Liputan6.com, Jakarta - Bacaan Sholawat Thibbil Qulub bukan sekadar rangkaian kata pujian untuk Nabi Muhammad SAW, tetapi juga merupakan salah satu bentuk dzikir yang memiliki makna spiritual dan dampak psikologis yang mendalam. Sholawat ini juga bermanfaat untuk menenangkan hati.
Sholawat secara bahasa berasal dari kata ṣallā atau aṣ-ṣalātu yang berarti doa, rahmat, kemuliaan, keberkahan, dan ibadah. Secara istilah, sholawat diartikan sebagai pujian dan permohonan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW.
Thibbil Qulub sendiri berarti “obat hati”. Sholawat ini juga sering disebut sebagai Sholawat Syifa’ (penyembuh) atau Sholawat Nuril Absor (cahaya penglihatan). Makna mendalam dari sholawat ini adalah sebagai penyembuh dan penenang hati, penyembuh penyakit fisik, serta pemberi cahaya bagi mata hati.
Merujuk Skripsi Perbedaan Kecemasan dalam Pencapaian Setoran Hafalan Ditinjau dari Kebiasaan Membaca Shalawat Thibil Qulub pada Santri Putri Pondok Pesantren Almunawwir Gringsing, karya Dhian Andriyani, terbukti bahwa Sholawat Thibbil Qulub menurunkan tingkat kecemasan, yang dalam hal ini dalam studi pencapaian setoran hafalan santri.
Berikut ini adalah bacaan Sholawat Thibbil Qulub, makna mendalam dan manfaatnya.
Bacaan Sholawat Tibbil Qulub Teks Arab, Latin dan Artinya
Berikut ini adalah bacaan Sholawat Tibbil Qulub Arab Latin dan Artinya:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُورِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَقُوتِ الْأَرْوَاحِ وَغِذَائِهَا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.
Latin: Allāhumma ṣalli ‘alā Sayyidinā Muḥammad ṭibbil-qulūbi wa dawā’ihā, wa ‘āfiyatil-abdāni wa shifā’ihā, wa nūril-abshāri wa ḍiyā’ihā, wa qūtil-arwāḥi wa ghidhā’ihā, wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallim.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad, yang menjadi obat dan penawar bagi hati, kesehatan dan penyembuh bagi badan, cahaya dan sinar bagi penglihatan, kekuatan dan gizi bagi ruh; serta limpahkanlah rahmat dan salam kepada keluarga dan sahabat beliau.”
Ulasan Makna dan Faidah Tiap Frasa dalam Bacaan Sholawat Tibbil Qulub
Berikut ini adalah makna per frasa, rangkuman pandangan ulama, dikutip dari Al-Ahzab al-Wirdiyyah karya Imam Ahmad al-Dardir, Kanzun Najah wa Surur karya Syekh Abdurrahman al-Shaghuri, dan Jurnal Esensia UIN Sunan Kalijaga (2019), Buku Shalawat: Jalan Cinta Menuju Allah karya KH. Ali Mustafa Yaqub, dan rujukan lainnya:
1. طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا (Obat dan penawar hati)
Menunjukkan bahwa Nabi SAW menjadi sumber ketenangan jiwa, penyembuh kegelisahan, dan penentram qalbu.
2. وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا (Kesehatan dan penyembuh badan)
Mengandung doa agar Allah memberi kesembuhan fisik melalui keberkahan Nabi ﷺ.
Jurnal Esensia UIN Sunan Kalijaga (2019) → mengulas sholawat sebagai sarana terapi psikospiritual, termasuk permohonan kesembuhan.
3. وَنُورِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا (Cahaya dan sinar bagi penglihatan)
Simbol hidayah dan kejernihan pandangan batin; Nabi SAW disebut sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup. Imam Jalaluddin al-Suyuthi menjelaskan, sholawat bercahaya (nūr) memberi dampak ketajaman hati.
4. وَقُوتِ الْأَرْوَاحِ وَغِذَائِهَا (Kekuatan dan gizi bagi ruh)
Melambangkan bahwa ruhani manusia memerlukan asupan berupa dzikir dan cinta Rasulullah SAW. KH. Ali Mustafa Yaqub menjelaskan, sholawat dipahami sebagai makanan ruhani yang menghidupkan jiwa.
