Apakah Hewan Masuk Surga? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya dalam Islam

19 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang bertanya, apakah hewan masuk surga setelah kehidupannya di dunia berakhir. Pertanyaan ini kerap muncul karena Islam mengajarkan bahwa Allah Mahaadil dan Maha Penyayang terhadap seluruh makhluk-Nya, termasuk hewan yang juga diciptakan dengan tujuan dan ketetapan tertentu.

Rasa penasaran tersebut semakin besar ketika umat Islam membaca kisah-kisah hewan dalam Al-Qur'an maupun hadis. Di sisi lain, tidak sedikit pendapat yang beredar di masyarakat tanpa disertai penjelasan dari ulama atau dalil yang jelas, sehingga menimbulkan kebingungan mengenai nasib hewan di akhirat.

Lantas, apakah hewan masuk surga menurut ajaran Islam? Untuk menjawabnya, penting memahami ayat Al-Qur'an, hadis, serta penjelasan para ulama agar memperoleh gambaran yang utuh mengenai proses hisab hewan dan bagaimana syariat menjelaskan nasib mereka setelah hari kiamat.

Apakah Hewan Masuk Surga Menurut Pandangan Islam?

Untuk menjawab apakah hewan masuk surga, hal pertama yang perlu dipahami adalah konsep taklif atau beban syariat. Hewan termasuk makhluk ghairu mukallaf, yakni tidak dibebani kewajiban ibadah, tidak dilarang melakukan apa pun, serta tidak mengenal pahala maupun dosa sebagaimana manusia. Karena itu, mayoritas ulama menegaskan bahwa hewan tidak menerima balasan akhir berupa surga atau neraka atas perbuatannya selama di dunia.

Para ulama membedakan persoalan ini menjadi dua pertanyaan yang tidak sama. Pertanyaan pertama, adakah hewan yang hidup di dunia lalu dimasukkan ke surga sebagai balasan amal; dan pertanyaan kedua, adakah hewan yang memang Allah ciptakan sebagai bagian dari kenikmatan surga. Memisahkan keduanya penting agar umat tidak keliru memahami kedudukan hewan di akhirat.

Persoalan serupa muncul ketika umat menanyakan apakah hewan kurban masuk surga. Sebagian besar ulama menjelaskan bahwa hewan kurban pun tidak mengalami hisab sebagaimana manusia karena tidak memiliki akal dan tanggung jawab syariat, meskipun ibadah kurban itu sendiri berpahala besar bagi orang yang menunaikannya.

Nasib Hewan di Akhirat: Dibangkitkan, Diqisas, lalu Menjadi Tanah

Meskipun tidak menerima surga atau neraka, bukan berarti hewan lenyap begitu saja setelah mati. Al-Qur'an surah Al-An'am ayat 38 menyebutkan bahwa segala binatang melata di bumi dan burung yang terbang dengan kedua sayapnya adalah umat-umat seperti manusia, yang kelak dikumpulkan kepada Tuhannya. Ayat lain, yakni surah At-Takwir ayat 5, menegaskan bahwa binatang-binatang liar pun akan dikumpulkan pada hari kiamat. Seluruh makhluk ini nantinya digiring ke Padang Mahsyar bersama manusia untuk menghadap pengadilan Allah.

Lalu untuk apa hewan dibangkitkan jika tidak menerima pahala dan dosa? Tujuannya adalah qisas atau pembalasan yang adil di antara sesama mereka, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW bahwa hak-hak akan dipenuhi pada hari kiamat hingga kambing yang tidak bertanduk pun menuntut balas kepada kambing bertanduk yang pernah menanduknya. Setelah seluruh kezaliman antarhewan terbalaskan, Allah memerintahkan mereka menjadi tanah, dan pada saat itulah orang kafir berandai-andai ikut menjadi tanah sebagaimana disebut dalam surah An-Naba ayat 40.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa seluruh binatang akan dibangkitkan dan dikumpulkan pada hari kiamat sebagaimana ditegaskan Al-Qur'an dan Sunnah, bahkan menilai keliru orang yang mengingkari kebangkitan hewan. Perlu dipahami, qisas pada hewan berbeda dengan qisas manusia.

Sebagaimana disampaikan Mufti Wilayah Persekutuan, pembalasan di antara hewan bertanduk dan tidak bertanduk bukanlah qisas taklif, melainkan qisas muqabalah, yakni penyepadanan atau pembalasan setimpal semata demi menegakkan keadilan, bukan karena hewan dibebani hukum. Rangkaian peristiwa ini menjadi bagian dari urutan peristiwa dahsyat setelah kiamat yang memperlihatkan kesempurnaan keadilan Allah.

Daftar Hewan yang Diriwayatkan Masuk Surga

Selain pembahasan qisas, ada riwayat masyhur tentang sejumlah hewan yang dijamin masuk surga karena perannya dalam kisah para nabi. Riwayat inilah yang paling sering dicari umat ketika mempertanyakan nasib hewan di akhirat.

  1. Unta Nabi Saleh AS, mukjizat berupa unta betina yang muncul dari batu, tetapi dibunuh kaum Tsamud hingga mereka ditimpa azab. Kisah mukjizat untanya diabadikan dalam Al-Qur'an surah Hud dan tafsir surah Al-A'raf ayat 73-79.
  2. Anak Sapi Nabi Ibrahim AS, sembelihan yang hendak dihidangkan kepada para tamu malaikat pembawa kabar kelahiran Nabi Ishak.
  3. Kambing Nabi Ismail AS, hewan pengganti saat penyembelihan yang menjadi asal mula disyariatkannya ibadah kurban pada Idul Adha.
  4. Sapi Betina Bani Israil, sapi yang disembelih atas petunjuk Nabi Musa AS untuk mengungkap pelaku pembunuhan di kalangan Bani Israil.
  5. Ikan yang Menelan Nabi Yunus AS, dikenal sebagai ikan nun yang menelan sang nabi lalu memuntahkannya kembali atas perintah Allah.
  6. Keledai Nabi Uzair AS, hewan yang dihidupkan kembali bersama pemiliknya setelah tertidur seratus tahun, seperti disebut dalam surah Al-Baqarah ayat 259.
  7. Semut Nabi Sulaiman AS, kawanan semut yang percakapannya membuat Nabi Sulaiman tersenyum dan bersyukur di sebuah lembah.
  8. Burung Hud-hud, burung yang menjadi kurir Nabi Sulaiman untuk menyampaikan surat dakwah kepada Ratu Balqis di negeri Saba', termasuk di antara hewan yang dijanjikan masuk surga.
  9. Unta Nabi Muhammad SAW, tunggangan setia dalam peristiwa hijrah ke Madinah, sebagaimana dikisahkan pada kisah unta Al-Qashwa.
  10. Anjing Ashabul Kahfi, anjing yang setia menjaga tujuh pemuda beriman di dalam gua, seperti diceritakan dalam kisah Ashabul Kahfi.

Dalam sebagian riwayat lain, Buraq, tunggangan Nabi Muhammad SAW saat Isra Mikraj, juga dimasukkan ke dalam daftar tersebut. Namun perlu dicatat, sebagian ulama menilai riwayat sepuluh hewan ini lemah dan tidak didukung dalil sahih, sehingga sebaiknya disikapi dengan hati-hati. Meski demikian, deretan kisah pada daftar hewan yang diizinkan masuk surga tetap sarat pelajaran, sebagaimana kisah para nabi yang penuh mukjizat luar biasa.

Adakah Hewan di Dalam Surga sebagai Kenikmatan Penghuninya?

Terlepas dari perdebatan soal hewan dunia, terdapat dalil kuat bahwa Allah menyediakan hewan di dalam surga sebagai kenikmatan bagi penghuninya. Dalam surah Al-Waqi'ah ayat 21, Allah menyebutkan adanya daging burung dari jenis apa pun yang diinginkan penduduk surga. Ayat serupa terdapat dalam surah At-Thur ayat 22 yang menyatakan Allah memberi tambahan buah-buahan dan daging dari segala jenis sesuai keinginan mereka.

Nabi Muhammad SAW bahkan menyebut kambing sebagai salah satu hewan surga dalam sabdanya yang menganjurkan salat di dekat kandang kambing dan memuliakannya. Dalam riwayat lain, seorang sahabat yang menyerahkan untanya untuk berjuang di jalan Allah dijanjikan memperoleh tujuh ratus unta di hari kiamat. Deretan dalil ini menegaskan bahwa penduduk surga memang dianugerahi berbagai hewan yang Allah ciptakan khusus di dalamnya.

Terkait keinginan bertemu kembali dengan hewan kesayangan, para ulama menjelaskan bahwa penghuni surga akan memperoleh apa pun yang mereka inginkan, sehingga tidak tertutup kemungkinan seseorang berkumpul lagi dengan hewan yang dicintainya. Mengacu pada kajian al-Islam.org, sebagian teolog Muslim bahkan membahas kemungkinan bahwa sebagai bentuk karunia (tafadhdhul), Allah dapat menganugerahkan kehidupan berkelanjutan kepada sebagian hewan di akhirat sebagai ganti atas penderitaan yang pernah mereka alami di dunia.

Bukti lain betapa Islam memuliakan hewan adalah penamaan sejumlah surah dengan nama binatang, seperti Al-Baqarah (sapi), Al-An'am (hewan ternak), An-Nahl (lebah), An-Naml (semut), Al-Ankabut (laba-laba), dan Al-Fil (gajah). Penamaan ini menunjukkan bahwa hewan bukan makhluk yang remeh, melainkan bagian penting dari tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang yang mau merenung. Karena itu, meski hewan tidak menerima hisab, mereka tetap memiliki kedudukan mulia dalam pandangan agama.

Adab dan Kasih Sayang terhadap Hewan yang Diajarkan Islam

Karena hewan adalah sesama makhluk ciptaan Allah, Islam sangat menekankan sikap kasih sayang dalam memperlakukan mereka. Perlakuan baik terhadap hewan bahkan bisa menjadi jalan meraih pahala dan ampunan.

Sebagaimana diungkapkan Muhammadiyah, Al-Qur'an mengajarkan sejumlah prinsip moral bagi umat Islam dalam memandang dan memperlakukan binatang, termasuk menjadikannya bahan renungan sekaligus sumber inspirasi keimanan. Berikut beberapa adab penting terhadap hewan dalam Islam:

  1. Memberi makan dan minum yang cukup. Menelantarkan hewan hingga kelaparan atau kehausan termasuk perbuatan tercela yang dilarang.
  2. Tidak menyiksa atau menzalimi. Ada riwayat tentang perempuan yang masuk neraka karena mengurung kucing hingga mati, dan sebaliknya seseorang diampuni dosanya karena memberi minum anjing yang kehausan. Nilai ini tercermin dalam anjuran memelihara kucing dengan penuh kasih sayang.
  3. Tidak membebani di luar kemampuannya. Hewan pekerja atau tunggangan tidak boleh diberi beban yang melampaui batas dayanya.
  4. Menyembelih dengan cara terbaik. Islam mensyariatkan penyembelihan yang tidak menyakiti dan menggunakan pisau yang tajam sebagai bentuk ihsan.
  5. Mengatur interaksi sesuai syariat. Sebagai contoh, hukum memelihara anjing menurut Fatwa Tarjih pada dasarnya dibatasi kecuali untuk kebutuhan tertentu seperti menjaga ternak, rumah, atau berburu.

Teladan paling nyata datang dari Rasulullah SAW yang sangat menyayangi hewan, seperti terlihat pada kisah kucing kesayangan Nabi Muhammad SAW. Kesetiaan hewan pun diabadikan Allah dalam Al-Qur'an, misalnya anjing yang menemani tujuh pemuda Ashabul Kahfi selama 309 tahun. Semua ini menegaskan bahwa memuliakan hewan adalah bagian dari akhlak seorang Muslim.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Hewan Masuk Surga

Apakah semua hewan akan masuk surga?

Tidak. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa hewan tidak masuk surga maupun neraka karena bukan makhluk mukallaf. Mereka dibangkitkan pada hari kiamat untuk menjalani qisas demi keadilan, lalu diubah menjadi tanah, kecuali sejumlah hewan istimewa yang diriwayatkan masuk surga.

Apakah hewan peliharaan seperti kucing bisa menemani kita di surga?

Menurut penjelasan para ulama, penghuni surga memperoleh apa pun yang mereka inginkan. Karena itu, jika seseorang menginginkan hewan peliharaannya berada di surga, Allah dapat mengabulkannya sebagai bagian dari kenikmatan surga.

Apakah hewan kurban masuk surga?

Hewan kurban tidak masuk surga sebagaimana manusia karena tidak mengalami hisab. Namun, ada riwayat yang menyebutkan hewan kurban akan datang pada hari kiamat sebagai tambahan kebaikan bagi orang yang berkurban, bahkan disebut menjadi kendaraan saat melewati titian sirat.

Pada akhirnya, memahami apakah hewan masuk surga bukan sekadar soal ya atau tidak, melainkan cara memahami betapa luas keadilan sekaligus kasih sayang Allah terhadap seluruh ciptaan-Nya. Jika hewan yang tak berakal saja diperlakukan dengan penuh keadilan di akhirat, sudah semestinya manusia yang dianugerahi akal dan kehendak bebas lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dan berbuat baik kepada sesama makhluk. Wallahu a'lam.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |