Prediksi Prancis Vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

6 hours ago 5

LAGA besar Prancis Vs Spanyol akan tersaji pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Arlington, Amerika Serikat, Rabu dinihari, 15 Juli 2026, mulai pukul 02.00 WIB. Pertandingan yang akan disiarkan langsung TVRI itu mempertemukan dua tim yang terbilang paling konsisten sepanjang turnamen.

Prancis datang dengan status finalis dua edisi Piala Dunia sebelumnya dan kini berpeluang menjadi tim ketiga dalam sejarah yang mencapai tiga final Piala Dunia secara beruntun mengikuti jejak Jerman dan Brasil. Namun, ambisi Les Bleus akan diuji oleh juara bertahan Eropa, Spanyol, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu lawan tersulit mereka.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Perjalanan Prancis menuju semifinal berlangsung nyaris tanpa hambatan. Tim asuhan Didier Deschamps menyapu bersih enam pertandingan. Mereka menjadi juara Grup I, lalu menyingkirkan Swedia, Paraguay, dan Maroko dengan torehan 16 gol.

Lini depan Prancis menjadi salah satu yang paling berbahaya di turnamen ini. Kylian Mbappe telah mengoleksi delapan gol dalam enam pertandingan dan didukung pemain-pemain kreatif seperti Dembele, Michael Olise, Bradley Barcola, serta Desire Doue.

Berbeda dengan Prancis yang banyak mengandalkan kualitas individu, Spanyol melaju dengan kekuatan kolektif. Tim asuhan Luis de la Fuente mempertahankan identitas permainan berbasis penguasaan bola dengan tempo tinggi yang menjadi ciri khas mereka.

Rodri, Pedri, dan Fabian Ruiz menjadi motor permainan di lini tengah, sementara Lamine Yamal menjadi ancaman utama dari sisi sayap. Kombinasi itu membawa La Roja menjuarai Grup H sebelum menyingkirkan Austria, Portugal, Belgia, dan melaju ke semifinal.

Mikel Merino juga menjadi sosok penting. Setelah mencetak gol penentu kemenangan atas Portugal pada babak 16 besar, ia kembali menjadi pahlawan saat mencetak gol kemenangan atas Belgia di perempat final. Catatan tersebut membuatnya menjadi pemain pertama yang mencetak gol penentu kemenangan sebagai pemain pengganti dalam dua laga fase gugur Piala Dunia.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menegaskan timnya tidak gentar menghadapi Prancis. "Prancis sedang dalam performa yang sangat baik dan kami memiliki gaya bermain yang berbeda. Kami sangat menghormati lawan, tetapi kami merasa mampu mengalahkan tim mana pun," kata dia seperti dikutip dari France24.

Pernyataan serupa disampaikan Lamine Yamal. "Hanya ada dua kemungkinan: mereka mencapai final Piala Dunia ketiga secara beruntun, atau kami mengalahkan mereka untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Kami sama sekali tidak takut," ujar pemain berusia 19 tahun tersebut.

Di kubu Prancis, Deschamps memilih merendah ketika ditanya soal keberhasilan membawa Les Bleus terus bersaing di level tertinggi. "Saya tidak tahu. Mungkin karena saya memiliki pemain-pemain yang sangat bagus. Namun, sepertinya saya juga tidak terlalu buruk dalam menjalankan pekerjaan ini," ujarnya.

Deschamps juga mengungkapkan bahwa kebersamaan menjadi kekuatan utama timnya. "Ini adalah sebuah perjalanan bersama. Walaupun saya yang memilih para pemain, kebersamaan dengan mereka setiap hari sangat penting."

Kapten Mbappe sependapat.  "Itu sudah menjadi DNA tim ini, yaitu selalu bersatu dan berada di belakang pelatih, apa pun yang terjadi," kata bintang Real Madrid tersebut.

Kondisi Terkini Tim

Prancis diperkirakan tetap dapat menurunkan Kylian Mbappe sebagai starter. Seperti dikutip dari Sportsmole, ia hanya mengalami cedera ringan pada pergelangan kaki saat menghadapi Maroko sehingga diprediksi telah pulih.

Gelandang Manu Kone juga sempat mengalami masalah pada lutut saat perempat final. Namun, kondisi cederanya tidak serius dan masih berpeluang tampil. Ia bersaing dengan Aurelien Tchouameni yang juga sedang berusaha pulih dari cedera paha.

Mbappe, yang telah mencetak delapan gol dan menjadi kandidat peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026, dipastikan kembali menjadi andalan bersama peraih Ballon d'Or Ousmane Dembele. Sepanjang turnamen, keduanya telah saling menciptakan 19 peluang.

Didier Deschamps masih harus menentukan apakah Bradley Barcola atau Desire Doue akan melengkapi lini depan bersama Mbappe, Dembele, dan Michael Olise.

Timnas Spanyol. Shutterstock

Di kubu Spanyol, Mikel Oyarzabal yang telah mencetak empat gol diprediksi tetap menjadi ujung tombak. Namun, Ferran Torres serta Nico Williams dan Yeremy Pino yang telah pulih dari cedera sama-sama berpeluang masuk ke tim utama.

Persaingan di lini tengah juga berlangsung ketat. Mikel Merino kemungkinan akan memainkan peran sebagai pemain pengganti. Dengan demikian, Pedri memiliki peluang besar tampil sejak menit awal bersama Fabian Ruiz dan Dani Olmo di lini tengah.

Sementara itu, meski belum mampu mengulangi penampilan gemilangnya di Euro 2024, Lamine Yamal tetap menjadi pilihan utama di sisi kanan serangan Spanyol dan akan berduet dengan Pedro Porro.

Rekor Pertemuan

  • Dikutip dari Sportskeeda, Prancis dan Spanyol telah bertemu sebanyak 38 kali di semua ajang. Spanyol unggul dengan 18 kemenangan, sedangkan Prancis mengoleksi 13 kemenangan dan tujuh laga lainnya berakhir imbang.
  • Satu-satunya pertemuan kedua tim di putaran final Piala Dunia terjadi pada babak 16 besar edisi 2006. Saat itu, Prancis bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Spanyol 3-1.
  • Meski demikian, tren pertemuan terbaru lebih berpihak kepada La Roja. Spanyol memenangi tujuh dari 10 laga terakhir melawan Prancis, termasuk kemenangan 2-1 pada semifinal Euro 2024 sebelum akhirnya menjadi juara, serta kemenangan dramatis 5-4 pada semifinal UEFA Nations League 2024-2025.

Perkiraan Susunan Pemain

Prancis: Mike Maignan; Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, Lucas Digne; Manu Kone, Adrien Rabiot; Ousmane Dembele, Michael Olise, Desire Doue; Kylian Mbappe.

Pelatih: Didier Deschamps

Spanyol:  Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Fabian Ruiz; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente

Prediksi

Spanyol tak terkalahkan dalam 36 pertandingan terakhir di waktu normal. Mereka hanya terpaut satu laga dari rekor terpanjang Argentina pada 2019-2022. Namun, adu penalti masih menjadi kelemahan La Roja. Mereka kalah lewat adu penalti pada final UEFA Nations League tahun lalu dan hanya sekali menang dalam lima adu penalti di putaran final Piala Dunia. Jika laga berlanjut ke adu penalti, pengalaman Prancis bisa menjadi pembeda untuk meraih satu tiket ke final.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |