KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa 12 orang hasil operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Tulungagung, Jawa Timur, ke Jakarta. Para penyelidik dan penyidik KPK membawa mereka setelah menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Resor Kota Tulungagung sejak Jumat, 10 April 2026.
“Sebanyak 11 orang berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan satu orang merupakan pihak lainnya,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 11 April 2026.
Budi mengatakan penyelidik dan penyidik KPK saat ini memeriksa intensif belasan orang tersebut di Jakarta. Dalam operasi senyap itu, KPK juga menyita sejumlah barang bukti, salah satunya uang tunai. Namun, Budi belum merinci jumlah uang dan barang bukti lain karena proses pendalaman masih berlangsung.
Pantauan Tempo menunjukkan KPK membawa 12 orang tersebut menggunakan sejumlah mobil Toyota Innova berwarna hitam. Rombongan tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.50 WIB. Tim Kedeputian Penindakan dan Eksekusi KPK kemudian membawa mereka masuk melalui pintu belakang.
Sebanyak 12 orang tersebut merupakan klaster kedua yang dibawa oleh tim KPK. Sebelumnya, tim penyelidik dan penyidik telah lebih dulu membawa Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Profil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo
Berdasarkan laman resmi informasi pemilihan kepala daerah Tulungagung, Presiden Prabowo Subianto melantik Gatut Sunu Wibowo sebagai Bupati Tulungagung di Istana Negara pada 20 Februari 2025. Gatut berpasangan dengan Ahmad Baharudin sebagai Wakil Bupati Tulungagung untuk periode 2024–2029.
Sebelumnya, Gatut menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung periode 2021–2024 mendampingi Maryoto Birowo. Ia menjabat saat menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebelum kemudian bergabung dengan Partai Gerindra saat mencalonkan diri sebagai bupati. Gatut juga tercatat sebagai anggota Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama sejak 2004.
Gatut Sunu Wibowo, pria kelahiran Tulungagung, 17 Desember 1967 (58 tahun pada 2025), merupakan lulusan sarjana ekonomi Universitas Merdeka Malang pada 1992. Ia melanjutkan pendidikan magister ekonomi di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan lulus pada 2023.
Sebelum menempuh pendidikan tinggi, Gatut menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri Gandong 1, Jawa Timur, pada 1982. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri di Bandung, Jawa Barat, dan lulus pada 1985. Setelah itu, Gatut kembali ke Tulungagung dan menempuh pendidikan di SMA Katolik Santo Thomas Aquino hingga lulus pada 1988.
Pilihan Editor: Cara Mencegah Otoritarianisme RUU Perampasan Aset




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2559362/original/076937200_1546315450-20190101-Kembang-Api-Ancol-5.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)
