Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Baqarah ayat 255 yang lebih dikenal dengan sebutan Ayat Kursi merupakan salah satu ayat agung dalam Al-Qur'an. Ayat ini disebut sebagai ‘penghulu’ atau pemimpin seluruh ayat Al-Qur'an (sayyidul ayyil quran) karena kandungannya yang sarat akan keagungan dan keesaan Allah SWT.
Keistimewaan Ayat Kursi kandungan makna mendalamnya, mencakup nilai-nilai tauhid yang menjadi fondasi utama akidah Islam. Ayat ini memberikan gambaran tentang keesaan Allah, kekuasaan-Nya yang meliputi langit dan bumi, serta pengetahuan-Nya yang tidak terbatas.
Dalam kajian tafsir tahlili, A. Fajar Awaluddin mengungkapkan bahwa Al-Qur'an pada Ayat Kursi memiliki nilai-nilai karakter yang dapat menjadi acuan dalam pendidikan karakter di Indonesia yang kini menghadapi degradasi moral. Sementara, Muhaiminah Darajat menegaskan bahwa Ayat Kursi banyak mengandung nilai-nilai tauhid yang meliputi Tauhid Uluhiyah, Tauhid Rububiyah, dan Tauhid Ubudiyah.
Dalam khazanah spiritual Islam, ayat Kursi diyakini memiliki keutamaan luar biasa, yang di antaranya adalah dibaca sebagai doa perlindungan. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah ulasan mengenai Surat Al-Baqarah ayat 255, makna mendalam dan keutamaannya.
Bacaan Lengkap Surat Al-Baqarah Ayat 255
Arab: اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyūm, lā ta'khudzuhū sinatuw wa lā na'um, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man dzalladzī yasyfa'u 'indahū illā bi'idznih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā', wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 255
Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an al-Adzim menjelaskan bahwa Ayat Kursi terdiri dari sepuluh kalimat yang berdiri sendiri, masing-masing mengandung makna keagungan Allah SWT. Ayat ini mengisyaratkan kesucian Allah dari segala cacat dan kekurangan, serta kelengahan dan kelalaian dalam mengurusi makhluk-Nya.
Ibnu Katsir menegaskan bahwa Allah Maha Hidup, tidak mati selamanya, dan senantiasa mengurus makhluk-Nya tanpa pernah diserang rasa kantuk maupun tidur.
Sementara, M. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah menafsirkan Ayat Kursi secara kontekstual dengan pendekatan yang memperhatikan pesan, kesan, dan keserasian dalam Al-Qur'an.
Menurutnya, Ayat Kursi bukan sekadar bacaan yang mengandung keutamaan, tetapi juga merupakan ayat yang mengajarkan tentang keesaan Allah dan kekuasaan-Nya yang mutlak atas seluruh alam semesta. Quraish Shihab juga menyinggung fadhilah Ayat Kursi, bahwa bagi siapa yang membacanya dengan penuh keyakinan, maka tidak ada yang menghalanginya dari surga kecuali kematian.
Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan bahwa awal pembahasan pada Ayat Kursi adalah jawaban atas pertanyaan mengenai siapa Tuhan umat manusia yang menurut fitrahnya wajib dipuji dan dipuja. Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, yang memiliki sifat Hayyul Qayyum (Maha Hidup dan Maha Mengurus).
Hamka menekankan bahwa pengakuan terhadap keesaan Allah harus diiringi dengan pemahaman bahwa segala sesuatu di langit dan di bumi adalah milik-Nya, dan tidak ada seorang pun yang dapat memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya.
Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 255
Ayat Kursi turun melalui serangkaian peristiwa yang melibatkan Nabi Muhammad SAW, Abu Hurairah, dan setan yang menyamar sebagai anak kecil. Kisah ini diriwayatkan dalam berbagai sumber hadis, termasuk Shahih Bukhari.
Suatu hari, Nabi Muhammad SAW menerima zakat berupa kurma dalam jumlah yang sangat banyak. Karena tidak ada tempat penyimpanan di rumah Beliau, kurma-kurma tersebut diletakkan di serambi masjid, dan Beliau mengutus Abu Hurairah untuk menjaganya.
Pada malam pertama, datanglah seorang anak kecil berbaju hitam yang mengambil kurma. Abu Hurairah menegurnya, dan anak itu mengaku sebagai anak yatim miskin yang kelaparan. Abu Hurairah pun merasa iba dan melepasnya.
Keesokan harinya, Nabi menegur Abu Hurairah, "Mengapa kamu lepaskan anak kecil tadi malam?" Abu Hurairah terkejut karena Nabi mengetahui kejadian itu. Malam kedua, anak kecil itu datang kembali dan kembali memohon belas kasihan. Abu Hurairah kembali melepasnya dengan peringatan bahwa jika terulang lagi, ia akan diikat di tiang masjid.
Pada malam ketiga, anak kecil itu datang lagi. Abu Hurairah bertekad tidak akan melepasnya. Namun anak kecil itu menawarkan sebuah doa keselamatan yang disebut Ayat Kursi. Ia berkata bahwa barangsiapa membacanya di pagi hari akan dijaga keselamatannya sampai sore, dan barangsiapa membacanya di sore hari akan dijaga sampai pagi. Abu Hurairah bertanya tentang bacaan doa tersebut, tetapi anak kecil itu menyuruhnya bertanya kepada Nabi.
Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kejadian itu kepada Nabi. Malaikat Jibril pun turun membawa Ayat Kursi. Nabi bersabda, "Dia itu adalah setan pendusta, namun yang dikatakannya itu benar."
Makna Mendalam dan Kandungan Surat Al-Baqarah Ayat 255
1. Tauhid Uluhiyah: Keesaan Allah
Ayat ini diawali dengan penegasan "Allāhu lā ilāha illā huw" (Allah, tidak ada Tuhan selain Dia). Ini merupakan inti dari Tauhid Uluhiyah, yaitu keyakinan bahwa hanya Allah satu-satunya yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Manusia diajak untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah dan menyadari betapa mustahil menyembah sesuatu yang diciptakan oleh tangan manusia sendiri.
2. Tauhid Rububiyah: Allah Penguasa Alam Semesta
Kandungan "lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ" (Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi) menegaskan Tauhid Rububiyah—bahwa Allah adalah pencipta, pemilik, dan penguasa seluruh alam semesta. Segala sesuatu yang ada, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, adalah milik-Nya dan berada di bawah kekuasaan-Nya.
3. Tauhid Ubudiyah: Penghambaan kepada Allah
Frasa "man dzalladzī yasyfa'u 'indahū illā bi'idznih" (Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya) mengandung nilai Tauhid Ubudiyah—bahwa Allah adalah satu-satunya tempat beribadah, meminta pertolongan, dan tujuan segala kehidupan. Tidak ada kekuatan atau perantara yang dapat menolong tanpa kehendak-Nya.
4. Luasnya Ilmu Allah
"Ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum" (Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka) menunjukkan bahwa ilmu Allah meliputi segala sesuatu, baik masa lalu, masa kini, maupun masa depan. Manusia hanya mengetahui sedikit dari ilmu Allah sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.
5. Kursi Allah Meliputi Langit dan Bumi
"Wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ" (Kursi Allah meliputi langit dan bumi) menggambarkan betapa besar kekuasaan dan ilmu Allah. Kursi yang dimaksud adalah simbol kekuasaan, ilmu, atau tempat berpijak Allah Ta'ala. Langit dan bumi dengan segala isinya tidaklah berat bagi Allah untuk memeliharanya.
Fadhilah Ayat Kursi
1. Penghulu Segala Ayat Al-Qur'an
Rasulullah SAW bersabda bahwa Ayat Kursi adalah ayat yang paling agung dalam Kitabullah. Dalam riwayat lain, Beliau menyatakan bahwa segala sesuatu memiliki puncak, dan puncak Al-Qur'an adalah Surah Al-Baqarah, sedangkan pemimpin ayat-ayat Al-Qur'an adalah Ayat Kursi.
2. Perlindungan dari Gangguan Jin dan Manusia
Ketika Ayat Kursi dibaca pada pagi dan petang hari, maka yang membacanya akan dijaga dari gangguan-gangguan perbuatan jahat, baik dari jin maupun manusia. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan dari Abu Hurairah.
3. Pintu Masuk Surga
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang dapat menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian" (HR An-Nasai dan Ibnu Hibban).
4. Penjagaan Sepanjang Malam
Membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan mendatangkan penjagaan dari Allah SWT hingga waktu pagi. Setan pun tidak akan sanggup mendekati orang yang membacanya.
5. Mengandung Asma-asma Allah yang Agung
Ayat Kursi mengandung nama-nama dan sifat-sifat Allah yang Maha Agung. Dengan merenungkan dan menghayati maknanya, seorang hamba akan semakin dekat dengan Tuhannya dan semakin mantap akidahnya.
Cara Pengamalan Ayat Kursi
1. Dibaca Setelah Shalat Fardhu
Setelah salam dari shalat wajib, bacalah Ayat Kursi satu kali. Rasulullah SAW menjanjikan bahwa siapa yang membacanya setelah shalat fardhu, Allah akan menjaganya hingga shalat berikutnya. Amalan ini juga menjadi ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada surga.
2. Dibaca pada Pagi dan Petang Hari
Bacalah Ayat Kursi setiap pagi setelah shalat Subuh dan setiap sore setelah shalat Ashar atau Maghrib sebagai bentuk zikir harian. Hal ini dianjurkan untuk mendapatkan perlindungan, ketenangan hati, dan keberkahan sepanjang hari.
3. Dibaca Sebelum Tidur
Membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan mendatangkan penjagaan Allah hingga pagi hari. Dalam riwayat dari Abu Hurairah, setan mengatakan bahwa barangsiapa membaca Ayat Kursi sebelum tidur, maka penjagaan Allah senantiasa menyertainya dan setan tidak akan sanggup mendekatinya sampai waktu pagi.
4. Dibaca Saat Akan Memulai Aktivitas
Sebelum bekerja, berdagang, atau melakukan aktivitas lainnya, bacalah Ayat Kursi terlebih dahulu. Niatkan agar Allah memberkahi pekerjaan dan memudahkan hasilnya.
5. Diamalkan Saat Menghadapi Kesulitan
Jika menghadapi kesulitan atau rintangan dalam hidup, perbanyaklah membaca Ayat Kursi dengan penuh keyakinan dan sertai dengan doa memohon pertolongan kepada Allah.
Pertanyaan Seputar Surat Al-Baqarah
1. Mengapa Surat Al-Baqarah ayat 255 disebut Ayat Kursi?
Ayat ini dinamakan Ayat Kursi karena di dalamnya terdapat penyebutan kata "kursi" yang menjelaskan tentang kekuasaan Allah SWT. Penamaan ini bukan hasil ijtihad ulama, melainkan berasal dari Rasulullah SAW sendiri, sebagaimana dalam riwayat ketika seorang sahabat bertanya tentang ayat paling agung, Beliau menjawab "Ayat Kursi" lalu membacanya (HR Ahmad).
2. Apa keutamaan membaca Ayat Kursi setelah shalat?
Keutamaan membaca Ayat Kursi setelah shalat fardhu sangat besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa membacanya setelah setiap shalat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian. Selain itu, ia akan mendapatkan perlindungan Allah hingga waktu shalat berikutnya.
3. Apa kandungan nilai-nilai pendidikan karakter dalam Ayat Kursi?
Berdasarkan kajian A. Fajar Awaluddin, Ayat Kursi mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang meliputi nilai religius, mandiri, tanggung jawab, disiplin, rasa ingin tahu, dan cinta ilmu pengetahuan. Nilai-nilai ini menjadi acuan penting dalam pendidikan karakter di Indonesia yang menghadapi degradasi moral.
4. Bagaimana cara mengamalkan Ayat Kursi dalam kehidupan sehari-hari?
Ayat Kursi dapat diamalkan dengan membacanya setelah shalat fardhu, pada pagi dan petang hari, sebelum tidur, saat akan memulai aktivitas, serta saat menghadapi kesulitan. Pengamalan ini dilakukan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT.
5. Apa saja nilai-nilai tauhid yang terkandung dalam Ayat Kursi?
Menurut Muhaiminah Darajat, Ayat Kursi mengandung tiga nilai tauhid: Tauhid Uluhiyah yang menegaskan keesaan Allah dan tiada sesuatupun yang menyerupai-Nya; Tauhid Rububiyah yang meliputi aspek bahwa Allah itu Ada (Wujud) dan Maha Kaya serta Merajai alam semesta; serta Tauhid Ubudiyah yang menegaskan bahwa Allah adalah tempat ibadah, dimintai pertolongan, dan tujuan segala kehidupan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507305/original/081482200_1771489245-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4919191/original/040795900_1723718109-Ilustrasi_pasrah__berserah__berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5396547/original/062855300_1761739604-Bepergian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535602/original/003835300_1774065308-0L5A1309.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5278961/original/000621400_1752123975-WhatsApp_Image_2025-07-10_at_12.01.04_PM.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5640995/original/044596400_1778245881-haj1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725886/original/008571900_1706156981-madrosah-sunnah-XvJYidRmpUE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215229/original/033266000_1746799361-4ff83da7-1538-4742-9157-6cfce7cd7661.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081754/original/022995900_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864490/original/019606900_1718432505-Khusyuk_Wukuf_Jemaah_Haji_di_Padang_Arafah-AP__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575202/original/003079900_1778040737-WhatsApp_Image_2026-05-06_at_10.48.40_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336374/original/082096200_1534823979-Salat-Idul-Adha-1439-H5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482819/original/082028900_1687846264-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6211301/original/095777700_1779089408-wadah_daging_kurban_selain_plastik_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531067/original/095633800_1773546706-Klaim_bantuan_dari_Purbaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4826277/original/056858900_1715175570-fotor-ai-2024050820396.jpg)