Liputan6.com, Jakarta - Seringkali kita mendengar lafal hauqalah, utamanya ketika seseorang berhadapan dengan sebuah kondisi sulit. Untuk itu, sebagai muslim kita perlu memahami bacaan sekaligus arti La hawla wala quwwata illa billah beserta manfaat dan keutamaannya.
Dalam kehidupan yang penuh dengan berbagai ujian, kesulitan ekonomi, penyakit, kecemasan akan masa depan, hingga beban batin yang tak terlihat, kalimat ini hadir sebagai benteng spiritual yang menenangkan jiwa. Kalimat hauqalah adalah bentuk pengakuan seorang hamba akan kelemahan dan ketergantungan mutlaknya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Allah SWT, "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28). Kalimat "Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh" adalah salah satu bentuk zikir yang paling agung, karena di dalamnya terkandung pengakuan bahwa tidak ada daya dan kekuatan untuk berubah dari satu keadaan ke keadaan lain, kecuali dengan pertolongan Allah.
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam Fiqhul Ad'iyati wal Adzkar (Fiqih Doa dan Zikir) menjelaskan bahwa kalimat "Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh" adalah salah satu dzikir yang paling agung dan memiliki pengaruh luar biasa dalam menolak berbagai kesulitan dan kesusahan.
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW juga menempatkan kalimat ini sebagai salah satu dzikir sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap hari.
Bacaan Lengkap Lā Ḥawla wa Lā Quwwata Illā Billāh Teks Arab, Latin dan Artinya
Berikut adalah bacaan dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW, lengkap dengan teks Arab, latin, dan terjemahannya:
Teks Arab: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Latin: Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh
Artinya: "Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."
Kalimat ini diriwayatkan dalam berbagai hadits shahih. Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: "Maukah engkau aku tunjukkan satu kalimat dari perbendaharaan surga?" Aku (Abu Musa) menjawab, "Tentu." Beliau bersabda, "Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh".
Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam Fiqhul Ad'iyati wal Adzkar menjelaskan bahwa kalimat ini disebut "perbendaharaan surga" karena pahalanya sangat besar dan disimpan sebagai simpanan berharga bagi pelakunya di surga.
Makna yang terkandung di dalamnya adalah pengakuan seorang hamba bahwa ia tidak memiliki daya untuk berubah dari maksiat kepada ketaatan, dan tidak memiliki kekuatan untuk melaksanakan ketaatan, kecuali dengan pertolongan dan taufik dari Allah.
Para ulama telah menguraikan makna mendalam dari kalimat yang agung ini. Berikut penjelasannya berdasarkan tuntunan para ulama:
Kalimat lā ḥawla wa lā quwwata berarti meniadakan daya dan kekuatan dari diri seorang hamba. Al-Ḥawl (daya) berarti kemampuan untuk berpindah dari satu keadaan ke keadaan lain, sedangkan al-Quwwah (kekuatan) adalah kemampuan untuk melaksanakan sesuatu.
Dengan mengucapkan kalimat ini, seorang hamba mengakui bahwa dirinya tidak memiliki daya untuk berubah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dan tidak memiliki kekuatan untuk melaksanakan ketaatan, kecuali dengan pertolongan Allah.
Frasa illā billāh (kecuali dengan Allah) menetapkan bahwa hanya Allah-lah sumber segala daya dan kekuatan. Tidak ada perubahan dari satu kondisi ke kondisi lain, tidak ada kesembuhan dari sakit, tidak ada kekayaan dari kemiskinan, tidak ada kekuatan dari kelemahan, kecuali dengan izin dan pertolongan Allah.
Imam Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan, "Maknanya: tidak ada perubahan bagi seorang hamba dari satu keadaan ke keadaan lain, dan tidak ada kekuatan baginya untuk itu, kecuali dengan (pertolongan) Allah". Kalimat ini adalah bentuk pengakuan bahwa seorang hamba lemah dan sangat bergantung kepada Allah dalam segala urusannya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, "Lafaz al-ḥawl mencakup setiap perubahan dari satu keadaan ke keadaan lain, dan al-quwwah adalah kemampuan untuk melakukan perubahan tersebut. Maka kalimat yang agung ini menunjukkan...". Kalimat ini adalah inti dari tauhid dan kepasrahan total kepada Allah.
Manfaat (Hikmah) Dzikir La Hawla Wala Quwwata Illa Billah
1. Obat bagi 99 Penyakit, Paling Ringan adalah Kesedihan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa mengucapkan 'Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh', maka ia menjadi obat dari 99 penyakit, yang paling ringan adalah kesedihan (al-hamm)". Kalimat ini memiliki pengaruh luar biasa dalam mengobati kegelisahan, kecemasan, dan berbagai penyakit hati.
2. Menghilangkan Kegelisahan dan Kesedihan
Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan, "Kalimat ini memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam mengatasi pekerjaan-pekerjaan sulit, menanggung beban berat, menghadapi orang-orang yang ditakuti, dan menerjang berbagai bahaya". Beliau juga mengatakan, "Barangsiapa yang banyak kegelisahan dan kesedihannya, hendaklah ia memperbanyak ucapan 'Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh'".
3. Menolak Kemiskinan dan Memberikan Kecukupan
Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa mengucapkan 'Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh' sebanyak 100 kali dalam setiap hari, ia tidak akan ditimpa kemiskinan". Kalimat ini membuka pintu rezeki dan memberikan kecukupan dari Allah.
4. Memudahkan Urusan yang Sulit
Ibnu Qayyim rahimahullah juga menjelaskan, "Dzikir kepada Allah memudahkan yang sulit, meringankan yang berat, dan meringankan beban-beban. Tidaklah disebutkan dzikir kepada Allah pada sesuatu yang sulit melainkan ia menjadi mudah, tidak pada sesuatu yang berat melainkan ia menjadi ringan, tidak pada suatu kepayahan melainkan ia menjadi ringan, tidak pada suatu kesulitan melainkan ia lenyap". Kalimat Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh memiliki efek luar biasa dalam memudahkan urusan yang sulit.
5. Memberikan Ketenangan Hati
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, "Hendaklah seorang hamba menjadikan kebiasaannya adalah 'Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh', karena dengannya beban-beban berat dapat diangkat, bahaya-bahaya dapat dihadapi, dan berbagai kesulitan dapat diatasi". Kalimat ini memberikan ketenangan dan ketentraman bagi jiwa yang gelisah.
Fadhilah Dzikir "Lā Ḥawla wa Lā Quwwata Illā Billāh"
1. Perbendaharaan Surga
Dalam hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda: "Perbanyaklah mengucapkan 'Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh', karena sesungguhnya ia adalah perbendaharaan dari perbendaharaan surga" (HR. Ahmad). Dalam riwayat lain dari Abu Dzarr radhiyallahu 'anhu, Nabi SAW bersabda, "Perbanyaklah mengucapkan 'Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh', karena sesungguhnya ia adalah perbendaharaan di bawah 'Arsy".
2. Tanaman Surga
Diriwayatkan dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu 'anhu, pada malam Isra', Nabi Ibrahim 'alaihissalam berkata kepada Nabi Muhammad SAW, "Perintahkan umatmu untuk memperbanyak tanaman surga." Nabi bertanya, "Apa itu tanaman surga?" Beliau menjawab, "Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh". Ini menunjukkan bahwa kalimat ini adalah amalan yang akan menjadi tanaman bagi pelakunya di surga.
3. Pintu dari Pintu-Pintu Surga
Diriwayatkan dari Qais bin Sa'ad bin Ubadah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi SAW melewatinya dan bersabda, "Maukah engkau aku tunjukkan sebuah pintu dari pintu-pintu surga?" Aku menjawab, "Tentu." Beliau bersabda, "Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh".
4. Wasiat Nabi kepada Para Sahabat
Rasulullah SAW mewasiatkan kepada Abu Dzarr radhiyallahu 'anhu untuk memperbanyak kalimat ini. Beliau juga mewasiatkan kepada Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu 'anhu, sebagaimana diriwayatkan oleh Amir bin Sa'ad radhiyallahu 'anhu, "Aku bertemu Abu Ayyub Al-Anshari, lalu ia berkata: Maukah engkau aku perintahkan dengan apa yang diperintahkan Rasulullah SAW kepadaku? Agar aku memperbanyak 'Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh', karena sesungguhnya ia adalah perbendaharaan surga".
Cara dan Waktu Pengamalan Dzikir
Cara Mengamalkan:
• Dengan Penuh Penghayatan: Membaca dzikir sambil merenungkan maknanya—mengakui kelemahan diri dan ketergantungan total kepada Allah.
• Dengan Ikhlas: Membaca kalimat ini semata-mata karena Allah, bukan karena riya' atau ingin dipuji manusia.
• Dengan Keyakinan: Meyakini sepenuhnya bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah.
• Sesuai Sunnah: Mengucapkannya dengan lisan dan menghayatinya dalam hati, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Waktu Pengamalan
• Saat Menghadapi Kesulitan dan Beban Berat: Ibnu Qayyim rahimahullah menganjurkan untuk memperbanyak kalimat ini ketika menghadapi pekerjaan sulit dan beban berat.
• Saat Hati Gelisah dan Banyak Pikiran: Bagi yang banyak kegelisahan dan kesedihan, hendaknya memperbanyak kalimat ini.
• Saat Mendengar Seruan Adzan: Disunnahkan mengucapkan kalimat ini ketika muadzin mengucapkan "Hayya 'alash-shalah" dan "Hayya 'alal-falah".
• Setelah Shalat Fardhu: Kalimat ini termasuk dzikir yang dianjurkan setelah shalat wajib.
• Setiap Hari: Dianjurkan membaca 100 kali setiap hari agar terhindar dari kemiskinan.
• Kapan Saja: Sebagai dzikir harian yang tidak terikat waktu, sebagaimana wasiat Nabi SAW kepada para sahabatnya.
Pertanyaan Seputar Bacaan la hawla wala quwwata illa billah
1. Apa arti la hawla wala quwwata illa billah?
Artinya adalah "Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah." Kalimat ini merupakan pengakuan seorang hamba bahwa ia tidak memiliki kemampuan untuk berubah dari satu keadaan ke keadaan lain, dan tidak memiliki kekuatan untuk melaksanakan sesuatu, kecuali dengan pertolongan dan izin Allah.
2. Apa keutamaan membaca la hawla wala quwwata illa billah?
Keutamaannya sangat besar: (1) Perbendaharaan surga, (2) Tanaman surga, (3) Pintu dari pintu-pintu surga, (4) Obat dari 99 penyakit yang paling ringan adalah kesedihan, (5) Menolak kemiskinan jika dibaca 100 kali setiap hari, (6) Menghilangkan kegelisahan dan kesedihan, serta (7) Memudahkan urusan yang sulit.
3. Kapan waktu terbaik membaca la hawla wala quwwata illa billah?
Waktu terbaik adalah saat menghadapi kesulitan dan beban berat, saat hati gelisah dan banyak pikiran, saat mendengar seruan adzan (ketika muadzin mengucapkan "Hayya 'alash-shalah" dan "Hayya 'alal-falah"), setelah shalat fardhu, dan sebagai dzikir harian sebanyak 100 kali setiap hari.
4. Apakah dzikir ini termasuk amalan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW?
Ya, dzikir ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan dalam hadits shahih oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Ahmad, dan lainnya. Nabi SAW mewasiatkannya kepada banyak sahabat, seperti Abu Musa Al-Asy'ari, Abu Dzarr, Abu Ayyub Al-Anshari, dan Qais bin Sa'ad.
5. Apakah membaca la hawla wala quwwata illa billah bisa menghilangkan kesedihan?
Ya. Diriwayatkan bahwa kalimat ini adalah obat dari 99 penyakit, yang paling ringan adalah kesedihan (al-hamm). Ibnu Qayyim rahimahullah juga menjelaskan bahwa bagi yang banyak kegelisahan dan kesedihan, hendaknya memperbanyak kalimat ini.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531533/original/067960700_1773619719-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1092125/original/057341200_1450794922-grebeg1.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397187/original/001577400_1761803406-ilustrasi_berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5340055/original/073334400_1757142647-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339158/original/006999000_1757043421-Gemini_Generated_Image_1vqahx1vqahx1vqa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187901/original/087360700_1595477323-courtyard-kalyan-mosque-sunset-bukhara-uzbekistan_196911-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4944751/original/028196500_1726395681-20240915-Kirab_Maulid-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2983405/original/070508800_1575256288-20191202-Reuni-212-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582904/original/095301300_1778131421-cpns_bea_cukai_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4576168/original/048568900_1694732112-20230915022441__fpdl.in__medium-shot-woman-posing-with-flowers_23-2150725596_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572218/original/060707400_1777780612-cek_fakta_-_CPNS_Kemenag.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4442582/original/000568400_1685093803-Screenshot_20230526_120852_Gallery.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407521/original/093009600_1762744968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-10T101330.228.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5580670/original/061045400_1778126140-8a6419d8-418c-4e77-8846-31d68f6b6e38.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4439341/original/074219600_1684915362-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4015150/original/070691700_1651836959-UMROH_BACKPAKER_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806807/original/084266200_1557976563-IMG-20190507-WA0082.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4697748/original/031327300_1703490526-20231225-Taman-Margasatwa-Ragunan-Herman-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4020490/original/041535400_1652339052-20220512-Aksi-Buruh-Peringati-Mayday-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081754/original/022995900_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-1.jpg)