Bulan Syawal Berakhir Tanggal Berapa? Ini Jadwal Resminya

10 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Syawal 1447 Hijriah, yang penuh berkah setelah Ramadan, kini menjadi perhatian utama umat Muslim di Indonesia. Pertanyaan mengenai kapan bulan Syawal 1447 H berakhir menjadi relevan, terutama bagi mereka yang ingin menunaikan puasa sunah Syawal. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, akhir bulan Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 18 April 2026.

Penetapan ini mengacu pada hasil sidang Isbat yang telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dengan perkiraan bulan Syawal berlangsung selama 29 hari, maka perhitungan akhir bulan dapat ditentukan secara pasti. Informasi ini menjadi panduan penting bagi umat Islam dalam merencanakan aktivitas keagamaan mereka.

Namun, perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan perkiraan dari beberapa sumber lain, seperti Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) versi Muhammadiyah. Perbedaan ini lumrah terjadi karena adanya metode penentuan awal bulan yang bervariasi, yaitu antara rukyatul hilal (pengamatan bulan secara langsung) dan hisab (perhitungan astronomi).

Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Minggu (12/4/2026).

Penetapan Akhir Bulan Syawal 1447 H Menurut Kemenag

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini merupakan hasil dari sidang Isbat yang mempertimbangkan data hisab dan hasil rukyatul hilal di berbagai titik di Indonesia.

Berdasarkan kalender resmi Kemenag RI, bulan Syawal 1447 Hijriah diprakirakan akan berlangsung selama 29 hari. Dengan perhitungan tersebut, akhir bulan Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 18 April 2026.

Kalender yang disusun oleh Kemenag RI menjadi rujukan utama bagi umat Islam di Indonesia untuk menentukan tanggal-tanggal penting keagamaan. Hal ini memastikan keseragaman dalam pelaksanaan ibadah di seluruh wilayah Indonesia. 

Perbedaan Perkiraan dan Batas Waktu Puasa Syawal

Meskipun Kemenag telah menetapkan akhir bulan Syawal pada 18 April 2026, terdapat perkiraan lain dari beberapa organisasi Islam. Misalnya, menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1447 versi Muhammadiyah, bulan Syawal berakhir pada Jumat, 17 April 2026.

Perbedaan penetapan ini disebabkan oleh metode yang digunakan. Kemenag menggunakan kombinasi hisab dan rukyatul hilal sesuai kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), sementara Muhammadiyah menggunakan metode hisab murni atau perhitungan astronomi tanpa menunggu rukyat.

Bagi umat Muslim yang ingin menunaikan puasa sunah Syawal, batas akhir pelaksanaannya adalah hingga berakhirnya bulan Syawal 1447 Hijriah. Ini berarti puasa Syawal dapat dilakukan hingga tanggal 17 atau 18 April 2026, tergantung pada acuan yang diikuti. Puasa sunah 6 hari ini bisa dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri (2 Syawal atau 22 Maret 2026), baik secara berurutan maupun terpisah selama masih dalam bulan Syawal.

Keutamaan Puasa Syawal

Puasa Syawal memiliki banyak keutamaan yang sangat bermanfaat bagi umat Muslim. Salah satu keutamaan utama adalah pahala yang dijanjikan, yaitu seperti berpuasa selama setahun penuh. Hal ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk melaksanakan puasa ini setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.

Keutamaan ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan, 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Siapa yang melakukan puasa Ramadhan lantas ia ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu seperti berpuasa setahun.” (HR. Muslim)

Dengan demikian, puasa Syawal menjadi salah satu cara untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain itu, puasa Syawal juga menjadi momen untuk memperkuat ikatan sosial dan spiritual di antara umat Islam. Dengan melaksanakan puasa ini secara bersama-sama, umat Muslim dapat saling mendukung dan mendorong satu sama lain untuk terus beribadah dan berbuat baik.

Niat Puasa Syawal 6 Hari

Niat adalah rukun puasa yang harus diucapkan dalam hati, meskipun disunnahkan untuk melafalkannya. Lafal niat puasa Syawal dalam bahasa Arab adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى. 

"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ," 

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.

Waktu niat puasa sunnah, termasuk puasa Syawal, dapat dilakukan pada malam hari sebelum fajar atau pada siang hari sebelum waktu zawal (tergelincir matahari) selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Dengan demikian, umat Muslim memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu niat sesuai dengan kondisi masing-masing.

Penting untuk diingat bahwa niat puasa Syawal harus dilakukan dengan tulus dan penuh kesadaran. Hal ini akan membantu meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Waktu Pelaksanaan dan Hukum Puasa Syawal

Puasa Syawal dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri, yaitu mulai tanggal 2 Syawal. Puasa ini dapat dilakukan kapan saja selama bulan Syawal, tidak harus berurutan. Umat Muslim diperbolehkan untuk melaksanakan puasa ini secara terpisah, asalkan jumlah totalnya mencapai enam hari.

Meskipun tidak wajib berurutan, disunnahkan untuk melaksanakannya secara berurutan setelah Idul Fitri. Hal ini bertujuan untuk menjaga semangat ibadah dan memperkuat rasa kebersamaan di antara umat Islam. Dengan melaksanakan puasa secara berurutan, umat Muslim juga dapat merasakan manfaat spiritual yang lebih besar.

Namun, jika ada halangan atau kesibukan, umat Muslim tetap dapat melaksanakan puasa Syawal di hari-hari lain dalam bulan Syawal. Yang terpenting adalah niat dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah ini.

Hukum puasa Syawal adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan melaksanakan puasa Syawal, umat Muslim dapat meraih banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat.

Umat Muslim yang melaksanakan puasa Syawal akan mendapatkan pahala yang berlimpah, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, puasa ini juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah setelah bulan Ramadan.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

Kapan bulan Syawal 1447 Hijriah berakhir menurut Kementerian Agama?

Menurut Kementerian Agama RI, bulan Syawal 1447 Hijriah diperkirakan akan berakhir pada Sabtu, 18 April 2026, setelah berlangsung selama 29 hari.

Apakah ada perbedaan perkiraan akhir bulan Syawal 1447 Hijriah?

Ya, terdapat perbedaan. Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) versi Muhammadiyah memperkirakan akhir bulan Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 17 April 2026.

Mengapa terjadi perbedaan dalam penetapan akhir bulan Syawal?

Perbedaan ini disebabkan oleh metode penentuan awal bulan yang bervariasi, yaitu antara rukyatul hilal (pengamatan bulan secara langsung) yang digunakan Kemenag bersama hisab, dan hisab murni (perhitungan astronomi) yang digunakan Muhammadiyah.

Sampai kapan batas waktu untuk menunaikan puasa sunah Syawal 2026?

Batas akhir untuk menunaikan puasa sunah Syawal 2026 adalah hingga berakhirnya bulan Syawal 1447 Hijriah, yaitu sekitar 17 atau 18 April 2026, tergantung pada acuan kalender yang diikuti.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |