Densus 88: Kasus SD Srengseng Sawah Bukan Aksi Terorisme

7 hours ago 6

JURU Bicara Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI atau Densus 88 Antiteror Polri, Komisaris Besar Mayndra Eka Wardhana, menyatakan ancaman bom di Sekolah Dasar Negeri atau SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, belum memenuhi unsur tindak pidana terorisme. Ancaman bom itu diterima Senin, 13 Juli 2026, ketika siswa dan guru sedang mengikuti upacara pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang.

Pesan ancaman masuk melalui pesan pribadi kepada seorang guru dan petugas tata usaha sekolah. “Disimpulkan bahwa peristiwa tersebut belum memenuhi unsur sebagai tindak pidana terorisme,” kata Mayndra dalam keterangan tertulis, Senin.

Ia menjelaskan bahwa setelah adanya ancaman bom itu, Densus 88 Antiteror Polri langsung melakukan pendalaman komprehensif. Petugas mengusut mulai dari aspek motif, pendanaan, hingga kemungkinan adanya koneksi dengan jaringan terorisme. Hasilnya, sementara ini Densus 88 menyatakan ancaman itu belum memenuhi unsur tindak pidana terorisme. 

Sebelumnya, Tim Gegana bersama Densus 88 Antiteror Polri mendatangi lokasi kejadian. Personel kepolisian mendatangi lokasi, mengevakuasi siswa dan guru, serta menyisir lingkungan sekolah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, penyisiran dilakukan guna memastikan keamanan seluruh warga sekolah dan masyarakat di sekitar lokasi. “Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror langsung melakukan penyisiran di lingkungan sekolah. Siswa dan guru juga telah dievakuasi sebagai langkah keselamatan,” katanya.

Pada hari ini pula, polisi sudah menangkap pelaku yang berinisial MY, 34 tahun. Ia lantas dibawa ke Markas Polres Metro Jakarta Selatan. "Lagi dalam pendalaman penyidik," ujar Budi di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Menurut Budi, pelaku merupakan seorang warga yang tinggal tak jauh dari sekolah. Polisi hingga kini masih mendalami motif pelaku mengirimkan pesan berisi teror bom tersebut.

Vedro Imanuel Girsang berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |