan lingkungan dapat menjadi ruang belajar yang penting bagi seorang anak. Film ini dibintangi Ringgo Agus Rahman, Bima Sena, Widuri Puteri, Prastiwi Dwiarti, Aming, dan Poppy Sovia.

Keluarga Super Irit

Adegan film Keluarga Super Irit. Dok. Falcon Pictures

Ingin tontonan keluarga yang lebih santai dan menghibur? "Keluarga Super Irit" bisa menjadi pilihan. Film ini bercerita tentang sebuah keluarga yang sudah terbiasa hidup hemat. Namun, ketika sang ayah kehilangan pekerjaan, mereka harus mencari cara baru untuk memangkas pengeluaran.

Tak hanya pindah ke rumah yang lebih kecil, keluarga ini menerapkan berbagai cara ekstrem untuk berhemat yang mereka sebut sebagai Taktik Irit Keluarga. Berbagai situasi yang muncul membuat kehidupan mereka terasa semakin absurd, tetapi tetap dekat dengan persoalan sehari-hari. Dibintangi Dwi Sasono, Widi Mulia, Dru Prawiro Sasono, dan Widuri Puteri, "Keluarga Super Irit" merupakan adaptasi dari komik populer Korea Selatan karya Yim Chang-ho.

Panggil Aku Ayah

Ada pula Panggil Aku Ayah yang memadukan komedi dengan kisah tentang hubungan yang tidak terduga. Ringgo Agus Rahman dan Boris Bokir Manullang berperan sebagai dua penagih utang yang tiba-tiba harus tinggal bersama dan mengurus seorang anak perempuan.

Situasi tersebut terjadi setelah sang ibu tidak mampu membayar utangnya. Mau tidak mau, keduanya harus beradaptasi dengan kehidupan baru bersama sang anak. Dari berbagai kekacauan yang terjadi, perlahan tumbuh ikatan emosional yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan.

Selain menawarkan cerita yang menghibur, film ini juga memperlihatkan bagaimana hubungan keluarga bisa terbentuk dari situasi yang tidak terduga. Peran Ringgo Agus Rahman dalam film ini membawanya meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2025.

Pangku

Beralih ke film yang telah mendapat banyak penghargaan, "Pangku" menjadi salah satu pilihan untuk penonton yang ingin menikmati drama dengan cerita yang lebih intens.

Film ini mengikuti Sartika, seorang ibu muda yang memutuskan bekerja di sebuah kedai kopi pangku di kawasan Pantura, Jawa Tengah, ketika kondisi hidupnya semakin sulit. Diperankan Claresta Taufan, Sartika harus menghadapi berbagai kesukaran sekaligus berusaha bertahan demi memenuhi kebutuhan hidup.

"Pangku" merupakan debut Reza Rahadian sebagai sutradara, sekaligus film yang naskahnya ia tulis bersama Felix K. Nesi. Film ini turut dibintangi Fedi Nuril dan Christine Hakim. Dalam Festival Film Indonesia 2025, Pangku membawa pulang empat Piala Citra, yakni Film Terbaik, Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik untuk Christine Hakim, Penulis Skenario Asli Terbaik, serta Pengarah Artistik Terbaik untuk Eros Eflin.

Dua Garis Biru

Selanjutnya, film "Dua Garis Biru" bisa menjadi pilihan, yang membawa isu keluarga dan kehidupan remaja. Film yang tayang perdana pada 2019 ini mengikuti Dara dan Bima, sepasang kekasih sekaligus pelajar SMA yang harus menghadapi perubahan besar setelah mengalami kehamilan yang tidak direncanakan.

Keduanya kemudian dihadapkan pada berbagai persoalan yang jauh lebih besar dari usia mereka. Tak hanya soal hubungan, film ini juga memperlihatkan bagaimana keluarga dari kedua pihak menghadapi situasi tersebut dengan cara yang berbeda.

Disutradarai sekaligus ditulis Gina S. Noer, "Dua Garis Biru" dibintangi Angga Yunanda dan Adhisty Zara. Film ini meraih dua Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 2019 untuk kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik bagi Cut Mini dan Skenario Asli Terbaik.

Tinggal Meninggal

Untuk pilihan yang lebih satir dan penuh humor gelap, "Tinggal Meninggal" bisa menjadi tontonan yang menarik. Film ini bercerita tentang Gema, seorang karyawan yang sudah lama bekerja di sebuah kantor tetapi hampir tidak pernah mendapat perhatian dari rekan-rekannya.

Situasi berubah setelah ayahnya meninggal. Untuk pertama kalinya, Gema merasakan perhatian dan simpati dari orang-orang di sekitarnya. Namun ketika perhatian tersebut mulai menghilang, ia justru mencari cara agar tetap menjadi pusat perhatian.

Film drama komedi ini menjadi debut Kristo Immanuel sebagai sutradara. "Tinggal Meninggal" juga meraih sejumlah penghargaan di JAFF Indonesian Screen Awards 2026, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Penampilan Terbaik, Penyuntingan Terbaik, dan Naskah Terbaik. Film ini turut mendapatkan nominasi Festival Film Indonesia 2026 untuk kategori Penulis Skenario Asli Terbaik serta Penata Suara Terbaik.

Pilihan Editor: Ringgo Agus Rahman Tersentil Film Aku Sebelum Aku: Orang Tua Tak Harusnya Tentukan Jalan Hidup Anak

LANNY KUSUMASTUTI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |