13 Hadist Nabi tentang Keistimewaan Bulan Ramadhan, Menyelami Anugrah Agung Bulan Suci

2 days ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadhan tidak hanya datang dengan nuansa spiritual yang khas, tetapi juga dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dalam bingkai wahyu dan bimbingan yang terang benderang. Melalui hadist nabi tentang keistimewaan bulan Ramadhan kita diajak untuk memahami bahwa bulan suci ini adalah anugerah agung bagi umat Islam.

Ramadhan adalah sebuah bulan yang di dalamnya terkumpul pelbagai keutamaan, rahmat yang melimpah, dan janji pengampunan dari Yang Maha Pengasih. Hadist-hadist ini membimbing kita untuk menemukan mutiara-mutiara ibadah, mulai dari puasa, shalat malam, sedekah, hingga momentum Lailatul Qadar yang tak ternilai.

Melalui kitab-kitab syarah hadis, para ulama menerjemahkan makna hingga bisa menjadi panduan praktis bagi umat Islam. Berikut ini adalah hadist nabi tentang keistimewaan bulan ramadhan, intisari makna, dan tafsir mendalam dari para imam ahli hadis.

1. Hadis Khutbah Rasulullah SAW Menjelang Ramadhan

Perawi: Salman Al-Farisi r.a

خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ فَقَالَ: أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللَّهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيهِ فَرِيضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِيهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ... إِلَى آخِرِ الْحَدِيثِ.

Terjemahan:"Rasulullah ﷺ berkhutbah kepada kami pada akhir hari di bulan Sya'ban. Beliau bersabda: 'Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan yang diberkahi, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah mewajibkan puasanya dan menjadikan shalat malamnya (Tarawih) sebagai amalan sunnah. Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebajikan (sunnah) di bulan ini, maka ia seperti mengerjakan suatu kewajiban di bulan lain. Dan barangsiapa mengerjakan suatu kewajiban di dalamnya, maka ia seperti mengerjakan tujuh puluh kewajiban di bulan lain. Ini adalah bulan kesabaran, dan pahala kesabaran adalah surga. Ini adalah bulan saling memberi bantuan (muwasah). Ini adalah bulan di mana rezeki seorang mukmin ditambahkan. Barangsiapa memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka itu menjadi pengampunan bagi dosa-dosanya dan pembebasan dirinya dari neraka, serta ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun...' (hingga akhir hadits)." (HR. Ibnu Khuzaimah)

Hadits ini menggambarkan betapa istimewanya bulan Ramadhan. Ia adalah momentum peningkatan ibadah di mana amalan sunnah bernilai wajib dan amalan wajib dilipatgandakan pahalanya. Bulan ini juga menjadi medan latihan kesabaran dan kepekaan sosial melalui sedekah dan memberi makan orang yang berpuasa.

Imam As-Suyuthi dalam kitab "Ad-Durrul Mantsur" menjelaskan bahwa hadits ini mengumpulkan berbagai keutamaan Ramadhan yang tersebar dalam hadits-hadits lain. Penjelasan tentang pahala memberi buka puasa juga ditegaskan oleh Imam An-Nawawi dalam "Syarh Shahih Muslim" bahwa ia termasuk amalan yang sangat dianjurkan karena menggabungkan antara puasa dan sedekah.

2. Hadits Keutamaan Puasa Ramadhan

Perawi: Abu Hurairah r.a.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Terjemahan:"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa Ramadhan yang dilandasi keimanan dan keikhlasan (tidak sekadar rutinitas) menjadi sebab pengampunan dosa. Syarat "iman dan ihtisab" menekankan pentingnya niat yang tulus dan keyakinan akan janji Allah.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam "Fathul Bari" menjelaskan bahwa "iman" berarti membenarkan keutamaan puasa yang ditetapkan Allah, sedangkan "ihtisab" berarti mengharap pahala dari-Nya dan tidak menginginkan pujian manusia. Pengampunan dosa dalam hadits ini, menurut mayoritas ulama, adalah untuk dosa-dosa kecil. Dosa besar memerlukan taubat khusus.

3. Hadits Keutamaan Shalat Tarawih

Perawi: Abu Hurairah r.a.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Terjemahan:"Barangsiapa melaksanakan shalat (Tarawih) pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i)

Shalat malam di bulan Ramadhan (Tarawih) memiliki keutamaan yang setara dengan puasa itu sendiri dalam hal pengampunan dosa, jika dilandasi keimanan dan keikhlasan. Ini menunjukkan keutamaan menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah.

Imam An-Nawawi dalam "Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim" menyatakan bahwa "qiyam Ramadhan" dalam hadits ini maksudnya adalah shalat Tarawih. Beliau menekankan bahwa pengampunan dosa yang dijanjikan berlaku dengan syarat menghindari dosa-dosa besar. Ini adalah motivasi besar untuk kontinuitas dalam shalat malam selama Ramadhan.

4. Hadits Keutamaan Puasa dan Qiyam di Mekah

Perawi: Ibnu Abbas r.a.

مَنْ أَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ بِمَكَّةَ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَى آخِرِهِ صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ، كُتِبَ لَهُ مِائَةُ أَلْفِ شَهْرِ رَمَضَانَ فِي غَيْرِهَا...

Terjemahan: "Barangsiapa mendapati bulan Ramadhan di Mekah, dari awal hingga akhir, (dan mengerjakan) puasa serta shalat malamnya, maka akan dituliskan baginya (pahala) seratus ribu bulan Ramadhan di tempat selainnya..." (HR. Al-Baihaqi)

Keutamaan tanah Haram (Mekah) melipatgandakan pahala ibadah. Ibadah Ramadhan di Masjidil Haram memiliki nilai luar biasa, menunjukkan kemuliaan tempat tersebut. Ini mendorong umat Islam yang mampu untuk beri'tikaf atau menunaikan umrah di Ramadhan.

Para ulama ahli hadits seperti As-Suyuthi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan khusus kota Mekah. Dalam kitab "Al-Kanzuts Tsamin", disebutkan bahwa bilangan seratus ribu adalah bentuk kinayah (kiasan) atas banyaknya pahala, bukan pembatasan secara pasti. Ini sejalan dengan kaidah bahwa pahala ibadah di Masjidil Haram dilipatgandakan.

5. Hadits 5 Keistimewaan Umat Nabi Muhammad SAW

Perawi: Jabir bin Abdullah r.a

أُعْطِيَتْ أُمَّتِي فِي شَهْرِ رَمَضَانَ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ نَبِيٌّ قَبْلِي... إِلَى آخِرِ الْحَدِيثِ.

Terjemahan:"Umatku diberi lima keistimewaan di bulan Ramadhan yang tidak diberikan kepada umat nabi sebelumku..." (HR. Al-Baihaqi)

Hadits ini menunjukkan kemuliaan dan kasih sayang Allah yang khusus kepada umat Nabi Muhammad ﷺ di bulan Ramadhan. Keistimewaan itu meliputi pandangan rahmat Allah, keharuman mulut orang berpuasa, doa malaikat, persiapan surga, dan pengampunan massal di akhir Ramadhan.

Imam Al-Munawi dalam "Faidhul Qadir" menjelaskan bahwa lima keistimewaan ini adalah bukti kesempurnaan agama Islam dan kemudahan yang Allah berikan. Pandangan Allah (nazhar) di sini berarti pandangan rahmat dan penerimaan, bukan pandangan fisik. Penjelasan tentang diampuninya "semua" pada akhir malam Ramadhan oleh Allah, sebagaimana upah diberikan setelah kerja selesai, adalah penegasan bahwa ampunan adalah hak prerogatif Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki.

6. Hadits Pahala Puasa dan Shalat di Bulan Ramadhan

Perawi: Abu Said Al-Khudri r.a.

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ... إِلَى آخِرِ الْحَدِيثِ.

Terjemahan:"Apabila tiba malam pertama bulan Ramadhan, pintu-pintu langit dibuka... (dan disebutkan berbagai keutamaan pahala shalat, puasa, dan amalan lainnya)." (HR. Al-Baihaqi)

Hadits ini menggambarkan suasana spiritual langit yang terbuka untuk menerima amal dan doa hamba di bulan Ramadhan. Pahala yang dijanjikan sangat besar dan bersifat simbolis (seperti pohon besar) untuk menunjukkan betapa bernilainya setiap amalan kecil di bulan ini.

Para ulama menjelaskan bahwa gambaran-gambaran indah dalam hadits ini (seperti rumah di surga, pohon besar) adalah untuk memotivasi jiwa agar giat beribadah. Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitabnya menyebutkan bahwa hadits-hadits seperti ini mengandung makna hakiki tentang besarnya pahala, meski bentuk konkretnya hanya Allah yang tahu. Intinya adalah dorongan untuk memperbanyak sujud, shalat, dan ibadah.

7. Hadits Menjaga Hak-Hak Ramadhan

Perawi: Abu Sa'id Al-Khudri r.a.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَعَرَفَ حُدُودَهُ وَتَحَفَّظَ مِمَّا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَتَحَفَّظَ كُفِّرَ مَا قَبْلَهُ.

Terjemahan:"Barangsiapa berpuasa Ramadhan, mengetahui batasan-batasannya, dan menjaga diri dari apa yang semestinya ia jaga, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan dihapuskan." (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)

Keutamaan puasa Ramadhan tidak hanya terletak pada menahan lapar dan dahaga, tetapi juga pada pengetahuan tentang adab, hukum, dan batasannya, serta menjaga anggota badan dari segala yang haram atau mengurangi pahala puasa.