Sementaram dalam Jurnal Tsaqafah UIN Sunan Ampel (2020) disebutkan sholawat Ṭibbil Qulūb dikaji sebagai amalan penguat spiritual yang menjaga keseimbangan mental.
5. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ (atas keluarga dan sahabat beliau)
Menunjukkan kesempurnaan doa: sholawat tidak hanya untuk Rasulullah SAW, tetapi juga untuk Ahlul Bait dan sahabatnya yang mulia. Imam al-Nawawi menjelaskan, lafal ini merupakan penegasan bahwa kesempurnaan sholawat adalah dengan mendoakan juga keluarga dan sahabat Nabi.
Pengaruh Sholawat terhadap Kecemasan
Berdasarkan hasil kajian, mekanisme pengaruh sholawat terhadap kecemasan dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Efek psikologis
Pengulangan bacaan sholawat menciptakan fokus dan ketenangan, memutus rantai pikiran negatif.
2. Efek fisiologis
Getaran suara dan pelafalan dzikir dapat merangsang sistem saraf parasimpatis, menurunkan ketegangan, dan memperbaiki pola napas serta detak jantung.
3. Efek spiritual
Keyakinan akan keberkahan sholawat meningkatkan rasa optimis, pasrah, dan dekat dengan Allah, yang pada gilirannya mengurangi kecemasan eksistensial.
Manfaat Membaca Sholawat Ṭibbil Qulūb
Disebut Tibbil Qulub karena maknanya “obat hati”. Membaca sholawat ini diyakini menenangkan hati yang gundah, menentramkan jiwa, sekaligus menjadi wasilah doa untuk kesehatan. Imam al-Dardir menekankan bahwa keberkahan sholawat ini datang dari hakikat Nabi Muhammad SAW sebagai “rahmat bagi semesta alam” (QS. Al-Anbiya: 107).
1. Obat Hati dan Penentram Jiwa
Dalam teks sholawat disebut “ṭibbil-qulūb wa dawā’ihā” (obat dan penawar hati). Membacanya diyakini menenangkan hati yang gelisah, menguatkan iman, dan menjernihkan pikiran.
Bahwa sholawat ini menjadi doa yang menghubungkan hati dengan cahaya Nabi SAW, sehingga membawa ketenangan batin.
2. Kesembuhan Jasmani dan Rohani
Dalam lafadznya ada doa “‘āfiyatil-abdān wa shifā’ihā” (kesehatan dan penyembuh bagi badan). Karena itu, banyak ulama memandang sholawat ini sebagai wasilah memohon kesembuhan, baik fisik maupun psikis.
Oleh ulama sholawat ini dimasukkan sebagai wirid penyembuh rohani yang memberi kekuatan spiritual dan menolak rasa lemah. Sholawat, termasuk Ṭibbil Qulūb, memiliki dimensi terapi spiritual yang bisa membantu pemulihan psikis.
3. Mendapat Cahaya dan Kekuatan Ruhani
Sholawat ini menyebut Rasulullah SAWsebagai “nūr al-abṣār wa ḍiyā’ihā, quwt al-arwāḥ wa ghidhā’ihā” (cahaya penglihatan dan kekuatan ruh). Maknanya, siapa yang istiqamah membaca sholawat ini akan diberi petunjuk, kejernihan hati, dan keteguhan ruhani.
Imam Jalaluddin al-Suyuthi menyebutkan bahwa sholawat yang berisi doa cahaya (nūr) memberi dampak ketenangan dan ketajaman batin.
Jurnal Peradaban Islam UIN Sunan Ampel membahas sholawat sebagai media penguatan spiritual, salah satunya Sholawat Ṭibbil Qulūb yang sering dipakai dalam dzikir kolektif.
Waktu Terbaik Mengamalkan Sholawat Ṭibbil Qulūb
Secara khusus tidak ada ketentuan waktu wajib dalam kitab klasik mengenai Sholawat Tibbil Qulub, tetapi para ulama memberi tuntunan waktu utama berdasarkan keumuman perintah bershalawat dalam Al-Qur’an dan sunnah:
1. Setiap Saat (umum)
Berdasarkan firman Allah dalam QS. Al-Ahzab: 56:“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Ayat ini menjadi dalil umum bahwa sholawat, termasuk Ṭibbil Qulūb, dianjurkan kapan saja tanpa batasan.
2. Waktu-Waktu Mustajab
Setelah shalat fardhu: sebagaimana dianjurkan Imam al-Nawawi dalam Al-Adzkar.
Malam hari, terutama sepertiga malam terakhir: sesuai hadis riwayat Muslim tentang turunnya rahmat Allah pada sepertiga malam terakhir.
3. Hari Jumat dan malam Jumat
Nabi SAWbersabda, “Perbanyaklah membaca sholawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat” (HR. al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).
4. Saat sakit atau menghadapi kesedihan
Sholawat Tibbil Qulub juga baik diamalkan saat sakit atau menghadapi kesulitan. Sebab Lafadz Ṭibbil Qulūb berisi doa kesembuhan dan penawar hati.
5. Wirid Harian dalam Tarekat
Dalam Al-Ahzab al-Wirdiyyah karya Imam Ahmad al-Dardir, Sholawat Ṭibbil Qulūb dibaca sebagai wirid harian murid tarekat untuk menjaga kesehatan ruhani.
People also Ask:
Gimana bunyi shalawat tibbil qulub?
DLH || Sholawat Tibbil Qulub bersama Wawali Kota Bengkulu ...Allahumma sholli `ala Sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa-iha wa `afiyatil abdani wa syifa-iha wa nuril abshori wa dhiya-iha wa `ala alihi wa shohbihi wa sallim.
Sholawat tibbil qulub gunanya untuk apa?
Keutamaan dan Khasiat Sholawat Tibbil Qulub dalam PenyembuhanManfaat utama Shalawat Tibbil Qulub adalah sebagai obat segala penyakit (dzahir dan batin) serta penenang hati karena maknanya "obat hati", memberikan kesehatan jasmani dan ruhani, menenangkan jiwa, menguatkan iman, serta menjadi wasilah (perantara) doa yang menghubungkan hati dengan cahaya Nabi Muhammad SAW, membantu pemulihan psikis, mempertajam penglihatan batin, dan dijauhkan dari kesulitan.
Berapa kali shalawat tibbil qulub dibaca?
Cara Mengamalkan Sholawat Tibbil Qulub dan Keistimewaannya ...Keistimewaan dan Khasiat Sholawat Tibbil Qulub:
Untuk menyembuhkan penyakit perut, sholawat ini dibaca 7 x, tiap-tiap satu kali ditiupkan pada satu gelas air kemudian diminum.
Barang siapa membaca shalawat 1000 kali setiap hari dijaminkan?
Membaca sholawat 1000 kali setiap hari dijaminkan (menurut sebagian riwayat) tidak akan mati kecuali diperlihatkan tempatnya di surga atau mendapat kabar gembira surga di dunia, namun status hadis tentang angka 1000 kali ini ada yang menyatakan lemah (dhaif) sehingga ulama menyarankan tetap memperbanyak sholawat karena keutamaannya banyak dan ada hadis shahih yang lebih kuat seperti dibalas 10 kebaikan, dihapus 10 dosa, dan diangkat 10 derajat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/744355/original/077375600_1412055173-ihram.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379321/original/037457900_1760341735-sholawat_fatih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725886/original/008571900_1706156981-madrosah-sunnah-XvJYidRmpUE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487326/original/073426000_1769661836-paket_unik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404200/original/010661400_1762398082-sholawat_mansub_sendiri.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5068928/original/026798500_1735285005-147116947457b043c25600c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3551921/original/049297800_1629963863-muslim-woman-pray-hijab-praying-mat-indoors_73740-638__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4195529/original/072417900_1666083849-062171100_1628127938-pexels-themrdan-4331578.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377515/original/045535000_1760099331-Solat_Sunnah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417359/original/042139100_1763531098-ilustrasi_sholat_jenazah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411947/original/069430700_1763026620-Kultum_Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3416616/original/004756200_1617207185-utang_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5136138/original/060086900_1739846594-20250218-Tradisi_Nyadran-AFP_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487330/original/067858300_1769662270-Gemini_Generated_Image_xzzxxgxzzxxgxzzx_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153029/original/005485600_1741320049-islamic-family-with-delicious-food-medium-shot.jpg)





























