Liputan6.com, Jakarta - Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, memahami ayat Al-Qur’an tentang bersyukur menjadi fondasi penting bagi ketenangan jiwa. Rasa syukur bukan sekadar ucapan, melainkan pengakuan tulus atas segala nikmat yang diberikan oleh Sang Pencipta kepada hamba-Nya.
Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa syukur adalah menggunakan nikmat Allah untuk ketaatan dan tidak menggunakannya untuk kemaksiatan. Penjelasan ini memberikan dimensi praktis bahwa tindakan nyata adalah bukti utama dari rasa syukur yang mendalam.
Salah satu ayat yang secara khusus membahas tentang harta dan keterkaitannya dengan syukur adalah Surah Al-Kahfi ayat 46. Dalam penelitian Pipi Arviana dkk. yang diterbitkan di El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol 5 No 3 (2024), dijelaskan bahwa ayat ini memberikan pemahaman tentang tiga kedudukan harta: sebagai perhiasan dunia, penopang kehidupan, dan amanat dari Allah SWT. Karena harta bersifat fana, Allah mengingatkan bahwa amal saleh yang kekal (al-baqiyat as-sholihat) jauh lebih baik dan menjadi sumber harapan yang sejati. Penelitian Homsaton Widia Astutik dkk. dalam NATUJA: Volume 4 Nomor 1, 2024 menambahkan bahwa Surah Al-Kahfi ayat 46 mengajarkan makna berbagi dan bersyukur sebagai wujud ketergantungan manusia kepada Allah, di mana harta dan anak-anak hanyalah perhiasan dunia sementara amalan yang kekal dan saleh memiliki pahala yang lebih besar di sisi Allah
Sebagaimana diuraikan dalam kajian tafsir kontemporer, harta dan kekayaan sering kali menjadi ujian utama kehidupan. Kesadaran akan hal ini mendorong manusia untuk lebih dermawan dan tidak sombong atas apa yang dimilikinya saat ini.
Kumpulan Ayat Al-Qur'an tentang Bersyukur
Ayat- Ayat Al-Qur’an tentang Bersyukur, Artinya, dan Tafsir Ulama
1. Surah Ibrahim Ayat 7
Arab: وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Latin: Wa idz ta'adzdzana rabbukum la'in syakartum la'aziidannakum wa la'in kafartum inna 'adzaabii lasyadiid.
Arti: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'"
Imam Ath-Thabari dalam kitab Jami' al-Bayan fi Ta'wil al-Qur'an menyatakan bahwa Allah pasti akan melipatgandakan dan menambah kenikmatan bagi hamba yang memanifestasikan rasa syukurnya melalui ketaatan dan ucapan lisan.
2. Surah Al-Baqarah Ayat 152
Arab: فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Latin: Fadzkuruunii adzkurkum wasykuruu lii wa laa takfuruun.
Arti: "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."
Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam kitab Taisir Karimir Rahman menjelaskan bahwa berzikir mengingat Allah merupakan kunci turunnya rahmat, dan perintah bersyukur di ayat ini secara langsung mencegah manusia dari sifat kufur atas segala rezeki yang diterima.
3. Surah Luqman Ayat 12
Arab: وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Latin: Wa laqad aatainaa luqmaanal hikmata anisykur lillaah, wa man yasykur fa'innamaa yasykuru linafsih, wa man kafara fa'innallaaha ghaniyyun hamiid.
Arti: "Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: 'Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.'"
Imam Al-Qurthubi dalam kitab Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an menafsirkan bahwa esensi dari hikmah yang agung adalah kemampuan melihat nikmat dan bersyukur, di mana manfaat dari syukur tersebut sepenuhnya akan kembali untuk mengangkat derajat hamba itu sendiri.
4. Surah An-Nahl Ayat 114
Arab: فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Latin: Fakuluu mimmaa razaqakumullaahu halaalan thayyiban wasykuruu ni'matallaahi in kuntum iyyaahu ta'buduun.
Arti: "Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurlah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah."
Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitab Jami' al-'Ulum wal Hikam menekankan bahwa memastikan asupan rezeki tetap halal dan baik merupakan prasyarat mutlak beribadah, dan mensyukurinya adalah bukti murninya penghambaan kepada Allah semata.
5. Surah Al-Ankabut Ayat 17
Arab: إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِندَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Latin: Innamaa ta'buduuna min duunillaahi autsaanan wa takhluquuna ifkaa, innalladziina ta'buduuna min duunillaahi laa yamlikuuna lakum rizqan fabtaghuu 'indallaahir rizqa wa'buduuhu wasykuruu lah, ilaihi turja'uun.
Arti: "Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan."
Imam Al-Baghawi dalam kitab Ma'alim at-Tanzil menjelaskan bahwa ayat ini merupakan teguran keras bagi manusia agar menyadari bahwa segala bentuk rezeki murni berasal dari Allah, sehingga rasa syukur dan ibadah tidak pantas disasarkan kepada selain-Nya.
6. Surah Al-Ahqaf Ayat 15
Arab: وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ... Latin: Wa washshainal insaana biwaalidaihi ihsaanaa, hamalathu ummuhu kurhan wa wadha'athu kurhaa, wa hamluhu wa fishaaluhu tsalaatsuuna syahraa, hattaa idzaa balagha asyuddahu wa balagha arba'iina sanatan qaala rabbi auzi'nii an asykura ni'matakal latii an'amta 'alayya...
Arti: "Dan Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya... hingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: 'Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku...'"
Imam Asy-Syaukani dalam kitab Fathul Qadir menyebutkan bahwa fase kedewasaan menuntut kedalaman spiritual, yang dimanifestasikan melalui doa memohon ilham agar lisan dan hati tak pernah putus mensyukuri nikmat pengasuhan dan anugerah sejak lahir.
7. Surah An-Naml Ayat 19
Arab: فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ...
Latin: Fatabassama dhaahikan min qaulihaa wa qaala rabbi auzi'nii an asykura ni'matakal latii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidaiyya wa an a'mala shaalihan tardhaah...
Arti: "Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: 'Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai...'"
Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir menceritakan teladan kepemimpinan Nabi Sulaiman yang, meski memiliki kekuasaan atas alam, tetap menundukkan hati memohon rahmat agar senantiasa dibimbing menjadi hamba yang bersyukur.
8. Surah Al-A'raf Ayat 10
Arab: وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ
Latin: Wa laqad makkannaakum fil ardhi wa ja'alnaa lakum fiihaa ma'aayisy, qaliilan maa tasykuruun.
Arti: "Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur."
Fakhruddin Ar-Razi dalam kitab Mafatih al-Ghaib menyoroti kelemahan fitrah manusia; meski bumi telah dihamparkan lengkap dengan segala elemen kehidupan, mayoritas manusia sering kali lupa dan sangat sedikit yang benar-benar mewujudkan rasa syukur.
9. Surah Saba Ayat 15
Arab: لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ
Latin: Laqad kaana lisaba'in fii maskanihim aayatun jannataani 'an yamiinin wa syimaalin kuluu min rizqi rabbikum wasykuruu lahu baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur.
Arti: "Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): 'Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.'"
Buya Hamka dalam kitab Tafsir Al-Azhar menguraikan bahwa kesejahteraan sebuah bangsa sangat bergantung pada kemampuan masyarakatnya mensyukuri kekayaan alam. Ketidaksyukuran sebuah bangsa pada akhirnya akan membawa kehancuran dan musibah.
10. Surah Al-Kahfi Ayat 46
Arab: الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
Latin: Al-maalu wal banuuna ziinatul hayaatid dunyaa, wal baaqiyaatus shaalihaatu khairun 'inda rabbika tsawaaban wa khairun amalaa.
Arti: "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan."
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam kitab Taisir Karimir Rahman menegaskan bahwa kekayaan harta dan anak-anak hanyalah ujian perhiasan semata. Kesadaran penuh atas ketidakabadian dunia harus dijawab dengan amal saleh secara terus-menerus sebagai bentuk syukur dan investasi pahala abadi.
11. Surah Az-Zumar Ayat 66
Arab: بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُن مِّنَ الشَّاكِرِينَ
Latin: Balillaaha fa'bud wakun minasy syaakiriin.
Arti: "Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur."
Sayyid Quthb dalam kitab Fi Zilal al-Qur'an memberikan pesan tegas bahwa puncak dari tauhid adalah memurnikan penghambaan tanpa syarat kepada Allah dan memosisikan diri secara konsisten dalam barisan orang-orang yang gemar mensyukuri nikmat sekecil apa pun.
Kandungan Ayat Al-Qur’an tentang Bersyukur
Berdasarkan tinjauan lintas ayat, kandungan utama dari perintah bersyukur mencakup beberapa hal berikut:
• Harta sebagai Ujian Keimanan: Kepemilikan harta dalam pandangan Al-Qur'an bukanlah sekadar capaian pribadi, melainkan ujian atau amanah yang diberikan Allah. Manusia diuji sejauh mana ia bersyukur atau justru menjadi kufur atas kekayaan tersebut.
• Amal Saleh di Atas Segalanya: Kekayaan dunia yang terlihat indah sifatnya sangat fana dan menipu. Sebaliknya, rasa syukur yang dikonversi menjadi amal saleh dan kebermanfaatan kekal dinilai jauh lebih tinggi.
• Ketergantungan Total kepada Sang Pencipta: Rasa syukur membimbing manusia menyadari ketergantungan penuh kepada Allah, karena hanya Allah pemilik mutlak segala sumber daya dan kenikmatan.
• Distribusi Kesejahteraan Sosial: Islam memandang bahwa harta tidak boleh ditumpuk, melainkan harus dikelola dan didistribusikan melalui sedekah dan zakat. Mengeluarkan harta di jalan Allah adalah implementasi langsung dari bersyukur dan membersihkan diri dari kekikiran.
• Janji Penambahan Nikmat: Al-Qur'an secara lugas menjamin bahwa tindakan mensyukuri rezeki sekecil apa pun akan dibalas Allah dengan tambahan nikmat yang berlipat ganda, baik di dunia maupun ketenangan abadi kelak.
Hikmah Memahami Ayat Al-Qur’an tentang Bersyukur
Memahami ayat-ayat mengenai syukur memberikan hikmah fundamental yang berdampak langsung terhadap stabilitas jiwa, antara lain:
Menghilangkan Sifat Sombong: Sadar bahwa segala kekayaan adalah pinjaman yang akan musnah mendidik manusia untuk meletakkan ego dan mematikan kesombongan duniawi.
Menghadirkan Ketenangan Batin: Pemahaman bahwa Allah menjamin rezeki hamba yang bersyukur mampu menghapus kecemasan terhadap kelangkaan sumber daya, menumbuhkan sifat qana'ah (merasa cukup).
Membangun Empati dan Jiwa Sosial: Individu yang senantiasa bersyukur lebih proaktif merajut solidaritas sosial. Rasa dermawan ini terbangun lewat distribusi rezeki kepada kaum fakir yang membutuhkan.
Mengarahkan Tujuan Hidup: Hikmah yang paling mendalam adalah terjaganya keselarasan antara pencarian kebutuhan dunia (konsumsi dan penciptaan harta) dengan persiapan akhirat, sehingga orientasi falah (kebahagiaan abadi) dapat dicapai.
Membuka Intuisi Terhadap Nikmat Kecil: Menyadarkan manusia bahwa fungsi penciptaan dan perputaran alam semesta merupakan sistem kehidupan yang agung yang dirancang Allah secara spesifik untuk hamba-Nya.
Pertanyaan Seputar Ayat Al Quran
1. Apa saja contoh ayat Al-Qur’an tentang bersyukur?
Ayat yang sangat masyhur membahas hal ini adalah Surah Ibrahim ayat 7 tentang janji penambahan nikmat bagi yang bersyukur, serta Surah Al-Baqarah ayat 152 mengenai perintah berzikir dan bersyukur.
2. Bagaimana cara mengimplementasikan rasa syukur menurut Islam?
Syukur bukan sekadar kalimat Alhamdulillah. Syukur diimplementasikan dengan hati (meyakini nikmat dari Allah), lisan (memuji-Nya), dan perbuatan (berbagi rezeki, bersedekah, serta menggunakan harta di jalan yang halal).
3. Mengapa manusia diwajibkan untuk bersyukur atas hartanya?
Karena harta sejatinya adalah titipan dan ujian. Tanpa rasa syukur, manusia akan terjebak pada ketamakan materi dan kelupaan bahwa segalanya akan kembali kepada Pemilik hakiki.
4. Apa ancaman Allah bagi orang yang tidak bersyukur?
Dalam Surah Ibrahim ayat 7, Allah secara tegas memperingatkan bahwa mengingkari nikmat-Nya (kufur nikmat) akan mendatangkan azab yang sangat pedih, baik hilangnya keberkahan di dunia maupun hukuman di akhirat.
5. Apakah berbagi harta benda merupakan bukti rasa syukur?
Tentu saja. Mengeluarkan sedekah, infak, maupun mendistribusikan harta kepada kaum dhuafa adalah wujud nyata seseorang menyucikan hartanya dan mensyukuri anugerah rezeki yang melimpah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4260457/original/053804300_1670989554-destroyed-city.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507305/original/081482200_1771489245-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4919191/original/040795900_1723718109-Ilustrasi_pasrah__berserah__berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7617354/original/030596700_1780403789-cek_fakta_-_bulog.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336374/original/082096200_1534823979-Salat-Idul-Adha-1439-H5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493867/original/025420800_1779351314-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3444300/original/037742600_1619765801-20210430-Suasana_Sholat_Jumat_Minggu_Ketiga_Ramadhan_di_Masjid_Istiqlal-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547119/original/085428000_1775445943-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-06T101438.375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398477/original/084799400_1761886002-WhatsApp_Image_2025-10-30_at_23.11.40.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470151/original/005986700_1779331713-20151013211910-berdoa-bersama-menyambut-tahun-baru-1437-hijriah-007-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546690/original/011878700_1775361202-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-05T105210.824.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864911/original/016662100_1718506973-sholat_Idul_Adha_di_Masjid_Agung_Al-Azhar-HERMAN_13.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6370179/original/076427000_1779245274-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8219345/original/056761200_1781079103-koperasi_desa-_cek_fakta.jpg)