Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam mulai bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha, yang diperkirakan akan jatuh pada akhir Mei 2026. Sering muncul pertanyaan klasik di kalangan umat Islam, bolehkah makan sebelum shalat Idul Adha?
Pertanyaan ini penting karena amalan sunnah sebelum shalat Idul Fitri yang dianjurkan untuk makan terlebih dahulu. Oleh sebab itu, penting untuk dibahas hukum makan sebelum shalat Idul Adha.
Dalam khazanah Islam, ada dua hari raya, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Kedua hari raya ini mirip, namun berbeda dalam beberapa hal amalan dan hikmahnya.
Artikel ini akan membahas hukum makan sebelum shalat Idul Adha merujuk Buku Praktek Shalat ‘Ied, Galih Maulana, Lc, Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha, Ta'mir Masjid Baitus Salam, Ebook Bekal-bekal di Dalam Menyambut Idul Adha, Ustadz Abū Salmâ al-Atsarî, Jurnal Wawasan As-Sunnah tentang Qurban dan Idul Adha, Sulidar, dan sumber relevan lainnya, yang berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur'an, hadis, serta pandangan ulama dari berbagai mazhab.
Hukum Makan Sebelum Shalat Idul Adha
A. Hukum Dasar: Sunnah untuk Tidak Makan
Secara umum, para ulama sepakat bahwa disunnahkan (dianjurkan) untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Idul Adha. Anjuran ini bersumber dari praktik Rasulullah SAW yang secara konsisten tidak makan pada pagi hari raya Idul Adha hingga beliau kembali dari tempat shalat, lalu beliau baru makan dari hasil sembelihan kurbannya.
Hal ini berbeda dengan Idul Fitri yang justru dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat.
Dalam kitab Bidayatul Mujtahid (Jilid I, halaman 233), Ibnu Rusyd menyatakan, para ulama sepakat bahwa disunnahkan untuk makan terlebih dahulu pada pagi hari sebelum pergi ke tempat shalat Idul Fitri, dan tidak makan pada hari raya Idul Adha kecuali setelah selesai shalat.
Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni (Jilid II, halaman 275) juga menegaskan, "Sunnahnya adalah makan pada Idul Fitri sebelum shalat, dan tidak makan pada Idul Adha hingga selesai shalat. Ini adalah pendapat mayoritas ulama, di antaranya: Ali, Ibnu Abbas, Malik, Asy-Syafi'i, dan lainnya. Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat dalam hal ini."
Dalil Tidak Makan sebelum Shalat Idul Adha
njuran untuk tidak makan sebelum shalat Idul Adha didasarkan pada hadis-hadis yang shahih, di antaranya:
Hadis dari Buraidah radhiyallahu 'anhu:
عَنْ بُرَيْدَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ، وَيَوْمَ النَّحْرِ لَا يَأْكُلُ حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ نَسِيكَتِهِ
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak keluar untuk shalat Idul Fitri sebelum makan, sedangkan pada hari raya Idul Adha (yaumun Nahr) beliau tidak makan hingga kembali (dari shalat) lalu beliau makan dari sembelihannya." (HR. Ahmad no. 22984, At-Tirmidzi)
Hadis ini dinilai hasan oleh Syaikh Syu'aib Al-Arnauth dalam Takhrij Al-Musnad, dan shahih oleh Al-Hakim. Dalam riwayat lain, Abdullah bin Buraidah dari ayahnya menyebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ، وَلَا يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berangkat shalat Id pada hari Idul Fitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat Id, baru beliau menyantap hasil kurbannya." (HR. Ahmad no. 352)
Hadis lain dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu juga menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak berangkat pada Idul Fitri hingga beliau memakan beberapa butir kurma (HR. Bukhari), sementara untuk Idul Adha beliau menahan diri hingga kembali dari shalat. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' (juz 5) menyatakan bahwa sanad hadis ini baik (hasan).
Siapa yang Dianjurkan Tidak Makan?
Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai cakupan anjuran ini:
1. Pendapat Pertama: Khusus bagi yang akan berkurban (Sahibul Qurban)
Menurut mazhab Hambali dan pendapat yang dianut oleh Imam Ahmad bin Hanbal, sunnah tidak makan sebelum shalat Idul Adha hanya berlaku bagi orang yang memiliki hewan kurban. Adapun bagi yang tidak berkurban, tidak mengapa jika ia makan terlebih dahulu. Hal ini sebagaimana dinukil oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni (2:228):
قَالَ أَحْمَدُ: "فِي الْأَضْحَى يُسْتَحَبُّ أَنْ لَا يَأْكُلَ حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ نَسِيكَتِهِ. وَمَنْ لَمْ يُضَحِّ فَلَا بَأْسَ أَنْ يَأْكُلَ قَبْلَ الصَّلَاةِ."
"Imam Ahmad berkata: 'Pada Idul Adha, dianjurkan tidak makan hingga kembali dan memakan hasil sembelihan kurbannya. Barang siapa yang tidak berkurban, maka tidak mengapa ia makan sebelum shalat.'"
Pendapat ini juga diperkuat oleh Az-Zaila'i dalam Tabyin Al-Haqa'iq yang menyatakan bahwa anjuran ini khusus untuk pemilik kurban agar ia bisa memakan hasil kurbannya. Dalam Tuhfat Al-Ahwadzi juga disebutkan bahwa Ahmad bin Hanbal mengkhususkan rekomendasi menunda makan pada hari Idul Adha bagi pemilik kurban.
2. Pendapat Kedua: Berlaku Umum bagi Semua yang Shalat Id
Menurut mazhab Syafi'iyah, anjuran tidak makan sebelum shalat Idul Adha berlaku bagi semua orang yang akan melaksanakan shalat Id, baik ia berkurban maupun tidak. Pendapat ini didasarkan pada keumuman praktik Rasulullah SAW yang tidak membedakan antara yang berkurban dan yang tidak.
3. Apakah Keluarga Juga Harus Tidak Makan?
Menurut penjelasan dalam Kashshaf Al-Qina', anjuran ini hanya berlaku bagi pemilik kurban, tidak mencakup seluruh anggota keluarganya. Anggota keluarga lainnya tidak terkena kewajiban untuk menahan makan hingga shalat selesai.
Keringanan: Makan dalam Kondisi Darurat
Meskipun disunnahkan untuk tidak makan, Islam tetap memberikan kelonggaran bagi mereka yang memiliki kebutuhan mendesak. Dalam kondisi tertentu, seperti rasa lapar yang berlebihan atau kondisi kesehatan yang memerlukan asupan makanan, seseorang diperbolehkan untuk makan sebelum shalat Idul Adha.
Anjuran ini tidak bersifat mutlak, melainkan sebuah sunnah yang dapat ditinggalkan jika ada uzur.
Dengan demikian, disunnahkan untuk tidak makan sebelum shalat Idul Adha, berdasarkan praktik Rasulullah SAW dan ijma' (kesepakatan) mayoritas ulama. Anjuran ini bertujuan agar seorang muslim dapat menyantap daging kurban setelah shalat sebagai bentuk kebersamaan dengan fakir miskin yang juga baru bisa menikmati daging setelah penyembelihan.
Namun demikian, Islam tetap memberikan kelonggaran bagi mereka yang memiliki uzur atau yang tidak berkurban menurut sebagian pendapat.
Hikmah di Balik Anjuran Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha
Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab menjelaskan beberapa hikmah di balik perbedaan antara Idul Fitri dan Idul Adha. Beliau mengutip pendapat Al-Mawardi (penulis kitab Al-Hawi Al-Kabir) dan Abu Al-Khair Yahya bin Salim (penulis kitab Al-Bayan):
"Perbedaan antara keduanya (Idul Fitri dan Idul Adha) ialah karena kesunnahan bersedekah pada hari Idul Fitri sebelum shalat, sebab itu disunnahkan makan sebelum shalat supaya bersamaan dengan orang-orang miskin. Sementara sedekah pada hari raya kurban, disunnahkan setelah shalat, yaitu penyembelihan kurban, karenanya disunnahkan (makan setelahnya) bersamaan dengan mereka (orang miskin)."
- Pada Idul Fitri: Zakat fitrah disalurkan sebelum shalat, sehingga orang miskin sudah bisa menikmati makanan lebih awal. Umat Islam yang mampu dianjurkan makan terlebih dahulu sebagai bentuk kebersamaan dan simpati dengan mereka yang juga sudah bisa menikmati makanan di pagi hari raya.
- Pada Idul Adha: Daging kurban baru bisa dinikmati setelah shalat Id selesai. Orang miskin baru menerima daging setelah penyembelihan. Maka, umat Islam dianjurkan menahan makan hingga selesai shalat, lalu makan bersama dari hasil kurban sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian.
Hikmah lainnya, sebagaimana dijelaskan oleh Al-Mawardi dan Abu Al-Khair:
"Karena sebelum hari Idul Fitri diharamkan makan (karena masih dalam keadaan berpuasa), maka disunnahkan makan sebelum shalat supaya berbeda dengan hari sebelumnya. Sedangkan pada hari Idul Adha, sebelumnya tidak diharamkan makan, sebab itu dianjurkan mengakhirkan makan agar berbeda dengan hari sebelumnya."
Esensi dari perbedaan ini adalah untuk membedakan antara hari raya dengan hari-hari sebelumnya, sekaligus untuk menunjukkan kepedulian sosial terhadap kaum dhuafa.
Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha
Sebelum berangkat menuju tempat pelaksanaan shalat Idul Adha, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan:
1. Mandi (Sunnah Muakkadah)
Disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat ke tempat shalat Id, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' (juz 5) menyatakan:
"Dan sunnah mandi untuk shalat dua hari raya berdasarkan ijma' ulama, sebagaimana halnya untuk shalat Jumat."Mandi ini dilakukan sebagai bentuk persiapan fisik dan spiritual dalam menyambut hari raya yang agung.
2. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Disunnahkan untuk mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki, memakai wewangian (bagi laki-laki), dan berpenampilan rapi. Dalam kitab I'anatut Thalibin (juz 2), Syaikh Sayyid Bakri Syatha menjelaskan:
"Disunnahkan berhias di hari raya, dengan memakai pakaian terbaik dan memakai wewangian."Bagi wanita, dianjurkan memakai pakaian yang sopan dan sederhana, tidak bertabarruj (berdandan berlebihan), serta tidak memakai wewangian yang dapat menarik perhatian laki-laki bukan mahram.
3. Berangkat Pagi-pagi dengan Berjalan Kaki
Disunnahkan untuk berangkat lebih awal menuju tempat shalat setelah shalat Subuh, serta berjalan kaki jika memungkinkan. Dalam Fathul Wahhab (juz 1), Syaikh Zakariya Al-Anshari menyebutkan:
"Disunnahkan berjalan menuju tempat shalat jika tidak menyusahkan."Dari Jabir bin Abdullah RA, Rasulullah ﷺ biasa berjalan kaki ke tempat shalat Id dan pulang melalui jalan yang berbeda, sebagai bentuk syiar dan memperbanyak dzikir.
4. Bertakbir Sepanjang Perjalanan
Disunnahkan untuk mengeraskan suara takbir dalam perjalanan menuju tempat shalat, sebagai bentuk pengagungan kepada Allah dan syiar Islam. Takbir ini dianjurkan sejak malam hari raya hingga selesai shalat.
5. Tidak Makan (Sunnah Tidak Makan)
Sebagaimana telah dijelaskan secara rinci pada Bagian 1, disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Idul Adha, agar dapat menyantap daging kurban setelah shalat selesai. Hal ini berlaku khusus bagi yang akan berkurban menurut sebagian ulama, namun secara umum dianjurkan bagi semua yang melaksanakan shalat Id.
People Also Ask:
Apakah sebelum shalat Idul Adha boleh makan dan minum?
Boleh. Cuma tidak dapat pahala SUNAH.
Apa yang tidak boleh dilakukan saat hari raya Idul Adha?
Larangan Bagi Orang yang BerkurbanPotong Kuku dan Rambut. ...2. Larangan Makan untuk Orang yang Berkurban. ...3. Jual Bulu, Kulit, dan Daging Hewan Kurban. ...Penyembelihan Hewan Kurban Sebelum Shalat Idul Adha. ...Menghambat Pemotongan Hewan Kurban. ...6. Upah untuk Penyembelih Hewan Menggunakan Daging Kurban.
Apakah sebelum shalat Idul Adha harus berpuasa?
Terkait dengan berpuasa sebelum sholat Idul Adha ternyata termasuk dalam sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Bahkan sunnah ini termasuk dalam salah satu hal yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Apakah boleh minum air putih sebelum salat Idul Adha?
Hukum minum sebelum Shalat Idul Adha adalah sunnah, meskipun dianjurkan untuk menahan diri dari makan dan minum hingga shalat selesai, hal tersebut tidak haram jika dilakukan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4694981/original/059163000_1703214208-Ilustrasi_pernikahan__menikah__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456522/original/072791600_1766898100-Gemini_Generated_Image_f3y0p0f3y0p0f3y0_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3195567/original/025977300_1596167805-20200731-Salat-Id-JIC-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426408/original/005688900_1618209714-WhatsApp_Image_2021-04-12_at_08.22.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553265/original/069368100_1775925376-Juliati_Kemala.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4731781/original/059808800_1706761571-ilustrasi_bayi_perempuan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552321/original/058845600_1775806918-da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2555930/original/052427200_1545801494-20181226-Peringatan-14-Tahun-Tsunami-Aceh-AFP-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1612134/original/044088500_1496388393-20170602-Salat-Jumat-Pertama-Bulan-Ramadan-di--Istiqlal-Gempur-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2815496/original/065112000_1558772546-iStock-1137948841.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2559362/original/076937200_1546315450-20190101-Kembang-Api-Ancol-5.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)