Surah Al Falaq Ayat 1-5 Lengkap Arab Latin dan Arti, Perlindungan dari 4 Kejahatan

8 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Falaq merupakan salah satu surah yang paling populer dan dihafal. Surah ini akrab karena menjadi salah satu bacaan favorit sholat dan sejumlah amalan lainnya. Meski termasuk surah pendek, surat Al-Falaq memiliki fadhilah luar biasa.

Surat Al-Falaq tergolong surat Makkiyah, diturunkan di Kota Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Surat ini menempati urutan ke-113 dalam mushaf Al-Qur'an dan termasuk dalam Juz Amma.

Surat yang terdiri dari lima ayat ini mengajarkan umat Islam untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik dari makhluk maupun dari kekuatan gaib yang jahat.

Keistimewaan Surat Al-Falaq semakin terasa ketika dikaitkan dengan Surat An-Nas. Kedua surat ini dikenal dengan sebutan Al-Mu'awwidzatain (dua surat perlindungan), karena keduanya berisi permohonan perlindungan (ta'awwudz) kepada Allah SWT dari segala bentuk kejahatan. Bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada ayat yang diturunkan yang menyerupai kedua surat ini sama sekali.

KH. Moechjar Dahri, B.A. dalam Tafsir Juz Amma menjelaskan bahwa Surat Al-Falaq mengajarkan umat Islam untuk berlindung kepada Allah dari empat jenis kejahatan; kejahatan makhluk secara umum, kejahatan malam yang gelap gulita, kejahatan sihir, dan kejahatan hasad (dengki).

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah bacaan surah Al-Falaq ayat 1-5 lengkap arab latin dan arti, keutamaan serta cara pengamalannya.

Bacaan Surah Al-Falaq Ayat 1-5: Arab, Latin, dan Artinya

Berikut adalah teks lengkap Surat Al-Falaq ayat 1-5 beserta transliterasi dan terjemahannya:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (١)

Qul a'ūżu birabbil-falaq

"Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar)'"

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (٢)

Min syarri mā khalaq

"Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan"

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (٣)

Wa min syarri gāsiqin iżā waqab

"Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita"

وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (٤)

Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad

"Dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya)"

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (٥)

Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

"Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki"

Makna Mendalam Surah Al-Falaq Ayat 1-5

Ayat 1: Berlindung kepada Tuhan yang Menguasai Subuh

Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan seluruh umatnya untuk mengatakan, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (rabbil-falaq)." Kata al-falaq secara bahasa berarti waktu subuh atau fajar, yaitu saat cahaya membelah kegelapan malam.

Allah disebut sebagai Rabb Al-Falaq karena Dia-lah yang menguasai waktu subuh, saat terbitnya cahaya yang menghilangkan kegelapan. Dalam konteks perlindungan, ini berarti Allah Mahakuasa menyingkirkan segala kejahatan dari hamba-Nya karena semua makhluk berada dalam genggaman-Nya.

Ayat 2: Perlindungan dari Kejahatan Makhluk

Pada ayat kedua, Allah mengajarkan untuk berlindung dari kejahatan semua makhluk yang Dia ciptakan, baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Ini mencakup kejahatan dari binatang buas, manusia jahat, jin, dan segala makhluk yang dapat mendatangkan mudarat. Hanya Sang Penciptalah yang dapat menolak kejahatan makhluk-Nya.

Ayat 3: Perlindungan dari Kejahatan Malam yang Gelap Gulita

Allah memerintahkan untuk berlindung dari kejahatan malam ketika telah gelap gulita (gāsiqin iżā waqab). Pada waktu malam, muncul hewan-hewan yang membahayakan dan pada waktu itu pula rencana jahat biasa disusun. Kegelapan malam sering dimanfaatkan oleh orang-orang jahat untuk melakukan kejahatan, dan hanya Allah yang dapat melindungi dari keburukan tersebut.

Ayat 4: Perlindungan dari Kejahatan Sihir

Ayat keempat memohon perlindungan dari kejahatan an-naffāṡāti fil-'uqad, yaitu perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul dengan rapalan-rapalan yang dilafalkan. Mereka bekerja sama dengan setan untuk menimpakan keburukan kepada orang yang disihir. Sihir adalah kejahatan yang sangat berbahaya karena dapat mempengaruhi pikiran, hati, dan fisik seseorang tanpa disadari.

Ayat 5: Perlindungan dari Kejahatan Hasad (Dengki)

Ayat kelima memohon perlindungan dari kejahatan orang yang dengki (ḥāsidin) apabila ia dengki. Hasad adalah perasaan tidak suka terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain, dan menginginkan nikmat itu hilang dari mereka. Orang yang hasad dapat berbuat jahat baik secara terang-terangan maupun tersembunyi, dan hanya Allah yang dapat melindungi dari keburukannya.

Riwayat Turunnya Surah Al-Falaq (Asbabun Nuzul)

Asbabun nuzul atau sebab turunnya Surat Al-Falaq berkaitan erat dengan peristiwa sakitnya Rasulullah SAW akibat sihir. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengalami sakit parah akibat sihir yang dilakukan oleh seorang Yahudi bernama Labid bin Al-A'sham.

Menurut riwayat yang tercantum dalam kitab Lubabun Nuqul karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi, sihir tersebut dilakukan dengan cara mengikat beberapa helai rambut Rasulullah SAW pada sebelas buhul, lalu dimasukkan ke dalam sumur milik Bani Zuraiqq. Atas izin Allah, dua malaikat datang memberi petunjuk kepada Nabi tentang asal-usul sihir tersebut.

Setelah gulungan sihir ditemukan dan dimusnahkan, Allah menurunkan dua surat sebagai bentuk perlindungan dan pengobatan, yaitu Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas. Inilah yang menjadi dasar mengapa kedua surat ini disebut Al-Mu'awwidzatain dan sangat dianjurkan untuk dibaca sebagai doa perlindungan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa Surat Al-Falaq adalah surat Makkiyah, namun ada juga yang berpendapat Madaniyah karena peristiwa sihir yang menimpa Nabi terjadi di Madinah. Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, yang jelas surat ini turun sebagai obat dan benteng perlindungan dari sihir dan segala kejahatan.

Keutamaan Surat Al-Falaq

1. Termasuk Surat yang Paling Mulia di Sisi Allah

Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh 'Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu: "Tahukah engkau ayat-ayat yang telah diturunkan malam ini, tidak pernah ada yang menyerupainya sama sekali?" Kemudian beliau membaca Qul a'ūżu birabbil-falaq dan Qul a'ūżu birabbin-nās.

2. Pengganti Perlindungan dari Ain (Mata Jahat)

Rasulullah SAW sebelumnya berlindung dari mata jahat jin dan manusia. Ketika Al-Mu'awwidzatain turun, beliau memakainya dan meninggalkan yang lain. Ini menunjukkan bahwa kedua surat ini adalah perlindungan yang paling sempurna.

3. Disunatkan Dibaca Setiap Selesai Salat

Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk membaca Al-Mu'awwidzatain setiap selesai salat wajib. Amalan ini menjadi benteng perlindungan rutin bagi setiap Muslim setelah beribadah.

4. Dibaca Sebelum dan Sesudah Tidur

Rasulullah SAW bersabda kepada 'Uqbah bin 'Amir: "Wahai 'Uqbah, bacalah keduanya setiap kamu tidur dan bangun. Tidaklah seseorang bisa meminta atau berlindung dengan seperti keduanya".

5. Bacaan Favorit untuk Ruqyah

Surat Al-Falaq dan An-Nas adalah surah yang paling favorit untuk bacaan ruqyah (pengobatan dengan ayat-ayat Al-Qur'an). Kedua surat ini sangat ampuh untuk mengobati pengaruh sihir, gangguan jin, dan berbagai penyakit spiritual lainnya.

6. Benteng Perlindungan yang Paling Kuat

Para ulama menyarankan untuk menjaga benteng pertahanan dengan membaca tiga surat: Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas setiap hari. Ini adalah salah satu benteng pertahanan yang paling kuat.

Cara Pengamalan Surat Al-Falaq

1. Dibaca Setelah Salat Fardhu

Rasulullah SAW memerintahkan untuk membaca Al-Mu'awwidzatain setiap selesai salat. Amalan ini dapat dilakukan dengan membaca Surat Al-Falaq dan An-Nas masing-masing sekali setelah salam.

2. Dibaca Sebelum Tidur

Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebelum tidur. Caranya: membaca ketiga surat tersebut, kemudian meniupkan pada kedua telapak tangan, lalu mengusapkan ke seluruh tubuh yang dapat dijangkau. Ini dilakukan tiga kali.

3. Dibaca sebagai Ruqyah

Surat Al-Falaq dan An-Nas sangat ampuh digunakan sebagai ruqyah untuk pengobatan dari pengaruh sihir dan kesurupan jin. Caranya dengan membacakan kedua surat ini kepada orang yang sakit sambil ditiupkan pada bagian tubuh yang sakit atau pada air minum.

4. Dibaca Saat Bangun Tidur

Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk membaca kedua surat ini setiap kali bangun tidur. Ini merupakan bentuk perlindungan di awal hari agar terhindar dari segala kejahatan sepanjang hari.

5. Dibaca 3 Kali Setelah Salat Subuh dan Maghrib

Sebagian ulama menganjurkan untuk membaca Surat Al-Ikhlas dan Al-Mu'awwidzatain masing-masing tiga kali setelah salat Subuh dan Maghrib sebagai bentuk perlindungan dari segala keburukan.

Pertanyaan Seputar Surat Al-Falaq

1. Apa arti nama "Al-Falaq" dalam surat ini?

Al-Falaq secara harfiah berarti "waktu subuh" atau "fajar". Kata ini menggambarkan saat terbitnya fajar yang membelah kegelapan malam dengan cahaya. Dalam konteks surat ini, Allah disebut sebagai Rabb Al-Falaq (Tuhan yang menguasai subuh) karena Dia-lah yang menciptakan dan mengatur pergantian malam dan siang, serta Mahakuasa menyingkirkan segala kejahatan dari hamba-Nya.

2. Mengapa Surat Al-Falaq dan An-Nas disebut Al-Mu'awwidzatain?

Surat Al-Falaq dan An-Nas disebut Al-Mu'awwidzatain (dua surat perlindungan) karena keduanya berisi permohonan perlindungan (ta'awwudz) kepada Allah SWT dari segala bentuk kejahatan. Kedua surat ini memiliki keutamaan yang sangat besar dan merupakan benteng perlindungan yang paling ampuh bagi setiap Muslim.

3. Apa saja kejahatan yang disebutkan dalam Surat Al-Falaq?

Surat Al-Falaq menyebutkan empat jenis kejahatan yang harus dilindungi: (1) kejahatan semua makhluk yang Allah ciptakan, (2) kejahatan malam yang gelap gulita, (3) kejahatan penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan (4) kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki. Keempat jenis kejahatan ini mencakup berbagai bentuk keburukan yang dapat menimpa manusia.

4. Bagaimana cara mengamalkan Surat Al-Falaq dalam kehidupan sehari-hari?

Surat Al-Falaq dapat diamalkan dengan membacanya setiap selesai salat wajib, sebelum tidur, saat bangun tidur, dan sebagai ruqyah untuk pengobatan. Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk membacanya bersama Surat Al-Ikhlas dan An-Nas, kemudian meniupkan pada kedua telapak tangan dan mengusapkan ke seluruh tubuh sebagai bentuk perlindungan.

5. Apa hubungan Surat Al-Falaq dengan peristiwa sihir yang menimpa Nabi Muhammad SAW?

Surat Al-Falaq turun sebagai respons atas peristiwa sihir yang menimpa Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh seorang Yahudi bernama Labid bin Al-A'sham. Setelah gulungan sihir ditemukan dan dimusnahkan, Allah menurunkan Surat Al-Falaq dan An-Nas sebagai bentuk perlindungan dan pengobatan. Inilah yang menjadi dasar mengapa kedua surat ini sangat dianjurkan untuk dibaca sebagai doa perlindungan dari sihir dan segala kejahatan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |