Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Idul Adha atau yang dikenal pula sebagai Yaumun Nahr (Hari Penyembelihan) merupakan salah satu momen paling agung dalam syariat Islam. Maka itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui Idul Adha di bulan Islam apa
Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menanti kedatangannya untuk melaksanakan shalat Id, berkurban, serta memperingati ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Namun, pernahkah kita merenungkan: di bulan apakah sebenarnya Idul Adha dirayakan, dan mengapa bulan tersebut begitu dimuliakan?
Artikel ini akan membahas posisi Idul Adha dalam kalender Islam, alasan di baliknya, berdasar dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadis, penjelasan para ulama dalam kitab-kitab fikih.
Mengingat kini sudah memasuki Syawal, umat Islam juga perlu mengetahui perkiraan jatuhnya Idul Adha dalam kalender Masehi tahun 2026, serta amalan-amalan mengisi hari raya yang penuh berkah ini. Mari simak selengkapnya.
Idul Adha di Bulan Islam Apa?
Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, bulan kedua belas sekaligus bulan terakhir dalam kalender Hijriah (kalender Islam). Dzulhijjah adalah bulan yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat rangkaian ibadah haji, hari Arafah, Idul Adha, serta hari-hari tasyrik.
Bulan ini termasuk dalam Asyhur al-Hurum (bulan-bulan haram yang dimuliakan) bersama dengan Dzulqa'dah, Muharram, dan Rajab. Allah SWT berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36).
Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 1449 M) dalam Fath al-Bari menegaskan bahwa amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih utama daripada amal saleh pada hari-hari lainnya dalam setahun karena di dalamnya terkumpul berbagai ibadah utama yang tidak ditemukan di bulan lain.
Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni dan Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' juga sepakat bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah waktu yang paling utama untuk beramal saleh.
Keutamaan Bulan Dzulhijjah dalam Al-Qur'an
Keistimewaan bulan Dzulhijjah ditegaskan dalam firman Allah SWT:
وَالْفَجْرِ – وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Artinya: "Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh." (QS. Al-Fajr: 1-2)
Para ulama tafsir berbeda pendapat tentang maksud "malam yang sepuluh" dalam ayat ini. Sebagian berpendapat bahwa yang dimaksud adalah sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sebagian lain berpendapat sepuluh hari awal Muharram, namun pendapat yang paling shahih adalah bahwa ayat tersebut merujuk pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir (juz VIII, halaman 391). Fakhruddin Ar-Razi dalam Tafsir Mafatihul Ghaib (juz XXXI, halaman 149) juga memperkuat pendapat ini dengan alasan bahwa pada Dzulhijjah bertepatan dengan kesibukan umat Islam dalam menjalankan pilar Islam yang kelima, yaitu ibadah haji ke Baitullah.
Keutamaan Idul Adha: Hari yang Paling Agung di Sisi Allah
Idul Adha memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh hari-hari lainnya. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Hari yang paling utama di sisi Allah adalah hari Nahr, kemudian hari Qarr.” (HR. Para penyusun kitab Sunan)
Hari Nahr adalah hari penyembelihan, yakni tanggal 10 Dzulhijjah, sedangkan hari Qarr adalah tanggal 11 Dzulhijjah, dinamakan demikian karena pada hari itu para jemaah haji bermukim di Mina. Dalam redaksi hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bazzar dan dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani, Rasulullah SAW bersabda:
“Hari-hari yang paling utama di dunia adalah sepuluh hari (di awal Dzulhijjah).”
Puncak dari sepuluh hari yang mulia tersebut adalah Idul Adha, yang oleh para ulama digambarkan sebagai hari raya yang lebih agung daripada Idul Fitri. Hal ini karena pada hari raya kurban, umat Islam melaksanakan shalat Ied dan ibadah kurban, dua amalan yang menjadi simbol ketaatan total kepada Allah.
Allah SWT sendiri berfirman dalam surah Al-Kautsar ayat 2-3: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).” .
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda: “Hari Arafah, Hari Nahr, dan hari-hari Mina adalah hari raya kita orang-orang Islam. Ia adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berzikir mengingat Allah.” (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan oleh beliau)
Hadis ini menegaskan bahwa Idul Adha adalah hari untuk bergembira dalam kerangka ketaatan, bukan dalam kemaksiatan. Kegembiraan yang dimaksud diwujudkan dengan makan dari daging kurban dan minum, serta diisi dengan perbanyak zikir dan takbir.
Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah dalam Hadis
Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
"Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama (Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah?" Beliau menjawab, "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (untuk berjihad), lalu ia tidak kembali membawa sesuatu apa pun (syahid)." (HR. Bukhari, Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Abu Dawud)
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (juz 3, halaman 390) menjelaskan bahwa keistimewaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah disebabkan karena pada hari itu terkumpul ibadah-ibadah utama, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji, sesuatu yang tidak ditemukan di bulan lain.
Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, dan satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar (HR. Tirmidzi).
Syekh Zakaria al-Anshari (w. 1520 M) dalam Asna al-Mathalib memberikan penjelasan yang mendetail mengenai amalan puasa di bulan Dzulhijjah. Beliau menekankan bahwa berpuasa pada tanggal satu hingga sembilan Dzulhijjah adalah sunnah.
Untuk tanggal satu hingga tujuh, puasa ini dianjurkan baik bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji maupun yang tidak. Namun, pada tanggal delapan (hari Tarwiyah) dan sembilan (hari Arafah), puasa hanya dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Perkiraan Hari Raya Idul Adha 1447 dalam Kalender Masehi
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Tanggal ini juga telah ditetapkan secara resmi oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, yang menetapkan 10 Zulhijah 1447 H bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026.
Pemerintah telah menetapkan hari libur dan cuti bersama tahun 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri (Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025.
Berdasarkan SKB tersebut:
- Rabu, 27 Mei 2026: Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 1447 H
- Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama Idul Adha 1447 H
- Jumat, 29 Mei 2026: Cuti Bersama Idul Adha 1447 H
Dengan demikian, masyarakat berpotensi mendapatkan libur panjang selama dua hari (27–29 Mei 2026).
Perlu dipahami bahwa meskipun prediksi tanggal telah tersedia, kepastian awal bulan Zulhijah dan Idul Adha tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI menjelang hari raya, yang menggunakan metode rukyah (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan astronomi).
Amalan-Amalan pada Hari Raya Idul Adha
1. Menghidupkan Malam Idul Adha
Salah satu keutamaan yang agung adalah anjuran untuk menghidupkan malam Idul Adha dengan ibadah. Terdapat sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah:
Artinya, "Siapapun menghidupkan malam dua hari raya (dengan ibadah) karena mengharap pahala Allah, maka hatinya tidak akan mati di hari semua hati mati."
2. Mandi, Memakai Wewangian, dan Berpakaian Terbaik
Sebelum berangkat ke tempat shalat Id, disunnahkan bagi kaum muslimin untuk mandi terlebih dahulu, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki. Dalam sebuah hadis, Ali bin Abi Thalib RA berkata:
3. Berangkat ke Tempat Shalat dengan Jalan Kaki dan Rute yang Berbeda
Di antara amalan yang dianjurkan pada Hari Raya Idul Adha adalah berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan shalat Id, mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW yang tidak menggunakan kendaraan saat pergi ke lapangan untuk shalat Id.
4. Tidak Makan Sebelum Shalat Id
Berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan terlebih dahulu, pada Idul Adha disunnahkan untuk menunda makan hingga setelah shalat Id dan setelah daging kurban siap disantap.
5. Sholat Ied
Shalat Idul Adha dilaksanakan pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah setelah matahari terbit setinggi tombak. Shalat ini terdiri dari dua rakaat dengan takbir tambahan: 7 takbir pada rakaat pertama (setelah takbiratul ihram dan doa iftitah) dan 5 takbir pada rakaat kedua (setelah takbir bangkit dari sujud). Setelah salam, imam atau khatib menyampaikan khutbah.
6. Menyembelih Hewan Kurban
Setelah shalat Id, umat Islam yang mampu melaksanakan ibadah kurban. Waktu penyembelihan kurban dimulai setelah shalat Id (10 Dzulhijjah) hingga sebelum terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah (hari tasyrik terakhir). Penyembelihan hewan kurban yang dilakukan di berbagai daerah di dunia menempati posisi penyembelihan hady yang dikurbankan oleh jemaah haji.
7. Memperbanyak Takbir hingga Hari Tasyrik
Takbir dianjurkan untuk terus dikumandangkan mulai dari malam hari raya hingga hari tasyrik (13 Dzulhijjah). Takbir dapat dikumandangkan di masjid, mushalla, rumah, dan tempat umum lainnya sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
People Also Ask:
Idul Adha terjadi pada bulan Islam apa?
Hari raya Idul Adha jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah menurut kalender Hijriah atau 70 hari setelah hari raya Idul Fitri. Seperti halnya Idul Fitri, umat Islam juga akan melaksanakan salat sunnah Idul Adha bersama-sama di masjid atau tanah lapang.
10 Dzulhijjah itu hari apa?
Tanggal ini merupakan salah satu hari yang paling mulia dalam kalender Hijriah karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Pada 10 Dzulhijjah, umat Islam merayakan ketaatan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, yang menjadi simbol ketulusan iman dan kepatuhan kepada Allah SWT.
Bulan apa umat Islam merayakan Idul Adha?
Idul Adha (bahasa Arab: عيد الأضحى, romanisasi: ʿĪd al-ʾAḍḥā, harfiah: 'Hari Raya Kurban') adalah hari raya utama kedua dalam Islam, setelah Idul Fitri. Hari raya ini jatuh pada tanggal 10 Dzul Hijjah , bulan kedua belas dan terakhir dalam kalender Islam.
Lebaran Idul Adha 2026 bulan apa?
Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah sudah lebih dahulu mengeluarkan ketetapan pasti terkait Idul Adha 2026. Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, Hari Raya Idul Adha 1447 H akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4694981/original/059163000_1703214208-Ilustrasi_pernikahan__menikah__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456522/original/072791600_1766898100-Gemini_Generated_Image_f3y0p0f3y0p0f3y0_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426408/original/005688900_1618209714-WhatsApp_Image_2021-04-12_at_08.22.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553265/original/069368100_1775925376-Juliati_Kemala.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5245253/original/070133300_1749300502-IMG_20250606_060339.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4731781/original/059808800_1706761571-ilustrasi_bayi_perempuan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552321/original/058845600_1775806918-da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2555930/original/052427200_1545801494-20181226-Peringatan-14-Tahun-Tsunami-Aceh-AFP-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1612134/original/044088500_1496388393-20170602-Salat-Jumat-Pertama-Bulan-Ramadan-di--Istiqlal-Gempur-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2815496/original/065112000_1558772546-iStock-1137948841.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2559362/original/076937200_1546315450-20190101-Kembang-Api-Ancol-5.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)