Trump Tuduh Cina Bobol Data Pemilu AS 2020

3 hours ago 3

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis, 16 Juli 2026, menuduh Cina membobol data pemilu AS pada tahun 2020 dimana ia kalah dari Joe Biden, capres asal Partai Demokrat. Dalam pidato yang disiarkan pada jam tayang utama pada Kamis malam seperti dilansir Le Monde, Presiden AS tersebut menyatakan akan membuka kerahasiaan informasi intelijen mengenai 'kerentanan mengejutkan' dalam sistem pemilihan umum AS.

Ini sekaligus memperparah klaim tak berdasar yang telah berlangsung selama bertahun-tahun bahwa kekalahannya pada pemilu 2020 disebabkan oleh kecurangan masif.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Selama beberapa tahun, dimulai pada siklus pemilu 2020, Republik Rakyat Cina melakukan tindakan yang diyakini sebagai pembobolan data pemilu terbesar dalam sejarah, yang mengakibatkan Cina memperoleh secara ilegal data 220 juta pemilih AS," klaim Trump dalam pidato yang disiarkan di televisi pada jam tayang utama dari Gedung Putih.

Lebih dari 60 gugatan hukum yang diajukan oleh Trump dan sekutunya tidak menghasilkan putusan yang membuktikan adanya kecurangan yang mampu mengubah hasil pemilu 2020. Sementara itu, penghitungan ulang, audit, dan Departemen Kehakiman pemerintahannya sendiri juga tidak menemukan bukti kecurangan tersebut.

Dalam pidatonya, Trump menyerukan pencabutan izin siaran jaringan televisi yang menolak menyiarkan secara langsung pidato jam tayang utamanya mengenai kecurangan pemilu. Ia juga melontarkan tuduhan tak berdasar bahwa mereka terlibat dalam upaya memanipulasi pemilu.

"Mereka dan pihak media lainnya merupakan bagian dari sebuah konspirasi. Kecurangan semacam ini seharusnya berujung pada pencabutan izin mereka. Mereka menggunakan gelombang siaran publik kita—yang bernilai miliaran dolar—tanpa biaya sama sekali. Mereka tidak membayar sepeser pun," ujarnya, sembari secara khusus menyebut nama ABC dan NBC.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |