Survei LSI: 63,2 Persen Warga Indonesia Hapal Pancasila

4 hours ago 5

SURVEI Lembaga Survei Indonesia atau LSI mengungkap pengenalan masyarakat Indonesia terhadap Pancasila. Berdasarkan survei terbaru mereka terungkap jika hanya 63 persen warga Indonesia yang bisa menyebutkan lima sila Pancasila dengan benar.

Survei berjudul “ Evaluasi dan Komitmen Publik terhadap Pancasila” ini dilakukan pada 4-12 Maret 2026. Responden berjumlah 2.020 warga negara Indonesia berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sigi ini juga mengungkapkan 92,7 persen mengaku tahu Pancasila. Sedangkan 7,3 persen tidak tahu atau belum pernah mendengar Pancasila sama sekali. Dari total populasi, hanya 63 persen lebih yang bisa menyebutkan semua sila Pancasila dengan benar. 

“Ada 63,2 persen orang Indonesia yang mampu menyebutkan kelima Pancasila. Sisanya hanya ada yang menyebut satu saja atau dua saja atau tiga saja dan seterusnya,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat pemaparan rilis di kanal YouTube LSI, 12 April 2026.

Di luar 63,2 persen yang tahu kelima sila, sebanyak 10,7 persen hanya bisa menyebut 4 dari 5 sila. Kemudian ada 4,9 persen yang hanya bisa menyebut 3 dari 5 sila, 4,1 persen hanya bisa menyebut 2 sila, dan ada 4,8 persen hanya bisa menyebut 1 sila. 

Di samping itu, ada 12,3 persen yang tidak bisa menyebut atau keliru menyebut satu pun sila pada Pancasila. 

Berdasarkan latar belakang pendidikan, mereka yang tidak tahu sama sekali Pancasila mayoritas adalah lulusan SD atau di bawahnya dengan 29,3 persen. Sedangkan ada 9,8 persen orang lulusan SMP atau sederajat yang tidak bisa menyebut sila lengkap sama sekali. Kemudian ada 3,5 persen lulusan SMA sederajat yang tidak mengetahui semua sila. Adapun lulusan kuliah hanya 0,6 persen yang tidak tahu sila sama sekali. 

Berdasarkan pekerjaan, mayoritas yang tidak tahu satu pun sila bekerja sebagai petani, peternak, atau nelayan dengan jumlah 22,5 persen.

Populasi yang tidak mengetahui satu pun sila, 16,5 persen berdomisili di pedesaan dan 8 persen di Perkotaan. Adapun Maluku dan Papua menjadi daerah yang paling banyak tidak mengetahui tentang Pancasila atau sebesar 23,8 persen. 

Metodologi survei ini menggunakan multistage random sampling. Adapun margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar +/- 2.2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (dengan asumsi simple random sampling).

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Sementara quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari seluruh sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Quality control tidak menemukan kesalahan berarti. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |