Liputan6.com, Jakarta - Mengirim doa untuk orang yang telah meninggal merupakan amalan penting dalam ajaran Islam, terutama dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) di Indonesia. Karena itu, umat Islam perlu mengetahui cara mengirim doa untuk orang yang sudah meninggal.
Merujuk Buku Tradisi Amaliyah Warga NU, Tahlilan Hadiyuwan Dzikir dan Ziarah Kubur, Sutejo Ibnu Pakar amalan doa untuk orang yang sudah meninggal dunia berdasar dalil dari hadis Nabi SAW: “Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Hadis ini menjadi landasan utama bahwa doa dari orang yang masih hidup, terutama anak saleh, dapat sampai dan bermanfaat bagi mayat. Dalam pandangan Islam, praktik ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga wujud kasih sayang dan kepedulian yang terus mengalir meskipun raga telah tiada.
Berikut ini adalah panduan lengkap berdasarkan literatur klasik dan praktik yang berkembang, khususnya yang tertuang merujuk Buku Tradisi Amaliyah Warga NU dan Buku Tahlil, terbitan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang, serta sumber kredibel lainnya.
Tata cara mengirim doa dapat dilakukan secara berjamaah (tahlilan) atau sendiri, di rumah atau di makam. Berikut adalah urutan yang lazim dalam tradisi NU.
1. Tawassul dan Hadiah Al-Fatihah (Hadoroh/Ngarwah)
Sebelum memulai bacaan, diajarkan untuk mengirimkan hadiah bacaan Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, para nabi, rasul, wali, ulama, dan terutama kepada ruh orang yang dituju. Ini adalah bentuk tawassul (perantaraan) dan penghormatan.
Pembacaan diawali dengan lafaz yang diucapkan oleh imam atau pemimpin doa:
اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وإِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِلِيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ، ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا... شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Ila hadratin-nabiyyi shallallahu 'alaihi wa sallama wa alihi wa ikhwanihi minal anbiya'i wal mursalina wal auliya'i wasy syuhada'i wash shalihina wash shahabati wat tabi'ina wal 'ulama'il 'amilina wal mushanifinal mukhlishina wa jami'il mala'ikatil muqarrabin. Tsumma ila jamii'i ahlil quburi minal muslimina wal muslimat wal mu'minina wal mu'minat min masyariqil ardhi ila magharibiha barriha wa bahriha, khususan ila abaina wa ummahati wa ajdadina wa jaddatina wa masyayikhina... Syai'un lillahi lahumul fatihah.
Artinya: "Kepada yang terhormat Nabi Muhammad ﷺ, keluarga dan saudara-saudaranya dari kalangan para nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama amilin, ulama penulis yang ikhlas, dan semua Malaikat Muqarrabin. Kemudian kepada semua ahli kubur dari kalangan Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari timur hingga barat, baik di laut dan di darat, khususnya kepada bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, kakek-kakek kami, nenek-nenek kami, dan guru-guru kami... Satu bacaan Al-Fatihah kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."
Setelah itu, imam dan jemaah membaca Surat Al-Fatihah (1 kali), lalu dilanjutkan dengan bacaan-bacaan lainnya.
2.Doa Tawasul (Ila Ruuhi)
Setelah tawassul dan rangkaian tahlil, doa ini secara khusus ditujukan kepada ruh orang-orang tertentu yang kita kehendaki. Berikut adalah lafaz yang dapat digunakan:
1. Untuk Ayah
خُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ أَبِيْ ... (sebut nama) بْنِ ... (sebut nama ayahnya). اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، لَهُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Khushuushon ilaa ruuhi abii ... (nama) bin ... (nama ayah). Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu, lahul faatihah.
Artinya: "Terkhusus untuk ruh ayahku ... putra dari ... Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Untuknya Al-Fatihah."
2. Untuk Ibu
خُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ أُمِّيْ ... (sebut nama) بِنْتِ ... (sebut nama ayahnya). اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، لَهَا الْفَاتِحَةُ
Latin: Khushuushon ilaa ruuhi ummi ... (nama) binti ... (nama ayah). Allahummaghfir lahaa warhamhaa wa 'aafihaa wa'fu 'anhaa, lahal faatihah.
Artinya: "Terkhusus untuk ruh ibuku ... putri dari ... Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Untuknya Al-Fatihah."
3. Untuk Keluarga, Kerabat, Guru, dan Sesama Muslim
Untuk laki-laki: خُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ ... (nama) بْنِ ...
Untuk perempuan: خُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ ... (nama) بِنْتِ ...
Untuk sesama muslim secara umum: ثُمَّ إِلَى جَمِيعِ أَهْلِ الْقُبُورِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ
(Tsumma ilaa jamii'i ahlil qubuuri minal muslimiina wal muslimaat).
3. Susunan Bacaan Tahlil Lengkap
Berikut adalah urutan bacaan tahlil yang umum dipraktikkan, diambil dari referensi seperti kitab Majmu' Syarif dan praktik di pesantren.
- Pembukaan: Membaca Basmalah (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ).
- Pengantar Al-Fatihah (Hadoroh): Lafaz tawassul yang telah disebutkan di atas.
- Surat Al-Fatihah: 1 kali.
- Surat Al-Ikhlas: 3 kali.
- Surat Al-Falaq: 1 kali.
- Surat An-Nas: 1 kali.
- Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255): 1 kali.
- Awal Surat Al-Baqarah (5 ayat pertama): 1 kali.
- Tahlil & Takbir: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (Laa ilaaha illallah) dibaca 33 atau 11 kali.
- Shalawat Nabi: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ (Allahumma shalli 'ala Muhammad).
- Istighfar: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ (Astaghfirullahal 'azhiim) dibaca 3 atau 7 kali.
- Doa Tahlil (Penutup): Doa panjang yang berisi pujian dan permohonan ampunan (teks lengkap di bagian berikut).
Doa Setelah Tahlil (Doa Arwah)
Setelah menyelesaikan rangkaian dzikir dan bacaan Al-Qur'an, doa ini dipanjatkan untuk merangkum semua permohonan dan mengkhususkan pahala kepada ahli kubur.
Teks Doa (Bagian Pembuka):
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ قَبْلَ الرِّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَائِمًا أَبَدًا
Latin: Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin hamday yuwaafii ni'amahu wa yukaafi-u maziidah. Yaa rabaanaa lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa 'azhiimi sulthaanik. Subhaanaka laa nuhshii tsanaa-a 'alaika anta kamaa atsnaita 'alaa nafsika, falakal hamdu qablar ridha wa lakal hamdu badar ridha wa lakal hamdu idzaa radhiita annaa daa-iman abadaa.
Artinya: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, pujian yang memadai nikmat-Nya dan menepati tambahan-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian sebagaimana yang layak untuk kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Maha Suci Engkau, kami tidak dapat menghitung pujian atas-Mu, Engkau sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. Maka bagi-Mu pujian sebelum Engkau meridhai, bagi-Mu pujian setelah Engkau meridhai, dan bagi-Mu pujian ketika Engkau meridhai kami selama-lamanya."
(Doa ini kemudian dilanjutkan dengan shalawat, permohonan ampunan khusus untuk ruh-ruh yang disebutkan, dan ditutup dengan doa kebaikan di dunia dan akhirat).
Pandangan Ulama Aswaja tentang Mendoakan Orang yang Sudah Meninggal
Para ulama Aswaja, yang merupakan paham yang dianut oleh mayoritas Muslim Indonesia, telah mencapai kesepakatan (ijma') bahwa doa untuk orang yang sudah meninggal bermanfaat dan pahalanya sampai kepada mereka.
Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar menyatakan:أجمع العلماء على أن الدعاء للأموات ينفعهم ويصلهم ثوابه"Para ulama sepakat bahwa doa untuk orang mati memberi manfaat bagi mereka dan pahala doa itu sampai kepada mereka." Pendapat ini juga ditegaskan kembali dalam kitab Syarh Shahih Muslim.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, yang sering dirujuk oleh berbagai kalangan, juga memiliki pandangan yang jelas. Dalam Majmu' al-Fatawa (24/324) dan al-Fatawa al-Kubra (III/38), beliau menyatakan:
"Akan sampai kepada mayit pahala bacaan (Alquran) yang diselenggarakan keluarganya, termasuk juga tasbih, takbir, tahlil dan seluruh dzikir-dzikir mereka kepada Allah Ta'ala. Apabila mereka menghadiahkan-nya kepada mayit, maka akan sampai pahala kepadanya."
Beliau juga menegaskan, "Boleh menghadiahkan pahala ibadah-ibadah badaniyyah (seperti shalat, puasa, dan membaca Al-Qur'an) kepada mayit, sebagaimana pahala ibadah-ibadah maliyyah (seperti sedekah)." Ini adalah pendapat yang menjadi rujukan utama dalam mazhab Hambali, Hanafi, dan sebagian ulama Syafi'i.
Hikmah Mendoakan Orang yang Telah Meninggal Dunia
Amalan mendoakan mayat tidak hanya bermanfaat bagi yang didoakan, tetapi juga mengandung hikmah besar bagi yang mendoakan.
1. Wujud Bakti Anak (Birrul Waladain) yang Tak Terputus
Doa yang dipanjatkan oleh anak saleh adalah salah satu dari tiga amal yang terus mengalir pahalanya bagi orang tua yang telah wafat. Ini adalah bentuk kasih sayang dan bakti yang tidak berakhir oleh kematian.
2. Menjadi Sebab Ampunan dan Keringanan Siksa bagi Mayat
Rasulullah ﷺ menggambarkan, "Seorang mayat dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang meminta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak, dan kawan yang tepercaya." Doa istighfar dan rahmat yang dipanjatkan dapat menjadi wasilah bagi Allah untuk mengampuni dosa-dosa mayat dan melapangkan kuburnya.
3. Meningkatkan Kualitas Iman dan Takwa bagi yang Masih Hidup
Membaca ayat-ayat Al-Qur'an, kalimat tahlil ("Laa ilaaha illallah"), dan dzikir lainnya dalam tahlilan merupakan penguatan akidah tauhid. Lebih dari itu, menghadiri tahlilan dan mendoakan kematian orang lain akan senantiasa mengingatkan seseorang pada kematiannya sendiri. Inilah yang disebut dzikrul maut, yang menjadi pendorong untuk meninggalkan kemaksiatan dan lebih giat beribadah serta bersiap diri untuk kehidupan akhirat.
4. Mempererat Tali Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah
Tahlilan biasanya dilakukan secara berjamaah, yang mempertemukan keluarga, tetangga, dan masyarakat. Kebersamaan ini, termasuk tradisi menyantap makanan (berkat), menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan (ukhuwah), solidaritas sosial, dan tolong-menolong dalam kebaikan.
Demikianlah tuntunan mengirim doa untuk orang yang telah meninggal. Semoga panduan ini bermanfaat dan menjadikan amalan kita lebih bermakna dan diterima di sisi Allah SWT.
People Also Ask:
Apa bacaan untuk mengirim fatihah untuk orang yang sudah meninggal?
"Khushuushon ilaa ruuhi ... (sebut namanya) bin ... (sebut nama ayahnya jika diketahui). Allahumaghfir lahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu, lahul faatihah.
Bagaimana cara mengirim surah yasin untuk almarhum?
Ringkasan AIMengirim doa Yasin untuk orang meninggal dilakukan dengan membaca Surat Yasin (ayat 1-83), diawali tawassul (menghadiahkan Al-Fatihah) kepada Nabi Muhammad SAW dan almarhum/ah, serta ditutup doa permohonan ampunan. Niatkan tulus untuk menghadiahkan pahala bacaan, yang bisa dilakukan mandiri atau berjamaah (tahlilan).
Mendoakan orang yang sudah meninggal gimana?
Doa Khusus untuk Jenazah (Sesuai Sunnah)
Salah satu doa yang bisa dipanjatkan adalah: “Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' mudkhalahu.” (Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah, dan maafkanlah dia, muliakanlah tempatnya, dan luaskanlah kuburnya).
Bagaimana doa khususon untuk orang yang sudah meninggal?
Ringkasan AIDoa khususon untuk orang yang sudah meninggal ditujukan untuk memohon ampunan, rahmat, dan tempat mulia di sisi Allah SWT. Bacaan utamanya adalah "Allahummaghfir lahu/laha warhamhu/laha wa 'aafihi/ha wa'fu 'anhu/nha" (untuk laki-laki/perempuan), sering diawali dengan Al-Fatihah dan Khushuson ilaa ruhi....

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4694981/original/059163000_1703214208-Ilustrasi_pernikahan__menikah__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456522/original/072791600_1766898100-Gemini_Generated_Image_f3y0p0f3y0p0f3y0_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3195567/original/025977300_1596167805-20200731-Salat-Id-JIC-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426408/original/005688900_1618209714-WhatsApp_Image_2021-04-12_at_08.22.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553265/original/069368100_1775925376-Juliati_Kemala.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5245253/original/070133300_1749300502-IMG_20250606_060339.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4731781/original/059808800_1706761571-ilustrasi_bayi_perempuan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552321/original/058845600_1775806918-da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1612134/original/044088500_1496388393-20170602-Salat-Jumat-Pertama-Bulan-Ramadan-di--Istiqlal-Gempur-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2815496/original/065112000_1558772546-iStock-1137948841.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2559362/original/076937200_1546315450-20190101-Kembang-Api-Ancol-5.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)