Untuk memastikan puasa qadha diterima Allah SWT, beberapa syarat harus dipenuhi dengan seksama. Pertama, niat yang benar, yaitu diniatkan khusus untuk qadha sejak malam hari sebelum fajar.
Kedua, bersuci dari hadas besar maupun kecil, serta bagi wanita, tidak sedang haid atau nifas. Ketiga, tidak ada halangan syar'i seperti sakit yang tidak memungkinkan berpuasa atau dalam perjalanan jauh.
Keempat, memiliki kemampuan fisik untuk menjalankan puasa, dan kelima, menyadari bahwa dirinya memiliki tanggungan puasa yang harus dilunasi.
Adab dan Sunnah Saat Berpuasa Qadha
Meskipun puasa qadha bersifat wajib, namun tetap dianjurkan untuk mengamalkan adab-adab puasa sebagaimana puasa Ramadhan. Ini termasuk menyegerakan berbuka ketika waktu maghrib tiba dan mengakhirkan sahur mendekati imsak.
Selain itu, memperbanyak dzikir dan doa, serta menjaga lisan dari perkataan dan perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa adalah hal yang sangat ditekankan. Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang dari kamu sedang berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan berteriak-teriak.”
Memanfaatkan Hari-Hari Istimewa
Salah satu strategi cerdas dalam melunasi hutang puasa adalah memanfaatkan hari-hari yang memiliki keutamaan khusus. Selain hari Senin, beberapa hari lain yang dianjurkan untuk berpuasa antara lain hari Kamis, tanggal 13, 14, 15 Hijriah (Ayyam al-Baidh), dan bulan Sya'ban.
Dengan strategi ini, setiap hari qadha yang dilakukan akan mendapat bonus pahala dari keutamaan waktu tersebut, menjadikan ibadah lebih bermakna dan berlipat ganda pahalanya.
Perhitungan dan Perencanaan
Untuk memastikan hutang puasa lunas tepat waktu, perlu dibuat perencanaan yang matang. Puasa qadha dapat dilakukan secara terpisah, tidak harus berurutan, sesuai dengan kemampuan dan kondisi individu.
Yang terpenting adalah jumlah total hari yang diqadha sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan, dan batas waktu untuk melunasi puasa qadha adalah sebelum Ramadhan berikutnya tiba.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Q: Apakah pahala qadha puasa Ramadhan yang digabung dengan puasa Senin Kamis sama dengan melakukan keduanya secara terpisah?
A: Menurut mayoritas ulama, pahala qadha tetap penuh karena hutang puasa telah ditunaikan dengan sempurna. Adapun pahala puasa Senin Kamis juga diperoleh karena melaksanakan puasa di hari yang dianjurkan. Namun ada perbedaan pendapat apakah pahalanya sama persis atau ada perbedaan gradasi. Yang pasti, penggabungan ini tetap mendatangkan berkah dan pahala berlipat.
Q: Bagaimana jika seseorang lupa bahwa hari itu adalah Senin atau Kamis ketika berniat qadha puasa?
A: Tidak masalah sama sekali. Yang terpenting adalah niat qadha puasa Ramadhannya sah dan dilakukan sebelum fajar. Pahala puasa Senin Kamis tetap diperoleh meskipun tidak sengaja meniatkannya, karena Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Adil dalam memberikan pahala kepada hamba-Nya.
Q: Apakah boleh menggabungkan niat qadha dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa Daud atau Arafah?
A: Ya, boleh dengan prinsip yang sama. Bahkan puasa Arafah yang memiliki keutamaan menghapus dosa dua tahun dapat digabung dengan qadha puasa Ramadhan. Begitu juga dengan puasa Asyura dan puasa-puasa sunnah lainnya. Prinsipnya adalah selama jenis ibadahnya sama (puasa), maka penggabungan niat diperbolehkan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3416616/original/004756200_1617207185-utang_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5136138/original/060086900_1739846594-20250218-Tradisi_Nyadran-AFP_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487330/original/067858300_1769662270-Gemini_Generated_Image_xzzxxgxzzxxgxzzx_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153029/original/005485600_1741320049-islamic-family-with-delicious-food-medium-shot.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418109/original/055414400_1763603530-Screenshot_2025-11-20_084534.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770582/original/005521900_1710298713-masjid-pogung-dalangan-quTgb4lMbKo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489909/original/080075800_1769946782-adab_tetangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158416/original/091724100_1741665130-kata-kata-indah-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495802/original/072665000_1770436095-Gemini_Generated_Image_9p3ks89p3ks89p3k.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/774506/original/054083900_1417598337-Turki-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158657/original/067229400_1741665557-kata-mutiara-pagi-hari-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495293/original/030583500_1770363852-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3393767/original/089678900_1614925042-pexels-photo-318451.jpeg)





























