Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Isra ayat 24 merupakan kelanjutan langsung dari perintah berbakti kepada kedua orang tua yang dimulai pada ayat sebelumnya. Jika ayat 23 melarang anak mengucapkan kata "ah" dan membentak orang tua, maka ayat 24 memberikan arahan positif tentang bagaimana seharusnya seorang anak bersikap, yakni merendahkan diri dengan penuh kasih sayang dan mendoakan keduanya.
Ayat ini juga mengandung doa anak kepada kedua orang tuanya. Doa ini menjadi wujud tulus yang lahir dari kedalaman hati yang penuh kasih sayang.
Dalam Tafsir Al-Misbah, M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa frasa wakhfidh lahumā janāḥadz-dzulli minar-raḥmah menggambarkan sikap merendahkan diri yang didorong oleh kasih sayang, bukan karena takut atau terpaksa.
Doa seorang anak untuk orang tuanya adalah bentuk bakti yang tetap mengalir bahkan setelah mereka meninggal dunia. Ayat ini menjadi landasan spiritual bahwa hubungan anak dan orang tua tidak terputus oleh ruang dan waktu.
Melalui tawadhu dan doa, seorang anak tidak hanya memenuhi kewajibannya di dunia, tetapi juga membangun jembatan spiritual yang menghubungkannya dengan orang tua hingga ke akhirat. Berikut ini ulasannya.
Bacaan Surat Al-Isra Ayat 24 Lengkap
Arab: وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
Latin: Wakhfiḍ lahumā janāḥadz-dzulli minar-raḥmati wa qul rabbir-ḥam-humā kamā rabbayānī shaghīrā
Artinya: Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil."
Tafsir Surat Al-Isra Ayat 24
Berdasarkan kajian dalam jurnal Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra Ayat 23-24 karya Abdul Hamid, ayat 24 merupakan perincian konkret dari implementasi ketauhidan yang diperintahkan pada ayat sebelumnya. Jurnal tersebut menegaskan bahwa ayat ini mengandung nilai birrul walidain yang mencakup sikap tawadhu (rendah hati) dan doa untuk kedua orang tua.
Nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam surah ini menurut perspektif Prof. Dr. M. Quraisy Syihab meliputi Pendidikan Tauhid dan Pendidikan Birrul Walidaini. Konsep rahmah (kasih sayang) dalam ayat ini memerlukan sikap tawadhu dan empati yang mendalam, yang disimbolkan dengan ungkapan "merendahkan sayap kehinaan" di hadapan orang tua.
Nilai rahmah ini berfungsi sebagai ikatan emosional yang mentransformasi pola asuh otoriter atau permisif menjadi pendekatan yang komunikatif dan penuh pengertian.
Ayat 23 dan 24 merupakan perincian dari pokok iman, di mana ayat 24 menjelaskan tentang implementasi konkret dari wujud ketauhidan tersebut, yaitu dengan tidak mengatakan sesuatu yang menyakiti hati orang tua.
Asbabun Nuzul Surat Al-Isra Ayat 24
Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, Surat Al-Isra ayat 24 tidak memiliki asbabun nuzul yang khusus. Para peneliti dari berbagai perguruan tinggi Islam telah melakukan penelusuran mendalam terhadap kitab-kitab tafsir klasik, termasuk Lubab al-Nuqul fi Asbabun Nuzul karya Imam Jalaluddin As-Suyuti, dan tidak menemukan sebab turun yang spesifik untuk ayat 23-24 surat Al-Isra.
Dengan kata lain, ayat 23-24 surat Al-Isra' tidak memiliki sebab-sebab khusus yang menjadikan turunnya ayat tersebut. Hal ini justru menunjukkan bahwa pesan yang terkandung di dalamnya bersifat universal dan berlaku sepanjang masa, bukan sebagai respons terhadap peristiwa tertentu.
Ayat ini turun sebagai bagian dari rangkaian ajaran pokok dalam surah Al-Isra yang berbicara tentang pokok-pokok keimanan, akidah, dan akhlak.
Kandungan Surat Al-Isra Ayat 24
Berdasarkan penjelasan dalam Tafsir Kementerian Agama dan sejumlah sumber tafsir, Surat Al-Isra ayat 24 mengandung ajaran penting tentang bagaimana seorang anak memperlakukan kedua orang tuanya. Ayat ini menekankan sikap rendah hati, kasih sayang, penghargaan terhadap jasa orang tua, serta doa untuk mereka.
1. Perintah Merendahkan Diri di Hadapan Orang Tua
Allah SWT berfirman, “Wakhfiḍ lahumā janāḥadz-dzulli minar-raḥmah”, yang berarti “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang.” Ungkapan “merendahkan sayap” merupakan kiasan yang menggambarkan sikap lembut, rendah hati, dan penuh perlindungan. Sikap tersebut harus lahir dari kesadaran dan kasih sayang, bukan karena keterpaksaan atau sekadar takut terhadap celaan orang lain.
2. Perintah Mendoakan Kedua Orang Tua
Allah SWT mengajarkan doa, “Rabbir-ḥamhumā kamā rabbayānī ṣaghīrā”, yang berarti “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah menyayangiku di waktu kecil.” Doa ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua tidak hanya diwujudkan melalui tindakan, tetapi juga melalui doa agar Allah memberikan rahmat dan kasih sayang kepada mereka.
3. Pengakuan atas Jasa dan Pengorbanan Orang Tua
Frasa “kamā rabbayānī ṣaghīrā” mengingatkan seorang anak terhadap proses panjang yang telah dilalui orang tua dalam merawat, mendidik, melindungi, dan membesarkannya. Pengakuan tersebut menjadi dasar munculnya rasa syukur sekaligus dorongan untuk memperlakukan orang tua dengan penuh penghormatan.
4. Berbakti kepada Orang Tua Harus Dilandasi Kasih Sayang
Ayat ini tidak hanya memerintahkan anak untuk bersikap hormat, tetapi juga menekankan unsur rahmah atau kasih sayang. Dengan demikian, hubungan antara anak dan orang tua hendaknya dibangun melalui kelembutan, perhatian, kesabaran, dan kepedulian, terutama ketika orang tua telah lanjut usia dan membutuhkan bantuan.
5. Hubungan Tauhid dan Berbakti kepada Orang Tua
Pesan berbakti kepada orang tua dalam ayat ini berada dalam rangkaian ajaran tauhid dan ketaatan kepada Allah. Hal tersebut menunjukkan bahwa penghormatan terhadap orang tua merupakan bagian penting dari akhlak seorang muslim. Namun, ketaatan kepada orang tua tetap berada dalam batas yang tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT.
Hikmah Memahami Surat Al-Isra Ayat 24
1. Menumbuhkan Sikap Tawadhu kepada Orang Tua
Surat Al-Isra ayat 24 mengajarkan bahwa rendah hati di hadapan orang tua merupakan bagian dari akhlak mulia. Anak tidak sepatutnya bersikap sombong, kasar, atau meremehkan orang tua. Tawadhu diwujudkan melalui tutur kata yang baik, sikap lembut, dan kesediaan membantu mereka.
2. Melatih Empati dan Kasih Sayang
Perintah untuk “merendahkan sayap” dengan penuh kasih sayang mengajarkan bahwa bakti kepada orang tua bukan sekadar menjalankan kewajiban formal. Seorang anak perlu memahami kondisi dan perasaan orang tua, terutama ketika mereka berada dalam keadaan lemah, sakit, atau memasuki usia lanjut.
3. Memperkuat Ikatan Spiritual dalam Keluarga
Doa “Rabbir-ḥamhumā kamā rabbayānī ṣaghīrā” menjadi salah satu bentuk hubungan spiritual antara anak dan orang tua. Mendoakan mereka merupakan bentuk kasih sayang sekaligus penghormatan yang dapat terus dilakukan, termasuk ketika orang tua telah meninggal dunia.
4. Menumbuhkan Rasa Syukur atas Jasa Orang Tua
Frasa “sebagaimana mereka berdua telah mendidikku ketika kecil” mengajak setiap anak mengingat kembali berbagai pengorbanan orang tua. Kesadaran terhadap jasa tersebut dapat menumbuhkan rasa syukur dan mendorong seseorang membalas kebaikan orang tua melalui perhatian, pelayanan, doa, dan perilaku yang baik.
5. Menjadi Teladan bagi Generasi Berikutnya
Berbakti kepada orang tua juga menjadi pendidikan akhlak bagi generasi berikutnya. Anak yang melihat orang tuanya memperlakukan kakek dan nenek dengan hormat akan memperoleh contoh nyata tentang bagaimana hubungan antargenerasi seharusnya dibangun. Dengan demikian, nilai kasih sayang dan penghormatan kepada orang tua dapat terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pertanyaan Seputar Surat Al Isra
1. Apa isi kandungan surat Al-Isra ayat 24?
Surat Al-Isra ayat 24 memerintahkan seorang anak untuk merendahkan diri di hadapan orang tua dengan penuh kasih sayang dan mendoakan keduanya. Ayat ini menegaskan bahwa berbakti kepada orang tua mencakup sikap tawadhu dan doa yang tulus untuk kebaikan mereka di dunia dan akhirat.
2. Mengapa kita harus mendoakan orang tua?
Mendoakan orang tua adalah bentuk bakti dan rasa terima kasih atas jasa besar mereka dalam membesarkan dan mendidik anak. Doa anak untuk orang tua juga merupakan amalan yang pahalanya tidak terputus, terutama bagi orang tua yang telah meninggal dunia.
3. Apa makna "janah adz-dzull" dalam surat Al-Isra ayat 24?
Janah adz-dzull secara literal berarti "sayap kehinaan." Ungkapan ini adalah kiasan yang menggambarkan sikap merendahkan diri dan penuh kasih sayang, seperti seekor burung yang menurunkan sayapnya untuk melindungi anak-anaknya. Ini mengajarkan bahwa kerendahan hati di hadapan orang tua adalah bentuk penghormatan tertinggi.
4. Bagaimana cara berbakti kepada orang tua menurut Al-Isra ayat 24?
Menurut ayat ini, berbakti kepada orang tua dapat dilakukan dengan tiga cara: merendahkan diri dengan penuh kasih sayang, memandang mereka dengan pandangan kasih dan belas ihsan, serta mendoakan mereka agar mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT.
5. Apakah surat Al-Isra ayat 24 memiliki asbabun nuzul?
Tidak. Berdasarkan penelusuran para ulama dan peneliti, surat Al-Isra ayat 24 tidak memiliki asbabun nuzul yang khusus. Ayat ini turun sebagai bagian dari rangkaian ajaran pokok dalam surah Al-Isra yang bersifat universal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507305/original/081482200_1771489245-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4919191/original/040795900_1723718109-Ilustrasi_pasrah__berserah__berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4260457/original/053804300_1670989554-destroyed-city.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7617354/original/030596700_1780403789-cek_fakta_-_bulog.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493867/original/025420800_1779351314-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3444300/original/037742600_1619765801-20210430-Suasana_Sholat_Jumat_Minggu_Ketiga_Ramadhan_di_Masjid_Istiqlal-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547119/original/085428000_1775445943-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-06T101438.375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470151/original/005986700_1779331713-20151013211910-berdoa-bersama-menyambut-tahun-baru-1437-hijriah-007-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546690/original/011878700_1775361202-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-05T105210.824.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864911/original/016662100_1718506973-sholat_Idul_Adha_di_Masjid_Agung_Al-Azhar-HERMAN_13.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8219345/original/056761200_1781079103-koperasi_desa-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7588958/original/019147200_1780371293-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-02T103304.534.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4433582/original/003374600_1684488413-20230519135602__fpdl.in__high-angle-woman-holding-beads-meditating_23-2148847546_normal.jpg)