Bolehkah Meminta Berkah kepada Orang yang Pulang Haji? Simak Hukum, Dalil dan Penjelasannya

9 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Pertanyaan mengenai bolehkah meminta berkah kepada orang yang pulang Haji? kerap menjadi perbincangan menarik. Sebab, di masyarakat Indonesia, meminta berkah telah menjadi tradisi yang mengakar kuat.

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki nilai spiritual tinggi. Dalam tradisi masyarakat Muslim di berbagai daerah, termasuk di Indonesia, muncul praktik ziarah haji, bukan dalam arti pergi ke tanah suci, tetapi mengunjungi orang yang baru saja pulang dari menunaikan ibadah haji.

Fenomena ini menarik untuk dikaji, khususnya terkait motivasi masyarakat untuk mencari keberkahan dan mendoakan orang yang baru pulang haji.

Merujuk jurnal Fenomena Ziarah Haji (Studi Tentang Soloidaritas Masyarakat di Desa Podorejo Kecamatan Sumbergempol Kab. Tulungagung), oleh Hanum Khumeidatul Khasanah dan A Zahid yang menyitir dalil-dalil dan penjelasan ulama klasik maupun kontemporer, artikel ini akan mengulas secara komprehensif tentang hukum dan tradisi meminta berkah kepada orang yang pulang haji.

Hukum Meminta Berkah kepada Orang yang Pulang Haji

Dalam kitab Hasyiyah Qalyubi ‘ala Syarh al-Mahalli karya Syihabuddin al-Qalyubi, seorang ulama terkemuka Mazhab Syafi’i menjelaskan, disunnahkan bagi orang yang berhaji untuk mendoakan orang yang tidak berhaji, meskipun tidak diminta.

Dan disunnahkan bagi orang yang tidak berhaji untuk meminta didoakan oleh orang yang berhaji. Para ulama menyebutkan bahwa (kesunnahan) hal tersebut berlaku hingga empat puluh hari sejak kedatangannya (pulang haji).

Berdasar pandangan ulama Syafi'iyah, hukum meminta berkah dari orang yang pulang haji adalah disunnahkan (mustahab), bukan wajib. Artinya, ini adalah amalan baik yang dianjurkan.

Sebaliknya, dianjurkan bagi pihak yang berhaji untuk secara aktif mendoakan orang lain, bahkan tanpa diminta. Bagi yang belum berhaji, dianjurkan untuk meminta didoakan. Inilah yang menjadi dasar bagi praktik “meminta berkah” dalam bentuk permintaan doa.

Anjuran ini memiliki durasi khusus, yaitu 40 hari pasca-kepulangan. Artinya, ziarah haji dianjurkan sebelum 40 hari terhitung dari kepulangan jemaah haji.

Dalil Meminta Keberkahan dari Orang yang Pulang Haji

Status khusus orang yang berhaji didasarkan pada hadis yang menggambarkan kesucian pasca-haji yang mabrur:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Siapa yang berhaji karena Allah, lalu tidak berkata-kata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia akan kembali (suci dari dosa) seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya.’” (HR. Bukhari & Muslim).

Kesucian inilah yang mendasari anggapan bahwa doa mereka lebih dekat untuk dikabulkan. Dalam al-Minhaj Syarh Shahih Muslim karya Imam an-Nawawi menjelaskan hadis ini menunjukkan tingginya kedudukan haji mabrur.

Kembali seperti bayi adalah kiasan (metafora) tentang sucinya dari dosa, bukan berarti hilangnya seluruh konsekuensi hukum syariat. Adapun syarat pengampunan adalah meninggalkan رفث (kata-kata kotor) dan فسق (maksiat) selama pelaksanaan haji.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Berdasarkan dalil di atas, dapat ditarik beberapa analisis penting. Secara dasar, tradisi menjenguk dan meminta didoakan orang yang baru pulang haji memiliki pijakan syar’i yang kuat dalam Mazhab Syafi’i, selama difokuskan pada permintaan doa, bukan keyakinan magis terhadap orangnya.

Namun begitu berkah yang dimaksud seharusnya berasal dari doa yang dikabulkan Allah, bukan dari jasad, benda, atau personifikasi orang yang berhaji. Berkah air zam-zam atau kurma yang dibagikan adalah karena keutamaan yang Allah tetapkan pada benda tersebut, bukan karena “kesaktian” si pembawa.

Namun, tradisi ini berisiko melenceng jika:

  • Muncul keyakinan bahwa orang yang haji itu sendiri memiliki kekuatan ghaib untuk memberi berkah.
  • Menganggap bahwa kehadirannya saja, tanpa niat ibadah dan taubat yang benar, sudah cukup untuk menghapus dosa.
  • Mengabaikan batasan 40 hari dan menganggapnya berlaku selamanya.

Hikmah Ziarah kepada Orang yang Pulang Haji

1. Memperoleh Doa Mustajab

Keyakinan bahwa orang yang baru pulang haji dalam keadaan suci seperti bayi baru lahir (berdasarkan hadis) membuat doanya dianggap lebih dekat untuk dikabulkan Allah. Imam al-Qalyubi dalam Hasyiyah Qalyubi menyebutkan kesunnahan meminta didoakan oleh orang yang baru berhaji hingga 40 hari pasca-kepulangan.

2. Menjaga dan Memperluas Silaturahmi

Tradisi ziarah haji menjadi medium pertemuan keluarga, tetangga, dan kerabat jauh yang mungkin jarang bertemu. Seperti dikutip narasumber penelitian (Mbak Mia), ziarah haji membuatnya bisa bertemu dan berkenalan dengan kerabat jauh.

Silaturahmi adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam dan dapat memperpanjang umur serta melapangkan rezeki.

3. Motivasi Spiritual untuk Menunaikan Haji

Mendengar langsung pengalaman spiritual, perjuangan, dan kesan mendalam orang yang baru pulang haji dapat membangkitkan keinginan dan tekad untuk segera menunaikan rukun Islam kelima. Kisah perjalanan ibadah di tanah suci menjadi penguat iman dan pengingat akan tujuan akhir kehidupan.

4. Memperkuat Solidaritas Komunitas (Gotong Royong)

Tradisi ini melibatkan kegiatan gotong royong (rewang) dalam persiapan syukuran, yang memperkuat ikatan sosial. Penelitian menyebutnya sebagai solidaritas mekanis (Durkheim), di masyarakat yang diikat oleh kesamaan keyakinan dan aktivitas.

5. Sarana Bertabarruk (Mencari Berkah) secara Syar’i

Mendapatkan buah tangan seperti air zam-zam, kurma, atau tasbih dari tanah suci—yang memang memiliki keutamaan dalam Islam—dalam konteks saling menghadiahkan, bukan keyakinan magis. Keberkahan berasal dari izin Allah dan doa yang dipanjatkan, bukan dari zat benda atau orangnya secara mistis.

6. Pendidikan Keagamaan yang Kontekstual

Momen ziarah menjadi ruang dialog keagamaan informal di mana jamaah haji berbagi pengetahuan tentang manasik, sejarah Islam, dan pengalaman spiritual. Cerita tentang Ka’bah, Masjid Nabawi, dan situs sejarah lainnya menjadi media pembelajaran hidup bagi masyarakat, terutama generasi muda.

People Also Ask:

Berkunjung ke orang pulang haji disebut apa?

Tradisi ziarah haji atau lebih dikenal dengan sebutan jiaroh kaji adalah tradisi dimana dalam pelaksanaannya adalah kunjungan kepada orang yang baru selesai menunaikan ibadah haji dengan tujuan untuk mencari keberkahan dan memohon doa agar diampuni dosa- dosanya dan juga bisa menunaikan ibadah haji.

Apa yang harus dikatakan kepada seseorang yang baru pulang dari ibadah haji?

As we welcome home many of our friends and family returning ..." Semoga Allah menerima ibadah haji Anda, mengampuni dosa-dosa Anda, dan mengganti biaya yang Anda keluarkan ." "Ya Allah, ampunilah orang yang berziarah dan siapa pun yang dimohon ampunannya oleh orang yang berziarah." Bagian dari tanggung jawab kita dalam hidup adalah memberi, untuk melihat bagaimana kita sebagai Muslim dapat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan komunitas kita.

Apakah doa orang pulang haji mustajab?

Rasulullah ﷺ bersabda: “Ada lima doa yang tidak akan tertolak: salah satunya adalah doa orang yang berhaji hingga ia kembali ke rumahnya.” Para ulama menjelaskan bahwa masa mustajab doa itu masih berlangsung hingga 40 hari setelah mereka pulang.

Doa barokah pulang haji untuk tamu?

Doa Pulang Haji yang Dibaca oleh Tamu

Berikut doanya: Qabballallahu hajjaka, wa ghafara dzanbaka, wa akhlafa nafaqataka. Artinya: "Semoga Allah menerima ibadah hajimu, mengampuni dosamu, dan mengganti pengeluaranmu."

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |