7 Contoh Pembukaan Khutbah Jumat yang Sesuai Sunnah

13 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Pelaksanaan khutbah Jumat membutuhkan persiapan naskah yang matang agar pesan dakwah tersampaikan dengan baik. Referensi contoh pembukaan khutbah jumat yang sesuai sunnah sangat penting bagi para khatib guna memastikan keabsahannya.

Syariat menetapkan aturan baku terkait rukun bacaan di atas mimbar yang tak boleh ditinggalkan. Landasan bershalawat ditegaskan Allah:, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi" - QS. Al-Ahzab: 56).

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menegaskan bahwa pelafalan hamdalah, shalawat, dan wasiat takwa secara berurutan merupakan syarat sah khutbah Jumat di mata syariat. Secara teknis, buku Rukun dan Syarat Sah Khutbah Jumat Menurut Madzhab Syafiiyah karya Ahmad Zarkasih, Lc. juga mengingatkan agar rukun ini dilafalkan dengan bahasa Arab.

Merangkum berbagai sumber, berikut adalah ragam teks pembukaan khutbah jumat yang sesuai sunnah.

7 Contoh Pembukaan Khutbah Jumat Sesuai Sunnah

Berikut adalah 7 rumusan pembukaan (muqaddimah) khutbah Jumat yang memuat rukun wajib (Hamdalah, Syahadat, Shalawat, dan Wasiat Takwa) dalam bahasa Arab, siap dibaca oleh khatib di awal Khutbah Pertama:

1. Pembukaan Khutbatul Hajah (Standar Sunnah Rasulullah)

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Artinya: "Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan, dan memohon ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa kami dan keburukan amal kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, tak ada yang bisa menyesatkannya. Barangsiapa disesatkan, tak ada yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Adapun setelah itu, wahai hamba-hamba Allah, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah mati kecuali dalam keadaan muslim."

2. Pembukaan Singkat Padat

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى وَأَطِيعُوهُ.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (agama) ini. Dan kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak memberi petunjuk kepada kami. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad utusan Allah. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah Ta'ala dan taatilah Dia."

3. Pembukaan dengan Penekanan Syukur Nikmat

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad hamba serta utusan-Nya. Ya Allah, limpahkan shalawat atas Sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya dengan salam yang berlimpah. Adapun setelah itu, wahai kaum muslimin, aku wasiatkan kepada kalian dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla."

4. Pembukaan Ayat Takwa (Surah Al-Ahzab: 70-71)

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ.

Artinya: "Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas nabi dan rasul termulia, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya semua. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Wahai hamba Allah, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang lurus, niscaya Allah memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu."

5. Pembukaan dengan Ayat Kesatuan Umat (Surah An-Nisa: 1)

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً.

Artinya: "Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji dan memohon pertolongan-Nya. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad hamba serta utusan-Nya. Ya Allah berikan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak."

6. Pembukaan Fokus Keagungan Allah

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِينِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الطَّاهِرِينَ. عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi serta mengadakan gelap dan terang. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Sayyidina Muhammad yang benar janjinya lagi terpercaya, beserta keluarga dan sahabatnya yang suci. Hamba-hamba Allah, aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah dan menaati-Nya agar kalian beruntung."

7. Pembukaan Minimalis (Tepat Rukun)

الْحَمْدُ لِلَّهِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ.

Artinya: "Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas Rasulullah Muhammad bin Abdullah, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Adapun setelah itu, wahai hadirin, bertakwalah kalian kepada Allah."

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat

1. Apa saja rukun yang wajib dibaca pada pembukaan khutbah Jumat menurut Madzhab Syafi'i?

Rukun yang mutlak dibaca pada pembukaan (khutbah pertama) adalah mengucapkan puji-pujian kepada Allah (Hamdalah), bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta menyampaikan wasiat untuk bertakwa (Ittaqullah).

2. Apakah membaca doa Khutbatul Hajah wajib dilakukan oleh khatib?

Khutbatul Hajah statusnya adalah sunnah (sangat dianjurkan) karena merupakan kebiasaan Rasulullah SAW dalam membuka majelis. Namun, selama khatib sudah membaca hamdalah, shalawat, dan wasiat takwa, pembukaan khutbahnya tetap dinilai sah.

3. Apakah pembukaan khutbah wajib menggunakan bahasa Arab?

Ya. Dalam Madzhab Syafi'i, seluruh rukun khutbah (termasuk hamdalah, shalawat, dan wasiat takwa yang ada di pembukaan) diwajibkan menggunakan bahasa Arab. Sementara isi ceramah atau nasihat setelahnya boleh menggunakan bahasa lokal.

4. Apakah melafalkan dua kalimat syahadat termasuk rukun sah khutbah?

Menurut pandangan muktamad dalam Madzhab Syafi'i, membaca dua kalimat syahadat di pembukaan khutbah hukumnya adalah sunnah penyempurna, bukan rukun yang membatalkan khutbah jika tertinggal.

5. Bagaimana batas minimal pelafalan wasiat takwa di awal khutbah?

Batas minimal wasiat takwa adalah melafalkan seruan atau perintah untuk menaati Allah dan menjauhi maksiat dengan bahasa Arab, contohnya cukup dengan lafaz "Ittaqullah" (bertakwalah kalian kepada Allah) atau "Athi'ullah" (Taatlah kepada Allah).

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |