SEORANG siswa kelas IX di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islamic Center Siak, Riau, tewas pada Rabu, 8 April 2026 lalu. Korban berinisial MA, 15 tahun, itu diduga meninggal akibat senapan 3D rakitan yang dibuatnya untuk mengikuti ujian praktik yang tiba-tiba meledak.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, ledakan terjadi saat korban sedang memperagakan pemakaian senjata tersebut di depan gurunya. "Terjadilah ledakan sangat keras," ujar Pandra lewat sambungan telepon kepada Tempo pada Jumat, 10 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Akibat ledakan tersebut, bola kecil semacam peluru yang ada di dalam senapan rakitan itu menembus kepala korban. "Tembus hingga ke belakang kepala dan mengeluarkan darah," tutur Pandra.
Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Siak untuk mendapat pertolongan. Namun sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. "Tim dokter memperkirakan sudah meninggal saat perjalanan," ucap Pandra.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polsek Siak, Ajun Komisaris Raja Kosmos Parmulais menuturkan, peristiwa bermula dari jadwal ujian praktik di sekolah tersebut. Seluruh murid dibagi dalam lima kelompok dan diminta menampilkan hasil karya mereka untuk mata pelajaran sains.
Korban diketahui membuat sendiri senapan 3D sebagai hasil karya kelompok. Namun, anggota kelompok yang lain diduga tidak memahami cara kerja senapan tersebut. Bahkan saat kejadian, korban justru meminta teman-temannya itu untuk menjauh.
Saat tembakan dilakukan, senapan rakitan itu tiba-tiba meledak dan mengeluarkan asap yang disusul berhamburannya sejumlah material dari senapan tersebut. "Pecahan senapan rakitan berhamburan mengenai aula sekolah, dinding kelas dan juga kepala korban," ujar Kosmos dilansir dari Antara.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan bagian-bagian plastik, potongan besi, serta bubuk hitam dari sisa senapan yang meledak tersebut. "Kami kirim ke Laboratorium Forensik Polda Riau untuk memastikannya," kata Kosmos.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2559362/original/076937200_1546315450-20190101-Kembang-Api-Ancol-5.jpg)