Imam Al-'Iraqi dalam "Tarhut Tatsrib" menjelaskan bahwa "mengetahui batasannya" adalah memahami hukum-hukum puasa, syarat, rukun, dan pembatalnya. "Menjaga diri" maksudnya menjaga lisan, pendengaran, penglihatan, dan seluruh anggota tubuh dari maksiat. Puasa yang sempurna inilah yang menjadi kafarah (penghapus) dosa.

8. Hadits Pahala Memberi Makan Orang Berbuka

Perawi: Dari beberapa sahabat.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا فِي شَهْرِ رَمَضَانَ مِنْ كَسْبٍ حَلَالٍ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ لَيَالِيَ رَمَضَانَ كُلَّهَا...

Terjemahan:"Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dari penghasilan yang halal, maka para malaikat akan bershalawat untuknya sepanjang malam-malam Ramadhan..." (HR. Abu Syaikh)

Amalan sederhana seperti memberi buka puasa, meski hanya dengan seteguk air, memiliki nilai yang sangat tinggi. Pahalanya meliputi shalawat dari malaikat, pertemuan dengan Jibril, dan kelembutan hati. Syarat "penghasilan halal" menekankan pentingnya kehalalan sumber daya yang disedekahkan.

Al-Hafizh Al-Mundziri dalam "At-Targhib wat Tarhib" menyebutkan bahwa shalawat malaikat berarti mereka mendoakan kebaikan dan ampunan untuk orang tersebut. Menjabat tangan Jibril adalah kiasan untuk mendapatkan kemuliaan dan kedekatan khusus. Hadits ini mendorong semua orang, kaya atau miskin, untuk berpartisipasi dalam amalan mulia ini.

9. Hadits Ramadhan Bulan Terbaik bagi Mukmin

Perawi: Abu Hurairah r.a.

أَظَلَّكُمْ شَهْرُكُمْ هَذَا... مَا مَرَّ بِالْمُسْلِمِينَ شَهْرٌ خَيْرٌ لَهُمْ مِنْهُ، وَلَا مَرَّ بِالْمُنَافِقِينَ شَهْرٌ شَرٌّ لَهُمْ مِنْهُ...

Terjemahan:"...Tidaklah berlalu bagi kaum muslimin satu bulan yang lebih baik bagi mereka daripada bulan (Ramadhan) ini. Dan tidaklah berlalu bagi kaum munafik satu bulan yang lebih buruk bagi mereka daripada bulan ini..." (HR. Ibnu Khuzaimah)

Ramadhan adalah ujian sekaligus pembeda. Bagi mukmin, ia adalah ladang pahala dan peningkatan diri. Bagi munafik yang hanya berpura-pura, ia adalah beban dan justru menjadi catatan buruk karena niat dan perbuatannya yang tidak ikhlas.

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam "Latha'if al-Ma'arif" menjelaskan bahwa Ramadhan memperjelas kondisi hati seseorang. Mukmin menyambutnya dengan sukacita dan persiapan ibadah, sehingga pahalanya dicatat sejak awal. Munafik melihatnya sebagai beban dan mencari-cari aib orang lain, sehingga keburukannya pun dicatat. Ini adalah bulan "ghunm" (keuntungan) bagi mukmin.

10. Hadits Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup

Perawi: Abu Hurairah r.a.

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ.

Terjemahan:"Apabila bulan Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menggambarkan keadaan khusus di bulan Ramadhan. Allah memudahkan hamba-Nya untuk beramal kebaikan (surga terbuka), menutup jalan-jalan menuju keburukan (neraka tertutup), dan melemahkan musuh utama manusia (setan dibelenggu). Ini adalah kesempatan emas untuk bertaubat dan meningkatkan ibadah.

Imam An-Nawawi dalam "Syarh Shahih Muslim" menjelaskan bahwa pembukaan pintu surga dan penutupan pintu neraka adalah kiasan untuk banyaknya amal ketaatan yang menjadi sebab masuk surga, dan berkurangnya kemaksiatan yang menjadi sebab masuk neraka.

"Setan dibelenggu" berarti kekuatan mereka untuk menggoda melemah, terutama untuk menggoda orang yang berpuasa dari makan dan minum. Namun, godaan dari nafsu dan kebiasaan buruk tetap ada, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

11. Hadits Seruan di Malam Ramadhan

Perawi: Abu Hurairah r.a.

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ... نَادَى مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ...

Terjemahan:"Apabila tiba malam pertama bulan Ramadhan... Seorang penyeru berseru: 'Wahai pencari kebaikan, kemarilah! Wahai pencari keburukan, berhentilah!..." (HR. Ibnu Khuzaimah)

Di bulan Ramadhan, Allah menyeru hamba-Nya dengan seruan penuh rahmat. Bulan ini adalah kesempatan bagi yang ingin berbuat baik untuk semakin giat, dan peringatan bagi yang ingin berbuat jahat untuk menghentikan niat buruknya. Seruan ini adalah motivasi dan peringatan sekaligus.

Ulama seperti Al-Mubarakfuri dalam "Tuhfatul Ahwadzi" menjelaskan bahwa "penyeru" dalam hadits ini adalah malaikat yang ditugaskan Allah. Seruan ini, meski tidak didengar secara fisik oleh manusia, terwujud dalam bentuk dorongan kuat dalam hati orang beriman untuk beramal, dan perasaan was-was serta hambatan bagi yang ingin berbuat maksiat di bulan suci.

12. Hadits Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Perawi: Anas bin Malik r.a.

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ، وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ...

Terjemahan:"Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa dihalangi (dari kebaikan) malam itu, maka sungguh ia telah dihalangi dari seluruh kebaikan..." (HR. Ibnu Majah)

Lailatul Qadar adalah puncak kemuliaan Ramadhan. Satu malamnya menyamai pahala ibadah lebih dari 83 tahun. Kehilangan kesempatan meraihnya berarti kehilangan kebaikan yang sangat besar, yang menunjukkan bahwa orang yang meremehkannya adalah orang yang benar-benar "terhalang" dari taufik Allah.

Imam As-Suyuthi dan ulama lainnya menekankan bahwa makna "dihalangi dari seluruh kebaikan" adalah kiasan atas besarnya kebaikan yang hilang, bukan berarti ia tidak mendapatkan pahala ibadah lainnya sama sekali. Penjelasan ini terdapat dalam "Al-Jami' ash-Shaghir". Hadits ini mendorong untuk bersungguh-sungguh mencari malam tersebut pada 10 malam terakhir Ramadhan.

13. Hadis Doa Malam Lailatul Qadar

Perawi: Aisyah r.a

قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي.

Terjemahan:"Beliau ﷺ bersabda: 'Ucapkanlah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai pemberian maaf, maka maafkanlah aku.'" (HR. At-Tirmidzi)

Doa ini diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ untuk dibaca pada Lailatul Qadar. Isinya sangat singkat namun padat, memohon ampunan yang merupakan inti dari ibadah dan tujuan Lailatul Qadar. Doa ini mencerminkan pengakuan akan sifat Allah yang Maha Pengampun dan harapan untuk mendapatkan ampunan-Nya.

Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam "Latha'if al-Ma'arif" menyatakan bahwa doa ini sangat utama karena memohon ampunan dengan menyebut sifat Allah yang relevan. Di malam yang penuh ampunan, memohon ampun adalah permintaan yang paling tepat dan paling diharapkan dikabulkan.

People also Ask:

Apa keistimewaan bulan Ramadhan menurut hadits Rasulullah saw?

Imam Ahmad meriwayatkan, Nabi SAW bersabda: "Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka satu bulan sama seperti sepuhu bulan. Dan siapa yang berpuasa setelah itu, berpuasa selama enam hari sesudah Id (Syawawl), hal itu sama nilainya dengan puasa sepurna satu tahun." (HR. Ahmad).

Apa keistimewaan bulan Ramadhan menurut ayat al-baqarah ayat 185?

Keistimewaan utama bulan Ramadan menurut Al-Baqarah ayat 185 adalah sebagai bulan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk, penjelasan, dan pembeda antara yang hak (benar) dan batil (salah), serta menjadi bulan yang diperintahkan untuk berpuasa sebagai bentuk ketaatan dan pengagungan Allah. Ayat ini menegaskan bahwa puasa Ramadan adalah ibadah yang sangat mulia karena terkait langsung dengan Al-Qur'an, menjadikannya momentum untuk memperdalam pemahaman dan pengamalan Al-Qur'an.

Surah apa yang membahas tentang keistimewaan bulan Ramadhan?

3. Surat Al-Baqarah Ayat 185

Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).

Apa saja 4 keistimewaan di bulan Ramadhan?

Apa saja keutamaan Bulan Suci Ramadhan?Bulan Diturunkannya Kitab Suci Al – Qur'an. ...Pahala yang Dilipatgandakan. ...Malam Lailatul Qadar. ...Dikabulkannya Doa. ...Pintu Surga Dibuka.

Apa yang Nabi Muhammad SAW katakan tentang Ramadan?

Kitab 6, Nomor 2378: Abu Huraira meriwayatkan bahwa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: " Setiap kali kalian melihat bulan sabit (bulan Ramadhan), berpuasalah . Dan ketika kalian melihatnya (bulan sabit Syawal), berbukalah puasa. Dan jika langit berawan, maka berpuasalah selama tiga puluh hari."

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |