CANTIKA.COM, Jakarta - Kalau kamu sering mengalami insomnia atau sleep struggle, coba trik klasik yang satu ini, yaitu membaca buku sebelum tidur. Bukan sekadar mitos, para ahli saraf dan dokter spesialis tidur membuktikan ada alasan ilmiah mengapa kebiasaan ini ampuh bikin tidur makin lelap.
Yuk, simak penjelasan lengkap dari para pakar!
Menjauhkan Otak dari "Jebakan" Cahaya Biru Media Sosial
Alasan utama membaca buku fisik ampuh adalah karena bikin kamu menjauh dari layar ponsel atau tablet. Paparan cahaya biru (blue light) dari layar gawai terbukti menekan produksi hormon melatonin yang mengatur siklus tidur.
Ahli saraf dan peneliti pascadoktoral di Universitas Oslo, Laura Bojarskaite, PhD, menjelaskan bedanya dampak media sosial dengan membaca buku bagi otak kita.
"Media sosial sengaja dirancang dengan mengutamakan hal baru, ketidakpastian, dan imbalan yang tidak tetap, yang semuanya mengaktifkan jaringan perhatian dan motivasi yang mendorong kita untuk terus berinteraksi," kata Laura Bojarskaite dilansir Real Simple.
"Buku biasanya lebih lambat, lebih mudah diprediksi, dan bebas dari notifikasi atau konten yang tak ada habisnya, sehingga jauh lebih mudah bagi otak untuk melepaskan diri," tambahnya.
Peredam Alami untuk Otak yang Suka Overthinking
Banyak orang sulit tidur bukan karena tubuhnya belum lelah, melainkan karena terjebak dalam pikiran sendiri, entah itu mengingat kejadian canggung di masa lalu atau cemas memikirkan tugas besok.
Membaca buku berfungsi sebagai alat bantu untuk mengalihkan pikiran tanpa memicu tingkat stres baru.
"Membaca tidak secara langsung membuat otak menghasilkan tidur. Sebaliknya, membaca mengurangi beberapa faktor yang membuat kita tetap terjaga," ujar Bojarskaite.
"Jika kamu asyik membaca buku yang menenangkan, kamu cenderung tidak akan terus memikirkan percakapan yang menegangkan, memikirkan tugas-tugas besok, atau terus mencari stimulasi dari ponsel."
Profesor neurologi di Universitas Pittsburgh yang berspesialisasi dalam pengobatan tidur, Joanna Fong-Isariyawongse, menambahkan bahwa buku memberikan fokus baru bagi otak untuk beralih ke mode relaksasi.
"[Membaca] menyerap perhatian secukupnya untuk meredam pikiran yang berulang. Ini juga membuat kita cukup tenang untuk mengurangi respons stres kita," jelas Joanna Fong-Isariyawongse. "Ini memfasilitasi penurunan respons otomatis, dari mode 'waspada' ke mode 'istirahat'."
Jadi Sinyal Rutin Kalau Waktu Tidur Sudah Tiba
Sama seperti minum teh hangat atau journaling, membaca buku setiap malam sebelum tidur bisa menjadi rutinitas sleep hygiene yang efektif jika dilakukan secara konsisten.
"Ketika itu terjadi pada waktu yang sama, dengan cara yang sama, malam demi malam, itu menjadi isyarat: Inilah saatnya kita bersantai," ungkap Fong-Isariyawongse. "Konsistensi adalah kuncinya."
Tips Memaksimalkan Rutinitas Membaca Sebelum Tidur
- Pilih Buku Cetak atau E-Reader Khusus: Hindari membaca lewat aplikasi ponsel. Jika ingin menggunakan perangkat digital, pilihlah e-reader dengan layar e-ink.
- Hindari Genre Thriller atau Berita Berat: Pilihlah buku dengan alur cerita yang santai dan menenangkan.
"Jika kamu membaca novel thriller yang menegangkan bisa membuat jantung berdebar kencang, laporan kerja yang menegangkan, atau berita yang mengganggu emosi, kamu mungkin tidak membantu otak mempersiapkan diri untuk tidur," tegas Bojarskaite.
So, apakah kamu berencana membaca buku sebelum tidur malam ini?
Pilihan Editor: 4 Tips Agar Bisa Rutin Bangun Pagi yang Bikin Tubuh Lebih Sehat
REAL SIMPLE | SILVY RIANA PUTRI
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582904/original/095301300_1778131421-cpns_bea_cukai_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4576168/original/048568900_1694732112-20230915022441__fpdl.in__medium-shot-woman-posing-with-flowers_23-2150725596_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572218/original/060707400_1777780612-cek_fakta_-_CPNS_Kemenag.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4442582/original/000568400_1685093803-Screenshot_20230526_120852_Gallery.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407521/original/093009600_1762744968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-10T101330.228.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4015150/original/070691700_1651836959-UMROH_BACKPAKER_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4439341/original/074219600_1684915362-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806807/original/084266200_1557976563-IMG-20190507-WA0082.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5580670/original/061045400_1778126140-8a6419d8-418c-4e77-8846-31d68f6b6e38.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4697748/original/031327300_1703490526-20231225-Taman-Margasatwa-Ragunan-Herman-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4020490/original/041535400_1652339052-20220512-Aksi-Buruh-Peringati-Mayday-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081754/original/022995900_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-1.jpg)